Berkisah tentang percintaan rumit.
Andrean Pratama yang memiliki segalanya pewaris dari Pratama group, harus menjalani hukuman dari sang papa yang menurutnya sangat konyol..
Yakni: menjelajah dari ujung Indonesia Aceh sampai ujung timur Papua hanya berbekal sepeda ontel dan uang 200.000 untuk bertahan hidup.
Bertemu dengan si gadis buta yang tangguh, judes, namun sesungguhnya dia begitu lelah secara mental.
Bagaimana perjalanan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elsi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hampir tertangkap.
"Kurang ajar! Kejar kedua orang itu! Jangan biarkan mereka lolos!!"
Teriak Yanto marah. Lelaki sialan itu memerintah para anak buahnya segera bergegas untuk menangkap Chelsea dan Rifan.
Keduanya berlari ke arah gerbang utama, yang tak jauh dari jalan besar, namun untuk mengalihkan perhatian mereka sebelumnya Rifan melemparkan batu ber kisaran 4 kilo ke arah gerbang belakang hingga batu tersebut mengenai kaca di sebelahnya sampai pecah berkeping-keping.
Akibat suara bising yang ditimbulkan kedua benda saling berbenturan tersebut, semua orang menduga kalau Gadis cantik juga Pria tampan itu mencoba keluar melalui belakang, tapi mereka sudah keliru Dengan berpikir demikian.
Tak ada hambatan sedikitpun bagi keduanya saat berlari keluar melewati lorong-lorong dan interior gedung yang nyaris serupa, karena Rifan sudah mengenal seluk beluk tempat itu. Untuk sekarang fokus dari manusia b****** itu memang sedang teralihkan, tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama. Rifan beserta Chelsea harus secepatnya meninggalkan gedung berkedok penyembuh para pecandu narkoba yang nyatanya adalah neraka khususnya bagi kaum wanita.
"Chelsea, pegang tanganku erat-erat! Jika kita sampai tertangkap oleh mereka, bisa kujamin besok pagi kita berdua tidak akan berada di dunia ini lagi" seru Rifan terus berlari kencang tanpa melepaskan genggaman tangannya dari Chelsea melirik kiri kanan waspada sambil menuntun jalan.
Rifan sungguh khawatir mereka ditangkap, namun berbeda dengan Chelsea yang tampak bahagia dapat merasakan semua ini. Seumur-umur hidupnya baru kali ini dia mengalami peristiwa yang cukup menegangkan.
Apabila itu orang lain, pasti sudah berlari terbirit-birit bahkan sampai kencing di celana. Tetapi Chelsea amat menikmati pengejaran dan pengalaman baru ini, adrenalinnya semakin terpacu, Chelsea amat menyukai tantangan.
"Ayo cepatlah! Kenapa kau malah berhenti? Apa kau ingin habis di tangan mereka? Dasar perempuan sinting."
Rifan mengomel ketika Chelsea menghentikan langkah kakinya, dan semakin panik saat melihat dua orang anak buah Yanto telah menemukan keberadaan mereka.
"Ya Tuhan! Itu mereka sedang menuju ke sini. Imbangi langkah kakiku Chelsea! Lari lebih kencang lagi! Ayo!" Refund memacu kecepatan menarik Chelsea ke depan, tetapi Chelsea tetap biasa saja seperti jogging yang sering dia lakukan sebelum berangkat menimba ilmu di kampusnya.
"Mengapa kau tergesa-gesa dan ribut sekali? Biarkan saja orang-orang itu tiba di sini, mereka tak ubahnya hanya seperti sampah yang berserakan di pinggir jalan."
"Chelsea, dengarkan aku!"
"Apa Pak polisi merasa takut? Sudahlah tak perlu khawatir begitu mari kita hadapi bersama-sama!"Ucap Chelsea sepele sekaligus menenangkan Rifan.
Oh my God,, dia benar-benar tak mengerti pola pikir gadis satu ini, ini jelas-jelas berbahaya menyangkut nyawa bukan seperti kekuatan bertarung anak-anak ABG yang suka tawuran di sekolah, kemampuan dan ketangkasan mereka dalam ilmu bela diri tak bisa diremehkan begitu saja.
"Kau benar-benar tak waras! Kalau kita menghadapi mereka, kita pasti kalah jumlah Chelsea bego. Hanya ada aku dan kau tak ada bantuan dari siapapun yang bisa kita minta sekarang ini. Paham?!"
"Tidak." Chelsea menjatuhkan bobot tubuhnya di atas rumput.
"Hei tolong jangan menguji kesabaranku! Aku tak mau mati sia-sia. Di kepolisian aku belum pernah naik pangkat, atm-ku cuma berisi 400.000, aku sangat ingin menikah, memiliki Istri cantik dan anak-anak yang lucu."
"Sungguh aku belum siap menuju Akhirat karena dosa-dosaku menumpuk-numpuk seperti kain kotor yang dua minggu tak dicuci, kalau aku tak dapat merasakan semua kegembiraan itu rohku tidak akan tenang di alam baka."
Cih. Dasar lemah! Seragamnya dan tubuhnya saja yang Polisi, mentalnya seperti kerupuk kena air sedikit langsung melempem. Ucap Chelsea dalam hati. "Kedua kakiku mau patah rasanya. Sudahlah! Aku tak sanggup lagi aku menyerah sampai di sini saja, kau tak bisa menemaniku, maka pergi sana!" Ujar Chelsea mengeluh meluruskan kakinya hampir membuat kepala Rivan pecah karenanya.
"Bawa rantainya kemari! Dalam hitungan ketiga semua bersamaan bergerak!" Perintah salah seorang dari anak buah Yanto sudah mengepung mereka dari segala sisi. Dia bukan orang sembarangan dan sangat dihormati, sepertinya dia merupakan ketua mereka.
Rifan memaksa Chelsea untuk berdiri dan lagi-lagi Gadis itu diam di tempat disertai tatapan membunuhnya.
Karena Chelsea hanya diam saja, tarikan Rifan terlepas dan alhasil Chelsea sudah diancam dengan pistol di pelipisnya. Mereka lebih terfokus kepada Chelsea karena nantinya dia dapat menghasilkan uang tentunya.
"Amazing! Aku suka keberanianmu. Meski kami telah mengelilingimu ditambah lagi fisikmu yang terbatas tapi tidak membuat kau takut, wah! Sungguh patut diacungi jempol."
"Hentikan semua ini! Kesempatan tidak akan datang dua kali, kalau bosmu masih kekeh pada pendiriannya, jangan menyesal di kemudian hari. " Ucap Chelsea memperingatkan dan tetap waspada.
Prok prok prok. "Luar biasa, kau sok mengajari kami rupanya. Daripada kau mengemis di lampu merah, hidupmu pasti jauh lebih baik jika kau menuruti apa yang kukatakan. Lihat dirimu! Gadis buta yang tak bisa berbuat apa-apa! Aps salah, hanya ada satu hal yang dapat kau kerjakan yakni menghangatkan ranjang." Ejek Wanto bertepuk tangan tepat berada di samping Chelsea yang menggertakan gigi.
Chelsea bersedih dan Menangis lalu jongkok meletakkan kepalanya di antara kedua lututnya.
Seketika gema tawa mereka terdengar ke berbagai penjuru tempat itu, melihat Chelsea si wanita tangguh berderai air mata begitu menyenangkan rasanya.
Terkadang badai datang tak terduga, tidak ada seorang pun yang dapat memastikan seperti apa nasibnya setelah ini. Chelsea mengambil pistol hasil curian dari kantung jaket Yanto, saat iya mengagumi tubuh ramping serta seksi itu, secara perlahan dia meraba dan menemukan benda yang sangat dibutuhkan.
"Di mana Lelaki yang bersamanya? Dia secepatnya harus kita lenyapkan, tetapi khusus Bidadari satu ini akan menerima hukuman ringan. Bagaimanapun keduanya telah mengetahui kejahatan kita, jadi sehabis kita menikmati madunya, dia pun akan menyusul temannya ke alam baka."
Mendengar itu Chelsea tersentak, apapun ceritanya Pria itu harus selamat, dia berhutang Budi kepada Pria bodoh itu. "Chelsea! Segeralah pergi dari sini! Tak perlu khawatirkan aku, aku akan baik-baik saja. Ayo selamatkan dirimu!" Teriak Rivan bertarung melawan 5 orang sekaligus.
Tanpa mau buang waktu lagi, Chelsea dipenuhi kemarahan bag Dewi kematian, menembaki mereka semua tanpa ampun. Dengan fungsi mengandalkan Indra yang tersisa, Chelsea dapat mengetahui di mana orang-orang biadab itu berada.
Dor dor doorrr. "Habislah kalian semua! Dasar para manusia sampah!!."
Tawa senang berubah menjadi jeritan kesakitan, mendadak halaman luas yang ditumbuhi rerumputan hijau tersebut berganti menjadi lautan darah, akibat amukan singa betina yang tersenyum lebar mendengar suara rawungan mereka.
Rifan mengangkat tubuh Chelsea seperti karung beras, karena orang suruhan Yanto sekitar 30 orang sedang bergerak cepat menuju tempat itu.
"Brengsek! Turunkan aku bodoh! Aku akan menghajarmu, kau sudah mengganggu kesenanganku." Chelsea mengumpat seraya memukul dada bidang refund yang acuh saja.
Anggota Kepolisian itu memperlaju langkahnya saat sisa anak buah Yanto semakin dekat dan hampir tertangkap, iya menghentikan taksi memasukkan Chelsea dan langsung menutup pintu.
"Antarkan Wanita ini ke tempat tujuannya pak!" Seru nya kepada sopir yang bingung.
"Chelsea aku salut padamu, terima kasih sudah menyelamatkan aku! Ingat, namaku adalah Rifan." Ucapnya lega dan memaksa pengendara roda empat itu melajukan mobilnya.
semangat terus ya kak membuat novelnya.
Buat kakak semangat nulisnya dan usahakan selalu rajin update ya,kak.