Indonesia
NovelToon NovelToon
TERJERAT CINTA PAK KADES

TERJERAT CINTA PAK KADES

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Beda Usia
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: julieta

Dari desa yang sederhana tumbuh cinta yang tak pernah disangka...

Hal itulah yang mungkin dirasakan oleh Vallery gadis cantik yang lahir dan dibesarkan di kota dengan berbagai macam vasilitas mewah kemudian dipaksa untuk tinggal didesa terpencil yang jauh dari hiruk pikuk dan kemudahan fasilitas umum yang biasa ia dapatkan setelah diusir oleh nenenk tirinya dari rumah begitu kedua orang tuanya meninggal dunia. Tanpa disang,ka keputusan cepat yang dimabilnya untuk tinggal di Desa Maju Bersama, kampung halaman sang papa untuk tinggal bersama neneknya mengubah seluruh kehidupan Vallery termasuk kisah cintanya yang terejrat kepada seorang kepala desa yang berstatus duda perjaka di kampung neneknya itu yang terus mengejarnya secara ugal-ugalan hingga membuat hati Vallery pun menjadi luluh...
Kisah cinta romantis namun ada sedikit unsur komedi mewarnai kisah cinta keduanya membuat cerita kali ini bisa terbilang sangat ringan karena jauh dari intrik panjang dan berat.
HAPPY READING.....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon julieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KECELAKAAN DI PASAR

“Vallery, besok kamu pergi kepasar ya. Semua stock lauk dirumah sudah habis”, ucap nenek Gendhis ketika melihat Vallery hendak keluar membawakan kopi hitam panas untuk Dirga yang memang semenjak Vallery berada dalam  tim perbaikan dan pembangunan infrastruktur desa, setiap malam pria tersebut selalu datang dengan alasan koordinasi.

“Pak Supri sama lek Surti belum sembuh, Mbah”, tanya Vallery.

“Kamu tahu sendiri jika kaki keduanya patah setelah kecelakaan motor dua minggu lalu dan hingga kini gips yang terpasang di kaki mereka saja belum dilepas. Kondisi kesehatan mereka juga belum sepenuhnya pulih jadi Mila hanya bisa berbelanja sembako saja untuk mengisi warung kelontong nya. Untuk warung mlijonya masih libur karena Mila tak memiliki banyak waktu untuk mengurus semuanya”, jawab nenek Gendhis menjelaskan dengan wajah sedih ketika mengingat kembali kecelakaan tragis yang menimpa keduanya.

Vallery yang memang sempat mendengar kabar tersebut hanya bisa menghela nafas berat dengan iba. “ Ya, kalau kaki patah seperti itu biasanya penyembuhannya juga sedikit lama”.

“Maka dari itu, kita harus pergi ke pasar untuk membeli stock lauk dan sayur karena mlijo di ujung desa bukanya siang, selain itu mlijo disana gak lengkap, ayam dan ikannya juga kata orang-orang gak fresh karena sisa stock yang gak habis bolak balik masuk freezer, jadi nenek kurang sreg”, keluh nenek Gendhis.

Vallery yang memang belum pernah pergi ke pasar pun merasa penasaran sehingga ia pun dengan cepat menyetujui permintaan neneknya

“Enggeh (iya), mbah. Besok setelah sholat subuh Vallery akan pergi kepasar untuk belanja”, jawab Vallery.

Dirga yang berada di teras rumah, mendengar percakapan keduanya tiba-tiba memiliki ide, yang membuat senyum lebar terbit diwajah tampannya.

“Besok mau kepasar, dek? Kebetulan mas juga ada beberapa barang yang mau dibeli dipasar, bagaimana jika sekalian”, ucap Dirga modus.

Vallery yang besok harus belanja banyak bahan makanan, melihat Dirga menawarkan diri seketika merasa senang karena dengan adanya Dirga maka akan ada orang yang bisa membawakan barang belanjaannya. Mendapatkan tenaga kerja gratis, tentu tak akan disia-siakan oleh Vallery yang langsung mengangguk sebagai respon.“Boleh mas. Besok habis subuh ya”.

Melihat Vallery setuju, senyum Dirga pun semakin lebar. “Kalau begitu habis sholat subuh mas jemput”.

Begitu kesepakan telah dibuat, Dirga pun segera mendiskusikan beberapa hal yang malam ini kembali menjadi alasannya untuk menemui Vallery agar gadis cantik itu tak curiga.

.

.

.

Broommm….

Vallery yang baru saja berganti pakaian setelah sholat subuh, mendengar suara motor yang tak asing, iapun segera mengintip siapa yang datang dari jendela kamarnya.

“Tunggu sebentar…”, teriak Vallery dari balik jendela.

“Ok, santai aja gak usah buru-buru”, jawab Dirga dari luar.

Setelah memakai jaket dan menguncir rambutnya keatas menjadi ekor kuda,Vallipun segera menyambar tas belanja yang sudah ia siapkan diatas kursi dan segera keluar rumah dan bersiap berangkat.

Melihat Vallery keluar dengan wajah fresh, Dirga yang baru sadar jika jaket kain yang dipakainya memiliki warna yang sama dengan  model yang hampir mirip dengan yang Vallery pakai, juga celana hitam yang keduanya kenakan seolah keduanya memakai baju couple, senyum tipis muncul diwajahnya.

Vallery yang tak menyadari perihal pakaian keduanya yang mirip tersebut saat ini sudah naik diatas boncengan motor Dirga.

“Ayo berangkat mas, keburu siang”, ucap Vallery sambil menepuk pelan punggung Dirga.

Dirga pun segera melajukan motornya menembus kabut pagi yang masih tebal menuju pasar sambil tersenyum ceria seolah ia tengah mengantarkan istrinya pergi berbelanja ke pasar.

Setibanya dipasar, Vallery pun segera menuju ke bagian penjual sayuran dan bumbu dapur. Setelah selesai, ia pun berjalan menuju ke bagian penjual kue basah yang tak jauh dari tempatnya memeli sayuran tadi dan mulai memilih aneka macam kue yang menarik perhatiannya.

Tak lupa ia juga memilihkan beberapa kue yang akan dibawa oleh Dirga pulang sebagai ucapan terimakasih karena pria itu berbaik hati mengantarnya pergi kepasar.

“Ayo mas kita lanjut ke bagian penjualan ayam dan ikan karena aku ingin membeli ikan kerapu sama cumi kecil, ingin masak cumi hitam nanti dirumah”, ucap Vallery setelah ia membayar semua kue basah yang baru saja dibelinya.

Setelah membeli dua kilogram ayam, Vallery pun segera menuju kebagian lapak penjual ikan yang berada tak jauh dari tempat dimana penjual ayam berada.

Melihat jalan dilapak ikan sedikit becek, Vallery yang melihat banyaknya barang belanjaan yang Dirga bawa berinisiatif untuk mengambilnya sebagian.

“Belanjaan sayuran ini biar aku saja yang bawa mas”, Vallery berkata sambil satu tangannya hendak merebut kresek besar yang Dirga bawa.

“Jangan dek, ini berat, biar mas saja yang bawa”, jawab Dirga sambil menepis tangan Vallery yang hendak mengambil kantong belanjaan yang ada ditangannya.

Vallery yang melihat Dirga bersikeras untuk membawa seluruh barang belanjaan hanya bisa pasrah, “ Ya sudah kalau begitu. Tapi hati-hati, disini jalannya sedikit lic…”.

Belum juga Vallery selesai berkata tiba-tiba Dirga sudah terpeleset dan jatuh dengan gaya aneh, membuat beberapa orang yang kebetulan lewat dan melihat posisi jatuhnya Dirga spontan tertawa.

Dirga yang berusaha terlihat keren saat membantu Vallery membawa belanjaan, tetapi justru terpeleset di dekat lapak ikan hingga menjadi bahan tertawaan semua pengunjung dan juga penjual lapak ikan disana merasa sangat malu.

Ia sangat berharap ada lubang didekatnya sehingga ia bisa membenamkan kepalanya didalamnya.

Vallery yang tak ingin menyakiti hati Dirga berusaha menahan tawanya dan ia dengan sigap membantunya berdiri.

“Kok bisa jatuh si mas? kan aku tadi sudah bilang untuk hati-hati”, ucap Vallery, masih berusaha menahan senyumnya melihat pose jatuhnya Dirga yang sedikit aneh dan lucu itu.

Dirga yang melihat Vallery menahan tawa, dan melirik jika masih banyak orang yang tersenyum geli menatapnya, hanya bisa mendengus geram.

“Ini gara-gara sandal ini lho dek, mas jadi jatuh”, ucap Dirga yang langsung membuang sandal jepitnya yang sudah putus ke dalam tong sampah yang ada disampingnya dengan kesal.

Melihat sandal Dirga sampai putus, Vallery pun merasa kasihan sehingga iapun segera berjalan menuju toko kelontong yang tak jauh dari sana untuk membelikan sandal baru buat Dirga.

“Ini di coba dulu mas, pas apa gak?”, Vallery berkata sambil memberikan sepasang sandal jepit berwarna hitam kepada Dirga.

“Pas dek…”, jawab Dirga yang langsung memakai sandal baru tersebut secara langsung.

Melihat sandal jepit hitam itu pas di kakak Dirga, Vallery pun segera membayar nya karena bagaimanapun Dirga pergi kepasar juga demi membantunya membeli bahan makanan untuk persiapan di rumah.

Setelah membeli beberapa macam ikan dan juga cumi kecil yang dijual per ember, Vallery dan Dirga pun segera pulang kerumah

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
alamaj mbah luraaaaaaaahhpantasimu menakutkan mbah🤣🤣🤣
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Rian Moontero
Mampiiirrr😍👍👍
Fadilah Fadilah
lanjutkan cerita nya 🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan sampai habis cerita ini jan🙏🙏🙏
Fadilah Fadilah
lanjutkan
PengGeng EN SifHa
BERSAMBUNG...


TENG TENG TEEEEEEEEEENNNNGGGGG☕️

SELAMAT PAGI SEMUAAAAAA
PengGeng EN SifHa: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!