Dea dijebak oleh kakaknya yang berakhir dia harus ditiduri oleh suami kakaknya yang membuat dia harus mengandung anak dari suami kakaknya dan terpaksa menjadi Madu dari sang kakak hanya karena kebahagiaan sepihak.
Menceritakan Liku-Liku perjalanan kakak adik angkat, yang terjebak dalam hubungan rumit dimana mereka harus berbagi suami yang sama dengan keadaan saling mengikhlaskan.
Zara Aridda sesosok wanita tegar dengan rasa penuh perhatian harus menikahkan suaminya dengan adiknya dikarenakan adiknya telah hamil anak suaminya, namun dia menyimpan rahasia yang besar yang hanya dia yang tahu.
Dea Aninda sesosok wanita yang tak kala tegar nya terpaksa masuk kedalam hubungan pernikahan kakaknya dan menciptakan sebuah keadaan rumit dimana dia terjebak dalam keadaan terpaksa dan kenyataan bahwa dia mulai mencintai suami kakaknya yang kini menjadi suaminya
Siapakah yang akan dipilih Tirta dikala Kedua istrinya sama-sama ingin menyerah
Siapakah yang akan bertahan dalam pernikahan tersebut dan siapakah yang pada akhirnya menyerah
Dan jangan lupa sosok Danu yang selalu ada untuk Zara dan masih menanti cinta Zara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH. 09: Talak Aku, Sebagai Hadiahnya
Malam ini Tirta sudah siap dengan tosro putihnya untuk bertemu dengan Zara di acara Anniversarynya dengan Zara, Dea sendiri yang membantu Tirta menyiapkan penampilannya, Karena Dea merasa senang jika Zara dan Tirta memiliki waktu untuk berdua itu tandanya hubungan diantara mereka berdua akan semakin membaik kedepannya dan dia tidak perlu merasa sangat bersalah kedepannya.
"Jadikan malam ini malam yang tidak bisa dilupakan oleh Kak Zara yah bang," ujar Dea memakaikan jam tangan kepada Tirta.
Tirta mengangguk kemudian mengecup kening Dea, mengambil kunci mobilnya dan berjalan menuju pintu apartemen.
"Abang akan pulang sebelum jam sepuluh yah, jadi kalau kamu mau tidur duluan gapapa,* ujar Tirta sesaat sebelum menghilang dibalik pintu apartemen itu.
Dea tersenyum mengangguk sampai pandangannya sudah tidak melihat wajah suaminya lagi, selepas kepergian Tirta, Deaebih banyak tersenyum membayangkan kedekatan yang tercipta antara Zara dan Tirta nanti namun melihat dampaknya Dea seketika berubah sedih, karena ini semakin memperbesar kesempatan bahwa dia akan benar-benar ditalak nantinya.
Sedangkan Tirta yang sudah menyiapkan semua kejutan untuk Zara nanti masuk kedalam mobilnya dengan senyum mengembang, dia tahu kalau Zara tidak akan datang pasalnya telepon dari Tirta pun tidak bisa terhubung ke ponsel Zara.
Tapi Tirta menganggapnya hal yang biasa, karena Zara memang suka tidak mengangkat telepon dari nya, tapi melihat centang biru dipesan yang dia kirim cukup memberi angin segar bagi Tirta untuk malam ini.
Sesampainya di cafe yang sudah Tirta reservase untuk berdua saja, Tirta segera masuk kedalam cafe tersebut dan menuju meja yang sudah disediakan, nuansa biru dan merah muda menambah kesan indah dalam acara yang hanya dilakukan berdua oleh Zara dan Tirta saja.
Tirta melirik arloji dipergelangan tangannya sebelum mendudukkan dirinya dikursi tersebut, jam masih menunjukkan pukul tujuh malam, membuat Tirta masih menunggu kehadiran Zara sambil sesekali mengutak-atik ponselnya.
Cukup lama Tirta menunggu sampai tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan, puluhan chat yang bercentang satu dikirimkan Tirta ke nomor Zara, puluhan telepon tak terjawab sudah dilakukan Tirta sampai akhirnya seorang pelayan menghampirinya.
"Maaf Pak, acaranya mau dimulai jam berapa? Karena satu setengah jam lagi cafe akan memasuki jam tutup," ujar Pelayan tersebut ramah.
Tirta berdiri dan tersenyum ramah. "Tunggu tiga puluh menit lagi yah, pasangan saya belum datang,"
Pelayan tersebut mengangguk dan berjalan meninggalkan Tirta yang sudah kembali duduk di kursi nya, wajah Tirta tampak gusar, garis wajah menyiratkan sedikit kekecewaan mana kala semua telepon dan pesan tidak ada respon satupun dari Zara.
Dia tahu kesalahannya cukup membuka luka yang dalam dihati Zara, tapi haruskah Zara melakukan ini kepadanya ditengah niatnya yang sudah tulus.
Tirta memanggil pelayan barusan kemudian berdiri dari duduknya. "Kayaknya acara saya batal, pembayaran tetap akan saya lunasi, dan makanannya bagi-bagi aja ke staf sini yah,"
Tirta menyerahkan sebuah amplod berisi cash pelunasan pembayaran reserve tersebut, pelayan tersebut mengangguk paham dan menerima amplod tersebut.
Setelahnya Tirta berjalan keluar dari cafe tersebut dan perasaan gundah dan sangat kecewa, ia mengacak-acak rambutnya frustrasi dan menutup wajahnya yang mulai mengalir air mata kekecewaan, apakah ini pembalasan atas apa yang sudah terjadi, tetapi kenapa harus seperti ini, isi hati Tirta tidak karuan sekarang.
Tirta masih larut dalam tangis kekecewaannya sampai sebuah tangan menyentuh pundaknya dan membuat Tirta membalikkan badannya, sosok Dea kini berdiri menatap iba Tirta yang membuat Tirta reflek memeluk Dea dan menangis dalam keadaan kepala terpangku dibahu Dea.
"Bang?" panggil Dea pada Tirta.
"Gapapa Bang, kita coba lain waktu yah, Maaf tadi aku nyusul kesini soalnya aku khawatir sama Abang, sudah jam sepuluh lewat Abang belum pulang, dan ternyata acaranya jadi begini, ingat Bang jangan terlalu diratapi kalau Abang mau berusaha Abang pasti bisa mendapatkan hati Kak Zara lagi, semangat," lanjut Dea mengelus pundak Tirta.
Tirta tidak menjawab dia masuk meratapi nasibnya dalam pelukan istri keduanya itu sampai sebuah notifikasi masuk kedalam ponselnya yang membuat Tirta melepas pelukannya.
'Jangan berharap lebih, Istrimu milikku malam ini' Isi sebuah pesan yang memperlihatkan Zara tengah fokus ke laptopnya sementara ada Danu dibelakangnnya dalam posisi seolah tengah memeluk Zara.
Tirta yang sudah kepalang kecewa pun semakin kecewa melihat gambar itu, ia kemudian menarik tangan Dea untuk naik ke mobil, Dea sempat bertanya kemana mereka akan pergi, tapi melihat ekspresi suaminya Dea mengangguk maklum jika dia tidak mendapat jawaban atas pertanyaannya.
Tirta sendiri yang sudah sangat kesal, kecewa, dan marah yang bercampur jadi satu segera memacu kendaraannya menuju kantor Danu karena menurutnya Zara pasti ada disana.
Tidak perlu waktu lama untuk mobil Tirta terparkir dihalaman kantor Danu yang membuat Tirta segera turun disusul boleh Dea yang belum tau apa yang sebenarnya terjadi setelah suaminya melihat pesan di ponselnya.
Sesampainya didalam kantor Danu, Tirta bersama Dea segera menuju ruangan staff dan benar saja dia mendapati Danu sedang bercanda dengan Zara dengan tentram nya, sontak Tirta berjalan ke hadapan mereka dan meraih kerah kemeja Danu kemudian menghamtamkan bogeman mentah ke wajah ceo perusahaan tersebut.
Bugh!
Danu terhuyung ke belakang dan memegang pipinya, Zara dan Dea yang melihat itu kaget bukan main, Tirta kemudian beralih ke Zara, dia memegang kedua pundaknya dan mengguncangnya sembari mengajukan pertanyaan.
"Ada hubungan apa kamu sama dia?" tanya Tirta lembut.
Zara terdiam, ia belum pernah melihat tatapan kemarahan dari suaminya sebelumnya entah apa yang membuat suaminya marah kepadanya dan melakukan semua hal ini, karena setau nya Tirta bukan tipe pria yang main pukul jika memang tidak ada masalah besar yang terjadi.
"Abang tanya ada hubungan apa kamu sama Dia?" Zara menggeleng. "Kamu tega dek, Abang dah nungguin kamu berjam-jam untuk merayakan anniversary kita tapi kau malah disini bersama pria lain?"
Zara membulatkan mata tidak percaya, apa maksud kalimat Tirta, Tirta mengambil ponselnya dan melemparkannya ke Zara untuk melihat semua pesan dan panggilan yang telah dia lakukan, Zara menatap tidak percaya ponsel tersebut pasalnya di ponselnya tidak ada notifikasi apa-apa, Zara lebih tidak percaya lagi melihat fotonya dengan Danu dikirim oleh nomor misterius ke ponsel Tirta yang membuat Zara mengetahui alasan kenapa Tirta sangat marah saat ini.
Danu bangkit setelah beberapa saat meratapi bekas bogemannya, ia menerjang Tirta dan menyudutkannya ke tembok, ia menghantam sama Tirta dan tinjunya yang membuat Zara dan Dea berteriak untuk menghentikannya.
"Kau seharusnya sadar diri sialan, Zara selama ini terluka berada dalam belenggu pernikahan dengan dirimu, ia terluka bukan karena dia sudah tidak cinta lagi, tapi dia merasa bahwa dia sudah tidak pantas lagi, dan kau seharusnya sadar kau telah menghancurkan kepercayaannya dengan menghamili adiknya sendiri," Danu memberi jeda. "Cih, dengarkan aku, jika kau tidak bisa memiliki Zara lagi, maka lepaskan dia, dia berhak bahagia dengan pria lain, kau seharusnya menyadari itu, sialan!"
Tirta mencoba memberontak namun sebuah bogeman berkali-kali di berikan oleh Danu yang membuat Dea berteriak menghentikan aksinya.
"Jangan berbicara tentang kesadaran disini Tuan, suami saya hanya ingin meminta penjelasan atas apa yang terjadi malam ini, disaat suami saya memiliki harapan untuk memperbaiki hubungannya dengan istri pertamanya, seorang dengan bengisnya menghancurkan harapan tersebut, dan apakah itu pantas disebut baik? Jika ditanya siapa orang paling menjijikkan dalam posisi ini, yaitu anda sendiri," Dea menunjuk Danu yang membuat Zara dan Tirta mengerutkan dahinya.
"Kita berpikir memakai logika saja atas kejadian ini, melihat foto yang dikirimkan ke ponsel Banh Tirta, pelakunya tidak lain adalah Pak Danu sendiri kan? Yang memblokir akses Bang Tirta ke ponsel Kak Zara, Pak Danu juga kan?" Danu diam tak berkutit. "Dengarkan aku bastard, jadi ini caramu merebut seorang istri dari suaminya, menjijikkan, kukira aku manusia paling menjijikkan dalam drama ini karena menjadi istri kedua suami kakakku, rupanya ada yang lebih parah lagi,"
"Tapi yang kukatakan benar kan? Bahwa kakakmu itu tidak bahagia bersama suaminya itu, dia bahkan pria paling menjijikkan disini," balas Danu.
"Siapa Anda berhak menentukan kadar kebahagiaan seseorang?" tanya Dea yang seolah mengskatmat semua kalimat Danu.
Danu terdiam cukup lama, hening diantara mereka sampai Zara mengangkat tangannya dan berjalan ke arah Tirta.
"Bang, ini adalah Anniversary kita, bisakah aku meminta hadiah? Kalau bisa Talak Aku, sebagai hadiahnya, aku ingin mundur bukan karena aku tidak bahagia, tapi aku tidak sanggup melihat adikku menjadi istri kedua, aku menginginkan dis menjadi satu-satunya, dan didalam hati Abang pasti, abang sangat mencintai Dea kan?" Zara menggenggam kedua tangan Tirta. "Sekarang katakan sejujurnya, tegaskan semuanya bang, Abang sekarang takut kehilangan Dea bukan karena dia sedang mengandung anak Abang tapi karena abang mencintainya kan?"
Tirta terdiam cukup lama, ia berkutat dengan pikirannya apakah semua jawaban atas munajatnya kepada Allah tentang perasaannya harus dia katakan sekarang.
"Maafkan Abang Dek, tapi faktanya sekarang Abang sudah mencintai Dea bahkan lebih dari itu, dan permintaanmu, Abang akan mengurus semua surat perpisahan kita," jawab Tirta lemah.
Dea membulatkan mata sempurna atas pernyataan Tirta. "Aku gak setuju,"
"Kalian pikir aku apa? Mainan yang hanya dijadikan pengganti dikala Sang pemilik sudah tidak menyukai yang lama?" lanjut Dea.
Zara meneteskan air mata pada kondisi ini, dia berjalan mendatangi adiknya dan mengusap puncak kepala adiknya, ia mengusap Air Mats Dea yang ikut turun karena melihat Zara menangis.
"Jangan menolak, please, kamu adalah jodoh yang terbaik untuk Mas Tirta, kamu juga bukan pengganti, kamu adalah malaikat baru disaat malaikat lama sudah tidak bisa bertugas lagi, tapi ingat jadilah malaikat untuk selamanya jangan sampai digantikan," bisik Zara pada Dea.
Dea terdiam tidak terima atas semua ini, apakah Kakaknya akan benar-benar bercerai dengan Tirta dihari Anniversary mereka berdua, pikiran tersebut membuat sebuah rongga perasaan bersalah dalam diri Dea menguak seketika.
Dea yang sudah tidak tahan lagi pun memilih berlari pergi meninggalkan mereka semua, Zara dan Tirta berusaha mengejar Dea, sedangkan Danu? Yah semua berjalan sesuai rencananya,
Dea berlari dengan perasaan kalut sampai tidak sengaja ia terjatuh yang membuat perutnya berbenturan duluan dengan lantai, darah keluar membasahi paha ke betisnya, ia merasakan keram yang sangat dalam, membuat Tirta dan Zara yang baru sampai disana panik dibuatnya.
Zara dan Tirta segera melarikan Dea ke rumah sakit melihat kondisi Dea yang mengalami pendarahan akibat terjatuh.
- TBC
mubeng2 wae..ra uwis2...😃😃😃