Indonesia
NovelToon NovelToon
Gadis Desa Kesayangan Mafia

Gadis Desa Kesayangan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:177.9k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

​“Paman, kenapa ini besar sekali?” tanya Lucia bingung.

​“Kau menyukainya?”

​“Memangnya itu apa?”

​“Jadi kau tidak tahu ini apa? Kau yang membangkitkannya dan kau tidak tahu cara menidurkannya?!”

Lucia polos hanya menggeleng lugu, membuat sang mafia paling ditakuti di seluruh Italia itu menepuk jidatnya kuat-kuat.

****

Disiksa kemiskinan di desa terpencil Calabria dan dijual oleh pamannya sendiri ke sebuah klub malam, Lucia pasrah menunggu takdir kelamnya.

Namun, sebuah penggerebekan menyelamatkannya dan membawanya bekerja sebagai pelayan di mansion megah milik Alessandro Frederick–bos mafia dingin berdarah dingin yang menderita alergi parah terhadap sentuhan manusia.

Satu sentuhan dari orang lain bisa membunuh Alessandro. Tetapi, saat jemari Lucia tak sengaja menyentuhnya, tidak ada rasa terbakar.

Bagaimana bisa seorang mafia kejam menaklukkan hati gadis lugu hingga mengira elusan in-tim adalah usapan rasa kasihan dan ciuman adalah penyembuh rasa sakit?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 24

“Alessandro!” teriak Isabella dengan histeris begitu melihat pria pujaan hatinya melangkah masuk ke ruang tengah.

Wanita yang masih basah kuyup itu berlari menghampiri sang mafia. Tanpa memedulikan tatapan membunuh dari pria itu, Isabella nekat melemparkan dirinya.

Isabella memeluk leher Alessandro dengan erat hingga kulit lengan dan dadanya yang basah bersentuhan langsung dengan rahang dan leher pria tersebut.

“Lihat apa yang pelayan udik ini lakukan padaku! Dia menginjak-injak harga diriku!” adu Isabella dengan suara manja.

Alessandro menyentakkan tubuh Isabella dengan sangat kasar hingga wanita itu terjerembap ke lantai.

“Jangan sentuh aku!” geramnya jijik.

Isabella mengumpat dalam hati. Ia lupa dengan alergi mematikan pria itu. Namun, nasi sudah menjadi bubur.

Sentuhan kulit itu sudah terjadi dan ruam kemerahan mulai menjalar liar di leher Alessandro.

Mengabaikan rasa panas yang mulai membakar kulitnya, Alessandro justru melangkah cepat menghampiri Lucia. Mata elangnya menangkap bercak merah di sudut bibir gadis itu.

“Kau baik-baik saja?” tanya Alessandro mendadak melembut. Tangan besarnya terulur, mengusap pelan sudut bibir Lucia yang berdarah akibat tamparan Isabella.

Melihat pemandangan itu, mata Isabella membelalak tak percaya.

“Alessandro! Aku yang lebih terluka! Kenapa kau malah memperhatikannya?!” teriak Isabella tak terima, menunjuk Lucia dengan telunjuk gemetar.

“Dia hanya akting. Gadis kampung itu baik-baik saja. Dia baru saja menamparku dua kali dan menyiramku dengan air es.”

Alessandro menoleh perlahan. Tatapannya sedingin es kutub.

Jelas saja Alessandro tahu semua perlakuan Lucia pada Isabella.

Tapi, bukankah wanita itu yang lebih dulu memulainya?

“Memangnya kenapa kalau dia hanya akting? Aku menyukai aktingnya.”

“Apa kau bilang?!” Isabella menganga.

“Entah sihir apa yang sudah gadis udik ini berikan pada mafia paling kejam di Italia ini!” batin Isabella menjerit.

Sampai-sampai, Alessandro menatap gadis itu dengan sorot penuh damba layaknya seorang budak cinta.

“Keluarlah. Siapa yang mengizinkanmu masuk ke rumahku?” usir Alessandro dingin. Napasnya mulai terdengar sedikit berat, namun ia berusaha menahannya.

“Tidak mau! Aku kembali dari London khusus untuk menemuimu pagi ini, tapi nyatanya aku malah dipermalukan oleh pelayanmu!” Isabella bersedekap dada dan menatap mereka dengan tatapan menantang. “Bagaimana jika Papa sampai tahu masalah ini? Dia pasti akan menghabisinya!”

Lucia yang sejak tadi diam, tiba-tiba memiringkan kepalanya dengan raut polos yang luar biasa menyebalkan.

“Bibi ini aneh sekali. Tubuhnya sudah sebesar raksasa, umurnya sudah tua, tapi kalau kalah berkelahi masih mengadu pada papanya. Di desaku, anak yang suka mengadu pada bapaknya itu cuma anak kecil yang masih suka mengompol di celana. Apa Bibi juga masih mengompol?” celetuk Lucia santai.

Beberapa pengawal bertubuh kekar yang berdiri di belakang Alessandro buru-buru menunduk, menggigit bibir menahan tawa hingga bahu mereka bergetar hebat.

“Kau?! Dasar mulut sampah!” Isabella mendesis marah, wajahnya merah padam menahan malu.

Alessandro seolah menulikan telinganya dari teriakan Isabella.

Ia memapah bahu Lucia dengan protektif untuk duduk di sofa, lalu menoleh pada Mila yang mematung di dekat dapur.

“Bawakan kotak obat. Sekarang.”

“Paman, aku baik-baik saja,” tolak Lucia menahan lengan Alessandro dengan jemari mungilnya. “Urus saja Bibi itu. Lihat, tubuhnya basah kuyup mirip tikus tercebur got. Nanti karpet mahal Paman ketularan bau lumpur. Kasihan pelayan yang harus menyikatnya nanti.”

Ucapan polos yang menukik sangat tajam itu sukses membuat Isabella nyaris gila karena darah tinggi.

Namun, sebelum Alessandro sempat menanggapi ucapan cerdas gadisnya, tubuh tegap pria itu tiba-tiba terhuyung ke depan.

Alessandro bertumpu pada lengan sofa dengan satu lutut. Napasnya tersengal hebat bak orang tercekik. Ruam kemerahan yang mengerikan kini menjalar cepat dari leher hingga ke separuh wajahnya.

Keringat dingin mengucur deras membasahi kemejanya. Alerginya kambuh dengan sangat parah akibat pelukan Isabella tadi!

“Tuan Alessandro!” pekik Vincent panik dari ambang pintu.

Isabella menutup mulutnya dan melangkah mundur perlahan. “Alessandro maaf. Aku tidak bermaksud menyentuhmu tadi.”

“Diam!” bentak Alessandro dengan sisa tenaganya.

Paru-parunya seolah diremas paksa. Rasa gatal dan panas membakar setiap inci kulitnya layaknya disiram air keras. Kesadarannya mulai menipis, pandangannya mengabur.

Di tengah siksaan mematikan itu, insting purbanya tertuju pada satu-satunya penawar mutlak yang ia miliki.

Alessandro mencengkeram kuat pinggang Lucia, menarik tubuh gadis mungil itu hingga jatuh berlutut di pelukannya.

Mata kelabunya menatap lurus ke dalam netra bening Lucia, memancarkan gairah, rasa sakit, dan keputusasaan yang melebur menjadi satu.

“Cium aku, Lucia!” serunya dengan tertahan, sebuah perintah mutlak bernada memohon di hadapan belasan anak buahnya dan juga Isabella yang mematung tak percaya.

“Apa Paman? Cium?” Lucia mendadak linglung.

“Cepat! Apa kau mau melihatku mati, hah?!”

“Iya, Paman. Aku mau tapi kenapa harus di depan–” belum selesai Lucia bicara, Alessandro sudah lebih dulu menarik tengkuk gadis itu dan menyambar bibir mungilnya.

1
Sari Nilam
lanjut thor...issabela ke laut aja
🇦 🇵 🇷 🇾👎
ku tunjang kak🤣🤣🤣
Kinara Widya
lanjut dong kak
+1
boleh.. 🌚
tinie
masih seru
mas dah end
Muft Smoker
jgn laaa kak ,, masih seruu ini ,,
yg d end si Isabella aj ,,

Lucia baru juga bahagia ketemu kakak kandung ny ,,
meski di iringi kematian sang ayah ,,
seenggaknya biar dy bahagia dg kehadiran sang kakak ,, dan suami yg seperti bayi beruang ,,
Bunda SalVa
jangaaannnnn....

Ale kasih acara ngidam dulu Mom biar seru 🤣🤣🤣🤣
Sri Rahayu
jgn dulu lah Thorr....Lucia blm melahirkan... trs gmn nasib Isabella...ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘😘😘
rheisha
jangan dulu thor....
Sri Rahayu
apakah bibi nya Elisa tau tentang mama nya Marco dan Elisa...atau mungkin dia sendiri...lanjut Thorr😘😘😘
sri
Thanks atas up nya thor😍😍😍👍👍
Esther
Siap2 terpuruk hidupmu Isabela
stela aza
kelamaan 🤦 terlalu bertele-tele 🤦
𝓢𝓮𝓷𝓲 𝓢𝓮𝓿𝓲𝔂𝓸𝓻𝓾𝓶: Bentar lagi end kok kak santai aja🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
eng ing eng...wah meledak dah tu otak dan dada Isabella mendengar kata2 Marco....lanjut Thorr kepo nih 😘😘😘
Wiwin Winarsih
siap2 Lo Isabella out
tinie
wah nanggung nih si Isa magrib subuh
belum tau siapa dirinya🤣

pasti syok banget dan tidak akan menerima kenyataan
jika dia hanya anak pungut
yg sombongnya mengalahkan pemilik asli
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next lg kk... bkn di usr dy
+1
berisik setan 🦖
+1
ikut marco.. 🌚
rheisha
boro-boro kamu lucia,aku aja ge yang baca jadi ikutan bingung, kira-kira mau pilih mana,biar sama-sama enak dan adil....😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!