Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Transmigrasi: Demi Kekayaan, Aku Memilih Menikah

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Miskin seumur hidup, ia bahkan harus mengakhiri hidupnya karena penyakit yang tak mampu ia obati.

Namun, ketika membuka mata, ia justru mendapati dirinya telah masuk ke dalam novel sebagai seorang wanita yang baru saja melompat dari sebuah gedung demi melarikan diri dari pernikahan perjodohan.

Seharusnya ia ikut kabur.

Tapi setelah mengetahui bahwa pria yang akan menjadi suaminya adalah seorang pewaris kaya raya, pikirannya berubah.

“Melarikan diri? Untuk apa? Bukankah lebih baik aku menikah dan hidup nyaman?”

Kini, ia bertekad mempertahankan pernikahan yang bahkan tidak diinginkan oleh pemilik tubuh asli.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Elena segera membawa foto itu dan menyambutnya di ruang tamu.

"Sebastian, lihat ini."

Sebastian baru saja melepas jasnya. Saat melihat foto itu, langkahnya terhenti. Wajahnya seketika berubah tegang.

"Kau mengenalnya," ucap Elena yakin.

"Victor Armand."

"Clara bilang dia hadir saat ayahku menandatangani perjanjian, dan dia bukan bagian dari keluargamu."

"Benar."

"Lalu kenapa dia ada di sana? Apa perannya?"

Sebastian menatap foto itu dalam-dalam. "Itu yang sedang kucari tahu, Elena."

"Aku ingin kau jujur. Apakah dia ada hubungannya dengan pernikahan kita?"

Sebastian terdiam. Keheningan itu menjawab lebih banyak daripada kata-kata.

"Belum bisa kupastikan," jawabnya akhirnya pelan.

Elena menatapnya kecewa. "Lagi-lagi jawaban yang sama. Kau bilang tidak akan berbohong, tapi kau juga tidak mengatakan semuanya."

"Aku sedang berusaha melindungimu."

"Aku tidak butuh dilindungi dengan kebohongan, Sebastian. Aku butuh kebenaran."

Sebastian menghela napas berat. "Aku akan memberitahumu. Segera."

Elena memalingkan wajah, menahan rasa kecewa yang mulai merayap. "Semoga saja begitu."

Ia hendak pergi, namun Sebastian menahan tangannya. "Jangan pergi ke keluarga Arvienne sendirian lagi. Aku tidak mempercayai mereka semua."

Elena menatapnya tak percaya. "Termasuk pamanku?"

Sebastian diam. Dan diam itu sudah cukup menjadi jawaban. Elena melepaskan tangannya perlahan. "Baik."

Ia pergi meninggalkan ruangan, meninggalkan Sebastian sendirian dengan foto lama itu di tangannya. Ada satu hal yang belum ia katakan, satu hal yang membuatnya semakin cemas. Victor Armand bukan sekadar hadir saat perjanjian itu dibuat. Pria itulah yang pertama kali mengusulkan pernikahan antara Elena dan Sebastian. Dan ada alasan khusus mengapa ia begitu bersikeras agar Elena masuk ke dalam keluarga Hale.

Malam semakin larut, dan Elena sedang membaca buku di kamar ketika ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal yang hanya berisi satu foto.

Elena membukanya. Wajahnya seketika menjadi pucat pasi. Foto itu memperlihatkan ayahnya sedang menandatangani dokumen. Di sampingnya berdiri Victor Armand. Namun yang membuat napasnya tercekat bukan itu. Di belakang mereka, berdiri seorang anak laki-laki yang masih remaja. Wajahnya jelas terlihat.

Itu Sebastian.

Di bawah foto itu tertulis satu kalimat:

Sekarang tanyakan pada suamimu, mengapa dia sudah ada di sana, dua belas tahun sebelum kalian menikah?

Tangan Elena gemetar hebat hingga ponselnya hampir jatuh. Selama ini ia mengira pernikahan itu direncanakan oleh orang-orang dewasa tanpa melibatkan mereka berdua.

Ternyata ia sudah ada di sana, pada malam perjanjian antara keluarga Hale dan Arvienne ditandatangani.

Perlahan Elena mengangkat wajah. "Kau ada di foto ini."

"Aku tahu."

"Kau sudah melihatnya sebelumnya?"

"Ya."

"Sejak kapan?"

Sebastian terdiam sejenak. "Sudah cukup lama."

Elena tertawa getir. "Jadi selama ini kau sudah tahu dan tidak pernah berkata apa-apa?"

"Aku tahu aku hadir malam itu. Tapi aku tidak tahu kau akan menemukan foto ini sekarang."

"Itu bukan jawaban yang kucari."

Sebastian menghela napas panjang, lalu duduk di sofa. "Duduklah, Elena."

"Aku tidak mau duduk. Aku ingin tahu kebenarannya."

"Kalau begitu berdirilah. Aku tidak akan pergi ke mana-mana."

Elena menatapnya kesal. "Jangan bercanda saat aku sedang serius."

"Aku tidak sedang bercanda." Tatapan Sebastian sama seriusnya. "Aku tahu kau marah. Dan kau punya alasan untuk itu."

"Aku bukan hanya marah, Sebastian. Aku bingung. Sangat bingung." Elena mencengkeram foto itu erat-erat. "Kenapa kau ada di sana malam itu? Ceritakan semuanya."

"Aku masih berusaha menyusun potongan kebenarannya. Tapi akan kuceritakan apa yang aku tahu." Sebastian menatapnya lekat. "Saat itu aku baru berusia lima belas tahun. Ayahku membawaku ke pertemuan itu. Aku belum cukup dewasa untuk memahami sepenuhnya apa yang sedang mereka bicarakan."

"Lalu kenapa ada fotomu?"

"Setelah perjanjian selesai, kedua keluarga berfoto bersama. Itu saja."

Elena kembali menatap foto itu. "Jadi saat itu kau sudah tahu ada pembicaraan tentang pernikahan?"

"Ada pembicaraan tentang kemungkinan ikatan di masa depan. Tapi bukan pernikahan yang seperti sekarang ini."

"Termasuk aku?"

"Ya."

Jantung Elena berdegup kencang. "Jadi sejak dulu... namaku sudah disebutkan di antara mereka?"

Sebastian mengangguk perlahan. "Benar."

Elena mundur selangkah, seolah baru saja menyadari bahwa seluruh hidupnya memang sudah direncanakan jauh sebelum ia menyadarinya. "Kenapa aku? Apakah ayahku... menjualku?"

"Jangan berpikir begitu."

"Lalu bagaimana lagi aku harus berpikir?" Suaranya mulai meninggi. "Aku hidup tanpa tahu apa-apa, tiba-tiba menikah dengan pria yang hampir tidak kukenal, lalu mengetahui bahwa semuanya sebenarnya sudah diatur sejak bertahun-tahun lalu. Dan sekarang aku tahu kau bahkan sudah ada di sana sejak awal!"

Sebastian berdiri. "Elena, dengarkan aku.."

"Jangan mendekat." Elena mundur lagi, matanya berkaca-kaca. "Untuk pertama kalinya aku ingin tahu tentang hidupku sendiri, tapi rasanya aku justru semakin menjadi orang asing di dalamnya."

1
MomRea
lanjut Thor... makin penasaran 😊
mauza
next😘😘😘😘😘
mauza
up
mauza
ditunggu upnya thor 😘😘
mauza
next
mauza
nah kan..
...tp trus lanjuuut💪💪😘😘
mauza
pinisirin ttp lanjut
mauza
up
mauza
😘😘😘😍😍😍/Rose//Rose//Rose//Rose/
mauza
lanjut trussss💪💪
mauza
lanjut kk
mauza
hati" dan ttp semangat
mauza
next
mauza
up
mauza
/Determined//Determined//Determined//Determined/
mauza
next😘😘
mauza
lanjutkan thorrr👍😘😘
mauza
up
mauza
lanjuttt👍💪
mauza
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!