Indonesia
NovelToon NovelToon
Dokter William

Dokter William

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi / Dokter Genius / Mengubah Takdir / Dokter / Tamat
Popularitas:212.7k
Nilai: 5
Nama Author: Yakasa

William adalah seorang dokter yang sangat jenius yang bisa mengobati segala macam penyakit dan ahli mengunakan senjata tajam di tanbah menguasai ilmu bela diri.

Banyaknya pasien tentu saja uang mengalir terus hingga William menjadi pria yang paling kaya raya di negara itu hingga suatu ketika paman dan Tantenya memberikan racun yang sangat kuat.

Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya dia baru mengetahui kalau Paman dan Tantenya yang telah meracuni dirinya membuat dirinya bersumpah di depan mereka jika kelak berinkernasi kembali akan membalas perbuatan mereka termasuk keluarga besar Paman dan Tantenya.

William terbangun dan dirinya sangat terkejut tubuhnya gendut dan jelek serta penuh dengan luka dan di dalam ingatan pemilik tubuh kalau pemilik tubuhnya banyak mengalami penderitaan.

Bagaimana cara William membantu membalaskan dendam pemilik tubuh dan balas dendamnya? Ikuti yuk novelku

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yakasa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tunggulah pembalasanku

"Cambuk sebanyak dua puluh lima kali untuk istri dan ke dua putra tiriku!!" Perintah Tuan Besar Willy dengan nada dingin dan tegas.

"Baik Tuan Besar." Jawab Antonie sambil menahan senyum kebahagiaan karena ke dua wanita ular itu akhirnya terkena hukuman.

Antonie sengaja memerintahkan ke tiga bodyguard yang bekerja sama dengan istrinya Tuan Besar Willy untuk menarik paksa ketiga orang tersebut di mana wajah mereka pucat pasi. Dokter William yang melihatnya hanya tersenyum devil melihat wajah ke tiga orang yang dulu sering menyiksa pemilik tubuh.

"Daddy, maafkan kami." Mohon istrinya ketika tangannya di tarik paksa oleh ketiga bodyguard yang bekerja sama dengannya sambil mengeluarkan air mata buayanya

"Daddy, kenapa menyebutku dengan sebutan dua putra tiriku? Bukankah Daddy sudah menganggap kami sebagai putra kandung Daddy?" Tanya Kelik sambil ikut mengeluarkan air mata buayanya.

"Apa yang dikatakan kata Kakak benar, kalau Daddy sudah menganggap kami sebagai putra kandung Daddy." Sambung Moko yang terpaksa mengeluarkan air mata buayanya.

"Semalam Daddy sudah menampar kalian berdua tapi kalian masih saja tidak berubah jadi terimalah hukuman kalian seperti William yang dulu pernah Daddy hukum dengan cara di cambuk." Jawab Tuan Besar Willy dengan nada tegas.

"Daddy memang sudah menganggap kalian sebagai putra kandungku tapi sekarang mata Daddy sudah terbuka kalau kalian berdua sangat jahat dengan putra kandungku." Ucap Tuan Besar Willy sambil menatap tajam ke arah ke dua anak tirinya tanpa memperdulikan air matanya.

"Maafkan kami Dad, kami berjanji untuk tidak melakukan hal itu lagi." Mohon ke dua anak tirinya dengan serempak ketika tangannya di tarik oleh bodyguard.

"Semalam Daddy sudah memperingati kalian berdua tapi sekarang kalian mengulanginya kembali jadi tidak ada kesempatan ke dua buat kalian." Ucap Tuan Besar Willy yang tetap tidak merubah keputusannya.

"Bawa mereka bertiga dan berikan hukuman cambuk!!!" Perintah Tuan Besar Willy kembali.

"Baik Tuan Besar." Jawab ke tiga bodyguard sambil menarik tangan ibu tiri dan anak tiri tersebut ke arah gudang.

'Maafkan Saya Nyonya / Tuan Muda, Aku terpaksa menarik tangan kalian karena Aku sangat takut dengan Tuan Besar Willy.' Ucap ketiga anak buahnya Nyonya Besar Willy.

Semua penghuni mansion tahu betapa kejamnya Tuan Besar Willy dalam menghukum orang tanpa memperdulikan apakah keluarganya atau bukan. Selain itu hukuman yang diberikan tidak pandang bulu apakah orang itu laki - laki atau perempuan semua di sama ratakan.

Hanya istri pertamanya yang tidak pernah di hukum karena istrinya sangat setia dan tahu cara bagaimana menaklukan suaminya yang terkenal dengan kekejamannya.

Mereka di bawa ke gudang di mana gudang tersebut adalah tempat khusus hukuman cambuk yang sering dialami oleh dokter William sebelum dokter William meninggal dunia akibat kebohongan dan kejahatan ibu tiri dan ke dua adik tirinya. Tuan Besar Willy tidak perduli dengan teriakan mereka bertiga malah mendekati putra semata wayangnya.

"Maafkan Daddy, karena selama ini Daddy selalu percaya dengan mereka." Ucap Tuan Besar Willy sambil menggenggam ke dua tangan dokter William.

"Tidak apa-apa Dad, yang penting Daddy sudah tahu kalau mereka sering berpura-pura baik dan sayang dengan William." Jawab dokter William sambil membalas genggaman tangan Tuan Besar Willy.

"Oh ya Daddy, bodyguard yang bernama Rey kemana?" Tanya dokter William.

"Memang kenapa sayang?" Tanya Tuan Besar Willy dengan wajah bingung.

"Hanya Paman Rey yang selalu membuka pintu gerbang dan sering membantu William ketika Mommy menghukum William. Apa mungkin ada yang melaporkan ke Mommy makanya Paman Rey di pecat?" Tebak dokter William.

"Bejo, kemana Rey?" Tanya Tuan Besar Willy.

"Maaf Tuan Besar, baru saja di pecat sama Nyonya Besar Willy." Jawab Bejo.

"Kamu panggil Rey kemari untuk kembali berkerja lagi dan menjadi bodyguard sekaligus sopir untuk putraku William." Perintah Tuan Besar Willy.

"Baik Tuan Besar." Jawab Bejo dengan patuh.

"Sayang, Daddy berangkat kerja dulu." Pamit Tuan Besar Willy.

"Baik daddy, hati - hati di jalan." Jawab dokter William sambil mengulurkan tangannya ke arah Tuan Besar Willy kemudian mengecup punggung tangan Tuan Besar Willy.

Tubuh Tuan Besar Willy langsung membatu karena dokter William melakukan hal tersebut ketika dokter William berumur dua belas tahun sebelum istrinya meninggal dunia. Setelah kematian istrinya dokter William tidak pernah melakukannya karena dokter William selalu menangis dan bersedih hati hingga dirinya menikah lagi.

Walau dokter William sedikit terhibur dengan kehadiran ibu tirinya tapi belum sepenuhnya seperti dulu yang selalu ceria hingga tiba-tiba dokter William menjadi anak pembangkang suka melawan orang tuanya hingga akhirnya Tuan Besar Willy sering menghukum dokter William.

"Kamu mandilah, badanmu bau asem." Goda Tuan Besar Willy sambil menutup hidungnya pura - pura bau.

"Hehehehe." Tawa dokter William.

"Nanti kamu berangkat kuliah di antar sama Paman Rey dan sebentar lagi Paman Rey datang." Ucap Tuan Besar Willy sambil tersenyum bahagia karena melihat putranya seperti dulu yang selalu ceria.

"Ok Dadddy, hati - hati di jalan." Ucap dokter William.

"Ok." Jawab Tuan Besar Willy singkat sambil masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang pengemudi.

Bodyguard yang merangkap sebagai sopir mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Setelah mobilnya tidak terlihat dokter William berjalan ke arah pintu utama. Dokter William berjalan dengan santai menuju ke arah anak tangga dengan melangkahkan kakinya dengan cepat agar mengurangi berat tubuhnya.

"Hah... Hah ... Hah... Cape banget." Ucap dokter William sambil membuka pintu kamarnya dan menutupnya dengan rapat.

"Aish... Gara - gara wanita ular itu aku jadi sering berbohong." Ucap dokter William sambil melepaskan satu persatu pakaiannya yang sudah basah karena keringatnya banyak yang keluar.

Dokter William berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket. Hingga lima belas menit kemudian dokter William sudah selesai mandi dan memakai pakaian kampus sambil sekali-kali menghembuskan nafasnya dengan perlahan.

"Pakaiannya sangat kuno, nanti Aku minta uang Daddy untuk membeli pakaian apalagi pakaian ini sudah sedikit longgar mungkin efek olah raga ku." Ucap dokter William.

Dokter William tiba - tiba mendapatkan pengelihatan di mana dikampusnya, dokter William sering di bully membuatnya berjanji untuk membalas dendam.

"Aku William tidak seperti yang dulu selalu diam ketika kalian menindas dan selalu merendahkan diriku karena William yang sekarang adalah William yang sangat pintar dalam semua mata pelajaran." Ucap dokter William sambil menatap ke arah cermin.

Pembalasan dokter William di kampus membuat dirinya bersemangat untuk berangkat ke kampus untuk membalas semua orang yang telah menyakiti pemilik tubuhnya.

"Tunggulah pembalasanku." Ucap dokter William.

1
Linda Samudin 88
waduhh kyk gadis aja ya nangisnya hiks.. hiks
Sushy
Luar biasa
Cindy
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Fujikawa Akira
kak, apa ada kelanjutannya, sekalipun banyak typo, tapi ceritanya sangat memuaskan.

masih penasan sama bodyguard yg mau membalas dendam saat introgasi kedua teman ibu tirinya wiliam
Yakasa: bulan depan ya
total 1 replies
Tafsir Rudin
Luar biasa
Yakasa: Terima kasih
total 1 replies
Emil Djibran
lumayan bagus ceritanya,lanjut thor buat cerita time travel,yang dimana mc jenius dan cerdas telah mati di dunia modern dan berpindah ke dunia zaman kuno,dan misi utama mc adalah membangun dunia kuno menjadi dunia modern.
ini hanya sekedar saran thor,terima kasih !!
Yakasa: terima kasih bintang 5 nya
total 4 replies
Yakasa
Hehehehe ... Salah dong seharusnya di ganti kata2nya
Martha Amelia Susanti
Sehat selalu untuk Author, semoga semakin baik dalam berkarya 👌
Yakasa: amin. terima kasih banyak
total 2 replies
Oshe Marley
"langsing dan seksi"....Jelas banget kata-kata ini untuk menggambarkan fisik seorang perempuan...Hahaha
LENY
Ditunggu Thor lanjutannya seru
LENY
YG TUAN MUDA PENJUAL ORGAN TUBUH SIAPA YA BELUM KETAHUAN.
LENY
SIAPA YA TUAN MUDA INI
LENY
KOK DOSENNYA JG LICIK JAHAT YA
Fitri ainin Ainin
buah mangga jatuh tak jauh dari pohonya
LENY
PAMAN BIBI DAN ANAKNYA BENAR2 IBLIS JAHAT SEMUA SDH DILASIH HATI MINTA JANTUNG
Medhy Santoso Gwl: baper amat sich..
total 1 replies
𝒮🍄⃞⃟Mѕυzу​​​᭄
...
Elariesta Wahid
Saya juga mau pesan nih pil pelangsing tubuhnya 😅😂🤣🤣🤣👍🏻
Elariesta Wahid
Saya suka karya ini, bahasanya jelas singkat dan ceritanya tidak bertele-tele. Sukses selalu buat Author 👍🏻👍🏻👍🏻
Yakasa: Terima kasih banyak.
total 1 replies
Elariesta Wahid
Hubungan William & ayahnya semakin membaik & hangat 😍👍🏻👍🏻👍🏻
Jjlynn Tudin
badan penuh Luka ko bapanya x htr hpt or pangil doktor bukan org kaya meh😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!