Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak
"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.
kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15 PERNIKAHAN
Brayen sampai di depan gedung kantor kakaknya, Beni. Dengan pakaian yang masih mengenakan seragam baju cafe di tubuhnya, tidak merasa malu, ia tidak ada waktu untuk mengganti pakaian, brayen bergegas memasuki kantor untuk menemui sang kakak.
Di ruangan kantor_____
Terlihat Beni sedang melihat dan membaca berkas untuk ia tanda tangani, ia tidak mengetahui Kalau sang adik akan datang menemuinya,
Bruk
Seketika Beni terkejut saat pintu dibuka dengan kasar.
Brayen merasa tidak ada waktu untuk mengetok pintu, ia bermain Menyolonong masuk tanpa bersikap baik.
"KAMU TIDAK ADA SOPAN-SOPANNYA, KETOK PINTU DULU, APA!!! ". Sentak Beni kesel. .
"Maaf, mengagetkan! Aku kesini ingin tahu... hubungan apa kakak dengan adiknya dion? ". Tanya brayen langsung ke intinya.
Beni langsung terdiam yang tiba-tiba saja adiknya menayangkan hubungan dirinya dengan adik temannya itu, Beni bingung harus menjawab apa, ia tahu kalau adiknya ini berkerja di sebuah Cafe.
" Kenapa kau bertanya? ". Tanya Beni merasa heran
" Dion memberitahu ku ada seorang pria bersama adiknya di halaman rumah, pria itu mirip dengan ku. tapi aku menjawab tidak pernah mengenal adiknya atau tempat tinggalnya, dan tadi pagi aku melihat CCTV langsung dari dion, memang mirip dengan ku tapi wajah nya tidak sama dengan ku tapi pria itu sangat mirip dengan kakak! ".Ujar Brayen lantang dengan nada tegas
Beni menghela nafas panjang, merasa rahasia yang selama ia sembunyikan sudah ketahuan oleh adiknya sendiri, sekarang tidak tahu harus beralas apa padanya.
" itu bukan urusan kamu. kamu tidak usah ikut campur, lebih baik pergi dari sini". minta beni dengan bersikap tenang
"Tapi kakak....! ".
" Brayen!!! Sudah pergi..! ". minta, Tegas Beni dengan nada keras
Brayen pun berbalik melangkah jalan pergi saat dirinya di usir oleh kakaknya sendiri.
Beni merasa kesel kini mulai ketahuan hubungannya oleh adiknya sendiri
Di lorong kantor, brayen cukup kesel tidak dapat jawaban dari kakaknya sendiri, ia merasa ada sesuatu mencurigakan.
******
******
******
Di Ruangan kantor
Terlihat arga beranjak dari tempat duduknya setelah berkerja seharian, saat berdiri, Tiba-tiba saja merasakan pusing, pengelihatan nya mulai samar-samar buram, Tangan kanan meremas dadanya yang sakit,
Bung
Tiba-tiba saja arga jatuh kebawah lantai terpapar pingsan tidak berdaya.
"Maaf Tua ar.... ". Seketika seorang karyawan perempuan terkejut melihat Tuanya jatuh pingsan di bawah lantai, ia bergegas melangkah menghampiri untuk menolong.
" Tuan!! tuan!! tuan arga, anda kenapa? tuan!! ". Sudah berusaha memanggilnya dan menggoyangkan tubuhnya tapi tidak ada respon, Bergegas menghubungi pihak rumah sakit minta jemput dengan mobil ambulan.
Di tempat lain, Elina berjalan di lorong kantor sambil bermain ponselnya.
"Elina! ". Panggil Williams
Elina menoleh
" Iya"..
"Bagaimana jawaban kamu soal perjodohan itu, masih tetap menolak? kalau memang keputusan kamu sudah bulat, ayah akan menyakinkan Arga agar tidak memaksa lagi". Ujar Williams
Elina terdiam bingung harus jawab apa, sebenarnya tidak masalah untuk menikah dengan brayen tapi, hati berkata lain. Rasa bingung di pikiran Elina, sulit untuk memilih sesuatu.
"Hmmm! ". Saat Elina mengatakan sesuatu
Berdering
Seketika ponsel Williams berdering, ia pun mengangkat telepon dari seseorang, tidak berfikir pajang Williams pun menjawab dari telepon.
" Hallo"
"Maaf om. ini saya, brayen. ayah saya sekarang ada di rumah sakit, di ruang UGD, ayah saya ingin bertemu dengan putri anda Elina". Ucap brayen dari dalam telepon
" Baik saya dan anak saya kesana ". Jawabnya, menutup telepon dari brayen
Elina yang melihat ekpresi ayah nya merasa bingung.
" Ada apa ayah? ". tanya Elina
" Om arga, sekarang ada di rumah sakit, dia ingin bertemu dengan kita berdua, ayo kita kesana sekarang juga". Ajak Williams pada putri nya
"Iya ayah".
mereka berdua pun melangkah jalan dengan bergegas.
Tidak lama sampai lah di rumah sakit, Williams dan Elina berjalan cepat di lorong rumah sakit mencari ruangan UGD, lama mencari, akhirnya mereka menemukan Pintu ruangan UGD, tidak berfikir lama mereka bergegas untuk memasuki pintu tersebut.
Di dalam terlihat Brayen menemani sang ayah duduk di kursi samping ayahnya dengan hati yang rapuh melihat keadaan ayahnya terbaring lemas dengan oksigen di hidungnya terpasang, membuat brayen cukup khawatir dan takut.
"Brayen! ". Panggil Williams datang bersama putrinya Elina
Brayen pun beranjak menyabut mereka yang datang
" Om".
"Kenapa dengan ayah kamu? ". Tanya Williams khawatir
" Aku baru tahu om. kalau ayah memiliki serangan jantung. kata dokter sudah lama memiliki penyakit jantung, jujur aku shock mendengarnya". Ucap brayen menjelaskan
Williams pun terkejut mendengar itu, ia tidak menyangka temannya ini memiliki penyakit yang cukup serius
Tidak lama Arga sadar, ia berlahan membuka matanya, melihat sekeliling
"Ayah". Ucap Brayen merasa senang melihat ayah sudah sadar
" Brayen... ".
" Iya, aku disini". Jawab brayen sambil menyentuh tangan kanan Sang ayah.
"Hey... Apa yang kamu rasakan? ". Tanya Williams, merasa iba melihat keadaan Arga terlihat lemas tidak berdaya
" Williams..., aku senang bisa melihat mu". Jawabnya lemas dengan lirik kan mata yang sayu..
"Kamu akan baik-baik saja Arga, kami disini". Ucap Williams
Arga tersenyum lemas
" Elina, mendekatlah". Minta Arga
Elina melangkah mendekat, Brayen melangkah mundur untuk membiarkan Elina bisa lebih dekat.
"Aku, di sini om". Ucap Elina menyentuh tangannya dengan lembut
" Elina... Boleh om, meminta sesuatu dari kamu? ". Tanya Arga dengan nada lemas
" Iya. boleh om, apa itu?". Tanya balik Elina
"Brayen, kemari lah... ". Minta Arga
Brayen pun melangkah mendekat di samping Elina, kedua tangan Arga menyatukan kedua tangan Brayen dan Elina bertumbuk menjadi satu.
" Tolong, kalian berdua menikah... agar saya bisa lebih tenang. Bisa kalian lakukan? ". Tanya Arga
Seketika brayen dan Elina terdiam dengan permintaan itu, Tidak tahu harus menjawab apa. Dengan hati lapang dada Elina mengangguk, ia mengiakan keinginan Om Arga. Brayen yang melihat Elina mengangguk tidak menyangka ini akan terjadi. Antara senang dan sedih tercampur aduk menjadi satu bersamaan
Beberapa hari kemudian tiba lah pernikahan di lakukan, setelah meninggalnya sang ayah, kini brayen akhirnya menikahi Elina sesuai permintaan sang ayah. Ijab kabul sudah terjadi mereka menukar cin-cin satu sama lain, Brayen kecup bibir Elina dengan singkat, seruan tepuk tangan para tamu undangan terdengar meriah, senyum bahagia mereka sangat jelas untuk mereka berdua melihat sekeliling. Brayen merasa sedih namun tercampur bahagia, sayang nya sang ayah tidak bisa menyaksikan pernikahan yang dia inginkan.
Terlihat Beni dan Maharani tidak terlalu senang untuk pernikahan Brayen dan Elina, dengan hanya menatap tajam pada mereka berdua di sana.