Indonesia
NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Menjadi Ibu Tiri Anak Jendral Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Ibu Tiri / Ruang Ajaib
Popularitas:26.8k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

Seorang wanita cerdas dengan sejuta keahlian, yang tidak pernah takut dengan apapun, bahkan dengan kematian sekalipun. Bagaimana jadinya saat jiwa nya tiba-tiba terbangun di tubuh Aleta Volis, seorang wanita bangsawan dengan reputasi paling busuk di seluruh kekaisaran.

Marquez Liam Volis, seorang Jendral Perang sekaligus penguasa wilayah Volis yang terkenal dingin, kejam di medan pertempuran, dan memiliki prinsip hidup yang keras. Bagi Liam, hidup hanyalah soal tugas, pedang, dan darah, dia tidak punya waktu ataupun ruang di hatinya untuk urusan cinta.

"Kau berubah, apa yang sebenarnya sedang kamu rencanakan?" tanya Liam, dingin.

"Oh ayolah suami ku, apa pantas pernyataan itu kamu tunjukkan pada istri mu ini," jawab Aleta, tersenyum miring, merapikan kerah pakaian Liam.

Mampukah Liam mempertahankan prinsipnya, atau justru dia bertekuk lutut dan menyerahkan seluruh hidupnya pada wanita yang tadinya paling dia benci?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WANITA GILA

"Tentu saja, dunia ini kejam, Sayang, kalau kita tidak menjadi orang yang kuat, kita yang akan diinjak-injak sama orang lain," jawab Aleta lembut, memberikan pelajaran hidup dengan cara yang sangat santai.

Julian mengangguk-angguk paham meski usianya masih terlalu kecil untuk sepenuhnya mengerti arti ucapan itu.

Tak lama kemudian, kereta kuda mereka akhirnya tiba di depan gerbang Akademi Bangsawan Salova yang tampak megah dengan halaman luas dipenuhi anak-anak bangsawan.

Kereta kuda yang ditumpangi Aleta dan Julian berhenti tepat di depan gerbang akademi yang megah.

"Ayo, Jendral kecil, kita sudah sampai," ucap Aleta ramah, turun lebih dulu lalu mengulurkan tangannya untuk menyambut Julian.

Julian menyambut uluran tangan Aleta, melompat turun dengan riang gembira sambil memeluk erat tas kecil di dadanya.

"Yeay! Sampai!" seru Julian bersemangat, melompat-lompat kecil di halaman akademi.

Suasana di depan gerbang akademi tampak ramai oleh lalu-lalang anak-anak bangsawan seusia Julian yang diantar oleh pengawal atau orang tua mereka masing-masing.

Beberapa anak bangsawan yang tadinya sering merundung Julian tampak langsung menciut begitu melihat sosok Aleta berdiri di samping anak itu dengan tatapan tajam dan auranya yang mengintimidasi.

"Ibu, itu guruku yang baru," tunjuk Julian ke arah seorang pria paruh baya yang sedang berdiri menyambut para murid di dekat pintu masuk bangunan utama.

Aleta mengangguk pelan, menoleh ke arah guru yang dimaksud lalu tersenyum tipis.

"Baguslah, kelihatannya dia jauh lebih layak jadi pendidik daripada guru sebelumnya yang cuma tahu cari muka sama anak pejabat," komentar Aleta enteng, melipat kedua tangannya di dada.

Julian terkekeh pelan mendengar ucapan jujur ibu tirinya itu.

"Kalau begitu, Julian masuk dulu ya, Ibu," pamit Julian sambil melambaikan tangan kecilnya.

"Iya, belajar yang benar, kalau ada anak bangsawan yang coba cari masalah lagi sama kamu, kasih tahu ibu, biar ibu yang datang ke sini buat patahin tangan mereka," ucap Aleta tenang, tapi terdengar sangat serius di telinga Julian.

Julian mengangguk cepat sambil tersenyum lebar.

"Siap, Ibu!" jawab Julian patuh, lalu berbalik dan berlari kecil masuk ke dalam lingkungan akademi menghampiri gurunya.

Aleta berdiri sejenak di tempatnya, mengawasi punggung Julian sampai anak itu benar-benar hilang di balik pintu kelas.

Setelah memastikan Julian aman, Aleta berbalik hendak kembali naik ke dalam kereta kudanya.

Namun, baru saja dia memutar langkah, sebuah suara suara angkuh yang bernada menyebalkan tiba-tiba menghentikannya dari arah belakang.

"Wah, wah... lihat siapa yang datang ke akademi elit ini, bukannya ini wanita pembawa sial yang di buang orang tua nya dan masuk ke kelurga Volis Volis?" sindir sebuah suara perempuan yang terdengar nyaring dan sok berkuasa.

Aleta menghentikan langkahnya, mendengus pelan tanpa sedikit pun niat untuk langsung menoleh.

"Duh, pagi-pagi begini udah ada burung gagak cerewet yang ganggu pemandangan," batin Aleta malas, memutar bola matanya jengah.

Aleta perlahan memutar tubuhnya, menatap ke arah sumber suara dengan sebelah alis terangkat tinggi.

Di hadapannya kini berdiri seorang wanita muda bergaun mewah berwarna merah muda mencolok, lengkap dengan payung renda putih dan sekelompok pengawal di belakangnya, wajahnya dipoles tebal, dengan dagu terangkat tinggi menunjukkan ekspresi meremehkan.

Dari ingatan Aleta asli, eanita itu adalah Lady Serra, seorang wanita yang sedari dulu sangat terobsesi dengan Liam, saat mendengar pernikahan sang jendral dengan wanita buangan dari kerajaan musuh, Serra sangat marah.

"Oh, jadi ini istri Jendral Liam Volis yang diagung-agungkan itu?" tanya Serra dengan nada mengejek.

"Kupikir seperti apa bentuknya, ternyata cuma anak buangan dari keluarga kerajaan musuh yang numpang hidup di tanah orang," ucap Serra, menatap Aleta penuh kebencian.

Aleta tidak langsung terpancing emosi, dia hanya tersenyum tipis, menatap Serra dari atas sampai bawah dengan tatapan menilai.

"Wah, mulutnya busuk sekali, baru keluar kandang ya? Hati-hati, angin pagi di sini kencang, takutnya muka tebel mu itu pada rontok kena angin," ucap Aleta santai, suaranya terdengar tenang namun menusuk sampai ke tulang.

Wajah Serra langsung berubah merah padam mendengar balasan menohok dari Aleta, dia menghentakkan kakinya kesal.

"Lancang sekali mulutmu berani bicara begitu kebangsawanan sepertiku!" bentak Serra murka.

"Asal kamu tahu ya, posisimu di sisi Liam itu cuma sekejap! Liam seharusnya menjadi suamiku, bukan wanita tidak berguna sepertimu!" bentak Serra, mengundang perhatian orang-orang di sana.

Aleta mendengus geli, melangkah maju mendekati Serra hingga jarak mereka hanya tinggal beberapa langkah saja.

"Jangan bermimpi terlalu tinggi Lady, suami ku tidak suka dengan barang bekas," bisik Aleta dengan senyuman psikopat tipis yang langsung membuat bulu kuduk Serra merinding seketika.

Serra mundur satu langkah karena terkejut dengan aura mengerikan yang tiba-tiba terpancar dari tubuh Aleta.

"K-kau...!" cicit Serra gelagapan, kehilangan kata-kata untuk sesaat.

"Udah, ya, daripada pagi-pagi kamu kurang kerjaan ngurusin hidup rumah tangga orang, mending kamu cari cermin terus berkaca. Siapa tahu sadar diri kalau wajah mu itu udah mirip adonan bakwan yang siap digoreng," ejek Aleta, lalu berbalik begitu saja meninggalkan Serra yang berdiri mematung penuh amarah.

"Sialan! Berani sekali perempuan kampungan itu menghinaku!" jerit Serra histeris di tempatnya, menunjuk ke arah punggung Aleta yang berjalan pergi dengan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun.

Para pengawal yang berdiri di belakang Serra langsung bergerak panik, berusaha menenangkan nyonya muda mereka yang hampir meledak karena malu di depan umum.

"Nona muda, sabar, jangan terpancing emosi di tempat umum seperti ini, banyak mata yang melihat," bisik pelayan pribadi Serra cemas, melirik ke arah orang-orang sekitar yang mulai berbisik-bisik.

Serra menghempaskan tangan pelayan pribadi nya kasar, napasnya memburu naik turun dengan mata melotot tajam menatap kereta kuda Aleta yang mulai melaju meninggalkan halaman akademi.

"Diam kamu! Aku tidak akan biarkan perempuan sialan itu hidup tenang, karena sudah merebut apa yang seharusnya jadi milikku!" maki Serra penuh kebencian, meremas kipas lipat di tangannya hingga patah.

Di dalam kereta kudanya, Aleta justru bersandar santai dengan sebelah kaki disilangkan, sama sekali tidak memikirkan amukan wanita gila yang baru saja dia permalukan.

"Kurang kerjaan banget ngurusin hidup orang. Kalau mau saingan, minimal punya otak dulu, bukan cuma modal muka tebel doang," gumam Aleta pelan sambil mendengus geli.

Sementara itu, di waktu yang sama, suasana di Istana Salova jauh dari kata tenang.

Ruang sidang utama kekaisaran mendadak berubah tegang saat Liam melangkah masuk dengan mengenakan seragam militer kebesarannya.

Para pejabat dan jendral tinggi tampak berbisik-bisik panik, sementara Garel berdiri mondar-mandir di dekat singgasana dengan keringat dingin bercucuran di pelipisnya.

1
Septi Wijaya
Aleta tiada lawan donggg😍
IG : hofi03_skrniii: rawww🫦
total 1 replies
miss blue 💙💙💙
jadi makin penasaran sama liam 🤔🤔🤔😅😅😅
IG : hofi03_skrniii: ikuti terus cerita mereka biar gak ketinggalan 😚
total 1 replies
Maria Lina
makasih ya thor ud up pagi"ya thor🙏🙏🥰🥰
Septi Wijaya
ish ish jenderal liam ini... katanya kismin kok punya banyak koin emas.... bohhong yaaaa😬
IG : hofi03_skrniii: mulai-mulai😆
total 1 replies
Tiara Bella
kena menta pastinya si lady serra....
Anbu Hasna
Garel atau Geral?
Septi Wijaya
yg ada serra justru akan makin dipermalukan di acara sendiri 🤣🤣
miss blue 💙💙💙
ngomongin jiwa modern, apa gak bikin liam makin penasaran 🤣🤣🤣🤣
miss blue 💙💙💙
julian itu anak kandung liam apa bukan kak? gak pernah ada cerita sebelumnya, bahkan ibu kandung julian juga. apa aq yg gak merhatiin cerita sebelumnya ya?? 🤔🤔🤔
miss blue 💙💙💙: sipp kak 👍👍👍
total 2 replies
miss blue 💙💙💙
kok aq curiga liam itu kaisar atau putra mahkota kekaisaran, mungkin dia di angkat anak oleh marques volis sebelumnya 🤔🤔🤔🤔
kaylla salsabella
jiwa modern🤔🤔🤔🤔 pasti Liam mikir🤣🤭🤭
kaylla salsabella
sombong itu wajib🤣🤣🤭🤭🤭
kaylla salsabella
la itu tahu kamu garel
Maria Lina
makasih ya thor ud up double"nya🙏🙏😍😍☕️☕️
IG : hofi03_skrniii: kembali kasih sayangggg🤍
total 1 replies
kaylla salsabella
kenapa jadi gariel mondar-mandir🤣🤣
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍😍😍
kaylla salsabella
lanjut thor
Ita Xiaomi
Lady Serra lg mengundang bahaya.
IG : hofi03_skrniii: minta di cincang dia kak😁
total 1 replies
Tiara Bella
Aleta membalas wanita gila itu dengen tenang dan cantik....
Tiara Bella
wow ini yg ditunggu² para pembaca...Pepet trs liam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!