Indonesia
NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Terlahir Kembali Dengan Mata Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Penyelamat
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Saka mengalami kecelakaan tragis. Mobilnya menabrak pembatas jembatan lalu terjun bebas ke sungai dan meledak.

Ajaibnya Saka masih hidup. Namun saat membuka mata, dia terbangun di tubuh orang lain. Saka hidup dalam tubuh Aryan, pria yang mengalami kecelakaan di hari yang sama dengannya.

Setelah selamat dari kecelakaan tragis, hidup Saka berubah seratus delapan puluh derajat. Bukan saja harus menjalani kehidupan orang lain, matanya juga bisa melihat kilatan masa depan.

Saka bisa melihat kejadian buruk di masa depan. Kejadian yang memaksanya ikut campur dalam takdir seseorang. Dan membuka tabir rahasia tentang kematiannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Apes di Pagi Hari

Saka segera mengikuti Firlan yang mengajaknya sedikit menjauh dari tempatnya tadi. Melihat gelagat Firlan, perasaan Saka sedikit tidak enak. Petugas polisi itu berhenti di tempat yang cukup sepi.

“Anda sopir taksi yang mengantar saudari Mawar?”

“Ya.”

“Kenapa Anda tidak mengantarkannya ke hotel sesuai permintaannya?” Firlan mengulangi pertanyaan yang tadi diajukan petugas lain.

“Saya sudah bilang kalau saya kurang tahu jalan di kota ini. Jadi wajar saja kalau terlewat.”

“Benarkah?” tanya Firlan seraya melihat rekaman CCTV melalui ponselnya. Dia baru saja mendapatkan rekaman CCTV di dekat hotel Cempaka.

“Dari rekaman ini, sepertinya Anda sengaja menambah kecepatan mobil saat mendekati hotel Cempaka,” Firlan memperlihatkan rekaman CCTV di ponselnya.

Saka menelan ludahnya dengan susah payah. Dalam hatinya merutuki dirinya yang sial. Maksud hati ingin menolong orang, tapi justru dirinya harus terlibat dalam penyelidikan polisi.

“Saya tidak tahu di mana hotel Cempaka,” jawab Saka sekenanya.

“Tidak mungkin Anda tidak tahu. Di depan hotel terdapat plang hotel tersebut. Tulisannya besar, warnanya terang. Bisa terlihat jelas dari jarak lima puluh sampai seratus meter. Pasti ada alasan Anda sengaja melewatkan hotel itu.”

Saka menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Pertanyaan petugas di depannya semakin menyudutkannya.

Namun tidak mungkin dirinya menyebutkan alasan sebenarnya atas tindakannya tadi. Bisa jadi dia dianggap orang tidak normal.

Melihat Saka yang hanya diam membisu, Firlan menarik kembali ponselnya. Sekarang dia mencari gambar lain di gawainya. “Bagaimana dengan orang ini? Apa Anda mengenalnya?”

Saka mendekatkan wajahnya ke layar smartphone milik Firlan. Dilihatnya gambar seorang pria yang tidak dikenalnya.

Dari gaya rambut dan bentuk wajahnya mirip seperti pria dalam bayangannya. Pria yang menyiksa Mawar di kamar hotel.

“Saya tidak kenal. Siapa dia?”

“Dia adalah target yang kami cari selama ini. Dia tersangka penganiayaan terhadap sejumlah wanita. Para korban mengenalnya dari media sosial seperti Facebook, Instagram atau Threads.”

“Lalu apa hubungannya dengan saya?”

“Anda baru saja menyelamatkan saudari Mawar. Tapi alasan yang Anda sebutkan, tidak masuk logika saya.”

“Terserah Bapak mau masuk logika Bapak atau tidak, yang jelas itu alasan saya. Kalau tidak ada yang akan dibahas lagi, saya mau pulang.”

“Untuk sekarang tidak ada. Tapi saya harap Anda bisa datang kalau kami membutuhkan kesaksian Anda.”

“Terserah,” kesal Saka sambil berlalu. Pria itu bergegas menuju mobilnya. Dia ingin segera mengembalikan taksi ke pool lalu pulang ke rumah.

Setelah mengembalikan taksi ke pool, Saka segera pulang ke rumah menggunakan bus. Pria itu memilih duduk di bagian paling belakang.

Kepalanya terus menoleh ke jendela samping, sementara pikirannya kembali pada kejadian yang baru saja dialaminya.

Dengan kesal Saka mengacak-acak rambutnya. Perubahan mendadak terjadi dalam hidupnya.

Bukan hanya terbangun di tubuh orang lain, tiba-tiba dirinya memiliki kemampuan untuk melihat masa depan walau hanya beberapa detik.

Apakah Aryan memang memiliki kemampuan seperti ini?

Atau kemampuan ini muncul setelah dirinya selamat dari ambang kematian?

Saking asyiknya melamun, Saka hampir saja melewati halte tempatnya turun. Bergegas dia menuruni bus lalu berjalan cepat menuju tempat tinggalnya.

Kepulangannya disambut hangat oleh Astri. Melihat senyum wanita itu membuatnya berpikir kalau kemampuan yang dimilikinya saat ini bukanlah sesuatu yang buruk. Dia berhasil mencegah musibah yang mungkin menimpa Astri.

“Mau makan?” tawar Astri.

“Nggak Ma, eh … Bu. Aku mau langsung istirahat aja, capek banget.”

Astri mengangguk pelan. Wanita itu memandangi Saka yang sedang menaiki tangga dengan langkah lunglai.

***

Langit sudah terang meski matahari baru muncul beberapa menit yang lalu. Di kamarnya, Saka sedang bersiap untuk bekerja. Tubuhnya sudah terbalut seragam PRIMA TAKSI.

Saat sedang menyisir rambutnya, cermin di depannya mulai beriak. Seketika Saka menahan napasnya.

Riak di cermin perlahan menghilang dan kini menampilkan gambar seorang wanita tua yang terperosok ke dalam lubang galian kabel. Kakinya terlilit kabel, tubuhnya menggantung dengan posisi menghadap ke bawah.

Gambar di cermin menghilang dan sekarang kembali menunjukkan wajah Saka. Pria itu mengembuskan napas panjang. Ada satu orang lagi yang harus dia selamatkan pagi ini.

Saat Saka hendak beranjak pergi, sudut matanya menangkap cermin di depannya kembali beriak. Kening pria itu langsung mengerut.

Sekarang yang tersaji di depannya adalah seorang wanita yang sedang berjalan-jalan dengan anaknya yang berusia tiga tahun di sebuah taman. Dari arah belakang muncul seorang pria yang langsung merebut dan membawa anak itu pergi.

“Haaaiisshh … apalagi ini?” kesal Saka.

Dengan langkah tergesa Saka menuruni tangga. Dia menuju meja makan kemudian mengambil sepotong roti tawar yang tersedia di sana lalu bergegas keluar.

“Saka, makan dulu!” teriak Astri yang melihat anaknya hendak pergi.

“Nggak usah, Bu. Aku hampir terlambat,” jawab Saka sambil memakai sepatunya. Roti yang tadi diambil terselip di bibirnya.

Sambil mengunyah rotinya, Saka berjalan menuju halte. Langkahnya terlihat tergesa. Dia harus tiba lebih dulu di lokasi sebelum kejadian yang menimpa nenek tadi menjadi kenyataan.

Lima menit kemudian Saka sudah sampai di dekat galian lubang. Matanya menyapu sekitar, mencari perempuan tua yang mengenakan mantel berwarna coklat.

Begitu wanita tua itu muncul, Saka segera mendekatinya. “Nenek mau ke mana?” tanya Saka sopan.

“Nenek mau ke toko di seberang,” jarinya menunjuk toko yang letaknya di seberang jalan.

“Biar saya antar, Nek.”

Saka langsung memegang lengan sang nenek lalu membantunya menyeberangi jalan. Selesai melakukan tugasnya, Saka segera menuju halte bus. Kendaraan yang ditunggunya tiba tak lama setelahnya.

Kondisi bus yang cukup padat membuat Saka terpaksa harus berdiri di antara para penumpang. Kepalanya tak berhenti bergerak, melihat ke kanan dan kiri jalan sambil mencoba mengingat di mana lokasi penglihatan kedua berada.

Tangan Saka langsung menekan bel yang ada di dekat pintu ketika bus yang ditumpanginya melewati taman yang dilihatnya tadi. Bergegas pria itu turun lalu menuju taman.

Di dekat air mancur, dia melihat seorang wanita sedang berjalan ke arahnya sambil menggandeng tangan seorang anak berusia tiga tahun.

Dari pakaian yang dikenakannya, Saka tahu kalau mereka adalah orang yang muncul dalam penglihatannya tadi.

Bergegas Saka mendekati wanita itu. Ketika jaraknya hanya tinggal beberapa meter saja, dari arah belakang wanita itu muncul seorang pria. Tanpa mengatakan apa pun, pria itu langsung merampas anak tersebut dan membawanya pergi.

Saka mempercepat langkahnya dan akhirnya bisa menghalangi pria yang membawa anak perempuan tersebut.

“Minggir!” seru sang pria pada Saka yang menghalangi jalannya.

“Serahkan anak itu.”

“Jangan ikut campur!”

Karena pria itu menolak, Saka pun menarik paksa anak itu dari gendongan sang pria. Anak perempuan itu mulai menangis ketika dirinya mulai diperebutkan.

Saat mendapat kesempatan, Saka berhasil menarik anak itu dari gendongan pria tesebut sembari melayangkan pukulan ke wajahnya.

Tubuh pria itu terdorong ke belakang. Tangannya mengusap hidungnya yang mengeluarkan darah. “Brengsek! Kenapa kamu ikut campur?”

Perebutan anak langsung menarik perhatian orang-orang yang ada di sekitar taman. Salah satunya langsung memanggil polisi yang ada di pos jaga. Petugas berseragam coklat itu segera mendekati dua pria yang sedang cekcok.

“Ada apa ini?” tanya sang petugas.

“Dia mau menculik anak ini, Pak,” jawab Saka cepat.

“Itu tidak benar!” sangkal sang pria cepat.

“Dia mengambil paksa anak ini dari ibunya,” Saka menunjuk wanita yang sudah berdiri di dekatnya, kemudian menyerahkan anak itu kembali. “Dia itu penculik, tangkap saja, Pak!”

“Bukan, saya bukan penculik. Saya ayahnya!”

***

Nah lho😂

1
tehNci
Jujur ajalah Saka... Siapa tau, Dirga dan Firlan bisa mbantumu mengungkap kejahatan Baskara lebih cepat dan bang Indra bebas dari tuduhan pelaku penggelapan pajak
yula
💪💪💪💪💪thor
ismi
jujur saja saka,bahwa jiwamu tertukar dengan aryan
Ria alia
Kalo saka jujur apa mrka akan percaya ?🤔
fifia
dah lah jujur wae
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sakaaaa inget tubuh mu adl aryan
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mantan CEO koq dilawan🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ntah Bun...
bentar mau ambil air sama baskom...
mau di liat lewat media air dlm baskom... apakah bisa keliatan gk ya .... Saka mau jujur apa mingkem 😂
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
plus plus
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
hayooo lohh..... Saka kamu mau jawab apa tentang pertanyaan yg Firlan ajukan 🤔
apakah mau jujur kau...ato kau masih mau ngeles blom mau terbuka 😔
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
tiga serangkai bersatu padu....kerja sama....saling bantu... semoga kamu gk knp np ....setelah istirahat bisa pulih kembali ya Saka...aamiin 🤲🏻
jangan bikin in cemas pembaca Ka....kamu itu kuat dan dgn keyakinan seyakin-yakinnya pasti kerja kerasmu akan membuahkan hasil /Determined//Determined//Determined/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
gk ada mendingnya ya Bani.... mundur kena maju kena😔
Euis Sri
jujur aja,.Dirga dan Firlan orang baik dan tulus,.biar ada yg bantuin klo Saka dalam kesulitan,.😅
Febri Nayu
jujur ae wees Yo kan Yo kan .. Ben enak wadul e wkwk
Febri Nayu
hayoo looo kepiye wes Iki wess
vania larasati
lanjut kak
yula
💪💪💪💪💪thor
RosMa🌹🌹🌹
makin keren ini Saka..
RosMa🌹🌹🌹
Dirga,..mempan gak ya rayuannya 😅😅
Ayuk Witanto
penglihatan tentang baskara pastinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!