Indonesia
NovelToon NovelToon
Kepincut Cinta Mas Duda

Kepincut Cinta Mas Duda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Bad Boy
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: AzZura02

Kehidupan kampus Sheyra selalu berjalan lancar dan tenang sebelum ia bertemu pria menyebalkan bernama Alvaro. Alvaro adalah seorang duda anak 1 yang tinggal berdua dengan anaknya. Di mata Sheyra, Alvaro merupakan pria berhati dingin, egois, dan jahat. Namun pandangan itu seketika runtuh ketika Sheyra melihat sisi lain Alvaro ketika bersama anaknya.

Takdir seolah membawa mereka untuk terus bertemu dan bertemu. Hingga akhirnya membuat cinta tumbuh di antara keduanya. Namun jatuh cinta tidaklah mudah. Masalah demi masalah selalu datang untuk menguji kekuatan cinta mereka.

Mulai dari Alvaro yang minder dengan statusnya, Sheyra sang pencemburu buta, seseorang dari masa lalu, restu keluarga hingga trauma berat Alvaro atas kematian istrinya.

Akankah keduanya bisa mengatasi permasalahan tersebut demi mempertahankan cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AzZura02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

7 - Gadis Kecil Itu

Sheyra memasuki daycare sambil memperhatikan sekeliling. Daycare sangat ramai. Terdengar suara teriakan, tangisan dan tawa anak-anak kecil. Sheyra tersenyum senang. Ia sudah rindu dengan suasana ini.

“Shey!” teriak seseorang dari dalam ruang kelas ketika Sheyra lewat tepat di depannya. Sheyra menghentikan langkahnya lalu melambaikan tangannya menyapa. Orang itu berjalan menghampiri Sheyra.

“Akhirnya masuk juga kamu.” kata Mawar senang.

Sheyra tersenyum, “hahaha iyaa. Udah kangen banget sama semua yang ada di sini.”

Kemudian beberapa anak-anak bangkit dari tempat duduknya dan pergi menghampiri Sheyra. Mereka semua sudah mengenal Sheyra sebagai salah satu staf yang menjaganya.

“Kakakk!”

”Acu angen Kak” (Aku kangen kak)

”Eiiii.” (Shey)

Sheyra tertawa kecil ketika mendengar anak-anak sedang menyapanya. Mereka semua benar-benar sangat menggemaskan. Sheyra langsung memeluk dan menyapa semuanya.

“Anu, Kak Mawar aku mau ke ruang Tante dulu ya. Nanti aku balik ke sini lagi.” kata Sheyra sambil melihat ke arah Mawar.

Mawar segera mengangguk mengerti, “Okeyyy. Yuk anak-anak kita main di sebelah sana dulu ya semua. Kakak Shey lagi ada urusan sebentar. Nanti balik lagi.” ucap Mawar mengarahkan.

“Aku boleh ikut?” tanya Kenzie, seorang anak laki-laki berusia 3 tahun. Ia memandang Sheyra dan Mawar dengan tatapan memohon.

Sheyra tersenyum lalu ia mengelus ujung kepala anak itu dengan lembut, “Kakak cuman sebentar kok. Nanti balik lagi. Kenzie main sama teman-teman dan Kak Mawar dulu yaa.”

Anak laki-laki itu tersenyum sambil mengangguk, “Baiklah.” ucapnya kemudian ia berlari menyusul teman-temannya.

Sheyra menghela nafas. Entah mengapa melihat anak-anak di sini membuat hatinya terasa hangat. Sudah hampir tiga tahun ia ikut membantu di daycare ini. Oleh karena itu ia sudah mengenal hampir semua staf dan anak-anak yang ada di sini.

Beberapa anak ada yang sudah sangat dekat dengan Sheyra. Contohnya Kenzie yang sudah dititipkan di daycare ini sejak usianya 9 bulan karena orang tuanya sibuk bekerja. Maka dari itu tidak heran jika ia dan Kenzie begitu dekat. Hal itu di karenakan sejak kecil Kenzie selalu menghabiskan banyak waktu dengan Sheyra.

Daycare ini terdiri dari beberapa ruang kelas. Ruang kelas tersebut dibagi berdasarkan usia anak-anak. Ada ruang khusus bayi, toddler, balita hingga ruang anak prasekolah. Selain itu juga tersedia ruang istirahat atau ruang tidur yang nyaman untuk anak-anak, ruang belajar, ruang bermain, toilet, ruang makan, dapur, dan lain-lain.

Sheyra membuka ruang Tantenya dan didapatinya Tantenya yang sedang sibuk dengan laptop di depannya. Sepertinya sedang mengurus berkas-berkas atau semacamnya.

Melihat kedatangan keponakannya, Tia terlihat sumringah. Ia langsung menyapa dan mempersilahkan Sheyra untuk duduk di depannya. “Apa kabar Shey? Lancar kuliahnya?” tanyanya peduli.

“Syukurlah kabar baik dan kuliah juga lancar Tan. Kalau tante sendiri gimana? Daycare aman?”

“Kabar baik. Daycare juga semakin hari semakin bagus perkembangannya. Semakin meningkat. Banyak orang tua yang datang ke sini untuk menitipkan anaknya. Katanya karena pelayanannya bagus.” Tia bercerita dengan sumringah.

“Seneng banget dengernya.”

“Kalau makin rame nanti kita buka lowongan buat nyari staf baru. Soalnya nanti pasti bakal kewalahan.”

Sheyra mengangguk setuju. Ia melihat Tantenya dengan bangga. Daycare yang baru didirikan 5 tahun ini ternyata berkembang dengan sangat cepat. Mengingat dulu awal berdirinya daycare hanya ada sekitar 5 anak dengan 2 staf termasuk Tante Tia. Ia tidak menyangka sekarang jumlah anak di sini sudah mencapai puluhan hingga dibuatkan kelas yang berbeda-beda. Hasil memang tidak pernah mengkhianati usaha.

“Oh ya saat kamu libur 2 minggu karena sibuk kuliah, di kelas kamu ada anak baru. Semoga kamu bisa membantu anak itu berbaur dengan yang lainnya ya.” ujar Tia penuh harap.

Sheyra mengangguk menyanggupi. Dalam hati ia bertekad untuk mengurus anak-anak dengan baik dan dengan segenap hatinya. Sheyra beranjak dari tempat duduknya, “Oh ya Tan, aku mau balik ke kelas ya.” pamit Sheyra. “Dan ini ada titipan dari Mama.” Sheyra meletakkan sebuah bingkisan di atas meja.

Tia menerimanya dengan sangat riang, “Aduh kebiasaan deh Kakak suka banget repot-repot. Makasih yaa!”

Sheyra mengiyakan dan langsung segera keluar dari ruangan. Ia menuju ruang kelas yang menjadi bagiannya. Sheyra ditempatkan oleh tantenya untuk mengurus anak-anak yang ada di kelas toddler dengan rentang usia 2-3 tahun. Ia mengurus kelas itu bersama dengan Mawar, seorang Kakak yang berusia 4 tahun di atas Sheyra.

Sheyra membuka ruang kelas dan anak-anak mulai menyambutnya dengan sumringah. Sheyra berinteraksi dengan anak-anak dengan sangat bahagia.

“Shey, pasti tadi Bu Tia udah kasih tau kan soal anak baru?” tanya Mawar mengawali pembicaraan yang langsung dibalas anggukan oleh Sheyra.

Mawar menunjuk seorang anak perempuan yang terlihat murung di pojokan. Anak itu terlihat sangat pemalu. Ia melihat ke arah Sheyra namun ketika mata mereka bertemu anak itu langsung menundukkan pandangannya.

“Namanya Lyra. Usianya 2 tahun. Dia sudah hampir dua minggu ada di sini tapi sepertinya dia masih tidak bisa berbaur dengan anak-anak lainnya. Dia sangat pemalu karena sebelumnya dia tidak pernah berinteraksi dengan teman sebayanya. Dan ini juga pertama kalinya dia dititipkan di daycare.” jelas Mawar.

Sheyra mengerti. Jadi ini tadi yang dimaksud oleh Tantenya agar ia membantu anak bernama Lyra untuk berbaur dengan anak yang lainnya. Ternyata karena Lyra sangat pemalu. Sheyra yakin ia akan membuat Lyra lebih nyaman berada di kelasnya.

Sheyra berjalan menghampiri Lyra. Sedangkan Lyra tampak malu-malu sambil sesekali membuang mukanya ke arah lain untuk menghindari pandangan Sheyra.

“Halo.” sapa Sheyra ramah.

Mendengar suara Sheyra membuat Lyra mendongakkan kepalanya. Kemudian Sheyra duduk dan menundukkan badannya agar sejajar dengan Lyra. Supaya gadis kecil itu tidak perlu mendongak untuk melihatnya.

Sheyra memperlihatkan senyum manisnya. Matanya menyipit membentuk bulan sabit membuat Lyra membulatkan matanya terpana. “Kak antik..” katanya pelan.

Sheyra tertawa kecil, “Cantik?” koreksinya memastikan.

Lyra mengangguk malu-malu.

“Lyra juga cantik.” puji Sheyra tulus. Sebenarnya saat melihat Lyra untuk pertama kalinya membuat Sheyra merasa terpana. Gadis kecil itu sangat cantik. Matanya bulat dan besar, kulitnya kuning langsat dan bersih, bulu matanya panjang lentik, bibirnya tipis lengkap dengan lesung pipi yang membuatnya sangat manis saat tersenyum, pipinya tembam, penampilannya sangat rapi dengan rambut yang dikuncir dua dan dihiasi dengan jepitan bintang-bintang. Kalau kata orang jaman sekarang, rambutnya full topping.

Lyra membuka mulutnya seolah takjub karena wanita di depannya mengetahui namanya.

Sheyra terlihat semakin gemas setelah melihat ekspresi Lyra. “Namaku Sheyra. Panggil Kak Shey.”

Lyra kembali malu-malu. Ia menundukkan pandangannya ke bawah.

“Lyra, lihat Kak Shey.” ucap Sheyra yang membuat Lyra melihat ke arahnya.

“Kak ei.. sei.” eja Lyra dengan suara pelan. Lyra sudah bisa menyahuti dan mengerti ketika diajak berbicara namun gadis kecil itu belum benar-benar fasih dalam berbicara.

Sheyra mengangguk riang ketika Lyra berhasil menyebut namanya. “Kakak tau nama Lyra karena Lyra adalah anak yang pemberani.”

Lyra menatap Sheyra dengan tatapan yang bingung dan tidak mengerti.

“Iya, Lyra adalah anak yang pemberani. Buktinya tadi Lyra memuji Kak Shey dan bilang kalau Kak Shey cantik.” terang Sheyra. Ia mengelus kepala Lyra dengan lembut. “Oleh karena itu selanjutnya Lyra harus lebih berani ya.” tambahnya.

Kemudian Sheyra mendekat ke Lyra lalu membisikkan sesuatu ke telinga gadis itu, “Kalau Lyra jadi lebih berani dan tidak malu-malu lagi nanti Kak Shey akan beri Lyra hadiah.”

Mendengar perkataan Sheyra membuat mata gadis kecil itu membulat senang. Ia terlihat antusias, “Adiah? Buat ira?” tanyanya memastikan.

“Tentu saja!” jawab Sheyra meyakinkan.

^^^Bersambung…^^^

1
Cici Sri Yunita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!