Indonesia
NovelToon NovelToon
Ms. Alara

Ms. Alara

Status: tamat
Genre:Berondong / Romansa / Tamat
Popularitas:349.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: santy puji

Sering dijuluki perawan tua ditengah gencarnya pernikahan dini di kalangan masyarakat, hal itu sudah terbiasa bagi Alara, seorang guru bahasa inggris yang mengajar di salah satu sekolah swasta ternama. Usianya yang sudah menginjak 32 tahun namun masih enggan untuk menikah, bahkan untuk sekedar dekat dengan lelaki saja Alara rasanya sungkan. Alara menyingkirkan hal asmara dalam hidupnya. Kebenciannya pada pernikahan bermula ketika rumah tangga kedua orangtuanya hancur. Ayahnya mematahkan hatinya.

Apakah Alara akan tetap teguh dengan pendiriannya yang tidak ingin menikah, disaat takdir mempertemukannya dengan seseorang yang tak terduga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santy puji, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu Lagi

"Haduh, mampus, mati, apes," ucap Alara dalam hati. Ia berinisiatif untuk mengeluarkan jurus amnesia sesaat. Harapannya juga semoga lelaki yang ada di hadapannya sudah melupakan kejadian tadi di dekat toilet.

Setelah tenang, Alara bernafas dalam-dalam, actingnya akan segera di mulai. 

"Makasih banyak ya Mas, udah nolongin aku." Alara mencoba menatap lelaki itu. Ia lalu memejamkan mata sesaat.

"Haduh kenapa ganteng sih, kan jadi pengen naksir, tapi kesan pertama aja udah kacau balau," ucap Alara dalam hati. Lelaki di depannya berkulit bersih, berpenampilan rapi, outfit yang dikenakan jelas semua branded, tidak ada yang murah, tidak sebanding dengan dirinya yang ah sudah lah tidak perlu dijabarkan, di dapur masih ada beras saja rasanya sudah beruntung.

"Sama-sama, lain kali kamu harus hati-hati, jangan sembarangan bertengkar seperti itu, takutnya dia melaporkan ke polisi, kamu bisa di penjara."

Nasehat lelaki itu memang benar, tapi dirinya rela di penjara demi keluarganya, apalagi demi ibunya.

"Jika penjara adalah tempat terbaik untuk membalas sakit hati ibu, aku pasti akan melakukannya," ucap Alara matanya nanar melihat ke arah lelaki itu.

"Luka di hati kamu sepertinya sangat dalam."

Alara segera mengalihkan pandangannya ke arah lain. 

"Mana teman kamu tadi yang bareng MC?"

"Udah pulang." Ah yah, Alara hampir saja lupa waktu, ia langsung melihat jam dinding yang terpajang di lobby. Ia buru-buru beranjak dari tempat duduknya. Tidak lupa dirinya mengucapkan terimakasih pada lelaki yang menolongnya.

"Mau kemana?"

"Pulang."

"Dalam keadaan seperti itu? rambut kamu? baju kamu? kamu bawa kendaraan?"

Alara seketika langsung melihat dirinya di pantulan kaca lobby. Oh My God, rambutnya acak-acakan bekas jambakan. Ada beberapa cakaran juga di tangannya. Ia segera merapikan rambutnya dengan tangan, bekas cakarannya biarlah nanti di obati di rumah saja.

"Makasih ya udah ingetin. Aku pulang naik taxi online."

"Apa nggak bahaya? udah jam 12 malam. Kenapa nggak nginep aja dulu."

Alara melirik lelaki itu, ingin sekali berprasangka buruk, tapi tampangnya tidak mendukung jika dikatakan sebagai penjahat.

"Besok masih harus kerja." Alara sudah tidak ingin meladeni lelaki itu. Ia ingin secepatnya pulang, namun baru saja kakinya melangkah, lelaki itu membuatnya berhenti melangkah.

"Baju aku bagaimana ini? noda lipstik, bekas air mata dan ingusnya, bagaimana?"

Alara balik badan, "Astaga, laundry aja sih, nanti aku yang bayar deh, sini mana nomer rekening mas nya, biar aku transfer nanti tagihan laundry nya."

"Enak aja laundry, cuci dong pakai tangan kamu, harus bertanggung jawab." Lelaki itu membuka jas dan kemejanya.

Alara melongo, "Eh, di lobby main buka-buka aja." Tapi ternyata lelaki itu mengenakan kaos pendek di dalam kemejanya.

"Ini baju-baju aku, kamu cuci yang bersih, terus ini kartu nama aku, kalau sudah bersih, antar ke alamat kantor ini."

Alara menerima baju dan kartu nama lelaki itu.

Adam Erlangga, Direktur Utama. 

Alara menelan salivanya, melirik Adam yang masih berdiri di depannya. Masih muda, namun sudah menjadi direktur utama. Pasti ada campur tangan orang tua alias pewaris perusahaan. Eits, dilarang julid melilid. Orangtua bekerja keras dari muda pasti karena ingin anaknya tidak kesusahan di kemudian hari. Orangtua bekerja keras jelas untuk keturunannya, memangnya untuk siapa lagi. Itulah cita-cita Alara ingin menjadi istri orang kaya, agar anaknya tidak kesusahan seperti dirinya. Walaupun menikah dengan orang kaya adalah jalur tercepat untuk menjadi kaya, tapi tidak masalah bukan? Namanya juga cita-cita.

"Secepatnya aku akan mencuci dan mengembalikannya ke kantor, MAS ADAM." Alara mengucapkan nama lelaki itu dengan penuh penekanan. Entahlah, cita-citanya ingin menikah dengan orang kaya, namun sudah dipertemukan malah justru tidak ramah.

Adam tersenyum, Alara balik badan lalu bergegas keluar dari lobby hotel, menunggu taksi online pesanannya datang.

1
Yogya Gudeg
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Vivo Blue
Luar biasa
RithaMartinE
luar biasa
Queen_Hijau
klw ada yg seperti mas Adam di Shopee, awak jg mw Chekout ntk ank gadis awak mak San 🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
NOiR🥀
Best Ending 👍tq
Ersa
novelnya bagus, gak neko neko sat set bat bet .
Ersa
ngarep mu ketinggisn Ndre...
Ersa
laahh crazy Rich diragukan 🤣
Ersa
ahcieeee
Ersa
muka tembok gak tahu malu
Ersa
Edward ma alula pergi & hidup bareng tuh setelah dapat harta
Ersa
saat sudah miskir kere cepete ah ngaku2 sodara.
Ersa
jangan ditolongin Ra. biar jd pelajaran buat alula
Ersa
rungkay ambyar...wah gak bahaya ta🤣🤣🤣
Ersa
meski patah hati Masih bisa bisa berpuitis ya Ndre🤭
Ersa
secepatnya sebelum alula & Edward nikah ya Ra😁
NOiR🥀
🤭Andre jujur
Ersa
cieee
Ersa
saat nya ketemu Adam 🥰
Ersa
Lula Lula ntar jangan nangis ya klo sadar Hartamu di manfaatin oleh si Edward Dan Donita .. awas klo sampe sujud2 minta ditolongin Alara
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!