"Kita tidak saling mengenal satu sama lain dan aku juga tidak mencintaimu dustin" Ucap Indira.
"Tapi aku mencintaimu saat ini maupun sampai aku menghembuskan nafas terakhirku ,dan aku akan membuat kamu mencintaiku " jawab Dustin.
________________. • .__________________
Menceritakan tentang perjalanan cinta antara Dustin dengan Indira yang penuh cobaan di awal pernikahan mereka karena sebuah perjodohan,Indira yang tidak mencintai dustin,namun Dustin mencintai Indira pada pandangan pertama.
Bagaimana kisah akhir cinta antara Dustin dengan Indira ,apakah pada akhirnya Indira akan mencintai dustin seperti dustin yang mencintai Indira ataukah Dustin menyerah untuk mencintai Indira ......
SELAMAT MEMBACA
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27
"Saat kecil ,rumah keluarga ibu dibobol maling ,Ibu langsung mengamankan Indira di dalam lemari dapur ,sedangkan alm.ayah Indira berusaha melawan maling itu ,namun ternyata maling itu tidak hanya satu tapi berlima ,Ayah menyuruh ibu untuk pergi keluar mencari bantuan" ucap ibu Indira sambil menitikkan air matanya.
Dustin mengambil sapu tangan miliknya di sakunya lalu memberikannya pada ibu Indira . Ibu Indira mengambil sapu tangan milik Dustin sambil tersenyum kecil ,"Terima kasih nak " ucap ibu Indira.
"Saat ibu sampai di rumah bersama para bapak bapak dan satu satpam ,ibu melihat alm.ayah Indira sudah pingsan ,satu maling tumbang dan Indira yang memegang pisau di tangan kecilnya dengan tubuhnya yang bergetaran,ibu sudah tidak bisa berpikir apa apa ,ibu sangat takut saat itu ,apalagi ketika melihat Indira yang sangat ketakutan ,saat itu Indira masih kecil ,masih berumur sekitar 5 tahun " ucap ibu Indira.
Dustin terdiam ,"Lalu apakah Indira yang membunuh maling itu" tanya Dustin hati hati. Ibu Indira mengangguk ,"Dari saksi mata mengatakan jika Indira yang menusuk maling itu ,sedangkan empat maling lainnya melarikan diri setelah mendapatkan barang berharga milik keluarga ibu" .
Dustin kaget ,"Setelah kejadian itu Indira memiliki trauma ,ayah dan ibu sudah berusaha membawa Indira ke semua psikiater terbaik di kota ini ,namun trauma Indira tidak bisa sembuh " ucap ibu Indira sendu.
Tak lama kakek Indira datang dengan terburu buru ,"Bagaimana dengan kondisi cucuku ,apa dia baik baik saja?" tanya kakek Indira dengan khawatir.
Ibu Indira mengelap air matanya lalu menatap ayahnya ,"Trauma Indira kembali lagi ayah ,sekarang dokter sedang menangani Indira ,kita tidak boleh menjenguk Indira dulu sampai putriku tenang" ucap ibu Indira.
Kakek Indira memijat pelipisnya ,"Seharusnya aku tidak memarahinya tadi pagi " sesal kakek Indira langsung terduduk di kursi .
Kakek Indira melihat tangan Dustin yang diperban dan wajah Dustin yang tergores benda tajam ,"Apakah cucu kakek melukaimu nak ?" tanya kakek Indira pada Dustin.
Dustin kaget ,"Iya kek ,tapi kakek tidak usah khawatir pada Dustin,Dustin baik baik saja ,hanya luka kecil nanti juga sembuh ,lagipula Indira melakukannya di bawah alam sadarnya ,Dustin tidak apa apa kek" ucap Dustin.
Kakek Indira menghembuskan nafasnya lelah .
Beberapa jam kemudian......
Indira masih belum bangun , Dustin melihat Indira dari kaca di pintu. "Bangunlah Indira ,aku baru tahu jika kamu memiliki memory yang buruk ,tapi aku berjanji aku akan membuatmu lupa dengan traumamu " batin Dustin.
"Nak kamu pulanglah ,biar ibu yang menjaga ,kamu terlihat sangat lelah , beristirahat lah dulu " ucap ibu Indira.
Dustin mengangguk ,"Baiklah ibu ,ibu hati hati ,besok pagi sekali Dustin akan kembali" ucap Dustin.Dustin pun mencium tangan ibu Indira lalu pergi meninggalkan ibu Indira ,sebelum meninggalkan depan ruang perawatan Indira ,Dustin mengintip sebentar lalu pergi meninggalkan ruang rawat .
Ibu Indira tersenyum melihat Dustin."Aku bersyukur bisa mengenalkan putriku pada pria yang sangat bertanggung jawab seperti nak Dustin ,aku berharap semoga Indira bisa membuka hatinya untuk nak Dustin " ucap ibu Indira.
Keesokan harinya.........
Dustin kembali ke rumah sakit dengan membawa bucket mawar pink yang indah.
Dustin melihat di depan pintu rawat Indira tidak ada ibu Indira , "Apakah Indira sudah bisa dijenguk " ucap Dustin lalu Dustin mendekat pada pintu ruang rawat Indira
Dan terlihat di dalam indira masih melamun dan ibu Indira yang menahan tangis di samping Indira.