Indonesia
NovelToon NovelToon
Mencari Pasangan Surga

Mencari Pasangan Surga

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Tamat
Popularitas:622.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nirwana Asri

Hallo, isi novel ini bukan novel religi ya jadi jangan berspekulasi dulu. Baca dari awal sampai akhir ya 😘 Jangan lupa subscribe

***

Sore itu Sofia berniat memberikan kejutan ulang tahun pada kekasihnya. Akan tetapi dia malah mendapat kejutan dari Leo. Laki-laki itu ketahuan berselingkuh dengan seorang wanita yang tak dikenal.

Setelah putus dengan Leo, David mendekati Sofia. Laki-laki yang satu profesi dengannya itu sudah lama mengincar Sofia.

Akankah dapat mendapatkan hati Sofia dengan mudah? Ataukah Sofia malah menutup diri setelah patah hati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak sengaja bertemu

Hari ini Sofia tidak melihat David di rumah sakit. Lalu dia mengecek jadwal praktek dokter rumah sakit melalui komputer. "Owh, hari ini jadwalnya libur," gumam Sofia.

Hari-hari Sofia terasa sepi tanpa kehadiran David. Biasanya dia yang selalu mengganggu seperti lalat. Tapi tidak melihat batang hidungnya sehari saja perasaan Sofia menjadi resah.

Kebetulan Sofia melihat istri adiknya di kantin. Dia pun menghampiri Dokter Safa. "Apakah Willa ada kegiatan tambahan hari ini? Aku ingin mampir ke rumah kalian, apa boleh?" tanya Sofia meminta izin pada istri Zidan.

"Tentu saja, nanti datanglah ke rumah." Sofia mengangguk paham.

Sementara itu, David yang libur kerja sedang mengunjungi makam ibu kandungnya. Hampir setiap sebulan sekali dia datang untuk mendoakan ibunya di depan makam.

David turun dari mobil dengan menggunakan kaca mata hitamnya. Postur tubuhnya tegap dan badannya yang kekar membuat laki-laki itu terlihat berwibawa saat berjalan. Dia membawa seikat bunga untuk dipersembahkan pada ibunya.

David mulai berjongkok lalu meletakkan bunga itu di atas pusara. "Ma, aku datang. Bagaimana kabarmu?" David bicara di depan nisan ibunya sebelum berdoa.

Makam yang sudah lebih dari dua puluh lima tahun itu masih bagus dan terawat. Itu karena David rajin membersihkannya setiap kali datang. Tak hanya itu dia juga membayar orang untuk mengurus makam ibu kandungnya.

Hampir setengah jam dia berada di depan makam ibunya. Akhirnya David pun berdiri dan meninggalkan area pemakaman tersebut.

"Pak David," sapa pengurus makam. David memberikan sejumlah uang untuk laki-laki tua itu. "Ada uang sedikit untuk bapak. Kalau boleh saya minta tolong rawat makam ibu saya." Laki-laki yang sudah beruban itu mengangguk paham.

David masuk ke dalam mobilnya. Dia tidak bekerja hari ini jadi tidak ada kegiatan apapun sekarang. David berpikir dia bisa menghabiskan waktu bersama keponakannya. Tapi sebelum ke rumah kakaknya David membeli mainan untuk Willa terlebih dahulu.

"Mainan apa yang cocok untuk anak perempuan?" Tanya David pada salah seorang pelayan toko. Kemudian pelayan itu mengambil satu set mainan es krim yang lengkap. "Saya rasa anak Anda akan menyukai mainan ini?"

"Benarkah aku setua itu? Apa aku memang sudah pantas untuk memiliki seorang anak?" Pikir David.

Setelah membayar mainan tersebut dia bergegas menuju ke rumah Safa. David ingat kalau jam segini Willa pasti sudah pulang sekolah.

"Willa uncle David datang," seru David ketika baru menginjakkan kaki di rumah kakaknya.

Willa berlari ke pelukan pamannya itu. "Apa uncle bawa oleh-oleh untukku?" tanya Willa. Dia melihat David memegang sebuah paper bag di tangannya. Udah tersenyum lalu dia menyerahkan paper bag tersebut kepada keponakannya. "Ini untuk kamu, bukalah!"

Willa sangat antusias ketika membuka isi paper bag tersebut. Namun, saat mengetahui isinya wajahnya tampak kecewa. "Kenapa?"

"Aku sudah punya mainan ini." David jadi merasa bersalah pada anak kecil itu. "Bagaimana kalau kamu ikut uncle ke toko mainan nanti di sana kamu bisa pilih sendiri mainan yang kamu inginkan," usul David. Bila menganggukkan kepalanya cepat.

Sayangnya ketika mereka akan memasuki mobil di luar sedang hujan lebat. Wajah Willa kembali ditekuk.

David pun berjongkok menyamakan tinggi badannya dengan anak itu. "Nanti kita beli jika hujan sudah reda," bujuk David. Willa menganggukkan kepalanya.

"Good girl." David mengusap kepala anak kecil itu.

Setelah itu dia menemani Willa bermain di dalam rumah. Tidak lama kemudian seseorang menekan bel dari luar. David pun berjalan menuju ke depan untuk membukakan pintu.

"Anda di sini, Dok?" Tunjuk Sofia. David mengulas senyum lebar. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Wanita yang diharapkan ternyata datang sendiri untuk menghampirinya. "Kita benar-benar berjodoh."

"Saya tidak tahu kalau dokter akan main ke sini."

"Bukankah anda merindukan saya hari ini hingga membuat alasan untuk mengunjungi Willa?" Tuduh David.

"Astaghfirullahaladzim, fitnah dok." Entah kenapa David merasa kecewa ketika Sofia menyangkal kalau dia merindukannya.

"Kenapa setiap kali saya bertanya anda tidak pernah menjawab dengan kata iya? Bukankah menyenangkan hati orang lain juga termasuk pahala?" David mengerucutkan bibirnya.

"Anda benar dok. Menyenangkan orang lain memang bisa mendapatkan pahala tapi caranya dilakukan dengan benar. Bukankah berbohong itu tidak dibenarkan?" Sofia tidak setuju dengan pendapat David.

"Saya datang ke sini karena saya merindukan Willa. Selain itu saya dapat pesan dari Dokter Sofia kalau dia dan suaminya akan pulang terlambat karena mereka akan menghadiri suatu acara," terang Sofia panjang lebar agar David tidak salah paham padanya.

"Baiklah saya mengalah. Mungkin saya yang terlalu besar kepala." David mengangkat kedua tangannya layaknya orang yang sedang ditodong senjata api. Sofia mengulas senyum tipis di wajahnya.

"Apa sekarang saya boleh masuk? Di luar lumayan dingin," kata Sofia.

"Oh, maafkan saya." David merasa tidak enak karena menahan Sofia di depan pintu.

Sofia menyapa keponakannya. "Assalamualaikum anak cantik," sapanya dengan lembut.

Willa tersenyum pada kakak dari ayah sambungnya itu. "Waalaikumsalam bibi Sofia yang cantik," jawab Willa.

Kemudian Sofia ikut duduk di sebelah Willa. "Kamu sedang main apa?" tanya Sofia. Dia ingin lebih akrab dengan anak kecil yang belum lama resmi menjadi keponakannya itu.

"Sedang main lego, Bibi."

"Kamu sudah makan apa belum? Bibi bawakan cake coklat untuk kamu." Sofia menyadarkan sekotak kue yang dibawa dari toko ibunya.

Mata Willa langsung berbinar, dia pun berinisiatif mengambil piring kecil dan sebuah sendok garpu dari dapur.

Prank

Suara pecahan piring membuat David dan Sofia berlari ke sumber suara. Karena tidak sampai ketika akan mengambil piring Willa tidak sengaja menjatuhkannya.

"Apa kamu tidak apa-apa sayang?" Tanya Sofia yang tampak khawatir.

Willa menunjukkan kakinya yang terkena pecahan beling. Lalu David menggendongnya. Sofia mencari obat di kotak obat yang ada di dapur. Setelah itu Sofia dengan telaten mengoleskan obat ke kaki Willa yang terluka.

"Aw..." Willa memekik ketika merasakan perih di kakinya. Sofia kemudian meniup bagian yang sakit. Pandangan mata David sedari tadi tidak mau lepas dari Sofia.

Setelah selesai mengobati Willa, Sofia tak sengaja melihat David terus memperhatikan dirinya. Dia jadi merasa canggung. "Bisakah anda mengarahkan mata anda ke obyek lain?" Sindir Sofia.

David menarik ujung bibirnya. "Aku rasa tidak ada pemandangan indah yang cocok dilihat selain wanita yang ada di hadapanku."

Ucapan David sungguh membuat Sofia malu. Apalagi Willa jelas-jelas mendengarnya.

1
Visitor5833
bagus
Visitor5833
bagus
sherly
mantullll pak dokter bisa banget buat Sofia mumet
sherly
ya ampun dokter david
Sri Handayani
ceritanya seru
Ita rahmawati
weh udh ngakuin aja si lidya,,jgn² diem² mereka udh jadian 🤗
Ita rahmawati
halah si erik lebai,,cuma liat kiss nys aksa sekilas aja trus dijauhin 🙄🙄🙄
Ita rahmawati
asal mangap aja tuh mulut si fabian 🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣🤣
Ita rahmawati
ambil ambil nti nyesel 🙄🙄
Ita rahmawati
pak duda pinter modusin buat anaknya 😅😅
Ita rahmawati
jodohnya fabian nih baru muncul
Ita rahmawati
bengek si aksa 🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣🤣
Ita rahmawati
eh knp ibu sm adek nya mati 😭😭😭
Ita rahmawati
knpa juga hrus ad yg denger,,basing aj sih ngomongnya gk liat tempat 🤭
Ita rahmawati
kn anaknya
Ita rahmawati
pasti ank erik
Ita rahmawati
kirain lupa sm sepedanya 😅
Ita rahmawati
ada aja yg jahat ya 😔😔
Ita rahmawati
april 🥺🥺
Ita rahmawati
kan bisa berantem ngapa gk digibeng aj tuh buapak yg gk ad akhlak itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!