Indonesia
NovelToon NovelToon
Kutukan Selamanya

Kutukan Selamanya

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Perjodohan / Horor / Tamat
Popularitas:47.5k
Nilai: 5
Nama Author: Thata Embem

Saraswati.
Anak ningrat yang berhasil memenangkan sayembara dan menjadi permaisuri sang Prabu.

Berparas jelita dan sikapnya santun hampir tanpa cela.

Saraswati tumbuh dengan penuh kasih sayang dari orang tua dan para kacung yang bekerja melayaninya .

Pun juga sang suami .

Namun siapa sangka, jika di balik keberhasilannya menaklukkan hati sang Prabu, ada suatu perjanjian yang harus ia bayar pada seorang ahli ilmu Hitam.

Nyi Sukma . Nama yang dulunya begitu tersohor , namun kini telah di lupakan.

Lantas, perjanjian seperti apa sebenarnya yang terjalin antara Saraswati dan Nyi Sukma?

Season 1 end
Season 2 on going

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thata Embem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sirkus

🌺 hem.. 🌺

* * *

Masih merupakan wilayah tempat tinggal sang Adipati, di bagian paling belakang rumah tesebut terdapat hamparan padang rumput yang membentang luas dan di pagari kayu setinggi satu setengah tinggi orang dewasa.

Selain terdapat kandang kuda , lahan bebas ini juga difungsikan sebagai ladang makanan bagi binatang berkaki empat yang digunakan untuk menari kereta.

Disinilah Panji membawa dan menghentikan langkahnya.

Ia berbalik, menatap lekat pada gadis yang menjarak tiga langkah darinya.

'' Mayang ''

'' Ngih, den Mas '' Mayang mengangguk sekali lalu menatap sang majikan sekilas .

'' Mayang ''

Mayang menghela nafas. Ia angkat kakinya untuk melangkah sambil matanya meniti sekitaran.

Hanya satu langkah dan Mayang menyudahinya.

'' Mayang ''

Mayang kembali menghela nafas. Ia nampak serba salah.

Ia tak bermaksud untuk menolak perintah Panji yang inginkan agar ia mendekat . Namun ia tak bisa sebab merasa tak nyaman pada beberapa pasang mata yang ia yakin pasti sedang curi lirik ,memperhatikannya.

'' Sudah kubilang jangan panggil aku seperti itu . Sebut namaku ! ''

'' ... '' Mayang menunjuk sekitaran dengan ekor matanya .

' Ck ' Panji berdecak kesal, saat menyadari jika ada empat penjaga pagar yang sedang bertugas sekaligus mengawasi para kuda yang di lepas .

Panji kemudian duduk di sebuah batang pohon yang tumbang.

Ia putar lehernya kebelakang dan menyuruh Mayang duduk di sebelahnya.

Mayang menurut. Ia mendekat dan duduk dengan jarak tiga jengkal.

'' Mendekatlah ''

Mayang bergeser sedikit.

'' Lebih dekat lagi ''

Mayang menggeleng.

Panji mengulum senyum. Sebuah hal langka sebab sangat jarang dilakukannya . Ia memang kesal. Namun sekarang ia menjadi gemas melihat ekspresi Mayang yang cemas.

'' Baiklah kalau kau tak mau, maka aku yang mendekat '' Panji menggeser duduknya hingga merapat pada Mayang.

Mayang yang hanya setinggi bahu Panji mengangkat sedikit dagunya . Dan bertepatan itu pula Panji tengah menundukkan tubuhnya.

Keduanya saling tatap dengan jarak yang sangat dekat.

'' Aku rindu kau menyebut namaku seperti dulu ''

Panji semakin mendekat, hingga hidung mancungnya menyentuh ujung hidung Mayang.

Hanya berselang seperkian detik saja. Panji mulai merasa sebuah desakan dari dalam dirinya. Jantungnya berdegup tak karuan seiring dengan nafasnya yang memburu.

'' Sepertinya aku harus membawamu ke sebuah tempat . Tempat yang hanya ada kau dan aku saja .

Lalu... '' Panji menggantung kalimatnya untuk melihat respon Mayang.

Gadis itu dengan cepat memalingkan wajahnya.

Panji tergelak. Mengira jika telah berhasil menggoda gadisnya.

Padahal sebenarnya yang Mayang rasakan adalah sebuah ketakutan dan kekhawatiran akan ucapan Panji barusan.

Mayang berusaha untuk tidak terlihat canggung. Meski sulit, ia coba dengan menarik nafas panjang beberapa kali agar merasa tenang dan dapat bersikap seperti biasa.

'' Apa kau masih ingat ? Dulu kau pernah berjanji satu hal padaku. Kau bilang akan selalu menemani ku ? '' ucap Panji seraya melemparkan pandangan ke depan.

Mayang mengangguk.

Kini mereka sama-sama melihat kearah yang sama.

Tatapan mereka lurus ke depan, tapi tak pasti apa yang mereka lihat.

Hening.

Hanya suara hembusan angin yang sesekali terdengar.

Dalam diam, perlahan mereka mulai hanyut dalam pikiran masing-masing.

Lalu kenangan lama datang menghampiri dan seolah berputar di hadapan mereka.

Dulu, di kala senja hendak berpamitan, Panji dan Mayang sering datang ke tempat ini untuk menikmati keindahan langit sore.

Setelah puas bermain, mereka yang saat itu masih bocah biasanya menutup hari dengan duduk di sini sambil berbincang ala anak ingusan.

Hingga terlontar kata-kata yang menjadi sebuah janji. Bagi Panji , tidak bagi Mayang yang menganggap semua ucapan yang pernah keluar dari mulutnya tak lebih dari sekedar hiburan semata.

Dan hal tersebut terus berlanjut hingga menjadi sesuatu yang rutin mereka lakukan di saat sore akan berganti malam.

Panji yang dikenal berkepribadian dingin, nyatanya menghangat saat bersama Mayang.

Panji merasa nyaman ketika berada di dekat Mayang.

Hal yang tak pernah ia dapatkan dari siapapun. Bahkan dari ibunya sendiri.

Ya, Pramuanti adalah sosok wanita yang nyaris terlihat sempurna.

Namun ia hanya loyal dalam melayani sang suami saja.

Sementara anaknya ia percayakan penuh pada pengasuhnya, mbok Arni.

Dan hingga kini, ia tak pernah menyadari ataupun tau, jika telah membuat anak semata wayangnya kesepian sebab Panji lebih banyak menghabiskan masa kecil dan waktunya bersama mbok Arni.

Maka tak heran jika Panji menjadi begitu akrab dengan Mayang.

'' Mayang.. ''

'' Nggih, Den Mad ''

'' Katakan padaku. Lelaki seperti apa yang kau harapkan untuk menjadi suamimu ? '' Panji memutar leher, menatap gadis yang duduk di sisi kanannya.

Mayang bergeming. Sudah ia duga jika Panji mendengar pembicaraan tadi.

'' Mayang '' Panji menyenggol sekali pundak Mayang, hingga gadis itu tersentak dan secara reflek menatapnya.

'' Kau tau kalau aku menyukaimu, kan ?

Bukan sebagai teman. Tapi sebagai seorang lelaki yang menyukai seorang perempuan .

Karena itu. Kuharap, akulah yang nantinya akan menjadi suamimu ''

Mayang mengangguk dengan kepala tertunduk.

'' Berjanjilah jika kau tak akan pernah memberi hati dan tubuhmu pada lelaki lain, selain aku.. ''

'' ... '' Mayang semakin tertunduk. Ia tak tau harus menjawab apa.

'' Mayang tegakkan kepalamu dan tatap aku ''

Mayang melakukannya apa yang majikannya perintahkan.

' Tuk ' Panji mempertemukan kening mereka.

'' Satu hal yang harus selalu kau ingat, Mayang.

Kau adalah milikku.

Mungkin saat ini belum. Tapi hal itu pasti akan terjadi.

Jadi, ketika aku menagih untuk memilikimu, kau harus bersiap. Karena tak pasti kapan atau di manapun , cepat atau lambat , akan datang hari dimana aku meminta ' itu ' darimu ''

- -

Malam menjelang.

Mayang yang telah mandi dan bersolek, nampak bersiap akan keluar.

Tadi ia sudah meminta ijin pada ibunya agar di perbolehkan pergi ke alun-alun kota untuk melihat pertunjukan sirkus.

Sang ibu sempat melarang, namun karena Mayang mengatakan jika ia akan pergi sendiri dan berjanji akan kembali sebelum larut , maka ia pun diberi ijin.

Mbok Arni lega sebab Mayang tak pergi bersama sang majikan muda.

Mengingat selama ini ,kemanapun Mayan pergi selalu saja bersama dan atas ajakan Panji.

Ia menganggap jika ini adalah pertanda Mayang mulai menjaga jarak dari Panji . Ia bahkan berharap, Mayang pergi untuk bertemu dengan seorang lelaki.

Mengenakan kebaya terbaiknya, Mayang melenggang keluar melalui pintu yang biasa digunakan sebagai akses keluar masuk para pelayan rumah.

Sesampainya di persimpangan jalan, Mayang menghentikan sebuah Andong yang kebetulan sedang melintas.

Karena jarak kediaman Adipati dari alun-alun kota lumayan jauh, maka untuk mempercepat waktu ia memutuskan untuk menggunakan alat transportasi yang umum dinaikkan kaum jelata sepertinya.

Mayang naik dan langsung menyebutkan tempat tujuannya seraya menyerahkan tiga gulden pada si kusir.

Tak berselang lama, andong yang Mayang naiki mulai memasuki kawasan jalan utama kota.

Hiruk pikuk memenuhi sisi jalanan, keramaian semakin terlihat saat hampir tiba di tempat tujuan.

Mungkin karena ini adalah pertunjukan perdana sekaligus hal baru , hingga semua orang yang ada di Batavia berbondong-bondong mendatangi tempat ini.

Karena tak mungkin menerobos lautan manusia yang tengah berjalan menuju ke arah yang sama, maka kereta terpaksa berhenti di tepian . Dimana berjejer andong-andong lainnya yang sedang menunggu ataupun baru saja selesai menurunkan penumpangnya .

Mayang turun dan langsung menyapu sekitarnya.

Ia menatap takjub.

Ini pertama kalinya ia pergi tanpa dan seijin Panji .

Ada rasa was-was jika nanti Panji akan mengetahuinya .

Namun bukan tanpa pertimbangan ia sampai berani melakukan hal yang tak Panji sukai ini.

Pun ia sudah terlanjur berada di hadapan tenda besar dengan bendera berkibar di puncaknya.

Setelah mengetahui jika calon istri Panji adalah Mina, si gadis blasteran yang menghampirinya saat di sekolah tadi, Mayang yang penasaran pun memberanikan diri untuk datang ke tempat yang penuh dengan manusia dari berbagai usia dan golongan. Ia ingin tau apa tujuan Mina mengajaknya bertemu dan hal penting apa yang ingin dibicarakan padanya.

" *K*atanya dia akan menunggu ku di gerbang "

Mayang celingukan. Menatap ke sana kemari ke sekitaran tenda yang dikelilingi gerobak pedagang yang menawarkan dan menjual berbagai macam makanan dan barang lainnya.

Sesaat Mayang lupa akan tujuannya hingga tanpa sadar ia melewati gerbang masuk.

Mayang pun melintas begitu saja di hadapan seorang yang sejak tadi telah menunggunya .

Mina menatap sambil menggeleng, lalu berjalan mengikut kemana kaki Mayang melangkah .

Mayang nampak begitu terbuai pada hal yang telah berhasil menarik seluruh perhatiannya.

Semuanya terlihat unik sebab baru di penglihatanya.

Senyumnya pun tak luntur seraya memperhatikan apa saja yang ia lewati.

" Hei, kau ! " suara cetus yang membuat Mayang berlonjak seketika.

" No-nona Mina "

Mayang berbalik. Ia tergagap mendapati Mina yang dengan kedua tangan tersilang di dada .

Mina mengenakan kebaya berwarna merah muda yang begitu pas membalut tubuh sintalnya dengan bagian dada rendah. Samar terlihat belahan gunung kembarnya yang padat berisi.

'' Apa kau sudah membeli tiket masuk ?''

Mayang menggeleng. Ia tak begitu mengerti namun sepertinya mereka tidak akan bicara di tempat yang riuh ini.

'' Ikuti aku '' perintah Mina yang langsung membalikkan badan dan berjalan.

Mayang pun mengikutinya.

Disaat bersamaan, Sarawati dan Agam baru turun dari kereta secara terpisah.

Bak orang asing , mereka tak saling sapa namun jalan beriringan dengan jarak beberapa jengkal.

'' Tempat apa ini ? Kenapa ramai sekali ? '' tanya Agama tanpa melihat pada siapa ucapannya di tujukan.

Ia hanya menatap wanita yang berjalan di sisi kanannya sekilas lalu melemparkan pandangan ke sekitar. Bersikap layaknya pengunjung.

'' Suamiku bilang ini namanya sirkus. Dia yang menyarankan agar pergi kemari dan melihat - lihat. Katanya akan ada pertunjukan yang menarik yang di selenggarakan di sini ''

Agam mengernyit.

'' Lantas, untuk apa kau mengajakku ke mari ? ''

Saraswati menghentikan langkahnya ketika melihat gerobak penjual sate.

Ia membeli lima tusuk , kemudian melanjutkan langkah sambil menikmati makan kesukaannya itu.

'' Kau ingin melihat anak kita, bukan ? ''

Sarawati tersenyum, lalu melempar tusuk sate ketika melihat sebuah tong khusus untuk membuang sampah.

'' Dia ada disini ? ''

'' hem... '' Sarawati mengangguk dan menghentikan langkahnya tepat di depan pintu masuk tenda . Seorang pria berpakaian aneh , berdiri dengan tangan terulur dan memberikan secarik kertas pada siapa saja yang hendak masuk.

'' Sepertinya aku lupa membawa uang.

Maukah kau mentraktir ku masuk ke dalam sana ? '' Sarawati tersenyum lembut pada pria yang berdiri tepat di sampingnya.

Sesaat keduanya saling menautkan tatapan.

Agam kemudian mengangguk dan tersenyum. Tanda tak keberatan sama sekali.

* * *

bersumbang - -

Jangan lupa like-nya ya..

Ditunggu juga kritik dan sarannya.

Makasih 🤗

1
nia kurniawati
Luar biasa
M'bak Embem: terimakasih. mampir juga ya di cerita lainnya..
total 1 replies
Artika Artanti
kutunggu season 2
M'bak Embem: terima kasih. mampir juga ya di cerita lainnya
total 1 replies
MRS
ceritanya bagus. Semangat thor
M'bak Embem: makasih
total 1 replies
M'bak Embem
🤗
Jiayou🐼
hmm ... 😏
Jiayou🐼
cie cie Mina di anggep😤 hehehe aku kembali setelah menghilang🤣
Jiayou🐼
author ku tersayang aku akan lanjut baca habis lebaran insya Allah 🥺 btw aku akan senang kalo kamu buat cerita baru tapi kalo bisa jangan ada adegan 18++ nya karena hatiku masih berasa SMP🤣
Jiayou🐼: iya terima kasih 🥺 selamat makan makan🤣
total 4 replies
M'bak Embem
haha.. kan masing-masing punya karakter sendiri..
Jiayou🐼
gilaaa👍 hmm oke lah lanjut lagi nanti
Jiayou🐼
Adipati keren padahal aku berharap Panji yang membunuhnya
Jiayou🐼
yang aku gak suka dari novel mu tuh mc ceweknya terlalu lemah, labil dan ngeselin pendirian nya kurang bgt kadang bego juga seperti di novel yang satunya lupa aku namanya 🙂. jadi kesel😑 btw author ku Panji balaskan dendam gak sama para 3 cowok yang perkosa Mina kalo iya aku respek 😍
Jiayou🐼
hmm ternyata author ku memang tipe penulis romantis 🤣 aku juga senang kalo Mina senang dan Mayang pun akan juga bahagia sama dimas tinggal tunggu gimana cara nyegel dukun kita NYI Sukma tanpa membunuh MC mayang 😌
Jiayou🐼
kalo Panji jadi baik dan mencintai Mina dengan sepenuh hati nya aku akan memaafkan walau masih kesal pingin nyentil ginjalnya biar koma dulu panjinya 🤣
Jiayou🐼
Mina ku kok sama sih nasibnya kaya minji ku 🥺 harusnya Mina jadi MC ya Thor seenggaknya dia yang lebih berat penderitaan nya di banding Mayang yg cuma di kekang Panji tapi gak pernah di sakit fisiknya cuma mentalnya kena dikit😂
Jiayou🐼
Panji ini tipe orang yang gak tahu diri dia suka ungkit masalah orang tapi lupa sama masalah sendiri yg sudah sakiti hati Mina 🥺. itu lah benci tipe cowok kaya dia😑 dan selalu jadi tumbal di siksa sadis di novelku baru di bunuh😂🤣
Jiayou🐼
sementara Mayang dan Dimas happy ending.
Jiayou🐼
Mina ku 🥺
Jiayou🐼
di novel ini aku senang sama Dimas yang gak takut bunuh orang
Jiayou🐼
dari sini aku punya referensi baru untuk tokoh Panji aku akan buat menderita 20x lipat di versiku. bahkan sedetikpun dia masih bakal merasakan sakit.. hmm makasih author ku tersayang sudah membuat ku marah karena sifat Panji seperti Adit dulu yang kurang ajar.. 😤 bahkan mati pun kayaknya gak layak untuk mereka ya? kalo di dunia nyata aku pingin mengutuknya jadi ikan sarden biar bisa aku makan🤣
M'bak Embem: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Jiayou🐼
uwaw MC kedua ku adalah mamak Dimas yang kece badai 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!