Indonesia
NovelToon NovelToon
Menikah Karena Perjodohan

Menikah Karena Perjodohan

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:350.2k
Nilai: 5
Nama Author: nerissa ningrum

menikah adalah suatu pilihan dan suatu pilihan pasti ada akibatnya, tinggal bagaimana kita menyikapi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nerissa ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kabar Duka

"tut tut tut" terdengar suara panggilan yang tersambung, namun cukup lama tak di angkat oleh orang di seberang sana membuat Kaila merasa cemas “kemana mas Virza “ gerutu Kaila, tak ingin menyerah menghubungi Virza

Sampai tak berapa lama kemudian, panggilan itu pun tersambung "halo mas, mas dimana? kapan pulang? tumben sekali jam segini mas belum sampai rumah" tanya Kaila beruntun

"mas sedang di jalan Kai, mungkin bentar lagi sampai rumah " balas Virza dengan datar

"ya sudah Kaila siapin makan buat mas dulu" ucap Kaila yang berniat mengakhiri panggilan tersebut

"Kaila....." panggil Virza menghentikan Kaila yang akan mengakhiri panggilannya

"ada apa mas..” tanya Kaila pada Virza yang memanggilnya

Rasanya bibirnya terasa kelu untuk melanjutkan kata-katanya " ah tidak jadi ” Virza mengurungkan niatnya untuk menyampaikan sesuatu pada Kaila “nanti di rumah saja mas ngomongnya “ ucap Virza tak melanjutkan ucapannya

"iya mas, Kaila juga ada yang mau di bicarain sama mas " Kaila segera mengakhiri panggilannya dan mulai menyiapkan makan malam untuk menyambut kepulangan Virza

“aku harus siapin semuanya dan segera kasih kejutan untuk mas Virza “ rasanya sudah tak sabar lagi memberi tahu Virza mengenai kabar kehamilannya pada Virza

Tak lama berselang Virza pun sampai di rumah, Kaila menatap virza dengan tatapan mata yang memperlihatkan sorot bahagia sedangkan Virza menatap Kaila  dengan sorot mata kebalikannya, sendu dan kacau

Kaila berjalan menghampiri Kaila "mas sudah pulang a..." ucapan Kaila terpotong karena Virza yang tiba-tiba memeluknya dengan erat

Kaila bingung dengan sikap suaminya yang tiba-tiba memeluknya saat sampai rumah, namun gerak tangannya tak urung membalas pelukan Virza "mas kenapa, tumben sekali langsung meluk gini" kekeh Kaila

“aku sudah siapin makan malam untuk mas, dan aku juga ada kejutan untuk mas “ Kaila berusaha melepaskan pelukan Virza tapi Virza malah makin erat memeluk Kaila

“ada apa sih mas “ heran Kaila

" dengarkan baik-baik ucapan mas dan tenanglah Kai" ucap Virza dan suara lirih

"kenapa mas? jangan membuat Kaila takut" Kaila jadi cemas dengan cara bicara Virza, hatinya di landa gundah membuat jantungnya berdegup cukup kencang tak beraturan

Virza berusaha mengatur nafasnya sebelum bicara pada Kaila “ayah....”ada jeda dalam kata-kata Virza membuat Kaila makin panik

“ayah kenapa mas, ngomong yang jelas dong “ seru Kaila dengan perasaan tak menentu

 "ayah sudah tidak merasakan sakit lagi Kai, dan beliau pergi menemani ibumu sesuai keinginannya" ucap Virza sambil menahan tangisnya mengelus punggung Kaila lembut, berusaha menguatkan Kaila dari rasa kehilangan

serasa ada petir menyambar Kaila, bibirnya kelu, Kaila terdiam berusaha mencerna perkataan suaminya yang terkesan menusuk jantungnya "jangan bohong mas! " teriak Kaila,  mendorong Virza saat ia mulai tersadar dari kejutan besar yang Virza bawa

Virza kembali memeluk Kaila mencoba menenangkan Kaila yang mulai menangis histeris “tenang Kaila “  ucap Virza dengan lembut

" ini gak mungkin mas, gak mungkin ayah ninggalin aku sendirian " tangis Kaila pecah seketika mendengar kabar duka yang di sampaikan Virza untuknya

Kaila terus memukul punggung Virza yang masih memeluknya dengan erat, sedang Virza hanya membiarkannya saja karena ia cukup tahu kesedihan yang Kaila rasakan, karena ia pun juga ikut bersedih dengan kematian ayah Bagas

"tenang Kai, ayah pasti gak pingin kamu sedih. Ayah sudah bahagia di sana" ucap Virza menenangkan

Virza mengurai pelukannya, mengusap pipi Kaila yang basah "Kaila belum sempet bahagiain ayah mas" ucap Kaila disela tangisnya

"tidak kai, bagi ayah memilikimu saja adalah suatu kebahagiaan jadi jangan pernah berfikir kalau kamu belum sempet membahagiakan nya" Virza kembali memeluk kaila mengusap punggung kaila mencoba menguatkan

Keributan sang nyonya dan tuan mereka tentu mengundang atensi apra pekerja di rumah Virza, dan Orang-orang yang mendengar tangisan kaila pun ikut menangis, bersedih atas duka yang dialami Kaila saat ini

pupus sudah persiapan kejutan yang ingin ia berikan untuk suami dan ayahnya, yang ada malah dia yang menerima kejutan kematian sang ayah yang teramat disayanginya

*

*

*

Kaila danVirza bergegas pulang ke rumah melihat sang ayah yang kini sudah terbujur kaku di atas lantai yang beralas tikar dan tertutup kain jarit " ayah.." teriak Kaila ingin menghampiri sang ayah tapi Virza menahan tubuh Kaila

Virza memeluk Kaila dari belakang, menahan tubuh istrinya itu tidak langsung menghambur memeluk ayah Bagas dalam keadaan masih menangis "ayahmu sudah tenang Kai, jangan karena tangis mu membuat jalan ayah sulit di sana" Virza mengingatkan Kaila untuk tidak menangis di atas jenazah ayah Bagas

Kaila menghapus air matanya, sadar akan kata-kata suaminya yang memang benar  “iya mas “ Kaila yang sudah lebih tenang memilih duduk di samping ayah Bagas dalam diam, matanya terus tertuju pada sang ayah tak perduli dengan orang sekitarnya yang terus menyampaikan rasa belasungkawa mereka, pikirannya benar-benar kosong saat melihat ayah yang di sayanginya kini sudah menutup mata, menyusul sang mama yang sudah lebih dulu menghadap Tuhan

Virza yang begitu cekatan langsung mengurus prosesi pemakaman ayah Bagas agar segera selesai, dan ayah Bagas akhirnya dimakamkan pada pukul 10 malam setelah semua hal untuk prosesi pemakaman selesai

Walaupun hari sudah terbilang malam tapi proses pemakaman langsung disegerakan karena kebijakan pemerintah sekarang yang mengharuskan untuk mempercepat proses pemakaman dan tidak menundanya terlalu lama

proses pemakaman berjalan dengan khidmat, para pelayat pun banyak yang berdatangan karena Kaila dan Ayah Bagas cukup di kenal baik dan juga dermawan oleh sebagian orang yang mengenali mereka

Setelah proses pemakaman selesai Kaila duduk di samping makam sang ayah yang sudah bertabur bunga  "ayah baik-baik disana ya, ayah juga jangan khawatir lagi sama Kaila. Kaila pasti jaga diri Kaila karena Kaila anak ayah yang kuat" ucap Kaila sambil menangis tersedu mengelus nisan ayah bagas

melihat itu Virza mendekat, mengusap pundak Kaila dengan lembut "ini sudah malam Kai, ayo kita pulang, nanti saat kamu kangen ayah mas pasti akan menemani kamu menjenguk ayah" ucap Virza dengan lembut

Kaila yang mendengar itu pun menurut untuk pulang, apalagi sekarang kondisinya sedang hamil muda “iya mas, kita pulang “

Di perjalanan pulang, mereka hanya diam tanpa suara cuma sesekali terdengar suara Kaila yang menangis sesenggukan Virza hanya bisa mendiamkannya saja karena tahu kesedihan yang dirasa Kaila saat ini

1
Ds Phone
kena lah hantar
Ds Phone
dia adametal
Ds Phone
dia tak gila perumpuan
Ds Phone
cerita hidup tak pernah habis
Ds Phone
kena hadap orang ganas
Ds Phone
memang keras kepala
Ds Phone
tu lah anak gila kamu
Ds Phone
cerita kisah lama
Ds Phone
o ayah saitan anak saitan jya
Ds Phone
apa meraka selamat
Ds Phone
meraka tahu siapa dia
Ds Phone
tentu kerja orang gilatu
Ds Phone
bier si jahat bolih kacau bini orang
Ds Phone
ada yang tak sedap akan berlaku ke
Ds Phone
itu yang dia mahu kan
Ds Phone
semua tak tahu kesah hidup nya
Ds Phone
tak habis lagi gadih
Ds Phone
siapa ya
Ds Phone
puasa lagi dah ada anak kena sabar
Ds Phone
keras betul hati nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!