Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.
Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.
Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 : Menentang Pertunangan
Balik lagi bersama Author.
Happy reading teman-teman 🤗 🥰
Pagi yang begitu cerah. Hembusan angin membuat suasana di Kota London ini menjadi sejuk. Aroma bunga lavender tercium begitu wangi.
Alexa bersama kedua bodyguardnya, kini sedang berada di depan toko bunga milik Austin. Ia melihat Liona sedang sibuk merangkai bunga dengan di bantu oleh Austin. Alexa tersenyum. Ia melangkah masuk ke dalam toko bunga itu.
"Hallo, sayang!" Sapa Alexa. Ia tersenyum manis kepada pria yang sedang duduk bersama Liona.
Austin dan Liona sontak menoleh ke sumber suara tersebut. Austin tersenyum. Namun, berbeda dengan Liona. Liona memasang wajah tidak suka melihat kedatangan gadis itu.
"Hay, Liona!" Alexa melambaikan tangan kepada Liona dan tersenyum manis.
"Ngapain kamu kesini?" ketus Liona.
"Eh,, eh.. Alexa ayo silahkan duduk dulu." Austin langsung mempersilahkan Alexa untuk duduk. Alexa dengan wajah kebingungan pun menurut begitu saja. Alexa duduk di sofa tepat di samping rak bucket bunga yang sudah di rangkai begitu indah. Ia melihat-lihat susunan bunga itu.
"Kakak. Aku kan sudah bilang. Aku tidak menyukai wanita itu. Kenapa dia datang kesini lagi?" Liona memasang wajah cemberut. Kedua tangannya ia silangkan di depan dada.
"Adik, Alexa itu orangnya baik. Kemarin dia nyelamatin kita." bujuk Austin.
Alexa yang mendengar itu langsung berdiri. Ia berjalan mendekat ke arah Austin dan Liona. Alexa melihat ke arah Austin, ia memberi kode dengan tangan kepada pria itu. Seolah-olah bertanya kalau Liona sebenarnya kenapa?
Austin langsung mengerti maksud dari Alexa. Ia menatap gadis yang berdiri di depannya itu. "Liona dulu punya trauma terhadap orang-orang yang terlibat Geng. Makanya ia tidak setuju kalau aku dengan mu." Jelas Austin.
Alexa langsung paham, ia mengangguk. Tatapannya tertuju pada gadis yang berdiri di dekat Austin dengan wajah yang sudah cemberut dari tadi.
"Adik, tenang saja. Kalau nanti kami berdua sudah menikah, aku akan menganggap mu sebagai adik kandungku. Nanti aku bantu obati trauma mu." ucap Alexa dengan enteng. Ia merangkul lengan Austin.
"Nikah?" Austin membulatkan matanya kaget mendengar penjelasan Alexa.
Liona semakin memasang wajah kesal. Ia menggenggam lengan kakaknya. "Kakak, ini sebenarnya ada apa sih? Kalian berdua mau menikah?" tanya Liona tidak suka.
Austin melepas rangkulan tangan Alexa dari lengannya. Ia menatap adiknya. "Liona, kemarin waktu aku mengantar makanan. Aku tidak sengaja menolong dia. Dia yang maksa mau bareng sama aku." Austin memberi penjelasan kepada adiknya.
Liona semakin kesal. Ia tetap tidak mau kalau Austin bersama dengan gadis itu. "Kakak, kamu sudah sumpah loh. Nggak bakal berurusan dengan orang Geng lagi. Kamu lupa? Kalau bukan karena ayah, Jagat Lukas ikut Geng, ibu nggak akan meninggal. Aku juga nggak bakal trauma begini." jelas Liona.
Austin masih menatap adiknya itu. "Aku tahu, aku nggak lupa."
Liona tetap tidak mau menerima alasan apapun. "Aku nggak peduli apa alasanmu. Putusin dia sekarang juga!" Liona bersikeras menyuruh Kakaknya untuk mutusin Alexa.
Austin terdiam sejenak. Ia menarik nafas dalam-dalam dan berusaha untuk meyakinkan adiknya itu. "Tapi Alexa dengan wanita Geng lainnya itu beda. Aku sama dia,,," ucapan Austin terhenti.
"Aku tidak peduli. Pokoknya aku nggak izinkan kakak pacaran dengan cewek Geng." Liona tetap tidak setuju kalau kakaknya itu berhubungan dengan yang namanya Geng-geng lagi. Kematian ibunya sulit untuk ia lupakan. Traumanya begitu dalam.
Alexa masih berdiri diam di samping Austin. Ia menyimak percakapan kakak beradik itu.
Liona menatap tajam kepada Alexa. "Kamu, jauhin kakakku!" ketusnya.
"Kamu juga begitu?" Alexa mengangkat pandangannya, ia menatap Austin penuh tanya.
"Aku,," Austin bingung harus jawab apa. Ia mulai ada perasaan terhadap Alexa. Namun, ia juga sudah berjanji dengan adiknya.
Liona menatap tajam kakaknya itu. "Kakak, kamu pilih aku atau dia? Kamu hanya bisa memilih satu." Liona menatap sinis Alexa.
"Aku." Austin memegang tangan Liona. Liona tersenyum senang. Namun, Austin juga memegang tangan Alexa. "Aku,,, aku pilih dua-duanya." ucap Austin.
Raut wajah Liona langsung berubah. Ia menarik tangannya dari genggaman kakaknya.
*CEKLEK*.
Pintu toko terbuka. Simon masuk dan memberikan ponselnya kepada Alexa. "Bos, ada panggilan dari Tuan." ucap Simon.
Alexa mengambil ponsel itu.
"Hallo."
"Iya, aku mengerti." Alexa mengakhiri teleponnya. Ia memberikan kembali ponsel itu kepada Simon.
Alexa berbalik ke arah Austin. Ia mencubit pipi pria itu dengan gemes. "Sayang, waktunya aku balik, ada sesuatu yang harus aku selesaikan. Tadinya sih, hari ini mau melamar kamu. Tapi malah kacau. Tapi nggak apa-apa, nanti kita bahas lagi saat aku balik." Alexa tersenyum gemes.
Austin membulatkan matanya. "Lamar? Lamar apaan? Aku nggak setuju!" ia menoleh kepada adiknya yang sudah memasang wajah kesal. "Nikah sama kamu." lanjut Austin.
Liona semakin kesal. tatapannya tajam kepada gadis itu "Kakakku ogah menikahi mu. Mending kamu nyerah aja." ketus Liona lagi.
Alexa menatap datar adik Austin itu. "Dia nggak mau, biar aku yang nikahin. Udah aku bawa maharnya." Alexa menepuk tangannya. Dion dan beberapa pengawal lainnya masuk dengan membawa mahar.
"Hallo kakak ipar!" ucap pengawal itu serentak sambil membuka masing-masing peti mahar yang di bawanya.
"Kami bawa mahar. Satu peti emas, sepuluh jam mewah, sepuluh mobil mewah, sepuluh villa tepi laut." Jelas Dion. Keempat pengawal yang membawa mahar itu pun meletakkan semua mahar yang di bawanya di atas meja.
Austin dan Liona kaget melihat mahar mewah itu. Austin memejamkan matanya. Ia takut adiknya semakin marah. Austin menelan ludahnya.
Benar saja, Liona semakin kesal. "Bawa pergi semua ini! Kakakku ogah menikahi mu!" bentak Liona kepada Alexa.
"Austin, kenapa adikmu benci banget sama aku?" Tanya Alexa dengan ekspresi wajah datar.
Austin menunduk dan menjelaskannya kepada Alexa. "Alexa, ibuku dulu tewas karena Geng. Adikku juga trauma karena perang Geng. Makanya dia benci dengan anak Geng."
Alexa terdiam. "Oh, begitu. Tenang saja, aku pasti buat Liona hilangin prasangkanya." Alexa menatap Liona dan tersenyum kecil kepada gadis itu.
"Rasa benciku nggak bakalan hilang! Mending kamu nyerah saja!" Liona tetap bersikeras. Ia tetap tidak mau kalau kakaknya itu terlibat Geng lagi. Ia tidak mau masa lalu yang kelam itu terulang lagi.
Alexa menaikkan alisnya sebelah. "Oh, ya? Apapun yang terjadi, Austin Lukas itu tetap pacar Alexa Bleiz." ucapnya. Ia membalikkan telapak tangannya. Simon langsung meletakkan sebuah cincin berwarna silver di telapak tangan gadis itu.
Alexa menarik tangan Austin. Ia memasangkan cincin itu di jari manis Austin. Alexa tersenyum manis. Sementara itu, Liona yang menatapnya dari tadi semakin kesal. Wajah tidak sukanya itu jelas terlihat.
"Loh." Austin membulatkan matanya.
Alexa menarik kerah baju yang di pakai oleh Austin. Pria itu sontak mendekat ke Alexa. Wajah mereka hampir bersentuhan. Alexa menjinjit dan langsung memberikan satu kecupan ke bibir pria itu.
Liona mendengus kesal. Ia mengepalkan tangannya melihat adegan kakaknya bersama dengan gadis yang tidak ia sukai.
\*\*\*
*Terima kasih* *teman-teman, nantikan up selanjutnya.🤗🤗*
*Jangan lupa ninggalin jejak ya🤗🤗🌹*
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...