Indonesia
NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: KULTIVASI PEMUTUS JIWA

Malam semakin larut di jalanan kota yang sepi.

Angin malam berembus kencang, membawa hawa dingin yang menusuk tulang.

Di dalam sebuah mobil sedan mewah yang melaju kencang, Brandon mencengkeram setir dengan tangan gemetar hebat.

Urat-urat di lehernya menonjol keluar menahan rasa malu dan amarah yang meledak-ledak.

'Sialan! Sialan! Sialan!' batas hati Brandon menjerit histeris penuh kebencian.

Harga dirinya hancur berkeping-keping di depan umum.

Semua kekayaan dan koneksi keluarganya mendadak lumpuh hanya karena satu kata dari pria bernama Reno.

"Gue bakal bikin lu mati malam ini juga, Reno!" geram Brandon penuh dendam kesumat.

Dia menepikan mobilnya di sebuah persimpangan jalan gelap yang jarang dilewati kendaraan.

Di depan mobilnya, dua puluh orang pria berbadan kekar dengan tato serigala merah di lengan sudah menunggu.

Mereka adalah para pembunuh bayaran tingkat tinggi dari Geng Serigala Merah.

Pimpinan mereka, seorang pria berbadan besar dengan bekas luka tikam di mata kirinya, mendekati jendela mobil Brandon.

"Mana targetnya, Tuan Muda Brandon?" tanya ketua geng itu dengan suara serak.

"Itu dia! Habisi dia sampai tewas! Jangan sisakan tulang utuh!" perintah Brandon kalap sambil menunjuk sebuah mobil taksi online yang baru saja melambat di ujung jalan.

Taksi online itu berhenti di tepi jalan sepi.

Reno membuka pintu mobil, lalu melangkah keluar dengan tenang.

Dia sadar betul ada puluhan aura membunuh yang mengarah kepadanya sejak tadi.

"Keluar kalian," ucap Reno dingin tanpa ekspresi.

Dua puluh pembunuh bayaran Geng Serigala Merah langsung keluar dari balik kegelapan malam.

Mereka memegang pipa besi dan bilah pisau tajam yang berkilau di bawah temaram lampu jalan.

"Wah, sombong banget anak muda ini!" ejek ketua geng sambil tertawa meremehkan.

"Bunuh dia sekarang juga!" perintah sang ketua.

Dua puluh pembunuh bayaran itu langsung berlari menyerbu ke arah Reno secara bersamaan.

Langkah kaki mereka bergemuruh menghantam aspal jalanan.

Reno menarik napas dalam-dalam.

Di dalam tubuhnya, energi Qi spiritual hasil pecahan segmen Sutra Naga Kuno mengalir deras ke telapak kakinya.

Ini adalah teknik tingkat tinggi yang disebut **"Langkah Naga"**.

Teknik kultivasi murni untuk menghancurkan mental dan organ internal musuh tanpa harus menyentuh mereka secara fisik.

"Kalian terlalu lemah untuk sekadar membuang waktu latihan gue,"gumam Reno pelan.

Reno mengangkat kaki kanannya ke udara.

Lalu...

Brakkk!

Hentakan kaki Reno menghantam aspal jalanan dengan sangat keras.

*Brammm!*

Suara ledakan sonik bergemuruh dahsyat mengguncang tanah di sekitar mereka.

Gelombang kejut energi Qi emas melingkar keluar secara melingkar dengan kecepatan kilat.

*Duarghhh!*

Hantaman energi tak kasat mata itu menghantam tubuh dua puluh pembunuh bayaran seketika.

Wajah mereka langsung pucat pasi dalam sepersekian detik.

Bughhh! Bughhh! Bughhh!

Seluruh pembunuh bayaran itu terpental mundur secara bersamaan sejauh sepuluh meter.

Darah segar menyembur deras dari mulut mereka berbarengan.

Mereka jatuh tersungkur di atas aspal dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Hanya butuh satu detik untuk melumpuhkan seluruh pasukan elit pembunuh bayaran.

Brandon yang melihat kejadian itu dari dalam mobil langsung menjerit histeris.

"A-Apa?! Cuma... cuma pakai satu injakan kaki?!" teriak Brandon ketakutan setengah mati.

Kencingnya hampir keluar di celana karena syok yang luar biasa.

Brandon buru-buru memutar balik mobilnya, berniat kabur menyelamatkan nyawa.

Tapi terlambat.

Reno sudah berdiri tepat di depan kap mobil sedan Brandon dalam kedip mata.

Reno melayangkan satu pukulan ringan ke arah kap mobil.

*Kแลคคค!*

Kap mobil itu penyok total seketika, mesinnya meledak mengeluarkan asap tebal.

Brandon terduduk lemas di kursi pengemudi, menangis histeris.

Tiba-tiba, suara deru motor sport bergemuruh mendekati tempat itu.

Puluhan anggota inti Geng Serigala Merah yang tertinggal di belakang datang menyusul pimpinan mereka.

Sang ketua geng yang tadi berdiri di kejauhan berjalan mendekat dengan kaki gemetar hebat.

Dia melihat seluruh anak buahnya tergeletak bersimbah darah di aspal.

Ketua geng itu mengalihkan pandangannya ke arah Reno yang berdiri tegak.

Saat matanya tidak sengaja melihat kerah baju Reno yang sedikit tersingkap, napasnya langsung terhenti.

Di leher bagian belakang Reno, terukir sebuah tato samar berbentuk kepala Naga Hitam legendaris.

Itu adalah tanda suci dari organisasi bayangan paling ditakuti di dunia bawah tanah!

Deggg...!

Mata sang ketua geng terbelalak lebar. Wajahnya langsung memutih bagaikan mayat hidup.

Dia ingat betul aturan mutlak di dunia hitam: *Siapa pun yang melihat Naga Hitam, wajib bersujud atau mati dalam seketika!*

Ketua Geng Serigala Merah langsung menjatuhkan lututnya ke tanah yang keras.

Bruk!

Dia membenturkan kepalanya ke aspal berkali-kali hingga berdarah-darah karena rasa takut yang teramat sangat.

"Ampun... Ampuni hamba, Raja Naga!" teriak ketua geng itu dengan suara bergetar ketakutan.

"Kami buta! Kami benar-benar tidak tahu kalau ini adalah Anda, Tuan Besar!"

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!