Indonesia
NovelToon NovelToon
LINGKARAN TAKDIR YANG KEMBALI

LINGKARAN TAKDIR YANG KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:418
Nilai: 5
Nama Author: Anggi Septianti

Kisah ini mengikuti perjalanan jiwa seorang wanita yang terjebak dalam siklus reinkarnasi lintas zaman demi mengejar satu cinta sejati yang selalu berujung tragis.
Pada kehidupan pertama (Era Romawi), ia adalah wanita dari kasta rendah yang mencintai seorang putra mahkota. Cinta mereka terhalang status sosial dan berakhir tragis dengan kematian.
Terlahir kembali di era kolonial (kehidupan kedua) sebagai putri gangster kaya raya, ia membawa ingatan masa lalunya dan berhasil menemukan kembali cinta pertamanya. Namun, takdir kembali merenggut kebahagiaan mereka akibat permusuhan darah antar keluarga besar.
Merasa lelah dengan takdir yang selalu menyakitkan, pada kehidupan ketiga (Era Modern) ia terlahir di keluarga biasa yang harmonis dan bertekad untuk menyerah serta menghindari cinta masa lalunya. Sialnya, semesta mempertemukannya kembali dengan pria tersebut yang kini menjadi CEO dingin di perusahaannya. Terikat kontrak kerja tiga tahun dengan penalti besar, ia mati-matian menghindar. Namun, tingkah lucunya justru meluluhkan hati sang CEO. Seiring berjalannya waktu, sang pria juga mulai mengingat kembali memori masa lalu mereka. Dan badai tidak di restu itu kembali menghatam cinta mereka, akan mereka kembali berpisah ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 16 : Kebangkitan di Bawah Langit Kolonial

Langit di atas kota pelabuhan Batavia pada tahun 1928 terbentang luas, memamerkan sapuan warna jingga keemasan yang berpadu dengan gumpalan awan putih tipis tersaput angin tropis. Deru ombak yang memecah pelabuhan bercampur dengan suara peluit kapal uap besar berbendera kolonial Belanda, menciptakan simfoni khas kota dagang yang sibuk. Di balik kemegahan arsitektur bangunan bergaya Hindia Belanda—dengan pilar-pilar tinggi, jendela nako yang lebar, serta jalanan berbatu yang dilalui delman dan mobil-mobil antik—tersimpan denyut kehidupan malam yang dikendalikan oleh para penguasa bayangan.

Di sebuah kamar tidur mewah yang terletak di lantai dua sebuah rumah besar bergaya Indische Empire di kawasan Menteng, seorang gadis terbangun dengan napas tersenggal-senggal.

Clara van der Berg—atau yang memiliki nama Tionghoa, Liem Mei Yin—terlonjak dari tempat tidurnya yang beralaskan kain sutra impor. Peluh dingin membasahi pelipis dan leher jenjangnya. Jantungnya berdegup kencang seolah ia baru saja berlari menembus jarak yang sangat jauh melintasi lorong waktu. Pandangannya menyapu sekeliling ruangan yang asing namun terasa begitu mewah: lemari kayu jati berukir khas Jepara, lampu gantung kristal Eropa yang memantulkan cahaya matahari sore, serta tirai renda putih yang berkibar lembut ditiup angin.

Namun, yang membuat Clara terpaku bukan hanya kemewahan kamar tersebut, melainkan potongan-potongan memori asing yang mendadak menghujam kepalanya dengan sangat kejam.

Bayangan pilar-pilar marmer putih Romawi, bau dupa kemenyan, teralis besi penjara bawah tanah, jerit tangis kepedihan, dan wajah seorang pangeran berzirrah dengan manik mata hazel yang menangis di atas jasadnya berputar-putar di dalam benak Clara. Memori itu begitu nyata, begitu tajam, seolah ia baru saja melewatkan sebuah kehidupan ribuan tahun lalu di mana ia mati dalam pelukan sang kekasih.

"Roma... Marcus..." bisik Clara lirih. Suaranya terdengar lembut namun bergetar hebat. Ia menangkupkan kedua tangannya di atas wajahnya yang pucat. Ingatan kehidupan pertamanya sebagai Callista kini telah bangkit sepenuhnya, melebur bersama kesadaran barunya sebagai Clara di era kolonial Hindia Belanda.

Tiba-tiba, suara ketukan pintu yang tegas namun penuh kasih menghentikan lamunannya.

Tok, tok, tok.

"Nona Clara? Apakah Nona sudah bangun?" suara seorang wanita paruh baya, Nyai Sumi, terdengar dari balik pintu kayu jati yang kokoh. "Tuan Besar memanggil Nona untuk turun ke ruang makan. Tamu-tamu penting dari persekutuan bisnis malam ini sudah mulai berdatangan."

Clara menarik napas dalam-dalam, berusaha meredakan debaran jantung dan air mata yang mendesak hendak tumpah. Ia menatap pantulan dirinya di cermin besar berbingkai emas antik. Di hadapannya berdiri seorang gadis berusia sembilan belas tahun dengan rambut hitam legam bergelombang sebahu, mata legam yang menyimpan kedalaman samudra, serta paras oriental jelita yang memancarkan aura bangsawan kolonial.

"Ya, Bibi Sumi. Saya akan segera turun," jawab Clara dengan nada suara yang diusahakan selazim mungkin.

Ia bangkit dari ranjang, merapikan gaun bergaya tahun 1920-an berwarna hijau zamrud yang membalut tubuh langsingnya. Di atas meja rias, tergeletak sebuah kotak perhiasan kecil. Clara membuka kotak itu dan mendapati sebuah benda kecil yang membuatnya tertegun seketika: sebuah cincin perunggu kuno berukir motif daun zaitun Romawi—cincin yang sama persis dengan yang ia kenakan di kehidupan pertamanya, yang tanpa ia ketahui telah ikut terbawa menembus reinkarnasi.

Clara mengambil cincin itu, lalu menggenggamnya erat-erat di dekat dadanya. Kesadaran baru menghantam jiwanya dengan sangat telak. Kebangkitannya di bawah langit kolonial ini bukan sekadar takdir acak. Semesta sedang mempertemukan kembali benang merah yang sempat terputus oleh maut.

Ia tahu, di suatu tempat di bawah teriknya matahari Batavia, belahan jiwanya dari masa lalu juga telah dilahirkan kembali. Dan kali ini, perang melawan takdir baru saja dimulai di tengah badai dunia sindikat dan intrik kolonial.

*•*

*•*

*•*

*•*

*•*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!