sebuah kisah yang sangat menyentuh namun juga menyakitkan tapi tetap dijalani dengan cara yang kadang sulit untuk di terima. Akankah antara Aira dan Ridwan sanggup menjalani? dan bagaimana dengan Zaki. Apakah yang terjadi selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuli Zarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 7 khawatir
pengajian tausiyah kiai Abdullah kini telah selesai. Semua orang satu persatu sudah mulai meninggalkan pondok pesantren Kiai Abdullah. Kini hanya tinggal pak Hanafi beserta anak dan istrinya. Pak Hanafi pun menemui sang sahabat yang sudah lama tak bertemu.
"Assalamualaikum Abdullah, sepertinya sahabatku ini sekarang sudah menjadi kiai nih" .
"walaikumsalam, Alhamdulillah Hanafi. Semuanya berkat doa sahabatku juga. Oh ya bagaimana keadaanmu sekarang. Ya seperti yang kamu lihat saat ini sehat walafiat" .
"Alhamdulillah kalau gitu, oh ya ini pasti Ridwan ya udah dewasa ya sekarang. Iya Alhamdulillah kiai. Wah tambah ganteng juga ini . Ngomong-ngomong kamu udah punya istri belum" .
"Saat ini aku masih ingin sendiri dulu kiai belum kepikiran untuk berumah tangga". wah sepertinya aku sedikit kecewa dengan penjelasan nak Ridwan".
" Maklumlah Abdul, saat ini Ridwan sedang menata hatinya kembali . Kenapa ? Panjang lah ceritanya" , ucap pak Hanafi. Kiai Abdullah pun hanya menganggukkan kepalanya.
Sebenarnya niat pak Hanafi ingin menjodohkan Ridwan dengan anak gadis sahabatnya. Namun karena saat ini Ridwan sedang tidak tertarik dengan sebuah hubungan pak Hanafi pun mengurungkan niatnya.
Sementara itu keluarga Zaki sudah meninggalkan pondok pesantren Kiai Abdullah. Betapa terkejutnya Aira saat ini melihat Ridwan telah kembali. Namun apa daya Aira tidak bisa kembali bersama Ridwan. Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Aira hanya diam dengan perasaan yang sulit diartikan.
sedangkan ibunya Zaki bertanya pada sang anak. "Eh Zaki, tadi kamu tidak lihat apa, anaknya pak Hanafi itu memandang istrimu begitu dalam. Kenapa kamu diam saja . Kamu tidak ingin bertanya pada istrimu itu ! "
Zaki hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari sang ibu. Sementara itu Aira air matanya mengembun di sudut matanya. Agar tidak kelihatan Aira pun berusaha mengalihkan pandangannya keluar .
Semenjak menikah dengan Zaki kini kehidupan Aira semakin tak tentu arah dan tujuan. Saat sedang ingin menerima Zaki sebagai suaminya dengan tiba-tiba saja ia melihat Ridwan kembali.
Perasaan yang ingin memudar kini bersemi kembali dihatinya. Ingin lari tapi takut . Aira pun berusaha menata hatinya yang sudah hancur.
" Ya Allah, saat ini hamba sudah mulai ikhlas, tapi kenapa dia muncul kembali" , bathin Aira. Setelah setengah jam perjalanan akhirnya Zaki pun sampai di rumah orangtuanya.
Zaki pun memarkirkan mobilnya di garasi. Sang ibu pun turun dari mobil di iringi dengan Zaki dan Aira.
Zaki melihat Aira yang matanya menggenang air mata. Zaki pun ingin memeluk Aira. Namun Zaki takut Aira akan menolaknya.
Zaki pun memulai percakapan diantara mereka. "Aira, ayo kita masuk kamu langsung ke kamar aja ya aku lagi ada sedikit pekerjaan" .
Aira pun mengangguk. Zaki pun berjalan beriringan dengan Aira. Zaki pun mengantar Aira kekamar miliknya. Setelah mengantar Aira Zaki pun masuk keruang kerjanya. Sesampainya diruang kerja Zaki pun meminum obatnya . Selama ini Zaki menyembunyikan penyakitnya dari keluarganya.
Bahkan Aira pun tidak mengetahui apa yang di deritanya selama ini. "Aira, maafkan aku saat ini izinkanlah aku menjadi suamimu, aku tidak akan bertahan lama lagi. Aku tidak akan menyentuhmu. Apabila tiba waktunya aku akan mengembalikan kamu pada orang yang kamu cintai".
Setelah itu Zaki pun keluar dari ruang kerjanya. Saat ini ia ingin melihat Aira. Karena sejak tadi ia melihat Aira begitu tertekan fisiknya. Sesampainya di kamar Zaki melihat Aira yang sedang melaksanakan shalat ashar.
Zaki pun tersenyum manis. "Aira, kamu adalah bidadariku" gumam Zaki dengan lirih tak terdengar.
Setelah cukup lama ia memandangi Aira. Zaki pun masuk ke kamarnya . Aira pun telah selesai shalat. Ia melihat wajah Zaki begitu pucat.
Dengan spontan Aira berkata, " mas kamu itu pucat bangat kamu belum makan ya, maafkan aku mas. Yaudah kalau gitu aku kedapur dulu aku masakin bubur aja ya. Kamu tunggu aku sebentar" .
Aira pun pergi kedapur untuk memasak bubur . Sementara ibu mertuanya pergi entah kemana. Aira merasa bersalah karena telah mengabaikan tugasnya sebagai seorang istri.
Zaki yang melihat ada sedikit perubahan pada Aira membuat dirinya begitu senang. Zaki pun senyum - senyum sendiri.
Tak beberapa lama kemudian akhirnya Aira pun membawa semangkuk bubur ayam ke kamarnya. Dengan cekatan ia menyuapi suaminya itu.
Aira merasa khawatir melihat Zaki yang terlihat pucat pasi.
Ketika sedang menyuapi bubur Aira melihat keluar darah dari hidung Zaki.
" Astaghfirullah mas, kamu kenapa kok tiba-tiba mimisan . Kamu sakit ya kita kedokter aja ya" .
"Aku gak apa-apa kok Aira, tadi aku udah makan obat bentar lagi juga berhenti mimisannya. Kamu serius mas tapi aku tetap aja tidak merasa tenang" .
Aira merasa sangat takut dan cemas melihat keadaan Zaki saat ini. Namun Zaki tidak ingin istrinya mengetahui bahwaia mengidap kanker otak stadium akhir.
salam DUA SAHABAT DAN BAYI MISTERIUS 🙏🏻🤭