Indonesia
NovelToon NovelToon
Kau Ajarkanku Cinta

Kau Ajarkanku Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:58.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Genik Amarta

Cinta Caca mengajarkan Alex arti kehidupan, kebahagiaan dan kehilangan.
Namun siapa sangka, Caca meninggalkan Alex dan membawa cinta mereka ke surga.
Begitu banyak kenangan dan kebaikan yang ditinggalkan Caca.
Dia mendonorkankan matanya untuk Meli. Bahkan dia juga menitipkan cintanya pada Meli.

Akankah Meli menggantikan posisi Caca di hati Alex?

Ikuti terus kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Genik Amarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau Kembali

Senyummu hangatkan jiwaku

Tatapanmu tenangkan hatiku

Jangan mencoba tuk berpaling dariku

Karna kaulah cinta sejatiku

Caca merasa lega setelah pertemuan itu, lalu dia bergegas kembali ke kos untuk beristirahat.

Malam harinya, mamah Alex menelfon Caca. Masih dengan keluhan yang sama, beliau mengadu kepada kekasih anaknya. Dengan sabar, Caca mendengarkan keluh kesah mamahnya.

Mamah Alex berharap dalam beberapa hari ke depan Caca bisa menemui Alex. Beliau khawatir, anaknya akan jatuh sakit karena Alex sering melewatkan sarapan dan makan malamnya. Caca menenangkan dan meyakinkan Mamah Alex, bahwa semua pasti akan baik-baik saja.

Setelah merasa sedikit tenang Mamah Alex menutup teleponnya dan meminta Caca untuk minum vitamin dan beristirahat.

Caca mengerti apa yang dirasakan Alex akhir-akhir ini. Mereka terbiasa bersama bahkan hampir setiap hari mereka bertemu. Tapi akhir-akhir ini banyak hal yang terjadi dan itu mengharuskan Caca untuk segera mengurus sesuatu.

Pagi harinya, Alex sudah terbangun dari tidurnya dan bergegas untuk mandi. Mamahnya sudah menunggu Alex untuk sarapan bersama, tapi dia memutuskan untuk menunda sarapannya.

Alex kembali ke kamarnya. Alunan musik terdengar dari kamarnya. Mamah Alex sangat sedih melihat anaknya seperti itu.

Tak lama kemudian Caca datang. Mamah Alex sangat senang dengan kehadiran Caca. Dipeluknya Caca dengan erat dan diceritakannya tentang apa yang baru saja terjadi.

Sementara itu, Alex masih murung di kamarnya. Sama sekali tidak ada semangat yang terpancar dari matanya.

Dia beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan menuju foto yang tergantung di dinding kamarnya. Alex mengambil foto itu dan memandanginya. Terlukis indah senyum kekasih hatinya di foto itu.

Mamah Alex meminta Caca pergi ke kamar Alex untuk membujuknya sarapan. Caca bergegas pergi ke kamar kekasihnya. Suara alunan musik di kamar Alex seolah menyambut kedatangan Caca.

Gadis itu perlahan masuk ke kamar. Alex yang tenggelam dalam lamunannya, masih memandangi foto itu, bahkan dia tidak menyadari kehadiran Caca.

Caca memeluk erat kekasihnya dari belakang. Alex tiba-tiba merasa lega karena pelukan itu. Tanpa harus melihat pun, Alex tau bahwa itu adalah pelukan kekasihnya yang sangat dia cintai dan sangat dia rindukan. Alex tersenyum tanpa mengucapkan satu patah kata pun.

"Sayang ... aku nggak akan memaksa logika mu untuk mempercayaiku, tapi aku yakin bahwa hatimu mempercayaiku." ucap Caca tenang sambil mempererat pelukannya.

Alex menghela nafas panjang dan menggantungkan foto itu di dinding.

Dia berbalik badan dan menatap tajam mata Caca dengan mata yang berbinar. Dipeluknya erat kekasih tercintanya itu.

Caca melepaskan pelukannya dan menatap Alex dengan tersenyum. Lalu gadis itu mencium kekasihnya dengan lembut.

Beberapa saat kemudian Caca melepas kembali pelukan Alex. Lalu Caca mengecup keningnya.

"Sayang, apa kamu tak berniat mengajakku sarapan? Aku udah kangen nih sama masakan mamah." rengek Caca dengan manja.

"Iya, yuk kita sarapan," jawab Alex tersenyum sambil mengusap kepala Caca.

Sudah mulai terlihat pancaran semangat dari mata Alex. Raut wajah yang murung pun kian memudar. Dia keluar dari kamar dengan menggenggam erat tangan Caca.

Mamah Alex terlihat gelisah menanti di meja makan. Kegelisahan itu sekejap sirna setelah melihat anak semata wayangnya dan Caca yang berjalan ke arahnya. Beliau menyambut mereka dengan gembira. Lalu Alex menghampiri dan mencium keningnya.

"Mah, maafin Alex ya udah bikin mamah khawatir akhir-akhir ini." ucap Alex lembut.

Wanita paruh baya itu hanya tersenyum, lalu mencium kening anaknya. Kemudian mereka menyantap dengan lahap semua makanan yang ada di meja. Sesekali mereka berbincang dan bercanda.

Caca berhasil mengembalikan senyuman ibu dan anak ini. Alex sudah kembali seperti biasa. Bahkan wajah murungnya sudah tak terlihat lagi. Begitu pula dengan Mamah Alex. Segala kekhawatiran yang mengusiknya belakangan ini kini sudah sirna.

Setelah selesai menyantap sarapan dan membereskannya, Mamah Alex bersiap untuk pergi. Beliau terlihat sangat terburu-buru.

"Mamah, mau kemana kok buru-buru gitu sih?" tanya Alex penasaran.

"Nanti siang Mamah mau arisan," jawabnya singkat dan masih sibuk dengan persiapannya.

"Hahahaha arisannya kan siang, nah ini kan masih pagi Mah," ucap Alex heran.

"Mamah kan mau ke salon dulu Sayang, hehehe," seloroh Mamah Alex.

"Mah ngapain ke salon, sini Caca bantuin aja." ucap Caca menawarkan.

"Tapi kan, kalian udah lama nggak ketemu, masa Mamah suruh kamu bantu dandan." ucap Mamah Alex.

"Nggak papa Mah, lagian kan udah lama juga Caca nggak bantuin Mamah. Emang Mamah nggak kangen Caca ya?" jawab Caca.

"Udahlah Mah biar dibantuin Caca aja, Alex ikhlas deh, toh cuma bentaran doang kan." seloroh Alex nyengir.

Hahahaha ... ketiganya tertawa. Caca membantu mamah Alex untuk berias. Pakaian dan aksesoris juga sudah dicocokkan. Setelah semuanya selesai, Mamah Alex segera berangkat.

Caca memutuskan untuk menemani Alex hari itu. Yah itung-itung sebagai penebusan jarak yang terjadi belakangan ini.

"Sayang, sebenarnya urusan apa yang menyibukkanmu belakangan ini, sampai-sampai kamu nggak ada waktu buat aku?" tanya Alex protes.

"Belum saatnya kamu tahu tentang itu Sayang. Percayalah, apapun yang sedang kulakukan ini, bukan untuk mengganggu hubungan kita. Tidak ada orang ketiga di antara kita, bahkan tak pernah terbesit dalam benakku untuk berpaling darimu," jawab Caca menatap dalam-dalam mata kekasihnya.

"Ya, aku percaya Sayang, aku mencintaimu, jangan coba-coba, kamu menjauhiku lagi, sungguh itu menyakitkan," ucap Alex.

"Ya ... tidak akan lagi, maafkan aku menyakitimu," ucap Caca lalu mencium Alex.

Alex sangat bahagia hari ini. Cintanya kembali. Senyuman yang dirindukannya sudah kembali

.

"Sayang, kita main capit yok, kita cari hadiah sebanyak-banyaknya untuk adik-adik panti. Kamu pasti merindukan mereka kan?" ajak Alex.

"Yeay ... oke Sayang," jawab Caca gembira.

Alex dan Caca pergi ke timezone. Mereka bermain beberapa permainan untuk berburu hadiah. Mereka mendapat banyak hadiah hari ini. Setelah lelah bermain, mereka beristirahat sejenak kemudian berangkat menuju panti.

Seperti biasa, adik-adik panti menyambutnya dengan riang. Mereka sangat senang mendapat hadiah-hadiah itu. Banyak hal yang anak-anak itu ceritakan pada Alex dan Caca.

Ibu panti memanggil anak-anak dan memintanya belajar. Selagi mereka belajar Alex dan Caca duduk di taman panti.

"Sayang, panti ini sangat berarti bagiku, karena disinilah awal mulanya aku menemukan arti kebahagiaan. Perkenalanku dengan seisi panti ini diawali dengan pertemuanku dengan Kiko.

Aku bertemu dengannya di taman dekat tempat kerjaku. Waktu itu hari sudah sore, aku berjalan menuju kos melewati taman itu. Langkahku terhenti ketika aku melihat Kiko yang sedang menangis di taman.

Ternyata Kiko tersesat karena belum hafal jalan. Sejak itulah aku tau, dia adalah yatim piatu dan tinggal di panti ini. Dia pindahan dari Panti Kasih, oleh karena itu belum hafal jalan dan tersesat. Setelah kejadian itu aku sering mengunjungi Kiko di panti ini. Banyak hal yang anak-anak itu ajarkan padaku." ucap Caca panjang.

"Ya ... aku juga menyayangi mereka," jawab Alex.

"Benarkah? Kalau begitu apakah kamu mau membantuku?" tanya Caca menatap Alex.

"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Alex.

"Tolong bantu aku menjaga dan menyayangi mereka, disaat aku tak ada di sisi mereka." tandas Caca tersenyum.

"Aku pasti akan berusaha untuk menjaga dan menyayangi mereka, tapi bukankah kamu bersamaku dan kita akan selalu di sisi mereka?" jawab Alex menatap Caca.

"Yaaaa," jawab Caca tersenyum.

"Semoga suatu saat kita bisa melakukan konser amal untuk panti ini dan panti yang lain, itulah impianku." imbuh Caca.

"Tentu, kita pasti bisa!" jawab Alex sambil memeluk Caca.

Tak terasa hari sudah malam. Alex dan Caca berpamitan untuk pulang. Alex mengantar Caca pulang ke kos. Dia meminta Caca untuk minum vitamin dan beristirahat karena besok mereka harus berlatih untuk persiapan konser ketiga.

Sesampainya di rumah, Alex beristirahat. Dia berbaring di tempat tidur dan mengingat kembali tentang apa yang di bicarakan Caca di panti tadi dan ekspresi kekasihnya saat berbicara tadi.

Alex merasa Caca sangat sedih ketika bercerita di panti tadi. Bahkan senyum indahnya tak mampu menutupi kesedihannya. Seperti menahan air mata, yang jika Caca berkedip sedikit saja, air mata itu akan tumpah dan tak terbendung kan. Caca terlihat sangat waspada terhadap sesuatu.

"Sayang, kenapa kamu bermain teka teki seperti ini? Apakah aku tak cukup pantas kamu percayai sehingga kamu enggan untuk menceritakan masalahmu." gumam Alex dalam hati.

Sementara itu, Caca sedang sibuk menulis di buku diary nya sebelum tidur. Ada banyak sekali hal yang dia tulis. Untungnya buku itu cukup tebal, jadi Caca bisa menulis sebanyak apa pun yang dia mau. Mungkin kalau buku diary itu sudah penuh, akan terlihat seperti novel, hahaha.

Setelah selesai menulis, Caca membuka gallery di ponselnya. Dia melihat semua fotonya bersama Alex. Ada sebuah cerita di balik setiap fotonya. Caca mengingat semua kenangannya bersama Alex. Mulai dari mereka bertemu, berkenalan, menjalin kasih dan menjalani hari-hari bersama.

Tiba-tiba tangan Caca gemetaran dan air matanya tak terbendung kan lagi. Entah apa yang membuatnya menangis sedih.

"Sayang maafkan aku," ucapnya dalam hati.

Lambat laun Caca tertidur dalam kesedihan.

Keesokan harinya, Caca terbangun dan segera melihat ke cermin. Matanya yang sembab pasti akan menimbulkan pertanyaan dari Alex dan teman-temannya. Lalu Caca berfikir sejenak untuk menyamarkan mata sembabnya.

1
Yenny_Rha
Hadir disini kak 😍😍
Arinnn
Waww karya yg bener² bagus kk, tulisannya rapi bngt😍 Sukses terus y kk, kutunggu kehadiranmu di karyaku, terimakasih🥰
Random Wisdom ID
❤️😍❤️😍❤️😍👍
Random Wisdom ID
Like dan fave dari Wiselovehope ❤️😍❤️😍❤️✌️
Q Dleva
ceritanya bgus kk 😊
Ani Fajaryani
Big hug kak 🤗🤗🤗😍😘😘😘😘😘
Genik_A.A: muach muach
total 1 replies
Ani Fajaryani
Author tergila, tersadissssss, meli gue kenapa harus meninggoy 😭😭😭😫😫😫😫
Genik_A.A: takdir kak, kata authornya😅
total 1 replies
Ani Fajaryani
tapi aku masih keseh Weh sama emak bapak nya si Jhoni 😫😫😫
Ani Fajaryani
penasaran namannya siapa si utun 😍
Genik_A.A: baca sampe akhir biar nggak pinisirin😆
total 1 replies
Alif_Cha
3 like untukmu thor, tetap semangat ya 🤗
Ani Fajaryani
Nahloh si Hana 🤬🤬🤬 bagi photonya Hana dong author, rasanya pengen ku santet online 😂😂😪😪😪😪
Genik_A.A: 🤣🤣🤣 silakan
total 1 replies
Ani Fajaryani
semoga operasi nya lancar 😇
Ani Fajaryani
siapa itu yang ditembak? 😨
Ani Fajaryani
nahlohh nahloh 😨😨😨
Susi Haryani
kamu termasuk author yang aku salut kan...
tulisan rapi. ditambah menjabarkan adegan bagus banget
Genik_A.A: muach muach 😍💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
terhenyuk hati ku saat membaca nya😭😭
Genik_A.A: cup cup cup 💕
total 1 replies
HOKI~😪 R⃟
abisss dahh..
Kaina Coryn
terharu. sukses untuk kita semua. aamiin
Ani Fajaryani: Aamiin 😇❤️
total 2 replies
Kohaku
Lanjut, semangat terus Thor
Febyanti
selesai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!