Indonesia
NovelToon NovelToon
Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Di Bawah Nama Yang Di Pilih Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:322
Nilai: 5
Nama Author: Yun Wangshu

" aku akan menerima ujian takdirku selagi aku mampu ,namun jika takdir tak menginginkan ku maka aku akan menyerah dan pergii " arabella ayunisa

" lakukanlah apapun yang ingin takdir lakukan,tapi ku mohon tolong jangan hapus arabella dalam garis takdirku " ludwighe staindfol


pernikahan yang diawali dengan perjodohan diantara ludwighe dan arabella membawa perubahan pada garis takdir , kehidupan yang awalnya kacau pada akhirnya menemukan sedikit harapannya ,
namun setiap kehidupan selalu memiliki ujian takdirnya sendiri ,dan itulah yang terjadi pada pernikahan Antara ludwighe dan arabella.

akankah arabella mampu membawa cinta untuk pernikahan nya ataukah pada akhirnya Bella akan menyerah pada cinta itu sendiri.

ayo baca cerita selengkapnya,dan ikuti kisah merubah takdir ludwighe dan bella

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yun Wangshu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

  Keesokan paginya keadaan mansion utama nampak jauh lebih sepi dari biasanya.

Di ruang makan semu orang terdiam seolah mengerti bahwa saat ini keadaan sedang tak baik-baik saja.

mommy Maria makan dengan tenang begitupun dengan Daddy Louis, keheningan menyelimuti sarapan pagi itu.

setelah selesai sarapan tanpa sepatah katapun mommy Maria berlalu menuju ruang keluarga,ia duduk dengan tenang tanpa berbicara.

" ayo ikuti mommy kalian" ucap Daddy Louis pada semua anak dan menantunya.

Semua orang mengangguk dan berjalan ke ruang keluarga.

" dimana mbak Bella " ucap Sintia memecah keheningan di ruang keluarga.

Aldo menatap Sintia dengan tajam mengisyaratkan untuk diam.

" em ma - af " ucapnya lirih

Tak lama kemudian Bella turun menuju ruang keluarga di belakang nya ludwighe juga turun dan mengikuti Bella.

" maaf Bella baru turun" ucap Bella

" tidak apa-apa sayang ,mommy dan yang lainnya paham" ucap mommy Maria.

Sedangkan ludwighe hanya diam dan duduk di sofa samping Justin, tatapan tak bersahabat dari sang mommy membuat nya tak berkutik.

" kenapa kau tidak menemui wanita jalang mu itu ,kenapa repot berdrama seolah kau suami yang paling mencintai istrinya dan takut kehilangannya" ucap mommy Maria dengan sarkas.

" mommy ludwighe sudah jelaskan semalam , dan ludwighe mau menyelesaikan masalah ini hari ini juga" ucap ludwighe dengan lantang.

" mommy ingin percaya padamu ,tapi mommy juga butuh bukti begitupun dengan Bella kau harus berikan buktinya ,karna mommy gak mau dengar omong kosong" ucap mommy Maria menatap putranya itu.

" mommy tenang aja , hari ini aku bakal kasih buktinya untuk kalian semua terutama untuk istriku" ucap ludwighe tatapan nya terhenti pada Bella yang juga menatapnya , tatapan mereka terkunci beberapa saat hingga Bella mengalihkan tatapannya ke sembarang arah.

" pagi semuanya" ucap seseorang

 semua orang menatap ke arah asal suara, Daddy Louis dan mommy Maria mengerutkan kening mereka saat melihat asisten putranya itu datang sepagi ini ke kediaman mereka apakah ada masalah kantor yang sangat serius pikir mereka.

" kemarilah Bagas" ucap ludwighe,Bagas mengangguk dengan langkah lebar dan penuh semangat ia berjalan mendekati keluarga besar itu.

" ada apa Bagas ,apakah ada masalah besar di kantor " tanya Daddy Louis

" tidak ada masalah apapun di kantor tuan besar, saya ke sini karna di minta oleh tuan muda untuk meluruskan semua kesalahpahaman yang terjadi" ucap Bagas dengan membungkuk hormat

" apa ini ludwighe mommy memintamu untuk memberikan bukti bukan , memberi penjelasan tentang perusahaan" ucap mommy Maria dengan kesal ia sampai berdiri dari duduknya untung saja Daddy Louis dengan cepat menenangkan nya.

" mom,Bagas datang bukan untuk masalah perusahaan,tapi dia datang membawa bukti-bukti yang mommy inginkan " ucap ludwighe.

Dengan isyarat ludwighe meminta Bagas untuk menjelaskan dan menyerahkan semua bukti yang di bawanya.

dengan patuh Bagas mengangguk dan berjalan ke tengah ruangan yang terdapat sebuah meja kecil.

" baiklah tuan besar dan nyonya besar ,ini beberapa bukti dan rekaman asli dari kejadian yang kita lihat di foto yang di berikan oleh vanesha" ucap Bagas dengan cekatan ia membuka laptop nya dan menyambungkannya ke tv sehingga mereka bisa menonton video itu di tv.

 Semua orang terlihat menonton dengan serius,di dalam video itu terlihat ludwighe yang memberikan vanesha akses masuk ke apartemen dan kemudian tiba-tiba vanesha terjatuh ke dalam pelukan ludwighe yang seperti di sengaja dan terlihat ludwighe yang terkejut langsung mendorong tubuh vanesha dan berlalu meninggalkan gadis itu.

" ini adalah bukti cctv di dalam apartemen saat itu " ucap Bagas lalu ia melanjutkan dengan video ke dua.

Di video kedua terlihat dengan jelas saat vanesha menerobos masuk ke kantor dan ruangan Ludwighe lalu dengan tidak tahu malunya ia menyentuh tangan ludwighe yang langsung di tepis dengan kasar oleh ludwighe, hingga beberapa saat kemudian terlihatlah video dimana ludwighe menyeret vanesha keluar dari kantor nya dengan cara tidak terhormat.

Bagas mematikan tv dan laptopnya lalu ia kembali menjelaskan.

" itu tadi adalah bukti kalau tuan muda memang telah di fitnah dan saya bersumpah bahwa saat kejadian saya ada di sana dan saya melihat secara langsung bagaimana tuan muda mengusir wanita itu dari kantornya dan saat itu saya sempat merekam pembicaraan tersebut" ucap Bagas

Ternyata saat vanesha datang terakhir kali ke kantor saat itu Bagas tanpa sengaja merekam pembicaraan mereka entah bagaiman ponselnya bisa tiba-tiba membuka aplikasi perekam suara namun ia sangat bersyukur sebab karna rekaman ini bos nya itu tidak akan di fitnah oleh wanita licik itu lagi.

Bagas memutar rekaman suara tersebut dan semua orang mendengarnya dengan sangat jelas bagaiman ludwighe menjelaskan pada vanesha dan mengatakan bahwa ia sudah menikah dan sangat membenci vanesha bahkan mereka juga mendengar bagaiman arogannya vanesha yang meminta ludwighe untuk memecat Bagas namun ludwighe malah melontarkan Perkataan kasar padanya bahkan menyebutnya sebagai jalang penggoda.

Rekaman selesai semua orang masih diam

dalam kebisuan.

Bella menangis saat mengetahui fakta itu ,dia merasa bersalah pada suaminya karna telah berburuk sangka pada pria itu.

 Sementara mommy Maria terdiam dengan tangan yang mengepal erat ,matanya memerah dengan tatapan sedingin gunung es.

" berani sekali jalang itu memfitnah putraku, aku akan berikan dia pelajaran" ucap mommy Maria dengan menggebu-gebu.

 Daddy Louis terlihat lebih tenang namun siapapun bisa melihat ada kilat bahaya di matanya yang tajam itu.

" sudah ku katakan wanita itu sangat licik, sebenarnya aku sudah bertemu dengannya saat akan menemui ludwighe di kantor" ucap Justin dengan datar namun ucapnya itu menarik atensi semua orang.

" saat itu aku mendengar nya mengatakan akan memisahkan ludwighe dan adik ipar , tapi aku sudah memperingati nya ,mungkin peringatanku adalah lelucon untuknya" ucap Justin sembari tersenyum miring

" sudah ku katakan bahwa wanita itu berbohong,mana mungkin aku masih menjalin hubungan dengannya aku kan sudah menikah " ucap ludwighe pada akhirnya.

" mommy hanya ingin memastikan bahwa kau tidak berbohong dan menyakiti Bella " ucap mommy Maria

" walaupun kami belum saling mencintai saat ini tapi aku gak pernah berfikir untuk menyakiti istriku dengan sengaja" ucap Ludwighe.

Mommy Maria menatap menantunya Bella lalu ia mendekati Bella dan duduk di sampingnya.

" sayang kamu sudah lihat sendiri kan semua buktinya , wanita itu cuma bohong dan fitnah suamimu nak,dia ingin kalian salah paham dan akhirnya berpisah " ucap mommy Maria

" tapi sekarang semua masalah nya sudah beres , jika ada yang masih mengganjal di hatimu maka bicarakan lah pada suamimu, kami akan memberikan kalian waktu untuk bicara " ucap mommy Maria

" iya mbak Bella bisa bicara sama KK ludwighe terlebih dahulu" ucap Sintia

Aldo langsung menatap tajam pada sang istri,namun Sintia yang tak mengerti tak mengindahkan kelakuan suaminya itu.

Pada akhirnya tinggallah Bella dan ludwighe yang masih duduk di ruang keluarga tersebut.

" apa kau masih tidak percaya padaku" tanya ludwighe sambil menatap Bella.

Bella menggeleng tapi kemudian ia mengangguk ,hal itu membuat ludwighe bingung.

" jadi yang benar yang mana " tanya ludwighe

" Bella selalu percaya sama mas ludwig,tapi Bella gak percaya sama sikap mas yang selalu berubah-ubah setiap harinya." ucap Bella

" hmm ya aku memang suka berubah-ubah setiap harinya , tapi kali ini gak akan berubah lagi " ucap ludwighe sembari meyakinkan Bella.

" satu kesempatan,aku janji gak akan ada yang di sembunyikan dari kamu ,apapun masalah nya aku bakal ceritain sama kamu " ucap ludwighe kali ini ada kelembutan di wajahnya yang datar itu.

Bella menatap ludwighe dengan lamat , mengamati setiap detail wajah sang suami.

" janji ya mas ,kalau ada masalah sekecil apapun harus ceritain ke Bella" ucap Bella pada akhirnya.

Ludwighe tersenyum tipis ia menganggukkan kepalanya dengan semangat.

" aku janji bakal ceritain semua masalah yang aku hadapi dan kita akan cari solusi nya bersama.

aku belum bisa pastikan kalau aku cinta sma kamu tapi mau mulai sekarang kamu yang menuntun ku ,kasih tahu aku kalau ada sikap aku yang salah ataupun yang kasar" ucap ludwighe dengan lembut ia sentuh tangan bella ,Bella tidak menolak ia membalas genggaman tangan suaminya .

" iya mas , mas juga kasih tahu Bella kalau ada sikap Bella yang buat mas gak nyaman" ucap Bella dengan senyuman tipis di bibirnya.

Ludwighe mengangguk kemudian dengan spontan ia peluk tubuh Bella ,Bella mematung tubuhnya kaku di pelukan ludwighe,ini pertama kalinya mereka sedekat ini , tentunya hal itu membuat Bella gugup.

Ludwighe yang merasakan tubuh Bella yang kalau pun langsung tersadar ia melepaskan tubuh Bella dari pelukan nya dengan lembut , keadaan jadi sangat canggung,pipi Bella merah bak kepiting rebus sedangkan ludwighe saat ini telinganya memerah sebab ia juga tengah salting.

" maaf" ucap ludwighe lirih.

Bella menganggukkn kepalanya dengan malu - malu ia bahkan tak berani menatap ludwighe yang ada di depannya.

" ekhmm" ludwighe berdehem untuk menghilangkan suasana canggung di antara Mereka.

" hmm jadi kapan kita pulang ke rumah kita" ucap ludwighe mencoba mengalihkan kecanggungan tadi.

" hmmm Bella masih ingin di mansion bersama mommy , bisakah kita pulang dia hari lagi mas" ucap Bella

Ia sungguh masih merindukan mommy mertua nya itu ,dan di mansion ada Sintia yang akan menemani Bella sehingga ia tak akan bosan dan takut tak ada teman.

" yaudah ,kita tinggal dua hari lagi di sini " ucap ludwighe

Bella tersenyum senang saat keinginan nya di turuti suaminya,ada rasa bahagia tersendiri di hatinya sebab ludwighe biasanya sangat dingin dan tak perduli padanya.

" terima kasih mas" ucap Bella.

" berarti kita sudah damai kan ,kau tidak marah lagi padaku " ucap ludwighe yang di angguki oleh Bella.

" oh ya aku juga ingin minta maaf padamu soal sikapku beberapa hari ini padamu,maaf jika saat itu aku menyakiti perasaan mu" ucap ludwighe dengan raut wajah yang benar-benar merasa bersalah.

" gak apa-apa kok mas ,Bella paham mas pasti lagi ada masalah saat itu" ucap Bella menenangkan hati suaminya itu.

      sedangkan di lantai atas tepatnya di kamar Aldo dan Sintia saat ini tengah terjadi perdebatan,hal ini bermula saat Aldo menarik tangan istrinya ke dalam kamar mereka.

" kenapa sih mas" ucap Sintia sambil memegang pergelangan tangannya yang terasa sakit sebab Aldo memegangnya lumayan kuat.

" jangan terlalu ikut campur sama urusan kak ludwighe dan kakak ipar Bella" ucap Aldo memperingati sang istri.

" kenapa ,kita sudah menikah sekarang , keluarga mas juga keluarga ku kan kenapa aku gak boleh ikut campur " tanya Sintia namun Aldo tak menjawab ia hanya diam menatap Sintia dengan datar.

" owhh,aku tau karna sejak awal mas gak pernah anggap aku ini istrikan ,mas selalu anggap aku ini orang asing yang kebetulan masuk ke dalam hidup mas Aldo dan keluarga mas iya kan" ucap Sintia suaranya agak meninggi kali ini

Aldo mulai tersulut rahangnya mulai mengeras dan tatapannya berubah tajam tidak datar seperti tadi.

" turunkan nada bicaramu itu , jangan lupa aku ini suamimu jadi berbicara lah dengan sopan" ucap Aldo suaranya mendesisi pelan tanda ia sedang menahan emosi.

" kenapa , apa ego mas terusik dengan nada suaraku sekarang, apa sekarang aku juga di larang berbicara dan membela diriku." ucap Sintia

" kenapa kau jadi pembangkang" ucap Aldo

" karna mas gak pernah anggap aku sebagai istri ,mas cuma anggap aku boneka yang bisa mas kendalikan" ucap Sintia dengan keras .

" SINTIA" bentak Aldo ,pada akhirnya emosi nya tak bisa dia tahan.

"APA MAS" ucap Sintia balas membentak Aldo

Keadaan di dalam kamar itu sangat mencekam .

Aldo mengepalkan kedua tangannya hingga urat- urat di tangannya menonjol keluar ,tatapan matanya tajam seperti pisau ,matanya memerah penuh emosi.

sedangkan Sintia berdiri di hadapannya tubuhnya gemetar namun ia masih bertahan dan tetap berdiri tegak ,matanya sembab dengan air mata yang terus mengalir.

" kau sudah melewati batasan mu" ucap Aldo dengan nada dingin ,ia masih mencoba menahan dirinya kembali.

"Heheheh" Sintia terkekeh geli dia atas tangisan nya kemudian ia mendekati Aldo.

" baiklah , aku gak akan ikut campur urusan keluarga mu lagi mas , mulai sekarang aku hanya akan diam di kamar dan menunggu perintah darimu saja , apa kau sudah puas mas " tanya Sintia

Dengan kasar ia hapus air mata yang mengalir di pipinya.

" aku hanya menyuruhmu tidak ikut campur ,bukan menyuruhmu mengurung diri " ucap Aldo

" ya karna aku bukan istri di mata mas,itulah sebabnya mas selalu melarang ku seolah-olah aku ini orang asing yang gak perlu ikut campur masalah keluarga ini," ucap Sintia pelan namun Aldo masih bisa mendengar nya. Sintia mengambil ponselnya di atas ranjang lalu berbalik pergi keluar dari kamar yang membuat nya sesak dari tadi,

Aldo terdiam mematung di dalam kamar , mereka memang sering bertengkar seperti ini dan ujung-ujungnya akan berakhir dengan saling menyakiti.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

   dua hari telah berlalu dengan cepat dan sekarang sesuai kesepakatan mereka Bella dan ludwighe sudah pulang ke rumah mereka.

  keadaan rumah tangga mereka pun mulai membaik walaupun masih agak canggung.

 Siang ini ludwighe tidak pulang ke rumah untuk makan siang karna dia ada rapat penting yang tidak bisa di tunda dan Bella memahami hal itu.

Di kantor setelah selesai melakukan rapat ludwighe langsung masuk ke dalam kamar yang ada di ruangannya,tubuhnya terasa sangat lelah dan butuh istirahat.

 Lagi pun itu rapat terakhirnya untuk hari ini ,jadi setelah ia beristirahat sebentar maka ludwighe bisa langsung pulang ke rumah .

Entah kenapa membayangkan wajah Bella yang menyambut nya dengan senyuman manis membuat rasa lelah ludwighe sedikit berkurang,ia tersenyum tipis membayangkan hal itu.

" apa yang sedang Bella lakukan sekarang ya" ucap ludwighe dengan suara pelan.

" astagaaa , sudahlah aku harus beristirahat terlebih dahulu baru nanti pulang dan menemui Bella" ucap ludwighe yang langsung merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.

 di apartemen vanesha sedang gelisah sebab selama beberapa hari ini tak ada kabar dari ludwighe maupun mommy Maria, seharusnya mereka sudah berpisah kan.

" CK, kenapa tidak ada kabar apapun tentang perpisahan mereka" ucap vanesha kesal

Selama beberapa hari ini ia memang selalu di apartemen dan tidak keluar sama sekali.

" aduhh malah stok makanan habis lagi" ucap vanesha.

" hufff terpaksa deh gue harus keluar ni ,gue makan di restoran aja kali ya ,capek juga kalau gue harus masak" ucap vanesha lalu dengan cepat ia mandi dan bersiap-siap.

Tak butuh waktu lama vanesha telah siap dan berlalu meninggalkan apartemennya.

Ia pergi ke restoran yang lebih sederhana sebab uangnya sudah menipis.

setelah makan dan berjalan - jalan sebentar akhirnya vanesha memutuskan untuk pulang ke apartemennya.

Namun di tengah jalan saat akan masuk ke kawasan apartemen tiba-tiba seseorang membekap mulutnya dengan kain yng sudah di beri obat bius.

seketika vanesha langsung tak sadarkan diri ia tidak tahu akan di bawa kemana sebab ia sudah pingsan.

Salah satu dari pria bertopeng tersebut menelpon seseorang.

" halo bos" ucap pria bertopeng itu

" bagaimana" tanya seseorang di sebrang telpon

" beres bos ,orangnya udah ada di mobil , kami akan langsung membawanya ke tempat yang bos bilang " ucap pria bertopeng tersebut.

" Hahahahha Hahahahha,bagus lakukan sekarang" ucap orang di sebrang telpon tersebut

Panggilan tersebut langsung diakhiri secara sepihak ,pria bertopeng tersebut langsung masuk ke dalam mobil dan berlalu dari kawasan tersebut.

Di sebuah rumah tua yang terletak di pinggiran ibu kota , Justin tengah duduk dengan santai sembari menatap seorang gadis yang tengah terikat di sebuah kursi yang di letakkan berhadapan dengan Justin.

Ternyata gadis itu adalah vanesha dan yang menculik nya adalah anak buahnya Justin.

Tak lama kemudian vanesha mulai sadar ia melenguh pelan saat merasakan pusing pada kepalanya.

" ssshh kepalaku" ucapnya pelan belum menyadari keadaan saat ini.

" sudah sadar" ucap Justin dengan pelan

Vanesha tersentak saat kesadaran nya mulai kembali ia terkejut melihat dirinya dalam keadaan terikat di sebuah kursi dan Justin sedang duduk di depannya dengan santai seolah tidak terjadi apa-apa.

" di mana ini ,lepaskan aku" teriak vanesha ia mulai merasakan ketakutan saat melihat Justin pria mengerikan itu duduk santai di depannya.

" ada apa ,kenapa kau berisik sekali " ucap Justin kemudian ia bangkit dari duduknya dan berjalan dengan perlahan mendekat vanesha yang sedang meronta.

" apa yang kau lakukan" ucap vanesha

Justin menanggapi pertanyaan vanesha dengan tertawa .

" hahahhahah, hmm biar aku jelaskan .

Jadi saat ini kau telah di culik dan yang menculik mu adalah aku " ucap Justin seolah perkataan nya barusan adalah lelucon saja.

" kenapa kau menculikku ,apa yang kau inginkan dari ku" ucap vanesha.

" sepertinya otak mu rusak " ucap Justin auranya langsung berubah jadi lebih mencekam tak ada lagi sikap santainya yang seperti bermain main , sekarang hanya ada tatapan tajam yang siap membunuh kapan saja .

" kau lupa saat aku memperingatkan mu untuk tidak mengusik kehidupan adikku dan istrinya " ucapnya

" apa kau fikir aku sedang melucu saat itu , kau menantangku" ucap Justin kali ini suaranya terdengar lebih menyeramkan lagi.

Tubuh vanesha langsung gemetar hebat saat mendengar perkataan Justin.

" a- aku a- ku " vanesha tak sanggup melanjutkan ucapannya.

" aku terima tantangan mu ,akan ku berikan kau neraka yang ku ciptakan " ucap Justin

Dengan cepat vanesha menggelengkan kepalanya,air matanya menetes dengan deras .

" tidak tidak ku mohon aku hanya ingin kembali pada ludwighe,aku masih sangat mencintainya , percayalah padaku" ucapnya dengan tubuh bergetar hebat.

" persetan dengan cintamu itu ,yang aku tahu kau telah mengusik ku" ucap Justin

" jadi biarkan aku ikut bermain main dengan mu,kau mau kan " ucapnya dengan seringai kejam di bibirnya.

" hiks ,hiks ,tolong aku berjanji akan meninggalkan ludwighe aku akan menjelaskan dan bersujud di kaki Bella dan aku janji akan pergi yang jauh dari kota ini ," mohon vanesha

1
Anidya_i
smngat ya kakm😍
Yun Wangshu: makasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!