Kayden berada pada titik terburuk hidupnya ketika di mana ia dipecat dari perkerjaan, kekasihnya pun mengkhianatinya. Sang ibu yang juga tengah sakit kritis dan butuh biaya berobat membuat masalahnya semakin pelik.
Namun seolah Tuhan memihak padanya di waktu yang tepat, Kayden tiba-tiba melihat sebuah tampilan hologram yang menawarkan kekayaan dengan kekuatan super. Syaratnya, Kayden harus balas dendam.
Pada detik itu juga, Kayden berubah menjadi yang tak terkalahkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beby_Rexy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak Tahu Malu
Dengan niat balas dendamnya, Kayden memutuskan untuk duduk di antara Reysa dan Leon, sementara Della berdiri di samping Kayden, menyentuh bahunya dengan lembut. Secara penampilan, mereka berdua benar-benar serasi. Yang pria tampan dan wanitanya cantik. Sayangnya, sebagai wanita murahan, Della tak pantas bagi Kayden.
Melihat kedekatan mereka berdua, Reysa tak kuasa menyembunyikan rasa cemburu. Ia dan Kayden baru saja putus, bahkan baru kemarin, dan Kayden langsung menemukan penggantinya?! Ia tak menyangka Kayden yang ia kenal penyayang dan setia ternyata bajingan!
Ia jadi bertanya-tanya, apakah Kayden sudah berselingkuh di belakangnya?
Tapi, lupakan saja itu untuk saat ini. Yang lebih penting bagi Reysa saat itu adalah apa yang sebenarnya terjadi pada Kayden? Kenapa dia berubah begitu cepat?
Reysa memperhatikan, Kayden jauh lebih tampan dan tampak seperti pewaris keluarga kaya. Apakah selama ini dia menyembunyikan identitasnya?!
Jika memang begitu, dia harus meminta maaf kepada Kayden dan melakukan apa saja untuk membuat Kayden kembali ke sisinya!
Bukankah Kayden sangat mencintainya? Bukankah Kayden rela melakukan apa pun untuknya? Karena itu, Kayden pasti akan kembali padanya, bahkan jika dia melakukan kesalahan fatal sekalipun!
Pada titik ini, Reysa tersenyum hangat sambil menjawab, "Maaf, Kayden. Aku sedang bad mood kemarin, dan tidak bisa berpikir jernih. Aku tahu aku salah, tapi aku janji tidak akan melakukan hal serupa di masa mendatang. Maukah kamu memaafkanku, Kayden?"
Mendengar itu, Kayden tak bisa menyembunyikan ekspresi jijiknya. Ia tak menyangka wanita yang dulu sangat dicintainya ternyata bersikap begitu tak tahu malu. Sungguh memalukan!
“Bagaimana mungkin aku bisa menghabiskan tiga tahunku bersamanya?! Aku sungguh bodoh!” maki Kayden dalam hati.
Pada saat yang sama, Kayden berkata kepada sistem dalam pikirannya, "Ya, aku terima!"
Beberapa saat sebelumnya, ketika ia melihat Reysa di kejauhan, ia begitu marah hingga mengabaikan pesan sistem yang menawarkan kepadanya untuk balas dendam dengan Reysa Jovanka. Baru sekarang ia akhirnya mengalihkan perhatiannya ke sistem dan menerima misi balas dendam, tak hanya pada Reysa, namun juga Leon Ardi sekaligus!
Di sisi lain, mendengar apa yang dikatakan Reysa, Leon tak kuasa menahan diri untuk menyela dengan marah, "Apa yang baru saja kamu katakan, Sialan?! Beraninya kamu meremehkanku, memperlakukanku seperti mainanmu?!"
Di mana pun ia berada, Leon selalu dikelilingi oleh para perempuan. Ia selalu mampu membuat perempuan mana pun tunduk padanya. Ia selalu mampu mengendalikan mereka.
Namun, untuk pertama kalinya, ia dipermalukan begitu parah oleh seorang jalang rendahan! Hal ini benar-benar membuatnya sangat marah.
Dialah yang mempermainkan Reysa. Dialah yang merebut Reysa dari Kayden. Namun, mengapa dia tampak seperti karakter sampingan yang tidak penting di sini?
Semakin dia memikirkan perkataan Reysa, semakin marah dia jadinya.
Di sisi lain, Reysa menjawab dengan ekspresi kesal, "Aku tidak pernah menganggap serius hubungan ini, Leon. Aku pacar Kayden, dan aku akan selalu bersamanya. Maaf, tapi aku hanya menganggapmu sebagai teman!"
Kali ini, Leon tak kuasa menahan amarahnya. Ia menampar Reysa dengan keras, yang langsung membuat pipi kiri Reysa memerah.
Reysa sangat terkejut. Ia langsung menangis dan mengalihkan pandangannya ke arah Kayden, berharap Kayden akan membelanya. Sebagai pacarnya, Kayden seharusnya membelanya dan membalas perlakuan buruk Leon, kan?
Namun, apa yang ia harapkan tidak terjadi. Kayden tetap tenang di kursinya, bahkan tersenyum puas.
Hal ini membuat Reysa mengerutkan kening dan bertanya, "Kenapa kamu diam saja, Kayden? Bukankah aku pacarmu? Lakukan sesuatu untuk menyelamatkan harga diriku!"
"Kenapa aku harus melakukan itu? Kamu memang tidak punya harga diri sejak awal! Tidak ada yang bisa menyelamatkan harga dirimu! Lagipula, jangan panggil aku pacarmu! Kita tidak ada hubungan apa-apa!" jawab Kayden dengan nada acuh tak acuh. Sejujurnya, dia tidak menyangka situasinya bakal sebaik ini! Leon sudah banyak membantunya!
Tentu saja, situasi yang terjadi di antara mereka langsung menarik perhatian semua orang. Terlebih lagi, banyak orang yang penasaran dengan identitas Kayden, mengikutinya sampai ke kafetaria, sehingga suasana kafetaria pun menjadi ramai.
Dan, ketika mereka mengetahui bahwa pria misterius ini adalah Kayden; mantan pacar Reysa, mereka sangat terkejut.
Jadi, pria misterius ini adalah seseorang yang dikenal sebagai orang beruntung yang berhasil mendapatkan Reysa?!
Jadi, selama ini dia menyembunyikan identitasnya begitu rapat?! Ini sungguh tak terduga.
Saat semua orang sangat terkejut, Reysa hanya bisa berdiri di sana dengan ekspresi tidak percaya.
Ia berkata dalam hati, “Apa yang terjadi pada Kayden? Kenapa dia jadi begitu kasar dan kejam?! Bukankah dia begitu mencintaiku?! Dia bahkan bilang akan melakukan apa saja untukku!”
Lalu, kenapa Kayden mengabaikannya sekarang, bahkan menghinanya habis-habisan?! Apa yang membuatnya berubah?!
Reysa tidak butuh waktu lama untuk menemukan jawabannya. Ini pasti ulah si jalang Della itu! Dia pasti telah menghasut Kayden untuk melupakannya dan mengabaikannya!
“Sialan! Kamu pantas mati, jalang!” umpat Reysa marah dalam pikirannya, menatap Della.
Setelah sampai pada kesimpulan itu, Reysa langsung berdiri, mengangkat tangan kanannya ke udara, berniat menampar Della dengan keras. Wanita jalang ini pantas mendapatkannya karena dia telah membuat Kayden tidak lagi mencintainya!
Namun, tangan kanannya terhenti di udara karena dipegang oleh Kayden. Kayden kemudian menatapnya dengan dingin, bertanya, "Apa kamu ingin menyakiti pacarku?! Apa kamu bosan hidup?!"
"Apa? Kamu membela perempuan jalang ini, Kayden?! Dia merebutmu dariku! Dia pantas ditampar!" balas Reysa dengan wajah penuh amarah. Amarahnya semakin menjadi-jadi ketika ia menerima kenyataan bahwa Kayden lebih memihak Della daripada dirinya.
"Dia tidak pernah merebutku darimu! Dia hanya mengambil sampah yang kamu buang!" kata Kayden dingin.
Mendengar itu, Reysa menunjukkan ekspresi getir. Ia memang telah membuang Kayden, tetapi kini ia ingin Kayden kembali padanya.
Apakah Kayden benar-benar tidak menginginkannya lagi?!
Tidak! Ini mustahil! Ia dan Kayden sudah bersama selama lebih dari tiga tahun! Mereka telah melewati suka dan duka bersama.
Apakah Kayden bermaksud melupakan semua itu?!
Lagipula, Kayden sebenarnya orang yang sangat kaya. Reysa tidak akan bisa menerima kenyataan bahwa wanita lain yang menikmati kekayaannya. Dialah yang paling pantas mendapatkannya!
Karena itu, Reysa memaksakan matanya untuk meneteskan air mata, lalu berkata dengan wajah penuh harap, "Aku sungguh-sungguh minta maaf padamu, Kayden. Aku tahu aku salah. Tapi, tolong beri aku satu kesempatan lagi. Aku masih sangat mencintaimu! Kamu tidak mungkin melupakan semua yang telah kita lalui bersama, kan?"
Dengan ini, Reysa yakin ia bisa meyakinkan Kayden untuk kembali padanya. Meskipun kesalahannya kali ini fatal, dan Kayden marah karenanya, ia yakin Kayden masih sangat mencintainya.
Kayden tidak mungkin melupakannya begitu saja. Kayden pasti akan memaafkannya kali ini!
Namun, apa yang ia harapkan tidak terjadi. Alih-alih memaafkan dan memeluknya, Kayden malah menarik tangan Della, membawanya melangkah lebar-lebar untuk pergi, "Ayo pergi, Della. Ada seseorang di tempat ini yang membuatku ingin muntah. Setiap kata yang keluar dari mulutnya itu omong kosong! Dasar wanita tak tahu malu!"
Della hanya tersenyum dan mengangguk setuju. Namun, sambil melangkah lebar mengikuti punggung Kayden, ia menatap Reysa dengan ekspresi mengejek. Matanya penuh dengan penghinaan.