Indonesia
NovelToon NovelToon
Marry Mr. Nicholas

Marry Mr. Nicholas

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:35.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nilam_Anggara

"Kamu, patuhi semua peraturanku. Jika kamu melanggar, mereka juga akan menanggung resikonya. Kamu paham!"

Dalam bayanganku memiliki seorang pasangan yang posesif pastilah akan sering berselisih nantinya. Terlebih, kepribadianku yang cinta akan kebebasan.

Aku selalu bermimpi memiliki pasangan yang tak terlalu posesif dan mengekang. Namun, karena suatu hal aku terpaksa harus menikahi seorang pria yang sangat posesif.

Sudah berbagai cara kucoba untuk berdamai, tetapi hasilnya nihil.

Meski ia posesif, tapi juga selalu memperlakukanku dengan sangat baik bahkan banyak perlakuan manis yang ia tunjukan untukku.

Mungkinkah aku akan luluh nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nilam_Anggara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

"Hanna!"

Hanna menoleh karena ada yang memanggilnya dari kejauhan.

"Kamu kenapa? Apa ada yang menindasmu?" tanya Zahra yang melihat Hanna begitu kesal ketika memasuki gerbang kampus.

Hanna langsung tersenyum ceria, kekhawatirannya menghilang ketika Zahra ada di sampingnya.

"Siapa orangnya? Katakan saja, akan aku hajar dia," sambung Zahra dengan penuh semangat.

Hanna tertawa kecil melihat Zahra yang begitu galak. Ia tak menyangka, wajah galak Zahra bukan hanya cover semata. Tapi memang ada sisi galak Zahra yang tak kenal takut sedikitpun.

Meski begitu, Hanna tau bahwa tak semua ketakutan selalu bisa terlihat. Semua itu tergantung si pemilik emosi sendiri.

"Sudahlah, aku tak apa. Lagi pula, aku tak yakin kamu akan tetap segalak ini ketika tahu siapa yang menindasku," ucap Hanna menggandeng lengan Zahra untuk pergi.

Meski dengan perasaan sedikit dongkol, Zahra tetap menurut dengan Hanna. Mereka berdua memang baru berteman, akan tetapi mereka seperti sudah berteman sejak lama. Seolah jiwa mereka sudah terikat satu sama lain.

"Kamu mau membawaku ke mana?" tanya Zahra kebingungan.

Jalan yang baru pernah ia lewati itu sedikit asing baginya. Padahal itu masih di lingkungan kampus.

Meski demikian, suasananya membuat Zahra merasa tenang dan segar. Kanan kiri jalan yang ditumbuhi pepohonan rindang membuat udaranya begitu sejuk.

"Ini jalan menuju asrama dan taman belakang kampus. Aku jamin kamu akan suka," sahut Hanna dengan nada riang.

Zahra yang baru tahu pun hanya mengekor Hanna.

Zahra dibuat takjub dengan pemandangan yang ada. Benar-benar diluar ekspektasinya.

Siluet gunung yang menjulang tinggi dengan gagahnya tersaji di depan mata. juga bunga-bunga dan bangku taman yang begitu terawat membuat taman semakin memesona.

"Ini beneran punya kampus kita?" tanya Zahra masih keheranan tak percaya.

"Tentu dong, jarang yang ke sini juga. Padahal ini tempat paling bagus di kampus ini," sahut Hanna.

Mereka berdua pun duduk dan menikmati udara yang segar.

Terlebih, Hanna yang sedang kesal dengan Nicholas. Entah nasib buruk seperti apa yang ia miliki hingga berurusan dengan pria tak bermoral seperti Nicholas.

"Haahhh," hela Hanna mengeluarkan rasa sesak di dadanya.

Zahra sontak menoleh mendengar helaan Hanna. Ini kali pertamanya ia mendengar seorang Hanna yang begitu ceria dan riang menghela seolah ada beban berat yang menimpa dadanya.

"Are you okay?"

"Not sure," sahut Hanna singkat.

Hanna menatap siluet gunung di depannya. Ia harap, ia kuat seperti itu. Berdiri kokoh tak tergoyahkan oleh apapun.

"Siapa memangnya yang berani menindasmu? Biar aku hajar dia. Tidak tau dia, kalau Hanna punya kakak sepertiku," ucap Zahra marah-marah.

Hanna yang disebelahnya malah hanya tertawa melihat Zahra yang marah-marah tak jelas hanya karena dirinya.

"Kenapa malah tertawa? Katakan saja, aku bisa memusnahkan mereka seperti semut," respon Zahra dengan wajah cemberut karena ditertawai oleh Hanna.

Hanna semakin terbahak-bahak melihat tingkah dosen super galak yang dielu-elukan di seluruh penjuru kampus bisa memasang ekspresi seperti itu.

Zahra malah menjadi gemas melihat Hanna yang sudah seperti adiknya sendiri tertawa begitu lepas di depannya.

"Krucukkkk ...."

Perut Zahra berbunyi minta diisi.

"Wah, apa itu? Sepertinya ada yang kelaparan?" tanya Hanna pura-pura tak tau.

Zahra mengerucutkan bibirnya manja. Karena habis marah-marah ia menjadi lapar.

"Krucukkkk ...."

"Eh, kau lapar juga rupanya," ucap Zahra tertawa puas.

Karena mereka berdua sama-sama lapar, Hanna pun langsung mengajak Zahra ke kantin asrama. Akan terlalu jauh jika harus ke kantin kampus.

"Eh, ini mau ke mana lagi?" tanya Zahra yang diseret begitu saja oleh Hanna.

"Tentu saja memuaskan perut kita ini," sahut Hanna dengan santainya.

Zahra langsung bersemangat setelah tau ke mana mereka akan pergi. Bagaimana tidak, tukang makan seperti Zahra itu lebih memilih makanan dan uang daripada melakukan hal-hal tak berguna.

Setibanya di kantin asrama, mereka langsung memilih menu. Duo tukang makan itu pun memesan beberapa menu yang menurut orang lain bisa untuk makan orang sekampung.

"Wah, apa ini? Kenapa selera kita sama?" pekik Zahra.

Hanna hanya nyengir kuda mendengar pertanyaan Zahra.

"Sudahlah, habiskan punyamu. Jangan mencuri punyaku ya," ucap Hanna meledek Zahra.

Sesekali Zahra bengong melihat Hanna yang makan dengan lahapnya. Makanan yang disantap Hanna menjadi terlihat sangat enak di mata Zahra ketika melihat Hanna makan.

"Aku mau punyamu, bagi kepadaku sedikit," rengek Zahra dengan air liur yang hampir menetes.

"Tidak, kau punya milikmu sendiri."

Zahra terus saja berusaha meminta makanan Hanna. Padahal, makanan milik Zahra masih banyak.

"Habiskan dulu punyamu, nanti aku kasih," ucap Hanna menyeringai.

Setelah Zahra yang mulai menurut, Hanna berusaha keras menghabiskan makanannya sebelum Zahra menghabiskan miliknya terlebih dahulu.

Memang, kalau soal makanan Hanna sedikit pelit. Terutama jika itu makanan favoritnya.

"Mereka ini siapa? Kok makan nggak pake aturan gitu," bisik-bisik orang sekitar.

Rupanya cara Hanna dan Zahra makan menarik perhatian orang-orang yang sedang ada di kantin itu.

Hanna tentulah acuh dengan omongan orang dan lebih memilih menikmati makanannya. Berbeda dengan Zahra.

"Sepertinya waktu kalian luang sekali sampai menggunjing orang," ucap Zahra dengan ketus.

Semua orang langsung bungkam. Kata-kata menusuk milik Zahra memang selalu ampuh untuk membungkam orang-orang yang tak punya etika.

"Zahra, biarkan saja. Tak perlu buang-buang tenaga untuk mereka," bisik Hanna.

Zahra cemberut mendengar teguran Hanna. Ia memang selalu tak suka jika ada orang yang melkukan hal tak beemanfaat seperti itu.

"Biarkan saja, toh ini juga mulutku. Kamu diam saja," jawab Zahra acuh.

"Kau ini," balas Hanna menggelengkan kepala.

Benar-benar, seorang Zahra sulit sekali dilawan. Dengan kepribadiannya yang seperti itu pantas saja ia tak takut bahkan jika harus berurusan dengan banyak orang.

Hanna tersenyum menatap Zahra, ia merasa sangat beruntung mengenal Zahra meski dengan pertemuan yang bisa dibilang tak begitu baik.

"Hanna, kamu selesai kelas jam berapa nanti?"

"Aku? Mungkin jam 3 sore. Ada apa?" sahut Hanna heran.

"Ayo kita nonton bioskop nanti," ajak Zahra penuh semangat.

"Kau lupa? Aku kan harus bekerja di kafe," jawab Hanna sembari menghela napas pelan.

Zahra terlihat sangat kecewa, tetapi ia tak menyerah begitu saja mengajak Hanna pergi bermain bersamanya. Lantaran, Hanna teman satu-satunya di sana.

Eropa membuat Zahra tak memiliki teman satu pun di rumah. Dan setelah kembali pun ia hanya bersama dengan kakaknya, Nicholas. Terlebih, Nicholas sangat posesif terhadap Zahra.

"Aku sudah mau kelas, kamu mau di sini dulu atau ikut?" tanya Hanna pada Zahra yang melamun.

"Aku ikut saja, aku belum hafal daerah kampus," sahut Zahra dengan nada rendah.

Zahra terlihat begitu lesu setelah Hanna menolak ajakan Zahra.

"Baiklah. Besok malam jam 7 aku bisa pergi bersamamu jika mau," ucap Hanna.

"Benarkah? Yeyyyy," tanya Zahra dengan sangat antusias.

Hanna mengangguk dan tersenyum tipis. Mata Zahra langsung berbinar gembira. Tak sabar menantikan besok malam.

1
Al Gozali
Koq aneh,katanya mau mmbayar kerugian,niko nggak mau dibayar duit tp nawarin pekerjaan koq penghinaan,
Nilam_Anggara: Nggak tau tuh si Niko kak, mungkin dia bosen dapet duit🤭
total 1 replies
roman picisan
kakak adik begini kurang alami thor
Nilam_Anggara: iya nih kak, aku juga ngerasa ada yang janggal. makasih ya kak, aku jadi tahu apa yang perlu diperbaiki/Smirk/
total 1 replies
Author Nirmala Pena
Keren, lanjut....
Author Nirmala Pena
Update lagi Thor🤣
CutieBun
Jaga kesehatan selalu ya thor.. aku kebawa perasaan banget nih huhuhu
Nilam_Anggara
Terima kasih semua sudah mendukung author❤️

Next lebih seruuuuu. Tunggu yaa😁
Cyberworrior
Bagus nih ceritanya! Semoga kedepannya bakal tetep bagus dan terus bikin penasaran ya
Girl Moon Maker
Kau membangkitkan jiwa kekepoan ku thor! Next, next, next~
CupcakeHugs
Thor ada lanjutannya kan? *Ada sayang ada!! Tuh kan si author bikin gemes deh! :*
Prabu Marbun
Iiiii ditunggu kelanjutannya! *baru kali ini aku ninggalin jejak nih uwuwuwu
Girl Moon Maker
walau badai menghadang, aku tetap setia menunggu cerita-ceritamu thor
coastbycoast
semangat thor buat up an selanjutnya😇
SugaryHeaven
dari sekian banyak novel yang saya baca, novel inilah yg bnar² bagus, penulisan untaian kata² yg indah, emosi,bahagia,, sedih, sangat mendominasi. novel ini mengajarkan kita ttg arti sebuah pengorbanan, keikhlasan akan takdir yang Allah sdh tentukan,, mahabbah atau cinta kepada Allah dan sesama
Prabu Marbun
terus up lgi... baru slesai baca mikir kpn up lagi....ehhh akhir ny up lngsng thor
Winda Utami
Aku udah mampir nih! Ternyata emang seru ceritanya. Lanjut thoor
coastbycoast
Author terbaik huhu author tau caranya bahagiain hati para pembaca! Sukses selalu ya dear author! WYATB ❤️
stellarflower
seru bgt Thor di cepetin lahh update nya
Intan Haryanti
Terima kasih author...stelah baca chapter ini saya dapat ilmu baru lagi mantap.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!