Genre ~~ Kriminal Story
Bercerita tentang gadis kecil ceria bernama Claudia yang berubah jadi seorang boss mafia kejam yang sangat disegani.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irwineka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
GM 9
Tanpa sengaja Peter telah mengingatkan Claudia pada tragedi berdarah yang terjadi pada kedua orang tuanya.
*flashback
Kala itu Claudia masih berumur 4 tahun dan Stevan berumur 10 tahun. Seperti biasa,Harsen selalu mengajak istri dan kedua anak mereka menikmati family time dengan mengunjungi tempat-tempat wisata. Kebetulan Harsen juga baru saja memenangkan sebuah tender besar dengan nilai kontrak yang cukup fantastis. Puas dengan acara mereka,keluarga ini pulang menuju rumah sekitar pukul 10 malam,hujan mengguyur bumi dengan sangat lebat. Harsen tak bisa melajukan mobilnya dengan cepat karena kondisi jalanan yang sudah sedikit tergenang oleh air. Wina sang istri berkali-kali mewanti-wanti agar suaminya tetap fokus pada kemudinya karena kondisi jalanan yang cukup licin.
Ketika melewati kawasan hutan,tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang menghalangi laju mobil yang dibawa oleh Harsen. Mereka menggedor-gedor kaca mobilnya. Stevan sudah menangis kencang ketika para pria berpenutup kepala mengetuk bahkan menggedor kaca mobil Harsen memaksa untuk mereka keluar dari dalam mobil.
"Kalian tetap disini !!" titah Harsen lalu perlahan keluar dari dalam mobil.
Siapa sangka,Wina turut menyusul keluar. Namun sebelumnya dia berpesan pada kedua anaknya untuk tetap berada di dalam mobil hingga kedua orang tuanya kembali. Stevan sesenggukan menerima perintah dari sang mama,sedangkan Claudia masih terlihat tenang dengan mainan sebuah miniatur pisau lipat di tangannya (miniatur yang terbuat dari lilin ).
Mereka saling bernegosiasi entah apa,setelah sebuah negosiasi yang cukup alot pada akhirnya Harsen dan Wina diizinkan kembali ke mobil oleh para preman yang menghadang mereka. Tentunya setelah Harsen memberikan sejumlah uang untuk para preman tersebut. Harsen dan sang istri tampak melangkah kembali menuju mobil. Dan ketika mereka hampir sampai di dekat mobil.
Dorr dorr
Suara tembakan terdengar memekakan telinga dibawah guyuran hujan gerimis yang membasahi bumi. Seketika 2 orang itu limbung dan langsung ambruk terjatuh. Tak sampai disitu,melihat korbannya terjatuh justru para preman itu dengan brutal kembali menembaki dua orang yang sudah tak bernyawa karena peluru dari senjata mereka tepat mengenai bagian punggung Wina yang tembus hingga ke jantung,sedangkan Harsen mendapat luka tembak di kepala,peluru berhasil melesat jauh dan bersarang di otak kecilnya.
Melihat kedua orang tuanya terkulai dan jatuh bergelimang darah,Stevan langsung pingsan,ia tak kuasa melihat darah. Sedangkan Claudia kecil masih menatap lurus kedua orang tuanya yang sudah tergeletak di tanah dengan tatapan yang sangat sulit dijelaskan.
Para preman itu pergi dari lokasi kejadian meninggalkan korban mereka tergeletak begitu saja. Dengan tangan mungilnya,Claudia berusaha membangunkan Stevan tapi Stevan tak juga tersadar. Pada akhirnya ia sendirian keluar dari dalam mobil dan menghampiri kedua orang tuanya yang sudah menjadi mayat.
"Mama,Papa" panggil Claudia pada Harsen dan juga Wina.
Balita kecil itu menggoyang-goyangkan tubuh kedua orang tuanya,dia berharap mereka akan bangun dan kembali meneruskan perjalanan untuk pulang ke rumah. Namun usahanya sia-sia. Claudia duduk di tengah-tengah mayat kedua orang tuanya lalu merebahkan diri diantara jasad keduanya.
"Clau janji,akan membalas mereka" ucap Claudia dihadapan mayat Harsen dan Wina.
Sementara itu,tanpa Claudia kecil sadari. Diam-diam ada seseorang yang menghampiri mobil dan berusaha menculik Stevan. Pintu mobil dibuka,dan dengan mudahnya tubuh Stevan diangkat dari dalam mobil dan langsung dibawa dengan menggunakan sebuah motor.
Claudia baru menyadari kalau kakaknya sudah dibawa orang ketika ia melihat ke arah mobil dan didapatinya dan dia sempat melihat ada dua orang berboncengan motor dan sepertinya terdapat seorang anak lelaki di antara pengendara motor tadi.
Claudia tak bisa melakukan apa-apa selain menunggu bantuan yang mungkin datang. Dia sadar kalau jalanan yang dilalui bukanlah jalan umum. Sampai kemudian ada sebuah mobil yang melintas.
Mobil tersebut berhenti tepat di samping mobil Harsen. Seorang lelaki tua turun dari dalam mobil,ia di kawal oleh 4 orang pria berperawakan sangar lalu berjalan mendekati Claudia yang masih terduduk di dekat tubuh kaku kedua orang tuanya.
"hey,gadis kecil. Kemarilah !!" ucap lelaki itu hendak meraih Claudia.
Claudia menggeleng,ia ingat pesan kedua orang tuanya untuk tidak sembarangan menerima ajakan atau pemberian dari orang asing.
Lelaki itu lantas kembali bangkit dan memerintahkan pada pengawalnya untuk memasukkan 2 jasad di dekat Claudia ke dalam mobil.
"ikut kakek untuk menguburkan mereka secara layak ya,biar mereka tenang !!"
"kamu jangan sedih,kakek akan membuatmu bahagia seperti saat mereka masih bersamamu dulu "
usahanya membuahkan hasil. Perlahan Claudia bangkit dan menurut dengan ajakan pria tua itu. Dia mengikuti kemana langkah orang tua itu pergi,lalu berhenti di dalam mobil.
"kita akan kemana kek ?" tanya Claudia dengan wajah datarnya,namun terdengar imut di telinga pria tua itu.
"hey,akhirnya kamu bersuara juga. Sebelum kakek jawab pertanyaanmu,boleh kakek tahu siapa namamu ?"
Claudia Harsen,itulah jawaban singkat yang diberikan oleh Claudia setelah kepalanya mengangguk.
"kita akan memakamkan kedua orang tuamu secara layak,Claudia sayang" Kakek itu mengelus puncak kepala Claudia dengan penuh kasih sayang.
Singkat kata,Claudia pun ikut dengan pria tua yang akhirnya ia sebut dengan panggilan kakek. Dia diasuh dan dirawat dengan layak. Diperlakukan dengan baik dan penuh kasih sayang layaknya cucu sendiri. Claudia begitu bahagia dengan perhatian yang diberikan oleh kakek tua itu.
Perlahan,Claudia mulai bisa melupakan kesedihannya. Claudia mulai bisa sedikit berbagi cerita dengan kakek. Tapi kemudian karena sebuah urusan yang mengharuskan kakek tua itu menitipkan Claudia pada sebuah panti asuhan.
Ketika usianya 12 tahun,ada sepasang suami istri yang mengadopsinya dari panti asuhan tersebut. Claudia merasa berat karena pada saat itu ia sudah betah disana,memiliki seorang sahabat baik seperti Elsa. Ternyata mereka adalah orang yang diutus oleh si kakek.
Setelah 8 tahun berpisah,Claudia dipertemukan kembali dengan si kakek. Awalnya Claudia belum mengenali pria tua itu,tapi ketika ia mengatakan sesuatu tentang kebiasaan semasa kecil Claudia,ia langsung mengenali siapa kakek itu. Orang yang sudah menolongnya kala tragedi berdarah yang merenggut nyawa kedua orangtuanya.
Dari sini,Claudia mulai dikenalkan dengan beberapa pelatihan. Mulai dari memanah,menembak,berkuda dan lain lain. Claudia disekolahkan di sekolah yang berfasilitas lengkap dan bertaraf internasional. Dari SMP hingga perguruan tinggi.
Dan pertemuannya dengan Stevan ketika Claudia menghadiri sebuah turnamen. Stevan yang lebih dulu mengenali Claudia dari tanda lahir yang dimiliki Claudia di tangan sebelah kirinya,sebuah tanda lahir yang berbentuk bulan dan ada sebuah luka di pelipis sebelah kanan.