Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 23 Rencana Mega
"Kamu datang juga Alvino?" Mega tersenyum saat melihat menantunya itu memasuki area ruang tamu.
"Katakan kenapa ingin menemui saya?" tanya Alvino dengan datar berdiri di hadapan Mega.
"Kamu jangan tegang seperti itu, ayo duduk dulu, kamu ingin minum apa?" tanyanya.
"Saya tidak ingin basa-basi, katakan saja kenapa menemui saya," ucap Alvino.
"Duduklah Alvino, jika tidak sedih untuk meminum apapun yang dibuat di rumah ini dan paling tidak harus menghargai ibu mertua kamu, sangat tidak sopan jika seorang menantu datang ke rumah Ibu mertuanya tetapi hanya berdiri saja dan nanti saya dikatakan ibu mertua yang kejam lagi," ucap Mega paling pintar basa-basi.
Alvino menghela nafas dan kemudian duduk menuruti perkataan Mega.
"Jangan membuang waktu saya, Saya tidak memiliki waktu banyak dan langsung saja katakan!" tegas Alvino.
Mega tiba-tiba saja memberikan selembar kertas kepada Alvino.
"Apa ini?" tanya Alvino.
"Itu surat dari rentenir brengsek itu, saya sudah mencoba berbicara baik-baik dengan mereka, tetapi tetap saja mereka tidak bisa diajak diskusi dan memberi ancaman, jadi mau tidak mau untuk menyelesaikan masalah ini, saya harus membayar hutang-hutang saya kepada mereka," ucap Mega.
Alvino mengerutkan dahi dan menatap serius Mega.
"Anda ingin saya melunasi hutang hutang ini?" tebak Alvino dengan perasaannya yang sudah tidak enak.
"Makanya kamu baca dulu, sebelumnya terjadi perjanjian di sana, Kyarra setuju untuk meminjam uang dengan jumlah yang banyak dan jika tidak mampu membayar, maka dia akan menikah dengan rentenir itu dan sepertinya Kyarra merupakan perjanjian ini, jadi apa yang bisa saya lakukan, kamu sudah menikah Kyarra, apa mungkin Kyarra akan menepati janjinya?" ucap Mega.
"Apa-apaan ini, kalian yang berhutang dan kenapa saya yang harus terlibat," Alvino merasa tidak masuk akal dan apalagi perjanjian hutang itu berhubungan dengan istrinya.
Alvino mencoba untuk menenangkan diri, beberapa kali menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan, Mega hanya tersenyum, tidak takut sama sekali, sepertinya masalahnya akan selesai jika Alvino sudah datang.
"Kalian benar-benar ingin memeras saya," ucap Alvino geleng-geleng kepala.
"Alvino saya hanya sekedar memberitahu kamu, lebih baik saya beritahu kamu terlebih dahulu daripada saya mengingatkan Kyarra, bagaimanapun ini adalah hutang, ada perjanjian dalam hutang ini yang harus ditepati," ucap Mega.
"Bagaimana sekarang, kamu ingin membayar hutang-hutangnya atau Kyarra harus menepati janjinya untuk memenuhi hasrat dari laki-laki itu?" tanya Mega dengan menaikkan sebelah alisnya.
Alvino sudah marah, sangat marah terlihat dari wajahnya memerah, rahang kokoh mengeras sampai urat-urat lehernya terlihat, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan, Alvino mengeluarkan ponselnya dari saku jasnya, jarinya bergerak pada ponsel itu.
Ting.
Mega melihat ponselnya yang berbunyi di atas meja dan kemudian mengambil. Mega tersenyum dengan cepat menerima transparan dari Alvino.
"Saya masih menahan sabar, jika sampai kalian terus menguji kesabaran saya, maka jangan pernah minta ampunan kepada saya, saya akan melakukan hal yang lebih parah jika terus berusaha untuk berurusan dan mengganggu saya!" tegas Alvino berdiri dari tempat duduknya menekan suaranya dan menatap tajam Mega yang selalu memanfaatkannya.
"Terima kasih menantuku yang selalu menjadi penolong, tidak menjadi suami Melani dan tidak menjadi suami Kyarra, kamu ternyata tetap bertanggung jawab dan memberi ketenangan kepada Ibu mertuamu ini," ucap Mega.
Alvino rasanya ingin sekali menonjok wajah Mega, setelah mendapatkan apa yang dia mau dan hanya tersenyum penuh kemenangan, tetapi Alvino adalah seorang pria dan betapa rendahnya dirinya harus memukul wanita hanya karena tidak bisa mengontrol diri.
Alvino lebih baik berlalu dari hadapan Mega, meninggalkan Ibu mertuanya itu.
"Ini yang dinamakan sambil menyelam minum air, bukan hanya mendapat transparan yang cukup banyak, tetapi setelah ini ikatan tidak akan pernah putus," batin Mega tersenyum penuh arti melihat kepergian menantunya.
******
Ketika mendapatkan transferan yang banyak dari Alvino. Mega sudah pasti harus shopping di tengah-tengah Malla yang akan tutup.
Hal itu tidak membuat semangat Mega untuk tidak memenuhi tangannya yang penuh dengan kantong belanja.
Mega berada di salah satu tokoh yang menjual pewangi ruangan, harga jangan ditanya sudah pasti berkualitas dan mahal.
Mega tersenyum ketika melihat pewangi ruangan berwarna coklat dengan bentuk yang sangat unik, Mega tersenyum ketika mengingat tanda kecil itu berada di atas meja di ruang tamunya.
Senyum tiba-tiba saja hilang saat menyadari ada seorang wanita yang memperhatikannya dan siapa sangka dia harus bertemu dengan besannya.
Mega menghela nafas, benar-benar tidak mood untuk menyapa besannya.
"Berapa banyak uang putra saya yang kamu peras sampai kamu bisa berbelanja dengan barang-barang mahal seperti ini!" ucap Lina saat ini sudah berdiri di samping Mega.
Lina juga memilih aroma terapi untuk pengharum ruangan di rumahnya.
"Saya tidak tahu mengapa di dunia ini masih ada wanita yang tidak tahu diri, tidak terlalu seperti kamu," lanjut Lina yang sejak tadi berusaha di abaikan Mega.
"Nyonya Lina? apakah saat ini sedang berbicara dengan saya?" tanyanya memastikan membuat Lina berhadapan dengan Mega.
"Kamu dengarkan saya Mega, saya sudah tahu seperti apa kamu, kamu wanita licik yang memanfaatkan anak-anak kami untuk memeras putra saya, jika putra saya terjebak oleh Melani dan saya tidak akan membiarkan Alvino terjebak oleh Kyarra, Kyarra akan secepatnya diceraikan dan dibuang!" tegas Lina.
"Benarkah? Apa mungkin Alvino akan melakukan hal itu?" tanyanya tersenyum miring.
" Nonya Lina, jika ingin menceraikan kenapa tidak melakukannya sejak awal, jika alasan hanya ingin memberi Kyarra atau saya, itu adalah salah besar, sebaiknya berhenti untuk ikut campur urusan pernikahan Kyarra dan Alvino mereka pasangan suami istri, mungkin terlihat asing, tetapi kita tidak tahu bagaimana hubungan mereka tanpa ada yang melihat," ucap Mega.
"Kau percaya diri sekali jika putraku akan tertarik pada putrimu," sahut Lina.
"Maaf Nona... Apakah jadi mengambil yang ini?" di tengah perseteruan kedua wanita itu tiba-tiba saja pelayan mengganggu mereka.
"Benar saya akan mengambil pengharum ruangan aroma terapi ini," jawab Mega.
"Baik Nyonya kalau begitu saya akan bungkuskan sebentar," ucap pelayan tersebut kemudian pergi.
"Apa nyonya Mega tidak ingin mencoba untuk membeli pengharum ruangan ini?" tanyanya menawarkan dengan arah matanya tertuju pada pengharum ruangan berwarna coklat itu.
"Saya memakai di rumah saya, meletakkan di atas meja, dengan aroma yang sangat sensitif, tetapi mengandung hasrat," ucap Mega.
Lina mengerutkan dahi, seperti ada sesuatu kata-kata yang aneh yang terucap dalam mulut Mega.
"Saya bisa berbelanja seperti ini, karena tadi menantu saya datang ke rumah saya duduk di hadapan saya dan mentransfer sejumlah uang yang banyak untuk saya, mungkinkah Dia sangat nyaman duduk di ruang tamu saya dengan aroma terapi yang masuk ke dalam tubuhnya," ucap Mega.
"Apa yang kau lakukan kepada putraku?" Tante Lina dengan menekan suaranya saat merasakan ada yang tidak beres.
"Hanya menyambutnya dengan sangat ramah, dengan aromaterapi yang khas, aroma yang penuh gairah," jawab Mega.
"Nyonya Mega, jangan melihat pasangan hanya dari luarnya saja, mereka adalah suami istri dan kita tidak tahu mungkin saja mereka sangat menikmati pernikahan mereka, tanpa harus memperlihatkannya, "lagi-lagi perkataan Mega penuh arti.
"Kau dengarkan saya Mega, apapun yang kau lakukan dan berusaha untuk membuat putra saya patuh kepada kalian, itu tidak akan terjadi dan saya tidak akan membiarkan Alvino memiliki ikatan apapun dengan Kyarra!" tegas Mega.
"Benarkah! Tetapi jangan lupa Alvino laki-laki normal, duda yang ditinggal istrinya, bukankah biasanya seorang laki-laki yang sudah tidak pernah dilayani istrinya akan haus oleh sentuhan, hasrat yang akan berkumpul menjadi gairah yang tidak tertahankan, jadi apakah anda tahu apa yang dia lakukan saat ini?" ucap Mega senyum penuh arti
"Sebenarnya apa yang kau lakukan? Kau melakukan hal murahan untuk mencoba putra saya?" tanya Lina melupakan bahwa wanita yang dihadapannya itu adalah wanita yang sangat licik.
"Terima kasih, untuk aromaterapi yang penuh hasrat ini," Mega tidak menjawab dan justru berterima kasih kepada pelayan yang baru saja mengantarkan pesanannya.
"Saya permisi!" Mega menundukkan kepala dengan tersenyum penuh kemenangan dan kemudian berlalu dari hadapan Lina.
"Kurang ajar wanita itu, apa yang dilakukan sebenarnya? Apa-apaan ini!" umpat Lina benar-benar frustasi.
Bersambung.....