Indonesia
NovelToon NovelToon
Istri Cantik Mafia Kejam

Istri Cantik Mafia Kejam

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Balas Dendam / Mafia / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lusica Jung 2

Ken merasakan dunianya runtuh dan kebahagiaannya sirna ketika dengan mata kepalanya sendiri dia melihat seluruh keluarganya dibunuh dengan begitu sadisnya oleh sekelompok pria tak dikenal.

Ken adalah saksi bisu pembunuhan sadis yang menimpa seluruh keluarganya. Ayah, Ibu serta adiknya dibunuh tepat di depan matanya dengan sangat sadis. Tapi Ken tidak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan meratapi kematian mereka.

Ken ingin membalas dendam dan menghancurkan pria yang ia yakini sebagai dalang utama dibalik kematian keluarganya. Dan gadis bernama Shea Oliver-lah yang menjadi sasarannya.

Dan yang menjadi pertanyaannya, apakah benar-benar pria itu yang telah membunuh keluarganya?

Ken menculik dan menjadikan gadis tak berdosa itu sebagai sandera di mansion mewahnya. Memenjarakannya di sana dan mengikat paksa Shea dengan sebuah pernikahan.

Dan apakah Cintanya pada Shea mampu membuat Ken melupakan dendam kesumatnya pada keluarga Oliver? Apakah Ken mampu melepaskan dendamnya demi Shea?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengenang Masa Lalu

Cris, Key dan Sammy tak bisa menutupi kecemasannya. Saat ini mereka bertiga sedang dalam masalah besar karna ulah bossnya. Bagaimana tidak, sudah hampir satu jam mereka menunggu Ken, tapi yang mereka tunggu tak kunjung datang.

Malam ini seharusnya Ken melakukan pertemuan penting dengan salah seorang rekan bisnisnya untuk melakukan sebuah transaksi besar. Tapi sejak sore Ken keluar dan belum kembali lagi hingga detik ini.

Demi mengatasi masalah yang diciptakan oleh bosnya itu, Cris mencoba mengambil alih keadaan sembari menunggu kedatangan Ken. Cris berusaha mengulur waktu dan meyakinkan pria tersebut jika Ken akan segera datang.

"Sebenarnya di mana bosmu itu? Dan berapa lama lagi aku harus menunggu?" Protes seorang pria yang telah berumur, dia mulai jenuh menunggu kedatangan Ken.

"Sabar, Tuan Liu. Boss, sedang dalam perjalanan, ada sesuatu yang harus dia urus dan selesaikan. Jadi mohon Anda bersabar sedikit lagi!" Cris memberi pengertian.

"Sabar kau bilang? Sudah satu jam aku menunggu tanpa guna disini, jika tau seperti ini. Sebaiknya aku batalkan saja transaksi ini!" ujar pria bermarga Liu itu dengan geram.

"Liu Lee, kenapa Anda harus terburu-buru?" sahut seseorang dari arah pintu.

"Boss!!" seru Sammy. Pria itu mengusap dadanya lega.

Melihat kedatangan Ken membuat Cris, Key dan Tio bisa menghela nafas lega. Pasalnya mereka bertiga tidak lagi merasa tegang karna orang-orang yang mereka anggap menyebalkan itu. "Kau dari mana saja?" bisik Cris bertanya.

Namun pertanyaan Cris diabaikan begitu saja oleh Ken. Ken beranjak dan menghampiri pria bermarga Liu tersebut."Dimana barangnya?" Tanya Ken tanpa basa basi, orang itu mengangkat tangannya memberi kode pada anak buahnya.

Ken memberi kode pada Sammy supaya dia membuka koper itu. Ken menatap datar pada puluhan kantong berisi serbuk putih yang ada didepannya. "Apakah barang ini asli?" tanya Ken memastikan.

"Anda bisa memastikannya, Tuan!" Ken menyobek salah satu dari bungkusan-bungkusan itu kemudian menjilatnya, Ken menyeringai. Itu memang barang yang dia inginkan. Ken menutup kembali kopernya lalu menyerahkan koper itu pada Cris

"Key, ambil uangnya!" perintah Ken yang segera di balas anggukan oleh Key.

"Ini Boss,"

Ken menerima koper yang penuh dengan uang tersebut lalu melempar koper itu pada rekan bisnisnya. Tak ingin Ken sampai menipunya, pria itu lebih dulu memastikannya. Melihat jumlah dan keaslian uang itu. Membuat Liu Lee tersenyum puas.

"Senang berbisnis dengan Anda, Tuan" Liu Lee menjabat tangan Ken.

"Selama kau tidak mempermainkanku dan menghianatiku. Kau dan semua anak buahmu akan tetap aman dan bisnis ini akan bertahan lama," ujar Ken dengan smrik angkuhnya.

"Saya mengerti, Tuan. Ada bisa mempercayai saya, kalau begitu saya permisi dulu." Liu Lee membungkuk lalu melenggang meninggalkan ruang utama markas Ken.

"Tio, Key. Urus barang itu dan pastikan besok pagi sudah tiba di, China!" perintah Ken dan berlalu begitu saja. Ken merasa lelah dan ingin segera beristirahat. Kepalanya benar-benar terasa pening dan berdenyut.

"Baik, Boss!"

-

"Tidak adil, kenapa harus Oppa yang memang lagi? Dan aku kalah terus,"

Seorang gadis cantik berusia delapan tahun mencerutkan bibirnya lucu ketika sekali lagi Ia berhasil dikalahkan oleh pemuda yang usianya beberapa tahun lebih tua darinya.

Mereka berdua sedang ada di taman yang letaknya tak jauh dari mansion mewah milik si gadis, keduanya sedang bermain balap sepeda.

Anak laki-laki itu mendengus geli melihat ekspresi menggemaskan dari gadis di depannya. Anak laki-laki itu menghampiri si gadis lalu menarik pelan ujung hidung mancungnya.

"Itu karna kau terlalu payah dan lamban, Ara Oliver!" ujarnya.

"Bukan aku yang lamban, tapi Ken Oppa yang curang!" tak ingin kalah, Ara malah menuding jika Ken-lah yang berbuat curang padanya.

Lagi-lagi Ken hanya mendengus. Ia heran, bagaimana mungkin di dunia ini ada mahluk manis dan menggemaskan seperti gadis didepannya ini.

"Baiklah, aku mengaku salah. Sebagai gantinya, kau ingin apa dariku?" tanya Ken.

Tampak Ara berfikir, wajahnya mendongak dengan jari telunjuk di bibirnya. Gadis itu tersenyum lebar."Gendong aku sampai rumah," Ara melompat ke punggung Ken lalu mengalungkan kedua tangannya pada leher-nya dan kedua kaki Ara melingkari pinggang Ken. "Maka aku akan memaafkan, Oppa!"

Ken mendengus. "Badanmu kecil, tapi kenapa kau berat sekali eo? Sebenarnya kau ini makan apa, Mao?" cibir Ken sambil menyeringai lebar.

"Enak saja!" Ara menjitak gemas kepala Ken sambil mencerutkan bibirnya. "Aku tidak berat, Oppa. Kau saja yang lemah," tandasnya.

Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin Ken dan Ara saling mengenal, bahkan dengan mata kepalanya sendiri Ken melihat tubuh merah Ara yang baru di lahirkan ke dunia bersama kakak kembarnya.

Seiring berjalannya waktu, perasaan suka itu tumbuh dengan subur di hati mereka. Ara kecil yang teramat cengeng itu kini tumbuh menjadi gadis yang berbeda, semakin cantik dan menarik. Rambut sebahunya kini tumbuh hingga menyentuh pinggangnya.

Ken sadar, jika Ia memang telah terjebak dalam pesona gadis itu. Mungkin usia Ara masih delapan tahun, tapi dia begitu dewasa dalam menghadapi suatu masalah dan selalu memiliki cara untuk menyelesaikannya.

Ara memang berbeda dengan gadis berusia delapan tahun lainnya, meskipun Ara terlahir kembar tapi hanya pada gadis itu Ken bisa menunjukan kepeduliannya. Sedangkan pada Shilla, Ken bersikap biasa saja dan lebih cenderung dingin.

"Oppa, apa kau pernah jatuh cinta?"

Ken melirik sekilas gadis yang ada di gendongannya setelah mendengar pertanyaan gadis itu. Dahi Ken berkerut, karna tidak biasanya Aea mengungkit sesuatu yang berhubungan dengan orang yang telah dewasa itu.

"Ada apa kau bertanya begitu?" tanya Ken penasaran.

Ara mengangkat bahunya. "Tidak ada, hanya ingin tau saja!" jawabnya acuh tidak acuh. "Kau ingin aku menjawab jujur atau bohong?" sekali lagi Ken melirik Ara menggunakan ekor matanya.

"Tentu saja jujur, Oppa jika aku boleh tau pada siapa kau jatuh cinta?" tanya Ara penuh keingintauan.

Ken mendengus. "Tentu saja pada perempuan," jawabnya acuh tak acuh.

"Aku tau perempuan, yang aku ingin tau siapa nama gadis itu?" Ara merasa gemas sendiri dengan jawaban berbelit Ken. "Terlalu bertele-tele, menyebalkan!" kata Ara melanjutkan.

"Dasar cerewet, diam atau aku turunkan kau disini?" ancam Ken, Ara kembali mencerutkan bibirnya "Lagi pula anak kecil sepertimu tidak seharusnya mengerti soal percintaan!" sambung Ken menambahkan.

"Uhh... kau sangat menyebalkan, Oppa!" Ara menggembungkan pipinya sambil meniup poni rambutnya.

Sudut bibirnya sedikit terangkat, tersenyum tipis mendengar omelan gadis itu. Detik berikutnya yang Ken rasakan hanya kegelapan yang tertangkap oleh mata kirinya. Sontak saja Ken berhenti dan mendapati benda bertali melekat pada mata kanannya, anak laki-laki itu mendengus "Mulai lagi," cibir Ken sambil menggembungkan pipinya.

"Diamlah, dan Oppa dan menurut saja. Kau sangat keren dan semakin terlihat tampan dengan eyepacht itu, kau yang memang dasarnya dingin semakin terlihat misterius dengan eyepacht ini. Semoga saja setelah dewasa nanti aku masih bisa melihatmu memakai eyepatch ini, uhhh pasti kau akan lebih keren dari sekarang. Jujur saja, sejak kecil aku bermimpi memiliki suami yang memakai eyepatch disebelah matanya. Pasti sangat tampan," ujar Ara panjang lebar. Begitu polos dan tidak ada kesan ditambah-tambahkan.

Anak perempuan itu turun dari atas punggung Ken dan berdiri berhadapan dengannya. "Hmm, terserah kau saja-lah. Dasar gadis aneh!" ucap Ken pada akhirnya.

Ara tersenyum lebar lalu berhambur memeluk Ken. "Huaaa.. Oppa kau memang yang terbaik!" Ken menarik sudut bibirnya dan membalas pelukan Ara."Apa pun, asalkan itu membuatmu senang, Ara Oliver!"

Flashback End:

Ken tersenyum tipis mengingat masa kecilnya bersama Ara. Begitu indah dan penuh moment-moment berharga yang hingga detik ini begitu membekas di hati Ken.

Ken merindukan segala sesuatu yang ada pada diri gadis itu, sifat cenggengnya, sifat manjanya, senyum manisnya, ocehannya, sifat periangnya, juga keinginan-keinginan konyolnya. Semua yang ada pada gadis itu Ken selalu merindukannya.

Ken tidak pernah mengeluh dengan apa pun yang diinginkan gadis itu, bahkan ketika Ara kecil naik diatas punggungnya atau ketika dia memintanya untuk memakai penutup mata pada salah satu matanya pun Ken tidak merasa keberatan.

Atau ketika Ara memintanya memakai gaun dan berperan sebagai Cinderella di acara perpisahan sekolah Ken dulu, saking cantiknya hingga tidak ada yang sadar jika sebenarnya Cinderella diperankan oleh seorang anak laki-laki.

Apa pun itu, selama Ia mampu. Pasti selalu Ken lakukan. Mungkin pada orang lain Ken bisa bersikap dingin, tapi pada Ara itu adalah sebuah pengecualian.

Ken bangkit dari posisi duduknya, berjalan menuju laci kecil yang ada disamping tempat tidurnya. Di dalam laci itu tergeletak Colt 1911 dan benda hitam bertali, benda itu adalah benda yang sama seperti yang Ken sering pakai ketika dia masih kecil dulu. Satu-satunya peninggalan dari Ara yang dia miliki,

Ken masih menyimpannya hingga detik ini. Jika dulu terlihat sangat besar saat dipakai, tapi sekarang pas ketika Ken mencoba untuk memakainya.

Ken mengeluarkan benda bertali itu lalu membawanya menuju cermin.

Ken menutup matanya kemudian memasang benda bertali itu pada mata kirinya dengan tali kecil melingkari kepalanya. Ken membuka kembalimatanya, benda itu menutupi mata kiri Ken dengan sempurna.

Pria itu tersenyum tipis. "Tidak ada salahnya bukan, jika sekali saja aku kenang masa lalu!" ujarnya entah pada siapa.

Tokk .. Tokkk .. Tokk..

Perhatian Ken sedikit teralihkan oleh ketukan keras pada pintu kamarnya. Pria itu menolehkan kepalanya lalu berseru

"Masuk,"

Selanjutnya yang terdengar adalah suara decitan pintu terbuka dan terlihat Cris melangkahkan kakinya menghampiri Ken. Dahi Cris berkerut melihat mata kiri Ken tertutupi oleh eyepacht. "Ken, matamu?" pekik Cris dengan suara tertahan.

"Tidak perlu cemas, mataku baik-baik saja. Mulai hari ini kau harus membiasakan diri dengan apa yang kau lihat ini. Karna aku sudah memutuskan untuk selalu memakai benda ini," tutur Ken."Dan satu hal lagi, jangan bertanya apa dan kenapa!" lanjutnya ketika melihat Cris hendak membuka suara.

Ken berjalan menuju lemari pendingin lalu mengeluarkan sebotol wine, dan selanjutnya Ken membawa wine itu menuju sofa yang ada di tengah-tengah kamarnya dengan dua gelas di tangan kirinya.

"Ada hal penting apa yang ingin kau sampaikan padaku?" Ken menuang wine itu ke dalam dua gelas kosong didepannya lalu menyerahkan satu pada Cris."Transaksi semalam berjalan lancar dan barang kita tiba di China dengan aman," Cris mengambil gelas yang Ken berikan padanya dan meneguk setengah isinya.

Ken menyeringai. "Kerja bagus, mereka berdua memang selalu bisa diandalkan!" ujar Ken.

"Ya, dan kau tidak salah memilih mereka sebagai tangan kirimu!" ucap Cris menambahkan.

"Ya," sahut Ken membenarkan.

Ken melirik jam yang melingkar dipergelangan tangannya, waktu menunjukkan pukul 10 pagi. Bangkit dari duduknya berjalan menuju ruangan dimana Ia menyimpan semua pakaian dan barang-barang pribadi miliknya.

"Aku akan pergi, mungkin sampai malam. Semua urusan hari ini aku serahkan padamu," ucap Ken sebelum memasuki ruangan itu. Cris bangkit dari duduknya dan mengangguk paham.

"Baiklah,"

-

Bersambung.

...Jujur saja sejak kecil Otor suka banget sama karakter Anime yang memakai penutup mata pada salah satu matanya. Makanya Otor sering banget nerapin itu pada karakter utama pria dalam novel yang Author bikin. Jadi jangan merasa heran apalagi aneh kalau selalu menjumpai karakter utama pakai penutup mata....

...Katakan saja Authornya aneh, tapi karakter dengan eyepacht itu menurut Author keren dan tampan 😆😆😆 Dan jangan lupa buat selalu like koment ya 🤗🤗🤗😘😘😘...

1
◌ᷟ⑅⃝ͩ●Udhuy●⑅⃝ᷟ◌ͩ
nyesel klo salah
◌ᷟ⑅⃝ͩ●Udhuy●⑅⃝ᷟ◌ͩ
hadir
Melia Gusnetty
mamposs lh kau shea..keras kepala siihh ...menyusah kn sj...ngeyel jd orang...bikin greget aja luu...😏😏😏
Sustika Ekawati
aku mampir thor...
Irra Ajahh
ud pernh bc tp mau bc lg
Dewi Dina
visualnya sangat menarik
nur halimah
aduuh mendua di dan gw curiga sma di
keysha Azzahra
coba visual ken tuh jungkook😁😁😁
keysha Azzahra: 😁😁😁😁😁😁
total 2 replies
keysha Azzahra
ken bisa ngorek2 masa lalu tnpa nunggu hari,,tp knpa ken g bs ngorek tentang pmbunuhan ntu,,author the best sngat bkin pmbaca penasaran
keysha Azzahra: benr juga thor,,smngat trus bkin karya thor n sehat selalu😘
total 2 replies
Ririn Amri
luar biass
Sya'wanah
cukup puuuaaaasss.
n ini cuma bisa kirim sekuntum mawar untuk Thor seorang.
selalu ceria dalam berkarya,biar selalu indah n menyenangkan untuk d baca n d ikuti alurnya.
slalu bahagia....
Sya'wanah
oh ... tau sekarang kadang muncul nama Jesica, ternyata karya Thor yg winter ... apa ya kak
Sya'wanah: maksudnya winter love...
bahagianya punya keturunan..
laki2 atau perempuan itu sama saja.
yg membuat bahagia kl istri itu secepatnya sehat setelah melahirkan n bebyny jga sehat dan montok.
uch... senengnya....
total 1 replies
Sya'wanah
aich senangnya.... namanya jg kembar. hamilny jg samaan.
moga hasilnya sama2 kembar jg
Sya'wanah
ketua mafia nangis?
gak masalah n gak maku2in kok
Syafrida Inda
hadeuhhhh.. visual nya korea molo 🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️🤦🏼‍♀️
Kenar Angger Mauli
🤩🤩😍😍
Mariana Frutty
✔️
Rofi Andawiyah
ceritanya menarik...
Luzi
thanks Thor, ceritanya bagus...tetap semangat ya Thor..aku sukaaaa🥰🥰🥰🥰🥰
Salamah HsGayo
tadi katanya Shea yg minta di tatho kan Thor, tapi kok si Ken yg di tatho, jadi bingung🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!