menikah adalah suatu pilihan dan suatu pilihan pasti ada akibatnya, tinggal bagaimana kita menyikapi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nerissa ningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar Duka
"tut tut tut" terdengar suara panggilan yang tersambung, namun cukup lama tak di angkat oleh orang di seberang sana membuat Kaila merasa cemas “kemana mas Virza “ gerutu Kaila, tak ingin menyerah menghubungi Virza
Sampai tak berapa lama kemudian, panggilan itu pun tersambung "halo mas, mas dimana? kapan pulang? tumben sekali jam segini mas belum sampai rumah" tanya Kaila beruntun
"mas sedang di jalan Kai, mungkin bentar lagi sampai rumah " balas Virza dengan datar
"ya sudah Kaila siapin makan buat mas dulu" ucap Kaila yang berniat mengakhiri panggilan tersebut
"Kaila....." panggil Virza menghentikan Kaila yang akan mengakhiri panggilannya
"ada apa mas..” tanya Kaila pada Virza yang memanggilnya
Rasanya bibirnya terasa kelu untuk melanjutkan kata-katanya " ah tidak jadi ” Virza mengurungkan niatnya untuk menyampaikan sesuatu pada Kaila “nanti di rumah saja mas ngomongnya “ ucap Virza tak melanjutkan ucapannya
"iya mas, Kaila juga ada yang mau di bicarain sama mas " Kaila segera mengakhiri panggilannya dan mulai menyiapkan makan malam untuk menyambut kepulangan Virza
“aku harus siapin semuanya dan segera kasih kejutan untuk mas Virza “ rasanya sudah tak sabar lagi memberi tahu Virza mengenai kabar kehamilannya pada Virza
Tak lama berselang Virza pun sampai di rumah, Kaila menatap virza dengan tatapan mata yang memperlihatkan sorot bahagia sedangkan Virza menatap Kaila dengan sorot mata kebalikannya, sendu dan kacau
Kaila berjalan menghampiri Kaila "mas sudah pulang a..." ucapan Kaila terpotong karena Virza yang tiba-tiba memeluknya dengan erat
Kaila bingung dengan sikap suaminya yang tiba-tiba memeluknya saat sampai rumah, namun gerak tangannya tak urung membalas pelukan Virza "mas kenapa, tumben sekali langsung meluk gini" kekeh Kaila
“aku sudah siapin makan malam untuk mas, dan aku juga ada kejutan untuk mas “ Kaila berusaha melepaskan pelukan Virza tapi Virza malah makin erat memeluk Kaila
“ada apa sih mas “ heran Kaila
" dengarkan baik-baik ucapan mas dan tenanglah Kai" ucap Virza dan suara lirih
"kenapa mas? jangan membuat Kaila takut" Kaila jadi cemas dengan cara bicara Virza, hatinya di landa gundah membuat jantungnya berdegup cukup kencang tak beraturan
Virza berusaha mengatur nafasnya sebelum bicara pada Kaila “ayah....”ada jeda dalam kata-kata Virza membuat Kaila makin panik
“ayah kenapa mas, ngomong yang jelas dong “ seru Kaila dengan perasaan tak menentu
"ayah sudah tidak merasakan sakit lagi Kai, dan beliau pergi menemani ibumu sesuai keinginannya" ucap Virza sambil menahan tangisnya mengelus punggung Kaila lembut, berusaha menguatkan Kaila dari rasa kehilangan
serasa ada petir menyambar Kaila, bibirnya kelu, Kaila terdiam berusaha mencerna perkataan suaminya yang terkesan menusuk jantungnya "jangan bohong mas! " teriak Kaila, mendorong Virza saat ia mulai tersadar dari kejutan besar yang Virza bawa
Virza kembali memeluk Kaila mencoba menenangkan Kaila yang mulai menangis histeris “tenang Kaila “ ucap Virza dengan lembut
" ini gak mungkin mas, gak mungkin ayah ninggalin aku sendirian " tangis Kaila pecah seketika mendengar kabar duka yang di sampaikan Virza untuknya
Kaila terus memukul punggung Virza yang masih memeluknya dengan erat, sedang Virza hanya membiarkannya saja karena ia cukup tahu kesedihan yang Kaila rasakan, karena ia pun juga ikut bersedih dengan kematian ayah Bagas
"tenang Kai, ayah pasti gak pingin kamu sedih. Ayah sudah bahagia di sana" ucap Virza menenangkan
Virza mengurai pelukannya, mengusap pipi Kaila yang basah "Kaila belum sempet bahagiain ayah mas" ucap Kaila disela tangisnya
"tidak kai, bagi ayah memilikimu saja adalah suatu kebahagiaan jadi jangan pernah berfikir kalau kamu belum sempet membahagiakan nya" Virza kembali memeluk kaila mengusap punggung kaila mencoba menguatkan
Keributan sang nyonya dan tuan mereka tentu mengundang atensi apra pekerja di rumah Virza, dan Orang-orang yang mendengar tangisan kaila pun ikut menangis, bersedih atas duka yang dialami Kaila saat ini
pupus sudah persiapan kejutan yang ingin ia berikan untuk suami dan ayahnya, yang ada malah dia yang menerima kejutan kematian sang ayah yang teramat disayanginya
*
*
*
Kaila danVirza bergegas pulang ke rumah melihat sang ayah yang kini sudah terbujur kaku di atas lantai yang beralas tikar dan tertutup kain jarit " ayah.." teriak Kaila ingin menghampiri sang ayah tapi Virza menahan tubuh Kaila
Virza memeluk Kaila dari belakang, menahan tubuh istrinya itu tidak langsung menghambur memeluk ayah Bagas dalam keadaan masih menangis "ayahmu sudah tenang Kai, jangan karena tangis mu membuat jalan ayah sulit di sana" Virza mengingatkan Kaila untuk tidak menangis di atas jenazah ayah Bagas
Kaila menghapus air matanya, sadar akan kata-kata suaminya yang memang benar “iya mas “ Kaila yang sudah lebih tenang memilih duduk di samping ayah Bagas dalam diam, matanya terus tertuju pada sang ayah tak perduli dengan orang sekitarnya yang terus menyampaikan rasa belasungkawa mereka, pikirannya benar-benar kosong saat melihat ayah yang di sayanginya kini sudah menutup mata, menyusul sang mama yang sudah lebih dulu menghadap Tuhan
Virza yang begitu cekatan langsung mengurus prosesi pemakaman ayah Bagas agar segera selesai, dan ayah Bagas akhirnya dimakamkan pada pukul 10 malam setelah semua hal untuk prosesi pemakaman selesai
Walaupun hari sudah terbilang malam tapi proses pemakaman langsung disegerakan karena kebijakan pemerintah sekarang yang mengharuskan untuk mempercepat proses pemakaman dan tidak menundanya terlalu lama
proses pemakaman berjalan dengan khidmat, para pelayat pun banyak yang berdatangan karena Kaila dan Ayah Bagas cukup di kenal baik dan juga dermawan oleh sebagian orang yang mengenali mereka
Setelah proses pemakaman selesai Kaila duduk di samping makam sang ayah yang sudah bertabur bunga "ayah baik-baik disana ya, ayah juga jangan khawatir lagi sama Kaila. Kaila pasti jaga diri Kaila karena Kaila anak ayah yang kuat" ucap Kaila sambil menangis tersedu mengelus nisan ayah bagas
melihat itu Virza mendekat, mengusap pundak Kaila dengan lembut "ini sudah malam Kai, ayo kita pulang, nanti saat kamu kangen ayah mas pasti akan menemani kamu menjenguk ayah" ucap Virza dengan lembut
Kaila yang mendengar itu pun menurut untuk pulang, apalagi sekarang kondisinya sedang hamil muda “iya mas, kita pulang “
Di perjalanan pulang, mereka hanya diam tanpa suara cuma sesekali terdengar suara Kaila yang menangis sesenggukan Virza hanya bisa mendiamkannya saja karena tahu kesedihan yang dirasa Kaila saat ini