Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Ibu Tiri / Ruang Ajaib
Popularitas:27k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Seorang wanita cerdas dengan sejuta keahlian, yang tidak pernah takut dengan apapun, bahkan dengan kematian sekalipun. Bagaimana jadinya saat jiwa nya tiba-tiba terbangun di tubuh Aleta Volis, seorang wanita bangsawan dengan reputasi paling busuk di seluruh kekaisaran.

Marquez Liam Volis, seorang Jendral Perang sekaligus penguasa wilayah Volis yang terkenal dingin, kejam di medan pertempuran, dan memiliki prinsip hidup yang keras. Bagi Liam, hidup hanyalah soal tugas, pedang, dan darah, dia tidak punya waktu ataupun ruang di hatinya untuk urusan cinta.

"Kau berubah, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?" tanya Liam, dingin.

"Oh ayolah suami ku, apa pantas pernyataan itu kamu tunjukkan pada istri mu ini," jawab Aleta, tersenyum miring, merapikan kerah pakaian Liam.

Mampukah Liam mempertahankan prinsipnya, atau justru dia bertekuk lutut dan menyerahkan seluruh hidupnya pada wanita yang tadinya paling dia benci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PERTEMUAN PERTAMA

Selama tiga bulan ini, Aleta tidak hanya mengubah kebun belakang menjadi sumber kekayaan baru, tapi ia juga berhasil merebut hati Julian sepenuhnya

"Bu! Bu, lihat ini!" teriak Julian sambil berlari kencang dari arah kebun belakang menuju ruang tamu.

Bocah berusia enam tahun itu kini tampak jauh lebih sehat, berbinar, dan pipinya berisi.

"Jangan lari-lari, nanti jatuh. Ada apa?" tanya Aleta tenang.

Julian berhenti di depan Aleta dengan napas terengah-engah, membawa sekeranjang penuh stroberi segar ukuran besar yang baru saja dia petik.

"Stroberi di kebun sudah bisa dipanen semuanya! Ukurannya besar-besar sekali, manis!" ucap Julian antusias.

Tak

Aleta meletakkan cangkir teh nya, lalu tersenyum tipis melihat hasil kerja keras mereka selama tiga bulan ini.

"Bagus! Klau begitu, simpan sebagian untuk kita makan, sisanya besok pagi kita bawa ke pasar kota untuk dijual," ucap Aleta, mengelus lembut kepala Julian.

"Baik, Bu!" jawab Julian penuh semangat.

"Jangan terburu-buru begitu, Julian, tarik napas mu dulu," ucap Aleta terkekeh pelan melihat bocah itu yang masih terengah-engah.

Julian menyeka keringat di dahinya dengan punggung tangan, lalu nyengir lebar.

"Aku senang banget, Bu! Rasanya seperti mimpi bisa lihat stroberi selebat ini tumbuh di tanah kita," jawab Julian dengan mata berbinar-binar.

Aleta berdiri dari kursinya, berjalan mendekati keranjang yang dibawa Julian, lalu mengambil satu buah stroberi merah ranum berukuran besar, mencium aromanya sejenak sebelum menggigitnya sedikit.

"Hmm, manisnya pas," gumam Aleta, puas.

"Ini semua juga berkat kerja keras kamu yang rajin menyiram tanaman tiap pagi," puji Aleta pada Julian.

"Aku kan ingin membantu Ibu!" jawab Julian bangga, memeluk keranjang itu erat-erat.

"Oh iya, Bu, apa nanti kita harus pergi diam-diam ke pasar kota? Takutnya kepala pelayan Mira atau pelayan yang lain ngadu ke penjaga gerbang," tanya Jualin, penasaran.

Mendengar nama Mira disebut, sudut bibir Aleta langsung terangkat membentuk senyuman miring yang berbahaya.

"Berani-beraninya mereka mengadu," desis Aleta santai namun tajam.

"Sejak hari pertama aku membanting kepala pelayan itu, mereka bahkan tidak berani menatap mataku kalau berpapasan," ucap Aleta tersenyum miring.

"Benar, sekarang semua pelayan takut sama ibu, beda banget sama dulu waktu Ibu masih suka marah-marah," seru Julian polos.

"Memang seharusnya begitu," ucap Aleta menyilangkan tangan di dada.

"Daripada kita sibuk menggosip, lebih baik kita manfaatkan waktu untuk menyiapkan hasil panen yang lain, besok pagi-pagi sekali, kita langsung berangkat ke pasar ibu kota," ucap Aleta, tidak kalah semangat nya dengan Julian.

"Baik, Bu! Aku ikut ya ke pasar?" pinta Julian dengan mata memohon, menatap Aleta penuh harap.

Aleta menatap bocah itu sejenak, lalu mengangguk pelan.

"Boleh, biar kamu tahu bagaimana cara berbisnis dan melihat dunia luar," jawab Aleta, tersenyum lembut.

"Horeee!" seru Julian kegirangan sambil melompat-lompat kecil di lantai ruang tamu.

Brak

"S-salam Marchiones, pasukan Marquez telah kembali," ucap salah satu penjaga dengan nafas memburu.

Mendengar ucapan kesatria itu, Aleta langsung menegak kan tubuhnya.

Kalau biasanya Aleta asli akan bertingkah manja, kini Aleta dengan jiwa Arina, memiliki Aura bangsawan yang kuat dan terlihat sangat anggun dan elegan.

"A-ayah kembali?" cicit Julian pelan.

"Ayo Julian kita ke depan," ucap Aleta mengandeng tangan Julian.

"Mari kita lihat seperti apa suami ku itu, ku harap tidak mengecewakan," batin Aleta tersenyum miring.

Aleta menggenggam tangan kecil Julian,

begitu tiba di depan pintu utama, pemandangan di luar langsung tersaji dengan jelas.

Puluhan prajurit tampak berbaris rapi di halaman luas, dan di barisan paling depan, sesosok pria tinggi, tegap, berdiri dengan pakaian militer kebesaran yang sedikit kotor

Pria itu adalah Marquez Liam Volis, sang Jendral Perang yang baru saja pulang.

"Selamat datang kembali di rumah, Jendral," suara Aleta memecah keheningan di antara para prajurit.

Liam menghentikan langkahnya, lalu mendongak menatap ke arah pintu utama.

Sepasang mata tajam milik sang Jendral langsung bertemu pandang dengan mata elang Aleta, tidak ada sapaan hangat atau pelukan rindu seperti pasangan suami istri pada umumnya, yang ada justru tatapan menyelidik dan penuh kecurigaan dari Liam, dibalas dengan senyuman miring penuh percaya diri oleh Aleta.

Liam menyipitkan matanya, mengedarkan pandangan dari ujung kepala hingga kaki wanita yang berdiri di hadapannya itu, ada sesuatu yang sangat berbeda dari Aleta. .

"Kau..." desis Liam berat, suaranya terdengar begitu dingin dan mengintimidasi.

"Apa yang sedang kamu rencanakan?" tanya Liam, dingin.

Bukan nya takut, justru Aleta terkekeh pelan, lalu melangkah maju, berdiri tegak tepat di hadapan suaminya tanpa menunjukkan rasa takut sedikit pun, sementara Julian mengikutinya dari belakang sambil bersembunyi di balik tubuh Aleta.

Liam menatap tajam ke arah istrinya, sorot matanya bagai elang yang sedang mengawasi mangsa, nya.

Pia berbadan tegap itu sama sekali tidak percaya dengan perubahan drastis yang ditunjukkan oleh wanita di hadapannya ini.

"Merencanakan sesuatu?" ucap Aleta mengulang pertanyaan suaminya.

"Jendral Liam Volis yang terhormat, suamiku tersayang, bukannya memberi salam pada istrimu yang sudah tiga bulan mengurus rumah dan anakmu ini, kau malah langsung menuduhku macam-macam?" ucap Aleta, menatap dalam mata tajam Liam.

Aleta sedikit pun tidak takut menghadapi aura membunuh yang dipancarkan oleh seorang jendral perang di depan nya itu, di dunia lamanya sebagai agen rahasia, pria seperti Liam ini sudah sering dia temui.

Liam mengerutkan keningnya, rahangnya mengeras, biasanya, jika dia menatap atau berbicara dengan nada dingin seperti itu, Aleta pasti sudah gemetar ketakutan, menangis histeris, atau berlari ke kamarnya.

Tapi wanita di depannya sekarang? Matanya sangat dingin, yang membuat Liam merasa tertohok.

"Berhenti bermain-main dengan ku Aleta, biasanya kamu akan mengeluh minta uang tambahan atau mengamuk karena baju mewah mu kotor," ucap Liam dengan suara berat dan dingin.

"Manusia itu bisa berubah, Jendral, terutama setelah hampir mati kesusahan karena ulah mantan istri bodoh mu yang dulu," jawab Aleta telak, sengaja memancing reaksi suaminya.

Julian yang bersembunyi di balik tubuh Aleta langsung menelan ludah dengan susah payah, jantung bocah itu berdegup kencang karena takut sang ayah akan marah besar mendengar cara bicara ibunya yang begitu berani pada seorang jendral.

Beberapa prajurit di belakang Liam bahkan ikut menahan napas, mereka saling berpandangan karena mengira nyonya besar mereka sudah kehilangan akal sehatnya.

Namun, alih-alih meluapkan amarah, Liam justru langsung pergi dari sana.

"Seno ikuti aku!" perintah Liam pada asisten pribadi nya.

"Baik, Marquez," jawab Seno, tegas.

1
Tiara Bella
Aleta dilawan ya km kalah lah lady sera....
Septi Wijaya
Aleta tiada lawan donggg😍
IG : hofi03_skrniii: rawww🫦
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
jadi makin penasaran sama liam 🤔🤔🤔😅😅😅
IG : hofi03_skrniii: ikuti terus cerita mereka biar gak ketinggalan 😚
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud up pagi"ya thor🙏🙏🥰🥰
Septi Wijaya
ish ish jenderal liam ini... katanya kismin kok punya banyak koin emas.... bohhong yaaaa😬
IG : hofi03_skrniii: mulai-mulai😆
total 1 replies
Tiara Bella
kena menta pastinya si lady serra....
Anbu Hasna
Garel atau Geral?
Septi Wijaya
yg ada serra justru akan makin dipermalukan di acara sendiri 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
ngomongin jiwa modern, apa gak bikin liam makin penasaran 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
julian itu anak kandung liam apa bukan kak? gak pernah ada cerita sebelumnya, bahkan ibu kandung julian juga. apa aq yg gak merhatiin cerita sebelumnya ya?? 🤔🤔🤔
miss blue 💙💙💙: sipp kak 👍👍👍
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
kok aq curiga liam itu kaisar atau putra mahkota kekaisaran, mungkin dia di angkat anak oleh marques volis sebelumnya 🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
jiwa modern🤔🤔🤔🤔 pasti Liam mikir🤣🤭🤭
kaylla salsabella
sombong itu wajib🤣🤣🤭🤭🤭
kaylla salsabella
la itu tahu kamu garel
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"nya🙏🙏😍😍☕️☕️
IG : hofi03_skrniii: kembali kasih sayangggg🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
kenapa jadi gariel mondar-mandir🤣🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut thor
Ita Xiaomi
Lady Serra lg mengundang bahaya.
IG : hofi03_skrniii: minta di cincang dia kak😁
total 1 replies
Tiara Bella
Aleta membalas wanita gila itu dengen tenang dan cantik....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!