Alina Anastasya gadis cantik berumur 23th yang sedang menempuh pendidikan di luar kota tiba tiba orang tuanya menghubungi nya untuk cepat pulang.
"hallo Alin ini ibu cepat kamu pulang kakak mu sedang kritis" mendengar ibunya yang sangat panik
"hallo ibu ada apa bicara pelan pelan kak Andin kenapa Bu?"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adca_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 33
Tio sangat senang sekali karena baru pertama kali ini Alina menunjukkan rasa cemburunya.
"Apa kamu mau kita pindah tempat makan nya sayang kalau kamu gak nyaman"ucap Tio
"Gak usah! Ayo kamu pasti sudah lapar mas,tapi kamu juga jangan liatin mereka"
"Oke mas akan tutup mata berarti kamu harus gandeng mas,karena mas takut jatuh"
"Gak gitu juga mas,ayo udah jalan" Tio ingin sekali tertawa melihat ekspresi wajah Alina yang kesal
"Hey Alina tumben pagi pagi sekali kamu udah disini"sapa Devi
"Aku di anterin mas Tio jadi pagi pagi kesini nya,kamu tumben pagi pagi udah nongkrong di kantin"jawab Alina
"Perut aku lapar Alina dirumah gak ada yang masakin ya udah pagi pagi gue kesini,kalian mau makan juga?"
"Iya iyalah ke kantin mau makan mau apa lagi Devi"
"Sewot amat marimar kamu kenapa? Ayo kak duduk disini aja gabung bareng aku"ucap Devi
"Terimakasih"ucap Tio
"Kenapa pagi pagi wajah kamu kusut seperti itu Alina"tanya devi
"Udah kamu diem aja! tunggu sebentar disini mas" tidak lama Alina membawa nampan untuk sarapan tio
Tio tidak melirik kemanapun meskipun mahasiswa disana melihat padanya ia buru buru menghabiskan sarapan nya.
"Sayang mas harus pergi sekarang,kamu baik baik ya pulang nanti mas jemput lagi kalau kamu lebih dulu pulang tunggu mas yang jemput jangan pulang sendiri mengerti"ucap Tio
"Iya aku mengerti kamu juga hati hati dijalan nya mas"
Tio mengusap rambut Alina,apa apaan dia ngusap rambut gue semakin menjadi pusat perhatian aja tapi gapapa gue seneng biar semua tau itu calon suami gue ucap batin Alina dengan bangga nya.
"Kenapa Lo senyum senyum?"tanya Devi
"Gapapa ayo kita ke kelas"jawab Alina
"Dia so sweet banget ya Lin gue lagi ngebayangin gue punya cowok kayak dia"
"Awas aja Lo bayangin muka calon suami gue"
"Mana berani mahasiswi yang liatin cowok Lo aja,Lo kayak mau menerkam mereka Alina"
"Kalau perlu gue colok matanya satu satu biar gak jelalatan"
"Wih wih sadis amat,perasaan dulu waktu pacaran sama Aryan gak gini deh meskipun Aryan banyak penggemarnya"
"Gue gak mau diam lagi kalau punya gue ada yang mengusik nya liat aja"
"Serem amat Alina,eh tumben Lo di anterin gak bawa mobil sendiri?"
"Tau ah semenjak kejadian kemarin Tio semakin protektif gak boleh bawa mobil sendiri"
"Ahhhh Alina gue semakin ingin punya calon suami kayak gitu,kamu beruntung sekali"
"Udah diem sebentar lagi kelas di mulai"
Alina dan Devi mengikuti kelas dengan tenang memerhatikan dosen meskipun sesekali Devi menguap karena pusing apa yang dijelaskan dosen,Alina yang sedang fokus sedang mengerjakan tugas nya tiba tiba Debi memanggil nya
"Alina hey apa kamu punya permen? mata ku dari tadi gak bisa fokus ngantuk terus"tanya Devi
"Kamu ini makannya jangan begadang terus" sambil mencari dari dalam saku dan Alina menemukan permen dan memberikan pada Devi
Alina kembali fokus pada laptopnya sampai pembelajaran berakhir juga,Alina membereskan semuanya dan ke luar bersama Devi
"Akhirnya ke luar juga mataku sudah tidak bisa di ajak fokus"ucap Devi
"Kebiasaan"
"Ngomong ngomong kamu mau pulang naik apa Alina?"
"Aku gak tau mas Tio sudah aku hubungi tapi belum juga dibaca,mungkin dia lagi sibuk"
"Ayo kita ngopi aja di cafe sebrang"
Alina mengikuti Devi sambil sesekali melihat hp nya semoga Tio cepat membalas pesan nya karena Alina sudah sangat ingin pulang,setelah sampai di cafe Devi memesankan coklat panas kesukaan Alina dan untuk dirinya memesan kopi.
"Oh ya, pernikahan kamu sudah sampai mana Alina?"tanya Devi
"Kemarin baru fitting baju,Minggu ini prewed Dev kamu mau ikut?"jawab Alina
"Gue gak mau jadi toping dunia untuk Lo" dan Alina tertawa mendengar celetukan devi
"Memang nya kenapa gue gak akan ngapa-ngapain sama mas Tio juga"
"Iya gak ngapa-ngapain tapi perlakuan calon suami Lo bikin sekitar nya iri Alina"
"Padahal seru loh kita mau ke pantai biar sekalian Lo cari pasangan siapa tau ko ketemu bule cakep disana"
"Bisa ae Lo Alina,oke nanti gue pikirin dulu mau rebahan atau ikut Lo jalan jalan"
"Ini kenapa ya mas Tio gak balas balas pesan aku,kalau gak bisa jemput aku mau naik taksi online aja deh"
"Apa gak mau nunggu sebentar lagi Alina?"
"Enggak Dev gue gak mau kemaleman lagi,gue pesen taksi online aja"
Tak lama taksi online pun datang Alina langsung bergegas pamitan pada Devi dan ia langsung naik ke mobil karena takut kemaleman dijalan.
Perjalanan yang cukup panjang karena bersamaan dengan orang orang yang pulang kerja jadi perjalanan nya lumayan menyita waktu karena macet, akhirnya sampai juga badanku sudah sangat lelah.
"Kamu udah sampai sayang?"tanya mamah Lia karena hari ini Ezra sudah berada di rumah orang tua nya
"Iya mah cape banget,Alina ke kamar dulu mau bersih bersih
"Ya sudah kamu istirahat aja,kalau kamu mau makan sudah mamah angetin"
"Iya mah terimakasih"
Alina pergi ke kamar nya dan langsung mandi setelah mandi Alina merebahkan tubuhnya dan tidak terasa ia ketiduran, sampai hp nya berbunyi berkali kali tapi tidur Alina begitu lelap tidak terusik sedikit pun sampai di tengah malam Alina merasa perutnya lapar sekali.
Lagi enak enak tidur kenapa ini perutnya menganggu tidur nya,dengan malas Alina turun ke bawah dan memikirkan makan apa yang enak enak malam malam,tapi pikiran nya pada mie instan sepertinya enak malam malam tapi Alina dikejutkan dengan seseorang yang sedang berdiri memunggungi Alina.
"Hey kamu siapa?"tanya Alina dan Tio menolah pada Alina
"Loh mas kamu sedang apa disini malam malam?"
"Lagi ngambil minum,kamu mau apa ke dapur?"tanya Tio
"Aku laper mau makan"Alina berlalu mengambil mie instan nya
"Kan mas udah bilang kalau malam jangan makan mie instan terus sayang"
"Biarin aja aku lagi pengen makan mie'
"Maafin aku sayang tadi aku lupa ngehubungi kamu kalau mas ada meeting mendadak"
"Gapapa toh aku juga udah ada dirumah ini"
"Jangan marah,mas benar benar lupa"
"Enggak,aku gak marah awas aku mau masak mie mas"
"Kamu duduk aja biar mas yang masakin mie nya"
Alina sudah tidak ingin berdebat ia kembali duduk dan melihat Tio memasak mie untuk dirinya,jika Alina yang memasak ia hanya memasak mie dan telor tapi lihat kalau Tio yang memasak nya mie dan sayur sayuran sudah ada dalam mangkuk nya.
"Kenapa mie nya jadi rame gini mas?"tanya Alina
"Gapapa itu bagus untuk kamu sayang"
Alina tidak protes lagi,ia memakan mie nya dan melihat Tio tidak kembali lagi ke kamar nya malah terus melihat Alina makan.
"Kenapa mas gak kekamar lagi?"
"Gapapa aku nungguin kamu aja disini"
"Ini udah malam mas,sana kamu istirahat aja"
"Sayang sepertinya mie nya enak apa boleh aku minta"Alina melihat pada mie nya memang begitu menggoda
"Kenapa mas gak sekalian masak aja buat mas"
"Tapi mas mau kamu nyuapin mas"
Akhirnya Alina menyuapi Tio,ini sebenarnya siapa yang lapar kenapa mie nya habis oleh dirinya apa laper atau doyan sih.