Indonesia
NovelToon NovelToon
Antagonis Pria Itu Milikku!

Antagonis Pria Itu Milikku!

Status: tamat
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:211.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Fasha mengamuk setelah membaca sebuah novel, bukan karena ceritanya buruk, tapi karena tokoh antagonis pria yang ia sukai, mati mengenaskan tanpa keadilan.

Tak disangka, Fasha malah mendapati dirinya telah bertransmigrasi ke dalam novel itu, tepat di tubuh gadis yang akan segera kehilangan suara… dan dijual sebagai istri pada pria yang sama.
Untuk mengubah takdir, Fasha hanya punya satu tujuan yaitu menyelamatkan Sander dari kematian tragisnya—meski itu berarti harus menikah dengannya terlebih dulu.

Karena kali ini, penjahat itu… adalah suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7 - Ikuti Aku

Setelah mengucapkan itu, Sander berbalik dan melangkah pergi, di belakangnya terdengar suara benda pecah—George melampiaskan amarahnya dengan menghancurkan vas-vas mahal.

“Suamiku… tunggu aku…”

Fasha mengejarnya sambil menyeret koper. Ia berlari terlalu cepat hingga salah satu sepatunya terlepas.

Kaus kaki putihnya ternoda merah, namun ia tak peduli. Dalam pandangan dan hatinya, hanya ada Sander.

Matanya memerah, air mata menggantung di sudutnya. Dengan jemari yang gemetar, ia menggenggam gagang koper dan berbisik lirih,

“Aku… aku takut pada mereka…”

Sepatu yang dipakainya terlalu besar, entah dari mana ia mendapatkannya. Tubuh kecil itu tampak semakin ringkih, bahunya bergetar saat menatap punggung Sander.

Jari-jari Sander sedikit menegang. Dengan suara dingin, ia berkata,

“Pakai sepatumu. Ikuti aku.”

Fasha meloncat dengan satu kaki, berusaha memasukkan kembali sepatunya. Telapak kakinya terasa perih, seolah ada sesuatu yang mengganjal. Setiap langkah membuat rasa sakit itu semakin menusuk.

Bunyi sandal yang longgar bergesek di lantai terdengar jelas, menegaskan betapa kebesaran alas kaki itu di kakinya.

“Sander…”

Chris–sekretaris pribadi Sander tetap menatap lurus ke depan sambil membukakan pintu mobil. Wajahnya terlihat tenang, meski sorot matanya sempat menunjukkan keterkejutan.

“Chris, urus barang bawaannya.”

“Fasha, masuk mobil.”

Fasha ragu sejenak, menunduk melihat pakaiannya. Setelah memastikan tidak kotor, ia duduk dengan hati-hati.

Jarak di antara dirinya dan Sander cukup untuk satu orang. Ia duduk tegak, tapi diam-diam menghirup aroma dingin yang melekat di tubuh pria itu—aroma kayu yang bersih dan tegas, setenang pembawaan Sander.

Dadanya terasa sedikit sesak. Ada dorongan untuk mendekat, namun ia menahannya.

Ia tak ingin ditinggalkan bahkan sebelum sampai di rumah pria itu.

Perjalanan berlangsung dalam keheningan.

Baru saat mobil berhenti di depan vila, Sander yang sejak tadi memejamkan mata akhirnya bergerak.

Ketika ia membuka mata, Fasha menangkap garis-garis merah di sana. Dadanya terasa terhimpit—pria itu pasti hampir tak beristirahat selama beberapa hari.

“Kemarilah.”

Interior vila dipenuhi nuansa dingin. Tak ada warna cerah yang bisa ditemui.

Sander meletakkan sepasang sandal hitam baru di depannya, memberi isyarat agar Fasha memakainya.

“Suamiku… boleh yang sandal beruang cokelat? Yang ini tidak cantik…”

Chris hampir tersedak. Ia segera menyingkir ke luar pintu dan menepuk dadanya beberapa kali.

'Suami? Gadis kecil itu memanggil Sander seperti itu… dunia sudah berubah sejauh ini?'

“Chris.”

“Y-ya, Tuan.”

Wajah Chris memerah, sudut matanya berkedut tanpa sadar.

“Belikan dia keperluan sehari-hari. Dan sandal bergambar beruang.”

“Suamiku, aku juga mau piyama berkepala kucing, bebek mandi, dan sprei bergambar kelinci…”

Sander menatapnya datar.

Mata Fasha langsung membesar, air mata kembali menggenang. Ia mengerjap cepat, menahan agar tak jatuh.

“Chris. Belikan itu juga..”

“Baik… baik, saya segera pergi.”

Sander melirik jam tangannya, lalu menunjuk sofa.

“Duduk di sini. Jangan ke mana-mana.”

Vila itu terlalu luas. Dalam kondisi seperti ini, Fasha bisa tersesat dengan mudah.

Ia pun duduk dengan patuh, tak berani bergerak. Sander sudah jadi protektif—dan Fasha bisa merasakannya.

Tak lama, Sander menghilang ke ruangan lain.

Di sofa empuk itu, kelopak mata Fasha semakin berat. Kepalanya terangguk pelan, seperti anak ayam yang mengantuk.

Ruangan kembali sunyi.

Napas Fasha terdengar pendek-pendek.

Lehernya terasa nyeri. Tubuhnya meringkuk, lengannya tertekan di bawah perut yang tiba-tiba terasa sakit. Keringat dingin muncul di dahinya.

Rasanya seperti ada batu besar menindih tubuhnya.

Sakitnya menembus hingga ke tulang.

'Mau bagaimana lagi.. tubuh asli wanita ini memang sudah sangat rusak'

Sander kembali ke ruang tamu, alisnya langsung berkerut. Lampu dinyalakan.

Ia memanggil beberapa kali, namun tak mendapat jawaban.

Tanpa ragu, ia menghubungi dokter keluarga Carter.

Saat Dokter Liam tiba, Fasha masih terlelap. Cahaya membuatnya bergerak pelan. Ia membuka mata dan menatap Sander dengan pandangan berkabut air mata.

Ia terlihat kebingungan, lalu berbisik lemah,

“Suamiku… ini sakit sekali…”

Mendengar itu membuat Dokter Liam terdiam sesaat, 'Sejak kapan Sander memiliki pasangan?'

Melihat sang dokter yang diam saja membuat Sander kembali memerintah:

"Dokter, tolong periksa dia."

Bibir Fasha sangat pucat, dengan luka di bibir bawahnya, yang mengeluarkan darah.

"Di mana bagian tubuhmu yang terasa tidak nyaman? Coba aku periksa."

Fasha menunjuk perutnya dan menambahkan, "Seluruh tubuhku sakit."

Dokter Liam melihat bekas merah di pergelangan tangan Fasha dan menggulung lengan bajunya. Mengangkat baju tipisnya, dia memperlihatkan luka-luka yang bersilangan di sekujur tubuhnya.

Terutama luka berwarna ungu kemerahan di punggungnya, yang jelas disebabkan oleh ikat pinggang.

"Tuan Sander, tubuhnya tidak dapat menahan perlakuan buruk seperti itu."

Dokter Liam berfikir bahwa Sander yang melakukan hal itu, namun dengan tegas Fasha menjawab:

"Dokter, suami ku tidak memukul aku."

'Enak saja menuduh suami tampanku.. ia akan menjadi pelindungku!'

1
Dyta Kusnani
sia-sia baca dr awal nympe akhir
Dyta Kusnani
kayak yg 'kok sia-sia baca dr awal'
Aisyah Suyuti
good
Restu
hadir
Dhia Zalfa Nadifah
nama bapaknya herman apa harlaan yaa? di awal namanya harlan
Chunhe💕
baru mampir 😁
Erna Masliana
tamat??? masalah kan belum beres, proyek belum diluncurkan.. masalah tanah juga belum.. identitas Fasha asli belum terbongkar secara gamblang di depan Sander.. Sander dan Fasha belum bersatu sebagai keluarga yang bahagia
Erna Masliana
rasakan
Erna Masliana
bunuh aja s George bakar 😡
Erna Masliana
dia nyari gratisan
Erna Masliana
kurang harusnya selain di penjara digebukin juga terutama anaknya tuh.. malah lolos kabur lagi
Erna Masliana
kesayangan mu tolol masih kekeuh mau jadiin dia pemimpin perusahaan?? yang ada hancur perusahaan.. bangkrut
Erna Masliana
sengaja..lagi 💪
Nunung Elasari
Mudah2an ada karakter laki2 lain, saingan sanders🤣
Andriyati
kalian yg gak sadar diri,, di mata sander dan orang lain kalian lebih menjengkelkan,, seenak nya aja
Puch🍒❄
jujur kecewa sih knp endnya harus gini banget ini salah 1 cerita yg aku tunggu2 updet nya loohhhh tp endingnya mengecewakan banget🥺😭 ini sih bukan ending tp ngegantung ceritanya gk ada kejelasan sama sekali ih gk like deh aku😭👊
@Biru791
maksa bgttt udahan nyaa ihhhh
Ari Peny
wah kok end 😭😭😭
Lynn_: Maaf ya kak, memang dipaksakan end karna retensi dari awal kecil.. Terimakasih sudah membaca🙏☺️
total 1 replies
Fahreziy
👣👣👣👣
sya
masa cuma 10cm cuma bisa liat rahang. gw aja 152 beda 20cm lebih bisa nyampe telinga cowok gw yang 170an lebih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!