Sehari sebelum pernikahan, Selena Anderson ditinggalkan tunangannya. Ethan Carter pergi ke luar negeri tanpa berpamitan hanya meninggalkan pesan bahwa ia belum siap menikah.
Ketika kepergian Ethan mengancam nama baik dua keluarga besar, Jason Carter, kakak Ethan datang dengan sebuah tawaran yang tak pernah Selena bayangkan. Ia bersedia menggantikan Ethan di altar.
Selena akhirnya menikah dengan pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya.
Namun kehidupan bersama Jason perlahan mengubah segalanya. Di balik sikap dinginnya, Selena menemukan perhatian yang tidak pernah ia dapatkan dari Ethan.
Sampai Ethan kembali. Dan ingin mendapatkan Selena kembali. Sayangnya, perempuan yang dulu ia tinggalkan kini telah menjadi istri kakaknya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjunasatria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9
"Bukan hanya itu," kata Selena, kemudian melayangkan tamparan ke pipi Ethan.
Plakk!
Seketika pipi Ethan memerah oleh tamparan Selena yang begitu keras.
"Tamparan ini agar kamu sadar, betapa menyebalkannya kelakuanmu," lanjut Selena. "Ingat baik-baik, aku sekarang istri Jason... kakak kandungmu sendiri. Jadi bersikaplah hormat padaku!"
Ethan menyeringai mendengar perkataan Selena. Alih-alih menyesal atau sadar, ia malah semakin terpancing emosi.
"Kakak ipar?" dengusnya. "Ah, kamu benar! Kamu kakak iparku sekarang. Kamu begitu bangga dengan sebutan itu, seolah kamu memang sudah menginginkan posisi itu sejak lama."
Selena menatap tajam, tak sedikit pun gentar oleh nada sinis Ethan.
"Kamu pikir aku bangga jadi istri Jason?" Selena tertawa pendek, tanpa humor. "Kamu benar-benar tidak berubah, Ethan. Selalu berpikir dunia berputar di sekitar dirimu."
"Lalu kenapa kamu terlihat begitu nyaman dengan status itu?" Ethan melangkah mendekat, suaranya merendah tapi tajam. "Sudah seminggu, dan kamu bicara seolah tidak terjadi apa-apa."
"Apa yang kamu harapkan, Ethan?" Selena mendengus. "Aku menangis setiap malam demi kamu? Kamu yang meninggalkanku di hari pernikahan kita. Kamu yang memilih pergi tanpa rasa bersalah. Dan sekarang kamu berani berdiri di sini, seolah aku yang harus menjelaskan perasaanku padamu?"
Ethan terdiam sejenak, rahangnya mengeras.
“Ya, aku akui itu kesalahanku.” Suaranya mulai meninggi. “Tapi aku tidak pernah bilang akan meninggalkanmu selamanya. Aku hanya meminta waktu untuk berpikir! Tapi kamu seolah terburu-buru menggantikan pengantin pria nya."
"Terburu-buru, kamu bilang? Otakmu di mana sih, Ethan? Di dengkul?" Selena tak lagi bisa menahan amarahnya. "Bisa-bisanya kamu berkata seperti itu setelah mengacaukan hidupku. Kalau saja kakakmu tidak menawarkan diri untuk menggantikanmu, aku sekarang sudah menjadi bahan ejekan semua orang di luar sana."
Ethan terdiam. Rahangnya mengeras, kedua tangannya mengepal di sisi tubuhnya. Amarah dan rasa sakit yang sejak tadi ia tahan akhirnya meledak.
"Lalu aku harus bagaimana, Selena?" bentaknya. Ia melangkah mendekat, suaranya bergetar menahan emosi. "Melihatmu setiap hari sebagai istri kakakku dan berpura-pura semuanya baik-baik saja?... Tidak semudah itu, Selena." Tatapannya tertuju pada Selena, penuh luka yang sulit disembunyikan. "Kamu bilang aku harus menghormatimu sebagai kakak ipar. Tapi bagaimana mungkin aku bisa melakukannya ketika setiap kali melihatmu, yang kulihat justru wanita yang seharusnya menjadi istriku?"
"Ethan..." Selena memperingatkan.
"Aku tahu!" potong Ethan keras. "Aku tahu sekarang kamu adalah istri Jason. Aku tahu batasan itu ada. Tapi perasaanku tidak bisa berubah hanya karena statusmu berubah!" Dadanya naik turun. Ia mengusap wajahnya dengan kasar, lalu menatap Selena lagi. "Jadi jangan memintaku bersikap seolah-olah aku tidak kehilangan apa pun."
Selena terdiam beberapa saat. Ia menatap Ethan dengan tatapan tak percaya.
Lagi-lagi tentang dirinya.
Ethan selalu berbicara tentang rasa sakitnya, seolah hanya dirinya yang kehilangan sesuatu. Seolah keputusan yang terjadi hari itu tidak menghancurkan Selena juga.
"Kamu kira ini mudah bagiku?" suara Selena akhirnya keluar, bergetar menahan emosi. Ia tertawa kecil, tetapi terdengar getir. "Kamu selalu bicara tentang perasaanmu, tentang betapa sakitnya kamu melihatku bersama Jason. Tapi pernah sekali saja kamu memikirkan apa yang kurasakan?"
Ethan terdiam.
"Aku juga kehilanganmu, Ethan. Aku juga kehilangan pernikahan yang seharusnya menjadi awal hidup kita bersama." Mata Selena mulai berkaca-kaca. "Bedanya, setelah semuanya berantakan, aku tidak punya pilihan selain tetap berdiri dan menjalani hidup." Ia mengusap sudut matanya, lalu menatap Ethan dengan tegas. "Jadi jangan bertingkah seolah hanya kamu yang menjadi korban dari semua ini."
"Kalau memang tidak mudah juga bagimu, ceraikan dia dan menikahlah denganku." kata Ethan.
"Apa kamu pikir pernikahan itu cuma main-main, Ethan?" Selena menatapnya tajam. "Aku tidak bisa begitu saja menceraikan Jason hanya karena kamu tiba-tiba ingin kembali kepadaku."