Indonesia
NovelToon NovelToon
ASSISTEN SANG CEO

ASSISTEN SANG CEO

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:441.4k
Nilai: 5
Nama Author: lijun

Apa jadinya kalau CEO dan asistennya selalu bertengkar hanya karena hal sepele?

Andrian yang selalu saja ribut dengan Jasmine asistennya dalam segala kesempatan. Tiada hari tanpa keributan antara mereka, dari saling mengejek dan menggoda jadi aktifitas mereka disela kegiatan kantor.

Seiring kebersamaan dan langkah mereka yang sering ribut justru menimbulkan perasaan nyaman antara keduanya. Namun gengsi seakan menahan perasaan keduanya untuk tidak terucap.

Mampukah mereka saling jujur akan perasaan masing-masing? atau justru terus terperangkap pada gengsi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lijun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kerjain

Makanan yang di pesan Andrian datang,aromanya menguar sangat enak dan nampak masih mengepulkan asap pertanda masakan itu masih panas.

"Ini dia pesanannya" ucap wanita paruh baya itu meletakkan dua mangkuk sup di atas meja.

"Wah sup apa ini bibi?" tanya Jasmine antusias

"Ini sup buntut kesukaan anak nakal itu, kamu juga pasti akan menyukainya" jawab bibi.

"Sudah bibi layani pelanggan itu saja" ucap Andrian menunjuk pelanggan yang masuk.

"Kalian nikmatilah hidangannya ya, bibi kesana dulu" pamitnya.

"Iya" sahut Andrian.

Sedangkan Jasmine yang sudah tidak sabar mencoba supnya tanpa mengiraukan panasnya.

"Panas panas" ucapnya lalu meminum teh yang ternyata juga sama panasnya.

"Ah panas melepuh melepuh" ucapnya mengeluarkan lidah dan mengipasi dengan tangannya.

"Minum ini" Andrian memberikan segelas air dingin.

"Sudah tahu panas kenapa tidak di tiup dulu" lanjutnya memakan makanannya.

"Salah siapa kau pesan teh panas juga, sudah cuaca panas makan sup panas minum teh panas lagi, kau mau membakarku hidup-hidup ya!" ucap Jasmine melotot pada pemuda di depannya.

"Ck jangan bicara sembarangan, sudah makan kita harus segera kembali ke kantor" ucap Andrian yang tidak ingin terus berdebat.

Keduanya makan dalam diam menikmati hidangan yang tersedia. Jasmine juga begitu lahap dan cepat habis karena lapar juga.

Selesai makan keduanya kembali ke kantor untuk menyelsaikan beberapa pekerjaan yang sudah di letakkan Aan dan Hedri di meja kerja Andrian.

Direktur dan asistennya itu memasuki area kantor dengan Jasmine di belakang membawa jas Andrian yang tidak dipakai nya.

Malang memang sedang berada di pihak Jasmine yang harus kembali dipertemukan oleh Mini mouse yang paling ingin ia hindari agar tidak terjadi keributan.

"Mas, dari mana aja sih kok baru datang" ucap Mini bergelayut manja di lengan Andrian.

"Jangan begini Mini kita di kantor" ucap Andrian melepaskan tangannya dari pelukan Mini.

"Kok mas gitu sih, pasti gara-gara dia kan dasar ganjen" sinis Mini melirik Jasmine di belakang mereka.

"Hadeh Mini mouse dan kegilaannya" ucap Jasmine masuk kedalam lift meninggalkan dua orang yang masih disana.

Mini yang mendengar namanya di sambung dengan nama hewan pengerat jadi semakin marah.

"Dasar asisten sialan tunggu pembalasanku" teriaknya hingga menjadi perhatian karyawan lain.

Andrian sangat jengah dengan sikap juga perilaku dari wanita di sampingnya yang selalu saja menganggap siapapun yang berada di dekatnya sebagai musuh jika perempuan.

Sampai-sampai seorang anak pengusaha yang menjadi rekan kerja Andrian tempo lalau juga tidak berani lagi menampakkan diri akibat mulut pedas dari Mini.

"Cukup Mini! kalau kau masih ingin ku anggap adik jaga sikapmu itu dan jangan membuat malu" ucap Andrian marah lalu menuju lift ke ruangannya.

Wajah Mini memerah menahan emosinya, tidak pernah Andrian memarahinya ataupun menegurnya seperti ini sebelumnya. Ini semua pasti gara-gara asisten sialan itu batinnya.

Andrian masuk kedalam ruangannya dan melihat Jasmine yang sedang bermain ponsek dengan santainya. Andrian hanya mendiamkannya saja lalu menuju meja kerjanya.

"Jasmine, urutkan semua kertas-kertas ini sesuai urutan terendah trus susun sesuai isinya" ucap Andrian setelah mereka lama diam dengan kesibukan masing-masing.

Jasmine mendekati meja kerja Andrian menerima tumpukan kertas yang tidak terhitung jumlahnya lagi sampai menjadi gunung.

"Sewaktu belum punya asisten, siapa yang sering bantu kerjain ini?" tanya Jasmine sambil fokus mengamati kertas yang di tangannya.

"Aku sendiri kalau tidak sanggup ya panggil Mini, biasanya dia yang bantuin"

"Repot juga ya kalau tidak ada asisten"

"Itu sebabnya kau ku jadikan asisten"

"Kenapa kau terima aku kerja di sini? sedangkan aku bukan orang yang sopan"

"Yang penting kau mau kerja"

Jasmine melirik pemuda di depannya tidak suka.

"Kalau kau seenaknya masukkan karyawan tampa tanya-tanya dulu atau lihat data dirinya apa kau tidak takut kalau dia itu orang jahat? kalau aku pencuri gimana atau kalau aku mau membunuhmu diam-diam gimana?" cecar Jasmine.

Andrian menghentikan kegiatannya lalu menatap gadis di depannya.

"Mana ada penjahat yang mau ngakui kejahatannya, cuma penjahat idiot yang lakukan itu"

Mata Jasmine melotot galak pada Andrian.

"Kau bilang aku idiot! kau tidak berkaca hah! kau lebih idiot" ucap Jasmine bertolak pinggang menantang pada Andrian.

"Aku selalu berkaca dan wajahku sangat tampan sampai mampu melelehkan kaca itu sendiri kalau terlalu lama di hadapnnya" sahut Andrian percaya diri.

"Cih kacanya meleleh bukan karena tapi karena terlalu muak harus berhadapan denganmu terus" ejeknya.

"Kau sendiri tidak muak melihatku malah sering mengikutiku kemana-mana"

"Aku kan asistenmu tentu aku harus ikut kemana kau pergi walau sebenarnya aku sangat malas"

"Kau malas ikut bekerja denganku? mau aku pecat!" ancam Andrian.

"Boleh-boleh" sahut Jasmine senang karena memang harapannya sejak pertama tidak ingin di terima.

"Ok kalau begitu kau hitung semua kertas di dalam dus itu, berapa jumlah semuanya" tujuk Andrian pada kerdus di atas meja depan sofa.

"Untuk apa kau kasi aku kerjaan lagi? akukan mau di pecat!" herannya.

"Siapa bilang kau di pecat, sudah sana cepat" ucap Andrian kembali sibuk dengan kerjaannya.

"Tapi tadi kau bilang aku mau di pecat aku juga setuju, kau ini pikun ya" protes Jasmine yang tidak jadi di pecat.

"Itukan mau mu, mau ku kau kerjakan semua yang ada dalam dus itu dna harus selesai secepatnya karena itu mau dibawa pergi" sahut Andrian acuh

"Uh kalau saja kau bukan Direktur sudah aku pukul kepalamu sampai pecah" geramnya berlalu menuju sofa.

Ada dua dus yang harus dia hitung jumlah kertasnya. Yang benar saja dia itu asisten kantor atau tukang kertas sampai harus mengurusi jumlah kertas segala oikir Jasmine.

Satu jam berlalu dus pertama yang di kerjakan Jasmine belum selesai baru setengahnya. Hingga tiga jam menjelang baru lah pekerjaan nya hampir selesai tinggal sedikit lagi.

Andrian terkekeh pelan di tempat duduknya karena berhasil mengerjai Jasmine yang sangat prontal dalam bicara tanpa perduli kekesalan lawan bicaranya.

Pintu di ketuk dari luar pertanda ada yang datang.

"Masuk" ucap Andrian.

Nampaklah seorang pria berpakaian OB yang masuk sedikit menundukkan tubuhnya.

"Maaf Direktur, tadi kata pak Aan ada yang harus saya ambil dari sini atas perintah Direktur sendiri, boleh saya mengambilnya sekarang" ucap pria itu sopan.

"Ambil dus kertas-kertas itu bawa kegudang bekas besok bakar habis semuanya" ucap Andrian datar karena menahan tawanya.

"Baik Direktur" sahutnya berjalan mendekati sofa dimana kerdus yang dimaksud Direkturnya berada.

Gadis yang sejak tadi berkubang dengan kertas-kertas itu di buat menganga tidak percaya pada pendengarannya. Apa maksudnya ingin membakar kertas ini jangan-jangan..

"Maaf mbak saya mau ambil dus sama kertasnya" ucap OB itu mengagetkan Jasmine.

"Ah ambilah" ucapnya ketus.

Si OB yang tidak tahu apa-apa hanya mengambil dua dus di meja dan kelaur dari sana tanpa perduli apa yang akan terjadi didalam sana yang penting pekerjaannya selesai bisa pulang.

Sedangkan didalam sudah banyak bantal sofa yang melayang satu persatu akibat kekesalan seseorang.

1
solehatin binti rail
😃😃😃😃
solehatin binti rail
bagus ceritanya ....nyantai baget gak ngebosennim
solehatin binti rail
lanjut ....kayak nya seru
Dewi Al Farha
Luar biasa
Barry Slange'an
astaga ngakak aq...wkwkwkwk
Marhaban ya Nur17
temannya kali y yg nyulik
Marhaban ya Nur17
hrs pake wotak y pk ceo
Marhaban ya Nur17
wah g jd neh nikahnya
Marhaban ya Nur17
what ???
Marhaban ya Nur17
ya kan pembalut
Marhaban ya Nur17
saudara nya bebek kaleo 😁👍
Marhaban ya Nur17
kalah donk keras sakti ama heil sakti
Marhaban ya Nur17
yg wkt itu jasmine bilang bisma mirip papahnya yg playboy itu siap y ???
Marhaban ya Nur17
klo g teman sekolah pst kolega
Marhaban ya Nur17
kalimate kadang ada yg baku
Marhaban ya Nur17
minimouse
Marhaban ya Nur17
wkww
Marhaban ya Nur17
msh ada lagi musuhnya se mini belum
Marhaban ya Nur17
dag dig dug ser
Marhaban ya Nur17
mini 🐁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!