Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 10.
Pria itu menumpukan satu lututnya berlutut ke lantai, lalu menundukkan kepalanya dengan hormat sebagai bawahan kepada atasan.
Saat pria itu berlutut, aura mendominasi yang ada padanya berpindah kepada Olivia.
Olivia berdiri dengan tegak di tempatnya, dengan sikap seperti seorang atasan menoleh melihat ke arah pria itu berlutut padanya.
Mata Lydia membulat tidak percaya memandang pria itu berlutut di hadapan Olivia.
Begitu juga dengan semua tamu yang ada di sana tidak percaya memandang pria, yang auranya terasa mendominasi itu berlutut di hadapan Olivia.
"Vincent Sebastian datang menemui Nona Smith!" ucap pria itu memberi hormat kepada Olivia.
"Tidak disangka kepala keluarga Sebastian, sampai bisa berlutut di hadapan Nona Smith dari keluarga Smith!"
Terdengar tamu membicarakan apa yang mereka lihat saat ini.
"Padahal keluarga Sebastian lebih kaya dua sampai tiga kali lipat dari keluarga Smith!"
Mariana terlihat cemas mendengar perbincangan tamu, yang mengetahui tentang Vincent Sebastian yang menaruh respect pada Olivia.
"Memang dulu katanya Keluarga Sebastian dibantu keluarga Smith, tapi keluarga Smith sejak lama tidak bisa berkembang!"
"Iya, benar! setelah dipegang Vincent Sebastian menjadi sukses besar!"
Olivia melirik tamu yang membicarakan tentang siapa Vincent.
Ia tidak menyangka, banyak yang mengetahui tentang hubungan keluarga Smith dengan keluarga Sebastian.
"Kak Vincent, tidak perlu sungkan! berdirilah!" Olivia meraih lengan Vincent untuk bangkit berdiri dari berlututnya.
Masih dengan auranya yang dingin, Vincent berdiri dari berlututnya.
Mariana diam memandang tidak percaya, kalau putri yang ia anggap pembuat onar dalam keluarga mereka, ternyata dihormati Vincent Sebastian.
Lydia yang kesakitan memegang pipinya yang membengkak, terpaku melihat pria berlutut itu ternyata Vincent Sebastian.
"Vincent Sebastian, Kepala keluarga Sebastian! orang seperti Vincent Sebastian, ternyata orangnya Olivia Smith" gumam Lydia berbisik pada dirinya sendiri.
"Sialan! si Olivia itu punya hak apa bisa-bisanya mendapatkan orang berpengaruh seperti Vincent Sebastian" geram Lydia memandang Olivia dengan sorot mata penuh kebencian.
"Sudah lama tidak bertemu, Nona Smith sekarang terlihat berbeda dari yang dulu aku kenal!" Vincent berbicara memandang Olivia.
Olivia tersenyum tipis mendengar apa yang dikatakan Vincent.
"Mungkin karena sudah banyak mengalami cobaan, makanya jadi terlihat berbeda!" jawab Olivia dengan tatapan mata menyimpan banyak cerita memandang lurus ke depan.
"Cobaan?" kening sedikit mengerut mendengar jawaban Olivia.
"Hahaha.. !!" terdengar suara tawa Albert.
Mata Vincent sontak melirik ke arah Albert, dengan raut wajah datar dan dinginnya ia melihat Albert melangkah mendekatinya.
"Vincent, aku tidak menyangka melihat kamu yang sekarang, kamu sudah menjadi kepala keluarga Sebastian saja!" sembari tersenyum Albert bicara ramah kepada Vincent seperti penjilat.
Vincent yang masih berdiri pada posisi masih menghadap pada Olivia, kembali memalingkan wajah datar dan dinginnya, begitu mendengar apa yang dikatakan Albert.
Ia tampak sama sekali tidak berminat untuk berbicara dengan Albert.
"Dulu aku lihat kamu itu masih kecil, sekarang kamu sudah tumbuh begitu besar!"
Albert memperhatikan penampilan Vincent dari atas kepala sampai bawah kaki, sembari terus memperlihatkan senyuman ramah penjilatnya.
"Dan setinggi ini!" sambungnya sembari menunjuk tubuh Vincent.
"Albert Smith! kamu itu siapa, ya?" terdengar suara dingin Vincent melirik Albert, dengan sorot mata yang dingin juga.
Ia memutar tubuhnya menghadap Albert, dengan aura yang seketika terasa begitu mendominasi.
"Berani-beraninya kau memanggil namaku!!"
Albert seketika mundur satu langkah.
Aura Vincent membuat ia tiba-tiba menjadi takut memandang Vincent.
"Vincent, walau kamu itu kepala keluarga Sebastian, tapi hari ini pesta ulang tahun keluarga Smith! lihatlah, kamu membawa begitu banyak orang, kamu sebenarnya mau apa?" tanya Albert memberanikan diri, dengan nada hati-hati, agar tidak menyinggung Vincent.
Bersambung........
..