Indonesia
NovelToon NovelToon
Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bonggiw01

Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!

Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.

ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32. Perang Besar.

Di Markas Kultus Iblis

WUUSSH!

Ryan muncul di tengah markas, tubuhnya masih diliputi kabut dingin.

“Ryan?! Kau masih hidup?!” teriak Leo, matanya membelalak.

“Pemimpin! Kami kira kau sudah tewas!” seru Barnett, wajahnya terkejut.

“Pemimpin… akhirnya kau kembali. Kami sudah menunggu lama!” ujar Tarya penuh hormat.

Namun Ryan tak menjawab. Dengan dingin, ia melempar sesuatu ke tengah kerumunan.

PLAK!

Kepala Risman berguling di tanah, terhenti dengan mata kosong menatap mereka.

Sejenak, keheningan mencekam. Semua menatap dengan ngeri.

“Dengar baik-baik!” suara Ryan terdengar jelas. “Dia adalah pengkhianat yang telah membocorkan informasi kita kepada Aliansi Pedang Tujuh Langit. Aku sudah menghabisinya dengan tanganku sendiri!”

“A… apa?! Komandan Risman?!” Bella menutup mulutnya, tak percaya. “Tidak mungkin… jadi selama ini dia pengkhianatnya?!”

Sadel menggertakkan gigi, amarah menyelubungi wajahnya. “Bajingan! Jadi dialah penyebab semua kekacauan ini!”

Ryan mengangkat tangannya, menghentikan kegaduhan. “Tidak ada waktu untuk marah. Risman sudah berhasil mengirim sinyal ke langit. Pasukan Aliansi Pedang Tujuh Langit sedang menuju kemari! Jika kita tidak segera bertindak, kita semua akan mati di sini!”

Namun dari kerumunan, suara dingin terdengar.

“Kenapa kami harus percaya padamu?” Markus, pemimpin wilayah 01, melangkah maju dengan wajah curiga. “Bisa jadi kau juga pengkhianat.”

Niko, pemimpin wilayah 02, menyusul dengan tatapan menusuk. “Benar. Kata-katamu bisa jadi tipu muslihat untuk membuat kita panik.”

Komar, pemimpin wilayah 03, hanya tersenyum tipis sambil mengangkat bahu. “Aku tidak peduli siapa pengkhianatnya. Selama ada perang, aku akan ikut bertarung.”

Elisa, pemimpin wilayah 04, memandang Ryan dengan ragu. “Kau siapa sebenarnya? Mengapa tiba-tiba muncul dan membuat keributan?”

Namun sebelum perdebatan semakin liar, sebuah suara tenang namun penuh wibawa menggema.

“Cukup.”

Semua menoleh. Dari balik lorong, Panglima Azril muncul. 

Sosok yang disegani, berdiri dengan aura yang membuat semua orang otomatis menunduk.

Kecuali satu orang. Ryan.

“Apa yang dia katakan benar,” ucap Azril, suaranya tegas namun tenang. “Pasukan Aliansi Pedang Tujuh Langit sedang bergerak menuju tempat ini. Jika kita tidak bertindak, markas ini akan hancur dan semua orang akan mati.”

Keheningan kembali menyelimuti ruangan.

Azril menatap para pemimpin satu per satu, lalu berkata, “Kita harus meninggalkan tempat ini. Para senior akan membuka jalan, sementara generasi muda kalian harus segera pergi. Ini bukan waktunya berdebat.”

“Laksanakan, Panglima!” teriak para anggota, kali ini serentak dan penuh keyakinan.

Azril berjalan mendekati Ryan, menepuk pundaknya dengan tatapan tajam.

“Kau pemimpin wilayah 05, bukan? Ryan… aku sudah mendengar banyak tentangmu. Kau yang menghapus cabang Clan Taring Naga dalam satu malam. Dan kini kau membunuh anggota Ordo Cahaya Senja dengan tanganmu sendiri.”

Senyum tipis terukir di wajah Azril. “Kau benar-benar kuat, Ryan. Aku berharap banyak darimu. Bukan hanya di medan perang nanti… tapi juga sebagai masa depan dari Kultus Iblis.”

Ryan menatap balik dengan sorot dingin, namun dia tahu, hari  ini hanyalah awal dari badai yang akan mengguncang dunia.

-------------

Para pendekar Aliansi Pedang Tujuh Langit sudah berada di depan markas.

“Serang markas Kultus Iblis itu!”

Teriakan ribuan pendekar dari Aliansi Pedang Tujuh Langit mengguncang malam. 

Dari kejauhan, cahaya ribuan pedang berkilauan bagai bintang jatuh, mengepung markas Kultus Iblis dari segala arah.

Namun sebelum mereka sempat menyerbu masuk....

WUUSSH! WUUSSH! WUUSSH!

Panglima Azril muncul di garis depan bersama para jenderal, komandan, dan kapten Kultus Iblis. 

Aura kegelapan yang mereka bawa membuat udara bergetar, seolah langit pun menahan napas.

Azril melangkah maju dengan tatapan tajam, suara dinginnya mengoyak keheningan:

“Jadi kalian benar-benar datang dengan membawa ribuan orang… Apa kalian ingin mengantarkan nyawa kalian sendiri pada kami?”

Dari barisan depan musuh, seorang pria tegap maju. 

Rambut panjangnya tergerai, matanya berkilat bagai petir yang siap menyambar. 

Dialah Panglima Morgan, pemimpin pasukan Aliansi Pedang Tujuh Langit.

“Azril…” suaranya berat namun penuh kebencian. “Lama aku mencarimu. Aku tahu kau bersembunyi di balik bayangan, menyembunyikan Kultus busukmu. Tapi malam ini… semua akan berakhir. Aku tidak akan melepaskanmu lagi.”

Azril menatapnya dengan dingin.

“Morgan. Sepertinya takdir memang ingin mengakhiri kita di sini. Tak perlu banyak bicara. Hari ini, salah satu dari kita akan mati.”

Morgan mengangkat pedangnya yang berkilat petir. “Setuju. Mari kita bertarung sampai mati.”

BOOOOMMM!!!

Aura hitam pekat meledak dari tubuh Azril, melingkupi medan dengan kegelapan yang mencekam. 

BOOOM!

Di sisi lain, aura petir biru Morgan menggelegar, menyambar tanah dan membuat bumi bergetar.

Azril mengangkat tangannya, suaranya menggelegar ke seluruh pasukan.

“Kultus Iblis! Dengarkan aku! Hari ini kita bertarung sampai titik darah terakhir! Hancurkan semua pendekar Aliansi Pedang Tujuh Langit! Buat mereka menyesali hari kelahiran mereka!”

“UURRRAAAAA!!!”

Jeritan ribuan anggota Kultus Iblis membahana, mengguncang langit.

Morgan membalas dengan pekikan penuh amarah.

“Aliansi Pedang Tujuh Langit! Di hadapan kita adalah iblis yang telah membantai saudara dan keluarga kita! Inilah waktunya kita membalaskan dendam mereka! LENYAPKAN KULTUS IBLIS!!”

“URAAAAAAA!!!”

Teriakan balasan ribuan pendekar membuat bumi bergemuruh.

Dan saat dua pasukan besar itu maju....

TRAAANG! BOOOM! SRAAAAK! DHUAR!

Benturan pedang, ledakan energi, dan jeritan kematian tercampur jadi satu, membentuk simfoni mengerikan di medan perang.

---------

Sementara itu, di dalam markas…

Generasi muda masih terhimpun, wajah mereka diliputi ketegangan. 

DHUAR! BOOM!

Dentuman dari luar mengguncang tembok, membuat hati mereka semakin menciut.

“Kita harus keluar dari sini sekarang juga!” Markus, pemimpin wilayah 01, berteriak lantang. “Panglima Azril dan pasukan senior sudah membuka jalan dengan nyawa mereka! Jika kita menyia-nyiakan kesempatan ini, kita semua akan mati di sini!”

Ryan maju ke depan, tatapannya dingin dan penuh keyakinan.

“Jika kalian ingin keluar dengan selamat, semua harus mengikuti aku.”

“Jangan sombong, bajingan!” bentak Niko, pemimpin wilayah 02. “Kau hanya pemimpin wilayah 05! Tidak ada kewajiban bagi kami untuk mengikutimu!”

“Benar!” Markus mendengus. “Mulai sekarang, kita bergerak dengan pasukan masing-masing. Jangan menganggap dirimu pemimpin di sini.”

Ryan menghela napas pelan, lalu menatap mereka tanpa gentar.

“Terserah kalian. Aku sudah memperingatkan. Kalau kalian ingin mati, aku tidak peduli.”

Ia berbalik pada pasukannya sendiri, dua puluh orang yang berdiri tegak di belakangnya.

“Dengar aku baik-baik! Ikuti aku, jangan ada yang tertinggal. Jika ada yang lambat, aku tidak akan menolong kalian. Kita bergerak sekarang!”

“Laksanakan, Pemimpin!” teriak dua puluh bawahannya serentak.

WUUSSH!

Ryan melesat ke luar, pasukannya mengikutinya dari belakang.

-----------

Begitu mereka keluar, pandangan mereka disambut kekacauan.

TRANG! TRANG! BOOM! SRAAK!

Ledakan dan cahaya pedang memenuhi udara. 

Tubuh demi tubuh berguguran, darah mengalir membasahi tanah hingga berubah jadi lumpur merah.

Ryan menghunus katana-nya, sorot matanya tajam.

“Ikuti aku!”

Ia melesat ke sisi kanan, langsung berhadapan dengan puluhan pendekar dari Aliansi Pedang Tujuh Langit.

“Teknik Pedang Satu Tangan – Langkah Kelima!”

WUUSSSH! SRAAAK! SRAAAK! SRAAAK!

Dalam sekejap, Puluhan musuh terbelah, tubuh mereka hancur berkeping-keping. 

Jalan terbuka, darah menyembur liar membasahi wajah bawahannya.

“Bajingan! Kultus sialan! Kau tidak akan bisa kabur!” teriak para pendekar Aliansi yang lain, menyerbu dari segala arah.

Namun Ryan bergerak semakin cepat, tubuhnya bagai kabut dingin yang menyambar.

SRAAAK! SRAAAK! SRAAAK!

Tiga, lima, sepuluh orang jatuh dengan tubuh terpotong-potong. 

BYUR!

Darah menyembur, organ dalam berhamburan ke tanah.

“SEMUA! Terus maju! Jangan berhenti! Aku akan membuka jalan untuk kalian!” Ryan berteriak lantang.

“YEEAAHHH!!!” teriak bawahannya, semangat mereka membara meski mata mereka dipenuhi darah dan kematian.

Perang semakin brutal. Teriakan kesakitan, dentuman ledakan, dan suara pedang menembus tubuh bercampur jadi satu.

WUUUSH!

Ryan terus maju, tubuhnya bagai bayangan yang tak tersentuh. 

SRAAK! SRAAK! SRAAK!

Setiap musuh yang menghalangi jalan mereka berakhir menjadi mayat terbelah.

Namun jumlah musuh tidak ada habisnya. 

Mereka harus menembus ribuan pasukan untuk bisa lolos dari neraka ini.

Tapi satu hal pasti...

Selama Ryan ada di depan mereka, jalan keluar selalu terbuka dengan darah musuh.

1
Endi Tu Endy
dari awal lagi kah
Terserah
gass thor 🍻
V.MaryGrace
lanjut thorr
Terserah
ninggalin jejak dulu
Ed Troivan
update terus💪👍
The Rizki: kenalan yuk
total 1 replies
Ed Troivan
Lumayan ceritanya thorku 💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
xebeck D ron
awal lagi nih?
ZAHRANI
keren mantap jiwa thor👍👍
Heroik gg
katanya season 2 bang kok balik season 1
Anonim
👍
Betesyon Betesyon
ini cerita nya di mulai dari awal lagi kah?
RR
lagi pindahan atau lagi tes ombak nih bang😁, semangat terus pokonya dahh
ZAHRANI: bang jangan sampek hiatus😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!