Indonesia
NovelToon NovelToon
MENIKAHI PRIA ASING BERKURSI RODA

MENIKAHI PRIA ASING BERKURSI RODA

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ramanda

Di usianya yang baru 25 tahun, Inayah Putri adalah gabungan sempurna antara kecerobohan, ketomboyan, dan kejeniusan. Ide-ide cemerlangnya sukses mengguncang perusahaan papan atas, melejitkan karier dan gajinya secara instan.

Sayang, sukses di dunia kerja tak sebanding dengan percintaannya. Bertahun-tahun berkorban demi Pasya, Inayah justru menerima kenyataan pahit saat tak sengaja mendengar percakapan Pasya dan ibunya, yang menganggapnya "ATM berjalan". Janji pertunangan dan pernikahan yang diimpikan hanyalah kebohongan belaka.

Dalam keputusasaan di tepi pantai, matanya tertuju pada Abiyan Zimraan, pria misterius berkursi roda yang dikiranya hendak bunuh diri. Tepat ketika ibunya mendesak untuk segera menikah dan Inayah menolak untuk kembali pada Pasya, ia membuat keputusan ternekat dalam hidupnya.

Menatap Abiyan, meski lumpuh tapi memiliki ketampanan memikat, Inayah berpikir: "pria ini seribu kali lebih berharga dibanding pengkhianat seperti Pasya." Tanpa ragu, Inayah melamarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BUMBU CINTA DI MEJA MAKAN

Inayah yang mengerti tata krama menyambut tamu, ia langsung mempersilakan Kakek dan Nenek Abiyan untuk duduk santai di ruang tamu yang mungil. Tanpa membuang waktu, wanita itu bergegas menuju dapur. Ia memutar otak, mengecek isi kulkasnya yang tidak seberapa. Dengan lihai dan gerakan cepat, tangannya mulai meracik bahan-bahan sederhana yang tersisa, menumis sayuran segar, menggoreng tahu tempe, serta mengocok telur untuk membuat dadar bumbu khas rumahan.

Dari kejauhan, sang Nenek memperhatikan setiap gerak-gerik cucu mantunya yang begitu telaten. Senyum hangat mengembang di wajah tuanya. Ia lalu menoleh pada Abiyan yang duduk tak jauh darinya.

"Kamu memilih istri yang sangat baik, Nak," bisik sang Nenek penuh rasa kagum. "Lihatlah, wanita zaman sekarang kebanyakan takut dan gengsi masuk dapur. Tapi istrimu? Dia justru lebih suka melayanimu dengan tangannya sendiri. Hal-hal sederhana seperti ini yang bakal bikin ikatan kalian semakin erat."

Abiyan mengerutkan keningnya, menatap sang Nenek dengan raut polos tanpa dosa. "Apa hubungannya ikatan sama masakan, Nek? Kayaknya enggak nyambung deh."

Sang Kakek yang mendengar pertanyaan cucunya langsung menimpali seraya tertawa terkekeh. "Tentu saja ada hubungannya, Abiyan! Orang tua zaman dulu selalu bilang, kalau seorang suami sudah dimanjakan sama masakan istrinya, sejauh apa pun kamu pergi, pasti bakal selalu rindu untuk pulang. Masakan istri itu, walaupun cuma hidangan sederhana tapi dimasak pakai bumbu cinta. Beda jauh sama masakan koki-koki berkelas yang kamu pekerjakan di rumah besar, benar tidak?"

Abiyan terdiam mendengarkan petuah sang Kakek. Dalam hatinya, ia membatin dan meresapi kebenaran kalimat itu. Sejujurnya, selama beberapa hari tinggal di sini, ia memang merasakan perbedaan besar. Padahal Inayah terkadang cuma memasakkan nasi goreng telur biasa, tapi rasanya sangat menempel di lidahnya, jauh lebih nikmat dibanding hidangan koki bintang lima di mansionnya.

Benarkah dia memasaknya dengan penuh cinta? bisik Abiyan dalam hati, memandang punggung Inayah dari jauh dengan perasaan yang makin hangat.

Tak lama kemudian, aroma harum masakan menyeruak memenuhi sudut ruangan. Inayah melangkah keluar dapur seraya mengusap keringat di dahinya dengan ujung lengan baju.

"Kek, Nek, ayo kita makan! Makanan sudah siap," panggil Inayah ramah, lalu matanya melirik ke arah Abiyan dan Bara yang berdiri di pojokan. "Mas, panggil juga Bara buat makan bareng. Saya masak banyak kok."

Mereka pun berpindah menuju meja makan kayu yang sederhana. Inayah dengan cermat menarikkan kursi untuk Kakek dan Nenek, menyuruh mereka duduk dengan nyaman.

"Maaf ya, Kek, Nek... Naya cuma masak seadanya aja. Cuma ini yang tersisa di dalam kulkas. Habisnya Kakek dan Nenek enggak bilang-bilang sih kalau mau main ke sini," tutur Inayah dengan polosnya sambil mengambilkan nasi putih ke dalam piring sang Kakek dan Nenek.

Cara pelayanan yang ditunjukkan Inayah sangat kental dengan tata krama tradisi lama, sebuah bentuk penghormatan yang kini makin jarang ditemui di kalangan anak muda urban yang serba mandiri dan individualis.

"Silakan diambil sendiri lauknya ya, Kek, Nek. Naya kan belum tahu selera Kakek dan Nenek," lanjutnya sopan.

Setelah melayani kedua orang tua itu, Inayah bergeser berdiri di samping Abiyan. Ia mengambilkan piring dan menyendokkan nasi untuk suaminya. "Mas mau pakai lauk yang mana?" tanyanya dengan nada amat lembut.

"Biar saya saja yang ambil sendiri," balas Abiyan pelan, menyembunyikan rasa canggungnya.

Kakek dan Nenek yang duduk di seberang mereka saling melempar pandangan seraya tersenyum-senyum menggoda melihat kehangatan pasangan muda di hadapannya.

Acara makan siang menjelang sore itu pun dimulai. Sang Nenek menyendokkan tumisan buatan Inayah ke mulutnya. Seketika matanya berbinar gembira. "Hmm... Enak banget! Kamu pintar memasak ya, Naya. Bumbunya sederhana tapi rasanya pas banget di lidah. Siapa yang ngajarin kamu masak, Nak?"

"Bunda, Nek," jawab Inayah singkat seraya tersenyum manis.

"Wah, pasti Ibu kamu mendidik kamu dengan sangat baik ya?" puji sang Nenek lagi.

"Iya, Nek! Bunda tuh cerewetnya minta ampun," seloroh Inayah blak-blakan tanpa canggung. "Beliau selalu bilang: 'Anak perempuan tuh kudu pintar masak! Biar kalau udah punya suami, suaminya betah di rumah, enggak betah nongkrong di warteg sebelah!' Gitu terus, Nek, petuah Bunda kalau lagi ngajarin Naya di dapur."

Gubrak!

Gelak tawa Kakek dan Nenek seketika pecah memenuhi ruangan. Mereka tertawa terbahak-bahak mendengar ocehan Inayah yang sangat jujur dan apa adanya.

"Kamu ini asli orang Betawi ya?" tanya sang Kakek di sela-sela tawa bahagianya.

"Iya, Kek. Ayah sama Bunda asli Betawi tulen," sahut Inayah santai.

"Pantas saja! Kamu pasti dididik dengan cukup keras, enggak cuma urusan dapur kan?" tebak sang Nenek.

"Benar banget, Nek! Ayah selalu wanti-wanti, jadi cewek tuh enggak boleh lemah biar enggak gampang diremehkan orang lain. Makanya Ayah sibuk ngajarin Naya silat dari kecil, terus Bunda ngajarin masak. Ya jadinya kolaborasi begini deh... Naya!" jawabnya sambil memperagakan gaya gaya pendekar kocak.

Kakek dan Nenek kembali tertawa gemas. Sang Nenek menoleh ke arah Abiyan seraya menepuk pelan meja. "Kamu sangat beruntung, Abiyan! Dapat istri paket lengkap begini."

Abiyan yang sejak tadi menyimak hanya bisa tersenyum tipis, sebuah senyuman penuh kebanggaan yang tak bisa ia sembunyikan lagi.

Di tengah suasana hangat itu, sang Kakek mendadak teringat sesuatu. "Oh iya, Abiyan. Katanya akhir pekan ini kalian mau mengadakan acara resepsi di kampung? Kenapa Kakek sama Nenek tidak diundang, hah?"

DEG!

Abiyan langsung melempar tatapan maut yang amat tajam ke arah Bara. Ia tahu pasti, siapapun yang membocorkan informasi ini tidak lain adalah asisten pribadinya yang ember itu. Bara langsung pura-pura sibuk mengunyah makanan dan menunduk dalam-dalam.

"Cuma acara resepsi kecil-kecilan di kampung, Kek. Kayaknya Kakek dan Nenek tidak perlu repot-repot datang," jawab Abiyan dengan suara datar, berniat memberi sinyal agar kakeknya tidak usah ikut campur.

Namun, belum sempat Abiyan menyelesaikan maksudnya, Inayah sudah memotong dengan cepat.

"Perlu kok, Kek! Datang aja besok ke kampung Naya!" seru Inayah penuh semangat. Namun, sejurus kemudian raut wajahnya berubah khawatir. "Tapi... kampung Naya kan lumayan jauh, Kek, Nek. Apa Kakek sama Nenek sanggup jalan jauh?"

Abiyan terpelosok kaget. Matanya melotot menatap istrinya yang main potong pembicaraan tanpa rasa dosa. Padahal ia sudah susah payah memberi kode gelombang otak agar Kakeknya tidak perlu hadir demi alasan keamanan.

Namun sang Nenek sudah menyambar duluan dengan mata berbinar. "Sanggup dong! Nenek justru memang ingin sekali kenal dan silaturahmi sama orang tua kamu, Nak Naya."

"Wah, seru banget! Orang tua Naya pasti senang banget kalau Kakek sama Nenek datang!" sorak Inayah girang.

Setelah obrolan panjang yang dipenuhi gelak tawa di meja makan, Kakek dan Nenek akhirnya pamit pulang. Mereka berjanji besok pagi-pagi sekali akan datang kembali ke rumah Inayah untuk berangkat bersama-sama ke kampung halaman.

Begitu mobil Kakek dan Nenek melaju pergi meninggalkan pekarangan, Abiyan langsung memutar kursi rodanya menghadap Inayah. Suaranya terdengar penuh protes. "Kenapa kamu malah mengajak mereka, Nayah? Jalannya jauh dan berbahaya!"

Inayah melipat kedua tangannya di dada, menatap Abiyan dengan santai. "Kenapa emangnya? Kan seru kalau ada keluarga Mas yang ikut! Jadi Mas enggak bakal merasa sendirian di tengah-tengah keluarga besar aku nanti."

Abiyan seketika membeku. Kata-kata polos dari mulut Inayah menusuk tepat ke dalam relung hatinya yang paling dalam. Ia meresapi ucapan itu dalam hening.

Selama ini, meski memiliki harta berlimpah dan keluarga besar, Abiyan memang selalu merasa hidup sendirian. Kehangatan sebuah keluarga telah lama mati dan terkubur dalam dirinya sejak ibu kandungnya meninggal dunia. Dan kini, wanita ceplas-ceplos di hadapannya inilah yang secara perlahan mulai mengisi kembali ruang kosong tersebut.

1
Sribundanya Gifran
thor dmn drimu thor lanjut double up thor💪💪💪💪💪
Baek chanhun
nenek sm kakek tempat inayah sj,.agar awet muda
Sribundanya Gifran
lanjut
falea sezi
lanjuttt🤭 q kirim hadiah
Naftali Hanania
keren nayah...🤩 biarpun tetep aja ada kejadian lucu nya 🤭✌️
Baek chanhun
next thourt💪💪
Sribundanya Gifran
lanjut
mama
top mar kotop abiyan gk ad duany pokok ny,sat set gk bakal ngasih celah buat musuh 😄
Teh Fufah
keren nayah nih... udah punya pengawal
Sribundanya Gifran
thor up yg bnyak thor💪💪💪💪💪
Mutiara Nisak
mimpi apa dirimu nay semalam,dpt cincin seharga milyaran,klo hilang belinya kyk beli kerupuk pasir....😄😄😄
Naftali Hanania
wadaw...ini sultan di atas sultan ya...10m klk ilqng tinggal beli lg.....mantabbbb👍👍👍👍
Naftali Hanania
gak dpt mangsa baru..mangsa lama diudak - udak 😎
Naftali Hanania
begitu kalok jodoh kali ya....saling ngelengkapin 😍👍
Naftali Hanania
🤣🤣🤣 kaget kali sm.interaksinya nayah sm nrnek nya....gak pernah gitu ya byan sm nenek nya 😁✌️
Naftali Hanania
kasihtau gak ya....😁✌️🤭
Naftali Hanania
👍👍👍👍
Naftali Hanania
no jaim2 ya inna 🤭
Naftali Hanania
🤣🤣🤣 inna tidurnya sorah...parah 🤣🤣🤣🤣
Naftali Hanania
mendadak jd orang ssuper duper have ya In 🤭👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!