Indonesia
NovelToon NovelToon
PRESDIR Tampan Itu Suamiku

PRESDIR Tampan Itu Suamiku

Status: tamat
Genre:Office Romance / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:86.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ucy81

Cerita ini lanjutan dari "Menjadi Pengantin CEO buta"

Di hari pertama Freya bekerja adalah awal pertemuan tak terduganya dengan pria yang menjadi presdirnya.

Kehidupan Freya berubah setelah bertemu dengan sang presdir tampan yang akan menikahinya. Bahkan banyak hal akan terungkap secara tidak sengaja.

Bagaimana kisah Freya dan sang presdir? Yuk simak ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ucy81, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membatalkan Pertunangan

Setelah rapat bersama klien selesai. Duan bergegas pergi menemui Calista berencana memberikannya sebuah kejutan.

Duan melajukan kendaraannya menuju tempat kerja Calista. Setelah tiba di sebuah lokasi syuting, Duan gegas turun dari mobil dan berjalan menghampiri seseorang yang tengah sibuk dengan pekerjaannya.

"Permisi mba, saya mau tanya lokasi syuting artis bernama Calista. Di mana ya?"

"Maaf, anda siapa?"

"Saya teman dekatnya Calista."

Wanita itu memperhatikan penampilan Duan. Dia tampan dan terlihat seperti pebisnis. Mungkin dia kekasihnya Calista. Ucapnya di dalam batin.

"Halo, mba..." panggil Duan seraya mengibaskan tangannya saat melihat wanita itu melamun.

"Eh, iya mas. Silakan masnya jalan lurus trus belok kanan, di sana mba Calista lagi ada pemotretan", sahutnya dengan ramah.

"Oke, terimakasih."

Duan melangkahkan kakinya menuju arah yang di tunjuk wanita itu. Saat tiba di lokasi pemotretan, Duan bergegas memakai.topi dan kacamata yang telah dia persiapkan.

"Oke, bagus. Nanti kita lanjut lagi", ucap fotografer dengan tersenyum. Dia tampak begitu puas dengan hasil jepretannya

Calista datang menghampiri sang fotografer. Dia berdiri sangat dekat dengannya hingga kedua gunung kembar itu menempel rapat pada lengan sang fotografer. "Bagaimana hasilnya mas?" tanyanya dengan tersenyum menggoda.

"Kau memang ahlinya sayang!"

"Semua berkat bimbingan mas Evan. Kalau tidak, mungkin aku perlu belajar dalam waktu yang lebih lama lagi", sahut Calista.

"Haha... Kamu bisa aja", ucap sang fotografer seraya mencubit gemas hidung Calista.

Calista pun tersenyum bahagia kala mendapat perlakuan manis dari sang fotografer.

Sementara Duan yang berdiri tepat di belakang mereka menahan emosinya. Dia tidak menyangka Calista tidak merasa canggung saat berdekatan dengan pria lain. Pantes aja mama bilang Calista tidak sepolos yang aku pikirkan. Jangan-jangan selama ini dia berakting saat didekatku. Batin Duan.

"Lho, kenapa masih berdiri di sini mas", ucap wanita yang sebelumnya bertemu dengan Duan.

Duan tersentak kaget mendengar suara wanita itu, karena Calista pun menoleh padanya.

"Du- duan!" ucap Calista gagap. Dia gegas berjalan menghampiri Duan. "Kapan kau datang sayang?"

Duan berdehem seraya memikirkan akting yang akan dia mainkan. "Sayang, aku ingin memberimu kejutan, tapi gagal karena dia!" tunjuknya pada wanita itu.

"Maaf mba Calista. Saya benar-benar nggak sengaja."

"Tidak apa-apa", jawab Calista dengan tersenyum canggung. "Terimakasih sudah mengantarkan calon suamiku kemari", lanjutnya dengan lembut.

"Apakah kau lelah?" tanya Duan.

"Iya, sedikit lelah sayang", sahut Calista seraya memeluk erat tubuh kekar Duan.

"Kedepannya saat kita menikah nanti kau tidak perlu bekerja lagi. Aku masih sanggup memenuhi semua kebutuhan kita nanti"

Calista mendelik kala mendengar ucapan Duan. "Em, aku pasti bosan kalau di rumah sendirian sayang."

"Kalau gitu kita harus punya banyak anak, biar kamu tidak kesepian."

Calista semakin gugup kala Duan menyebut kata anak. "Tapi aku masih muda sayang. Jadi tidak perlu buru-buru untuk segera punya anak."

"Sebentar lagi kau akan berulang tahun yang ke 24. Itu tidak muda lagi sayang."

Calista melepaskan pelukannya. Raut wajahnya tampak kecewa mendengar ucapan Duan. "Menjadi artis adalah impianku sejak kecil. Sekarang aku adalah artis yang cukup terkenal. Dan aku masih ingin menikmatinya untuk waktu yang cukup lama. Jadi aku mohon padamu, jangan biarkan impianku pupus di tengah jalan."

Duan membisu mendengar ucapan Calista. Dia seakan terhipnotis akan kata-kata Calista. "Berapa lama waktu yang kau inginkan untuk menikmati karirmu itu?"

"Aku tidak tahu. Mungkin 5 tahun atau bahkan sampai aku menua nantinya."

"Kalau begitu aku minta maaf, karena tidak bisa menemanimu menggapai impianmu itu."

Calista terperangah mendengarnya. "Kenapa sayang? Apa kau tidak mencintaiku?"

"Awalnya aku mengira kita memang ditakdirkan menjadi sepasang kekasih, saat pertama kali kau menolongku. Namun aku baru menyadarinya, kalau sang penolong tidak harus menjadi kekasih. Aku masih bisa membalas budimu dengan memberikan bantuan apapun yang kau inginkan."

"Tidak! Ini tidak benar. Kita harus tetap menjadi sepasang kekasih."

"Maaf, Calista. Aku terpaksa memutuskan hubungan pertunangan kita."

Calista syok mendengar keputusan Duan. "Jangan terburu-buru memutuskan sayang. Kita masih bisa membicarakannya baik-baik."

"Aku sudah memberimu pilihan, namun sepertinya kau lebih memilih karir daripada aku."

Calista langsung menggenggam tangan Duan. "Sayang, kau salah paham! Aku hanya menunda pernikahan kita untuk beberapa waktu saja."

"Berapa lama? 1 tahun atau 5 tahun?"

Bibir Calista bungkam mendengar pertanyaan Duan. Lidahnya pun seakan tercekal, hingga tak.mampu untuk mengeluarkan suara.

"Aku sudah tau jawabannya. Kalau begitu aku permisi!"

Calista bergeming diposisinya walau Duan sudah melangkahkan kakinya. "Tunggu dulu!" pintanya saat tersadar dirinya akan benar-benar kehilangan Duan, jika membiarkannya pergi begitu saja. Namun baru saja dia melangkah, tanpa sengaja kakinya terjegal sesuatu hingga dia pun jatuh terjerembab. Calista hanya bisa menatap punggung Duan yang semakin menjauh.

*-*

.

Setibanya di kantor. Duan gegas masuk ke dalam ruangannya tanpa menyapa Freya.

"Si bos semakin aneh. Apa hubungan kerjasama dengan PT Sinar Jernih ada masalah ya?" guman Freya bertanya-tanya.

"Frey..." panggil seseorang yang membuat Freya menoleh.

"Ya, bu", sahut Freya dengan tersenyum manis.

"Kamu masih lama pulangnya? Ibu pengen ketemu mama kamu."

"Sekitar 1 jam lagi bu", sahut Freya seraya melihat jam dipergelangan tangannya.

"Oh, kalau gitu ibu akan menunggumu pulang kerja. Ibu keruangan Duan dulu ya. Nanti kamu panggil ibu di dalam."

"Baik bu", jawab Freya sopan.

Alana gegas berjalan masuk ke dalam ruangan Duan. Freya menatap punggung Alana dengan tersenyum. "Semoga pak Duan terhibur dengan kedatangan ibunya", gumamnya.

"Lagi ngomongin siapa?" tanya Givan tiba-tiba, hingga membuat Freya tersentak kaget.

"Saya tidak lagi ngomongin siapa-siapa kok pak."

"Tadi saya dengar kamu menyebut nama Duan lo."

"Itu bukan seperti yang bapak pikirkan", sahut Freya gugup. Dia tak ingin Givan salah paham.

"Emangnya saya lagi mikirin apa? Kenapa kamu bisa tahu?"

"Saya tidak tahu pak. Apa bapak berkenan untuk memberitahunya pada saya?" tanya Freya dengan sopan.

Givan membalas ucapan Freya dengan tertawa kencang, hingga dirinya menjadi perhatian sekretaris pribadinya yang tengah melewati meja Freya.

Benar kata mba Calista. Sekretaris baru pak Duan tampaknya bukan wanita baik-baik. Dia seorang wanita peng*goda. Tidak cukup hanya menggoda pak Duan, sekarang dia juga mau mengambil Givan sayangku. Kesalnya di dalam batin.

Tiba-tiba Freya melirik ke arah sekretaris Givan. Tatapan sinis sekretaris Givan membuat Freya sedikit kaget. "Sekretaris pak Givan dari tadi menatap kita", ucap Freya yang membuat Givan membalikkan badannya.

"Apa notulen rapat hari ini sudah selesai?" tanya Givan dengan nada mendominasi.

Dhea, sang sekretaris sedikit kelabakan mendengar ucapan sang bos. "I- iya pak. Sedikit lagi selesai", jawabnya dengan buru-buru pergi.

1
Bungatiem
perasaan senang banget tubrukan dah
Vincar
ku tinggalkan 🌹
Vincar
Dika, terima aja cintanya Dinda. Sepertinya cintanya tulus kok...
Vincar
sangat ramah sekali y guys 🤣
Vincar
Freya gadis sederhana namun banyak kelebihan 👏
Elisabeth Ratna Susanti
iklan untuk akhir yang indah ini 😍👍
Nayi Siti
selamat ya Frey, debay sapa neh nmay
Ucy (ig. ucynovel): Frey : tengkyu,, namanya Kanza 😁
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
ahh udah habis aja...
selamat buat FeyDuan udah punya anak perempuan..

5iklan buat ka author
Ucy (ig. ucynovel): tengkyu 🤗
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
udah setahun aja🤭
〈⎳ FT. Zira
ngacirr dia🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
udah ada yg punya itu...😏
〈⎳ FT. Zira
syukurlahhh🥹🥹
〈⎳ FT. Zira
ya udah.. gitu.. pasrah aja.. bikin ribet kmu tuh.
〈⎳ FT. Zira
namanya juga di sadap..gak bakal sadar lah🤭🤭
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren 😍
〈⎳ FT. Zira
2🌹🌹 buat ka author
Ucy (ig. ucynovel): tenglyu kak 🤗
total 1 replies
〈⎳ FT. Zira
dari dulu gak berubah ya Ron majikanmu🤣
〈⎳ FT. Zira: pensiun aja masih di ancem lho🤣
total 2 replies
〈⎳ FT. Zira
lidahnya keplesett🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
ehhh lanjut ternyata🫣🙈🙈
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!