Indonesia
NovelToon NovelToon
TAWURAN

TAWURAN

Status: tamat
Genre:Teen Angst / Teen School/College / Persahabatan / Tamat
Popularitas:27.8k
Nilai: 5
Nama Author: BellaBiyah

Novel ini bercerita tentang Gita dan kawan-kawan yang merantau ke Ibu Kota untuk menempuh pendidikan. Siapa sangka? Gita yang sewaktu SD pernah membuli seorang pria culun, kini dipertemukan kembali dengan pria itu dalam situasi yang berbeda. Tawuran merupakan gerbang pertemuan mereka.

Sean, nama pria itu. Gita tak ingin membuka kisah lamanya, namun Sean terus mengganggu gadis tersebut. Hingga akhirnya Gita membuka suara mengenai kejadian di masa lalu. Gita mengakui bahwa Ia tertarik pada Sean di waktu kecil. Sayangnya, Gita yang sejak itu sedang menghadapi ketidakharmonisan keluarga, tidak mampu mengekspresikan rasa sukanya terhadap Sean. Sehingga, ia lebih memilih untuk membuli pria itu dan menciptakan trauma berat yang sulit disembuhkan untuk keluarga Sean sendiri.

Haruskah Sean memaafkan Gita? Ataukah cinta Gita akan bertepuk sebelah tangan selamanya?

Baca kisah lengkapnya di dalam cerita ini 😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BellaBiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

"Coba lo telepon dia!" perintah Wira sambil menyetir mobil. "Udah dibilangin jangan kelayapan, masih aja kelayapan!" omelnya.

"Halo! Lo di mana, Git?" tanya Jenna.

"Gue di kosan!" jawab Gita.

Dengan cepat Jenna memutus panggilan tersebut.

Sesampainya di rumah Bu Rika, Wira menghempas langkah hendak mengomeli Gita. Namun, niatnya tertahan karena mendengar gadis itu sedang bertengkar.

"Iya, terus kalo gue lagi marah, lo bebas posting foto cewek di IG lo?! Lo bener-bener ya, Sen," ucap Gita dengan ponselnya di halaman belakang rumah Bu Rika.

"Kan tadi lo yang nyuruh!" bantah Sean.

Gita menghela napas. "Oke, kita stop aja! Gue males ngurusin lo! Gue mau hidup gue kayak dulu! Gue nggak mau jadi cewek ribet kayak gini! Gue bakal bilang ke anak-anak yang lain kalo kita udah putus. Lagian Febi udah nggak marah sama gue! Makasih!" Gita menutup teleponnya dan berdiam diri di bawah pohon besar tempat Wira menanam rimpang.

"Kenapa sih?! Kenapa lo seidiot ini?! Ow .... Atau lo mau bales dendam ke gue? Lo tau kalo gue ngarepin lo dari SD, terus lo sengaja bikin gue kayak gini? Ngelawak lo, Sen!" omel Gita bermonolog.

Guta berkutat pada ponselnya. " Gue tunjukin bales dendam yang sebenarnya—"

"Ngapain lo?!"

"Aarrghhh!!" teriak Gita yang terkejut akan bentakan Wira.

"Putus sama cowok lo?" tanya Wira lagi.

"Bukan urusan lo!" bentak Gita.

"Kan gue udah bilang, fokus sekolah aja! Lo itu baru 17 tahun!" tegas Wira.

"Emangnya ada batas minimal umur orang buat jatuh cinta?! Kalo pas SD gue udah mulai suka sama cowok, siapa yang berani ngelarang?! Lo kira gue bisa kontrol rasa suka gue sama siapa dan kapan gue harus ngerasainnya?!" balas Gita.

"Jatuh cinta?" Wira malah mengernyitkan dahi melihat anak berusia 17 tahun itu membahas cinta.

"Kenapa lo nggak nongkrong gitu sama temen-temen lo, ngobrolin cewek. Atau kenalan sama cewek? Kenapa lo harus ribet ngurusin gue?!" balas Gita lagi.

"Kenapa gue harus nyari cewek?" tanya Wira.

"Biar lo tau rasanya jatuh cinta itu kayak gimana? Emangnya selama lo hidup, di sekolah lo nggak ada cewek? Masa iya lo nggak pernah jatuh cinta? Sampai lo nggak bisa maklumin gue sama temen-temen gue!" omel Gita.

"Gue cuma menjalankan apa yang jadi tanggungjawab gue! Lo sama temen-temen lo itu anak kosnya tante gue! Dan sebelum lo ke sini pun, gue dan tante Rika yang bikin peraturan-peraturan di sini! Lo nggak pernah mikir, kenapa ada kosan yang ngijinin anak SMA? Itu karena penghuni pertama di sini, temen-temen SMA gue!" tegas Wira.

"Terus apa hubungannya sama gue?!" teriak Gita dengan kesal.

"Karena lo anak kos tante gue! Kalo lo nghak suka sama peraturan di sini, silakan cari kosan lain!" balas Wira yang ikut berteriak.

"Oke! Gue pindah kosan sekarang!" teriak Gita dengan kesal dan menghempas langkah ke dalam rumah.

Hal itu disaksikan oleh Febi yang langsung kalang kabut mengejar Gita.

"Giit! Gitaa! Lo beneran mau pindah kosan? Git!" tanya Febi mengikuti langkah gadis itu.

"Hah?!" Jenna yang baru saja minum di dapur, ikut berlari mengejar mereka. "Lo mau pindah kosan?! Kenapa, Git?!" tanya Jenna.

"Git! Ngomong dong! Kenapa? Lo ada masalah apa sama Bang Wira?" tanya Febi.

"Gue nggak bisa tidur sendirian, Git!" bujuk Jenna.

Febi segera berlari menghampiri Wira di halaman belakang. "Abang abis ngapain Gita?! Kenapa dia mau pindah kosan?!" tanya Febi.

"Dia nggak suka sama peraturan yang gue buat," jawab Wira.

"Tapi, masa cuma gegara itu?" balas Febi.

"Dia berantem sama cowoknya, tiba-tiba teriak, dan mau pindah kosan," jawab Wira lagi.

"Gita berantem sama Sean?" tanya Febi.

Gadis itu dengan cepat mengirim pesan kepada Jenna dan memberitahukannya. Jenna juga menyampaikan hal tersebut kepada Gio dan Sean.

Tepat di siang itu, Gita pergi meninggalkan Indekos Bu Rika dan mencari indekos lain.

Sementara Jenna dan Gio berboncengan mencari keberadaan gadis itu. Gita dengan sengaja mengganti nomor ponseonya agar tak satu orang pun bisa menghubunginya. Febi juga ikut mencari dengan berboncengan bersama Sean.

Hingga tengah malam mereka tak menemukan di mana Gita berada. Sean dan Gio mengantarkan Jenna dan Febi ke kosan. Wira berdiri di depan pagar dan memberitahukan bahwa mereka berdua harus tidur di luar karena pulang melebihi batas jam malam.

Dengan kesal Sean menarik kerah baju pria yang lebih tua darinya itu. Rahang Sean menerik. Urat lehernya juga terekspos bebas.

"Sen! Udah Sen!" Gio berusaha menahan sobat karibnya tersebut.

"Kalo sampai Gita kenapa-kenapa, lo orang pertama yang gue pukulin!" tegas Sean menghempas tubuh Wira hingga pria itu tersandar ke pintu pagar.

"Bau kencur!" ejek Wira dan berjalan masuk ke dalam rumah Bu Rika.

"Udah, Sen!" tegas Gio begitu melihat Sean hendak menghampiri Wira.

"Jadi gimana? Nggak mungkin tidur di sini!" ucap Jenna.

"Iya, nggak mungkin juga gue biarin pacar gue kedinginan!" balas Gio.

Malam itu, mereka membawa Jenna dan Febi ke basecamp dan membiarkan kedua gadis itu bermalam di sana.

Sesampainya Sean dan Gio di rumah masing-masing. Sean berbaring di atas kasur dan memandangi langit-langit kamar. Ia memijat kening dan mencoba berpikir ke mana Gita akan pergi.

Sean kembali mengambil ponselnya dan mengecek akun sosial media Gita. Terdapat postingan terbaru yang bertuliskan, "Udah jam 2, belum nemu kosan."

Dengan cepat Sean mengirim pesan ke akun sosial media tersebut. Namun, Gita malah memblokirnya.

***

Bu Rika malah memarahi keponakannya tersebut pada pukul dini hari ini karena berita tentang Gita telah sampai ke kedua orang tua Gita. Wira adalah orang yang memberitahukan soal itu melalui nomor ponsel yang ia dapatkan dari ponsel Bu Rika.

"Kamu nggak tahu kalo Gita itu bukan datang ke sini buat ngekos doang, Wir! Keluarga Gita itu berantakan! Orang tuanya bercerai! Dia dititipin di sini! Nggak ada yang tahu soal itu! Kecuali Tante sama dia! Di Batam, Gita itu tinggal sama ibu tirinya! Kamu nggak pernah mikir kenapa dia jadi senakal ini? Kenapa dia berani tawuran?! Dari lulus SMP loh dia di sini, bareng-bareng sama Jenna sama Febi! Mereka mungkin bisa tahan sama sikap kamu, tapi nggak semuanya bakalan tahan!" omel Bu Rika.

"Coba kamu mikir, anak cewek, umur 15 tahun udah ngerantau ke kota orang. Kira-kira apa yang mereka cari selain pendidikan? Mereka semua punya masalah keluarga dan ke sini bukan karena cuma mau main atau pacaran kayak yang kamu pikir. Mereka semua punya masalah hidup masing-masing, mereka di sini ngumpul dan ngasih semangat satu sama lain!" ucap Bu Rika lagi.

Wira terdiam dan memilih untuk masuk kembali ke kamarnya. "Mereka masih anak-anak," ucap Wira bermonolog.

Kembali Wira mengingat kejadian itu.

Hyena, adik perempuan Wira yang sama persis seperti Gita. Gadis keras kepala itu berpacaran dan meninggal dunia di kosan kekasihnya. Kasus pemerkosaan dan pembunuhan itu tercatat sebagai alasan kematian sang adik.

***

Sementara itu, yang terjadi di Batam malah memanas. Di kediaman Ayah Gita.

"Nak bawak Gita balik?!" pekik Desi (ibu tiri Gita).

"Aku tak nak buat Rika pening ngan kepale Gita yang batu macam ni ah!" balas Guntur (ayah Gita).

"Tapi, bukan kite dah spakat dah pasal Gita nih? Kite biar die tinggal kat Jakarta! Kalau die kat sini, macam mane ngan Sari? Sari belum siap lagi ketemu ngan anak awak yang macam tu!" bantah Desi yang tak menginginkan Gita untuk dibawa kembali ke Batam.

"Tapi Gita anak aku jugak! Die tanggungjawab aku! Due taun tinggal kat Jakarta 'kan dah cukup dah buat die befikir macam mane keras kejamnye tinggal kat sane. Sepatutnye kite ajar Sari jugak buat tinggal kat sane! Tak macam ni, aku rase kite dah jahat sangat biar Gita jauh dari kite!" ucap Guntur.

"Jauh dari kite? Awak tak ingat ke? Emak die kan ade kat sane? Ape nak perlu fikir lagi nih? Sepatutnye emak die yang ielah seorang ibu, patut liat dan ajar anak die tu!" Desi malah menyalahkan Ibu Gita yang berada di Jakarta malah tak pernah menemui anaknya tersebut dari mulai perceraian.

1
JChennn
baru mulai udh bgs jdi pngn bca trsss
Nabila
makin menarik
Nabila
ceritanya menarik banyak tokohnya jadi gak bosan
Rina Juwita JuEr
aku baca ulang lagi ceritanya bagus Thor semangat 💪💪
Tara
kayaknya Wira suka Ama febi tapi malu utk ucapin tapi getahnya kena kesemua orang he3😱🤗🫢😅🤔🫣
Tara
ini siapa yg bucin sich..Gita or Sean🫣😱🤗🫢😅🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!