Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Istri Yang Tak Pernah Dicintai

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:660.5k
Nilai: 4.7
Nama Author: gigiwww

Alya terbangun di tubuh Sabrina—seorang wanita hamil yang dibenci suaminya sendiri. Dalam novel yang pernah ia baca, Sabrina akan mati tragis setelah melahirkan.

Kini hidup sebagai Sabrina, Alya berusaha mengubah takdirnya dan menjauh dari Leon, suami dingin yang tak pernah mencintainya. Namun semakin ia mencoba pergi, semakin Leon mulai memperhatikannya.

Di balik kebencian, perlahan tumbuh rasa yang tak seharusnya ada. Tapi apakah cinta bisa lahir dari hubungan yang sejak awal dipenuhi luka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 — Perasaan yang Tidak Nyaman

Malam di Roma terasa tenang.

Lampu-lampu kota terlihat indah dari balkon apartemen kecil Alya. Angin malam bertiup lembut membawa aroma bunga lavender dari pot kecil di sudut balkon.

Di dalam kamar, Liora akhirnya tertidur pulas setelah terlalu lelah bermain seharian bersama Leon.

Anak kecil itu bahkan tidak mau melepas tangan Leon sampai benar-benar mengantuk.

“Mimo juga ngantuk…” gumamnya sebelum tidur.

Dan sekarang suasana apartemen mendadak jauh lebih sunyi.

Alya berdiri di dapur kecil membuat teh hangat sementara Leon duduk di ruang tengah memperhatikan sekeliling rumah.

Rumah ini sederhana.

Namun terasa hidup.

Sangat berbeda dengan mansion Ardian yang besar dan dingin.

Alya membawa dua cangkir teh lalu duduk di sofa seberang Leon.

“Ini.”

“Thanks.”

Beberapa detik mereka hanya diam.

Canggung.

Karena sudah terlalu banyak hal terjadi di antara mereka.

Dan terlalu banyak hal yang belum pernah benar-benar dibicarakan.

“Liora anak yang baik,” ujar Leon pelan sambil menatap cangkir tehnya.

Alya tersenyum kecil.

“Iya. Dia terlalu baik malah.”

Tatapan Leon perlahan terangkat.

“Kamu ngebesarin dia sendirian selama tiga tahun.”

Alya terdiam sesaat sebelum mengangguk kecil.

“Awalnya susah.”

Ia tertawa kecil samar.

“Bahkan aku nggak tahu cara ganti popok waktu pertama kali.”

Leon tanpa sadar ikut tersenyum tipis membayangkannya.

“Saat dia sakit pertama kali aku panik sampai nangis,” lanjut Alya pelan. “Dan waktu dia mulai belajar jalan… aku takut dia jatuh terus.”

Tatapan Alya perlahan melembut saat membicarakan putrinya.

“Liora jadi alasan aku bertahan hidup.”

Kalimat itu membuat dada Leon terasa sesak.

Karena selama tiga tahun…

Sabrina menjalani semua itu tanpa dirinya.

“Alya…”

Wanita itu menatap Leon perlahan.

Dan untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu lagi, tidak ada kemarahan di wajahnya malam ini.

Hanya rasa lelah.

“Kenapa baru sekarang?” tanyanya lirih. “Kenapa baru sekarang kamu peduli?”

Pertanyaan itu membuat Leon membeku.

Karena bahkan dirinya sendiri sulit menjawabnya.

Dulu ia terlalu sibuk menyangkal semuanya.

Menganggap pernikahan mereka hanya tanggung jawab.

Menganggap Sabrina akan selalu ada apa pun yang ia lakukan.

Sampai akhirnya wanita itu benar-benar pergi.

“Aku nggak tahu,” jawab Leon jujur pelan.

Tatapan matanya terlihat jauh lebih rapuh dibanding biasanya.

“Mungkin karena aku baru sadar setelah kehilangan.”

Suasana kembali hening.

Alya menunduk kecil.

Kalau ini Sabrina yang dulu…

Mungkin wanita itu sudah menangis bahagia mendengar kalimat tersebut.

Namun sekarang semuanya berbeda.

“Aku pernah sangat mencintai kamu,” bisik Alya pelan.

Leon langsung menatapnya.

“Bahkan waktu semua orang bilang aku bodoh karena bertahan… aku tetap milih kamu.”

Mata Alya mulai berkaca-kaca samar.

“Tapi lama-lama capek juga mencintai sendirian.”

Dan kalimat itu menghantam Leon jauh lebih keras dibanding kemarahan apa pun.

Karena ia tahu…

Sabrina memang mencintainya sebesar itu.

Namun dirinya tidak pernah benar-benar melihatnya.

Tiba-tiba suara bel apartemen berbunyi.

Alya langsung berdiri.

“Sebentar.”

Leon memperhatikan wanita itu berjalan menuju pintu.

Tak lama kemudian terdengar suara pria dari luar.

“Alya, aku bawain roti yang tadi kamu pesan.”

Leon langsung mengernyit samar.

Seorang pria tinggi berambut coklat terang masuk sambil membawa kantong kertas. Wajahnya tampan dengan aura hangat khas pria Eropa.

Begitu melihat Leon duduk di ruang tengah, pria itu terlihat sedikit terkejut.

“Oh, sorry. Aku ganggu?”

Alya langsung menggeleng cepat.

“Nggak kok.”

“Liora udah tidur?”

“Iya.”

Pria itu tersenyum lembut.

“Syukurlah dia udah sehat.”

Leon memperhatikan interaksi mereka diam-diam.

Dan entah kenapa…

Dadanya mulai terasa tidak nyaman.

“Alya, ini siapa?” tanya Leon akhirnya dingin.

Pria itu langsung mengulurkan tangan sopan.

“Bastian. Teman Alya.”

Leon menatap tangan itu beberapa detik sebelum akhirnya menjabat singkat.

Tatapan keduanya langsung bertemu.

Dan entah kenapa suasana mendadak sedikit tegang.

“Bastian banyak bantu aku waktu pertama pindah ke Roma,” jelas Alya pelan.

“Begitu.”

Jawaban Leon terdengar datar.

Namun aura dingin pria itu langsung terasa jelas.

Bastian tampaknya menyadarinya, tetapi tetap tersenyum santai.

“Alya sama Liora udah kayak keluarga buat aku.”

Kalimat itu membuat rahang Leon langsung menegang samar.

Keluarga?

Tatapan Leon tanpa sadar jatuh pada Alya.

Dan untuk pertama kalinya sejak datang ke Roma—

Ia merasakan sesuatu yang sangat tidak ia sukai.

Cemburu.

1
Umi Fitriani
semangat thorr
Minah Minah
seru banggat
T Sa
trus ..nasib si anak sma gimana ya?
T Sa
pertanyaanku..

sejak kapan si leo tau dg nama alya bukan sabrina🤣🤣
Minah Minah
lanjut kan
Afrilho
kok mami Leon bingung gitu yah!! bukannya keluarga Leon tau kalau pada saat itu Sabrina dah hamil besar bukannya Sabrina saat itu baru aja cek kehamilan dan tau jenis kelamin anaknya?Kok kayak yg kaget gitu tau kalau liira anak Leon.
Afrilho
Maaf Thor bukannya Mami Leon itu Claudia kok ganti jadi caterine Thor?
Afrilho
Bukannya di part awal ayah Leon bernama Edward Ardian yah kok jadi Mahendra??
Minah Minah
👍sukses selalu
Famri Yunik
halllaaaaa ujung ujung nya bucin lagi🤭
Nia nurhayati
mampir thorr
Minah Minah
lajutkan
Minah Minah
👍sip
Minah Minah
👍
Minah Minah
bagus bangat
Gian Hazza
kalau sudah tiada baru terasa ya thor
Minah Minah
bagus bangat
Faqisa Sakila
crita yg mnarik
q suka kaaakkk...
Otw bca karya kakak yg ke-3 nic..
smangat y kaak
seru2 pokokny karya kakak..
Runik Runma
cerita nya bgus tpi kebanyakan deg
Namira Puja Najya
thor bukannya alya ga punya perasaan sama Leon kenapa jd canggung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!