Indonesia
NovelToon NovelToon
Kelahiran Kembali Gadis Yang Tidak Di Anggap

Kelahiran Kembali Gadis Yang Tidak Di Anggap

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:7.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: KGDan

Sepuluh tahun Carla Magdalena mencintai Paman angkatnya, yang menjadi walinya, menggantikan ke-dua orang tuanya yang sudah meninggal.

Carla begitu posesif pada Pamannya, ia akan marah, serta berteriak kepada setiap wanita, yang mendekat pada Pamannya, Bastian Kenneth.

Sehingga Bastian begitu membenci Carla, dan selalu mengabaikan Carla.

Sepupu jauh Carla, Ivanka Caroline, pihak dari Ayah Carla, menjadi saingan Carla untuk mendapatkan cinta Bastian.

Ivanka Caroline menghasut Bastian, sehingga Bastian semakin membenci Carla.

Sampai Carla meregang nyawa di tangan sepupunya itu, Bastian tidak perduli sama sekali.

Sakit hati melihat kenyataan, membuat Carla menyadari, kalau ia begitu bodoh, terlalu mencintai Bastian Kenneth.

Seandainya ia di beri kesempatan, untuk menjalani kehidupan kedua, Carla berjanji, tidak akan pernah mencintai Bastian lagi, ia menyesal telah jatuh cinta kepada Bastian Kenneth.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 10.

Bastian meletakkan Carla duduk di kursi, setelah salah satu Pelayan menarik kursi Carla.

"Sajikan makan malamnya, bik!" sahut Bastian kepada Bibi Koki, yang sedari tadi menunggu Bastian dan Carla untuk makan malam.

"Baik, Tuan!"

Empat Pelayan khusus bagian dapur Mansion, bergegas menyajikan makan malam majikan mereka.

Bastian masih berdiri di samping kursi Carla, ia belum beranjak dari samping Carla.

Sementara Carla dengan wajah datar, melipat tangannya ke dada, merasa sangat kesal sekali kepada Bastian.

Bastian menerima piring, yang di akan di berikan Pelayan untuk Carla.

Dengan penuh perhatian, Bastian menyendok nasi ke dalam piring Carla.

"Biarkan aku sendiri, aku punya tangan!" sahut Carla dengan nada dingin, menjauhkan piringnya, saat Bastian akan menaruh sayur ke dalam piring Carla.

"Biarkan Paman melayani mu, untuk menebus kesalahan Paman!" Bastian bersikeras untuk melayani Carla.

"Tidak perlu! aku bisa melakukannya sendiri!" nada dingin Carla terdengar mulai tinggi, karena ia mulai tidak sabaran, melihat perhatian Bastian yang tidak lagi diinginkan Carla.

"Carla!" Bastian jadi merasa kesal dengan penolakan Carla.

"Paman!!" Carla juga tidak mau kalah kesalnya, sampai ia bangkit berdiri, "Aku pergi saja, menjengkelkan!"

Carla mendorong kursinya ke belakang, tapi tangannya dengan cepat di pegang Bastian.

"Baik, Paman tidak akan melayani kamu, duduklah! jam makan malam sudah semakin lewat!" Bastian menarik kembali kursi yang di dorong Carla.

Dengan malas, Carla terpaksa duduk kembali, dengan wajah datarnya yang terlihat begitu kesal.

Bastian terpaksa mengalah, agar Carla tidak semakin kesal padanya.

Carla menyantap makan malamnya dengan cepat, karena ia tidak ingin lagi berlama-lama dekat dengan Bastian.

Ia meraih gelas jusnya, dan meneguknya dengan cepat, agar ia segera pergi dari ruang makan tersebut.

Bastian mendadak menghentikan sendok nya seketika, saat akan menyendok nasinya, melihat Carla sudah menyelesaikan makan malamnya.

Dengan langkah cepat, Carla meninggalkan ruang makan, tanpa mengatakan apa pun pada Bastian.

Perlahan Bastian meletakkan sendoknya ke atas piring, ia memandang punggung Carla yang semakin menjauh.

Bastian menghela nafas, ia jadi tidak berselera lagi untuk makan.

Ia memikirkan sikap Carla yang berubah, dan kemudian menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Sementara itu di kamar, Carla meletakkan semua paper bag belanjaan nya, ke dalam walk in closet.

Ia sepertinya tidak ingin menyusunnya ke dalam lemari, karena ia memutuskan besok pagi akan mencari sebuah apartemen.

Ia sudah membulatkan tekadnya, untuk keluar dari Mansion sesegera mungkin.

Berhadapan terus dengan Bastian, membuat ia merasa sangat kesal.

Setelah ia mematikan lampu kamar, dan memastikan pintu kamar, terkunci dengan baik, ia pun menghidupkan lampu tidur di atas meja kecil, di samping tempat tidurnya, lalu naik ke atas tempat tidur.

Carla menarik selimut menyelimuti tubuhnya, dan ia pun kemudian memejamkan matanya.

Selang beberapa menit kemudian, ia mendengar suara ketukan pada daun pintu kamar tidurnya.

Ia tidak memperdulikan suara ketukan tersebut, ia tetap memejamkan matanya, lalu kemudian tertidur.

Esok harinya.

Bastian seperti biasa akan sarapan bersama Carla, walau terkadang ia begitu malas sarapan bersama Carla, karena sepanjang sarapan, Carla akan bicara tanpa henti.

Pagi ini ia berencana akan memperbaiki sikapnya kepada Carla, dan akan mencoba tidak mengabaikan lagi Carla.

"Mana Nona Carla, kenapa ia belum turun untuk sarapan?" tanya Bastian pada seorang Pelayan, saat akan menyajikan sarapannya.

"Nona Carla, sudah dari tadi pergi, Tuan!" jawab Pelayan yang di tanya Bastian.

"Pergi? kemana dia pagi-pagi sudah pergi!!" Bastian mendadak meletakkan sendoknya, dengan kencang ke atas piringnya.

"Tidak tahu, Tuan!" jawab Pelayan tersebut.

Bastian meraih ponselnya, lalu menghubungi Asisten nya, "Apakah Davin keluar bersama Carla?" tanyanya.

"Tidak, Tuan!" terdengar jawaban dari dalam ponselnya.

Bastian menutup ponselnya, begitu ia mendengar jawaban dari Asisten nya tersebut.

Bastian duduk melamun memandang sarapannya, yang terlihat tidak enak lagi untuk ia santap.

"Ada apa dengannya, kenapa dia jadi semakin berubah?" gumam Bastian tidak habis pikir.

Ia kemudian menekan satu nomor pada ponselnya, dan suara operator tidak aktif, terdengar dalam ponselnya.

Bersambung.....

1
Anita Nor'aini
bagus sekali cerita ny
Hadi Mulyono
semangat thor bikin cerita yg bagus .suka ceritanya
Bella. pr1ncess
memangnya tangan carla sekecil apa thor dia sudah dewasa bukan bayi jadi tangan carla otomatis tidak kecil thor
Hadi Mulyono
bayangin nenek nenek keriput di tampar rasane koyo OPO🤔
Hadi Mulyono
suka banget dengan tindakan Carla ke Ivanka SM anteknya dan orang tuanya
Hadi Mulyono
bapaknya ternyata di balik udang
Hadi Mulyono
carla dah bodo amat dah
Hadi Mulyono
kok bisa sepupuan suka .padahal sepupu saudara Deket kita
?...
bagus
Tubuni Boru Manalu
sebenarnya carla juga salah sih terlalu posesif, cinta sih boleh tapi jangan bodoh
Kharisma Nasruddin
bagus bangettt.....🤍🤍
seribu nama
isinya obat puyer yang bikin gliyer🤣🤣 semoga senjata makan tuan🤣🤣🤣
WHATEA SALA
Di kehidupan kedua,seharusnya Carla memanfaatkan perubahan Bastian,jangan dia yg berubah,semua orang di musuhi dan menjadi cuek dan dinginp
WHATEA SALA
Carla gak kepikiran gitu untuk belajar bisnis,jangan seperti orang gak guna,terutama untuk dirinya..setidaknya ada sesuatu dalam diri Carla yang bisa di banggakan,jangan hanya berubah dingin dan cuek.maaf cuma komen
Dyta Kusnani
good
Siti Maulidah
ceritanya menarik
Dyta Kusnani
aku bingung yg mabuk dan tdur ma wanita itu siapa?
Banyu Biru
mampir
etihajar
😍Carla gwe mu nanya lu kuliah gak si,,ap jgn2 cuman ngejar2 si Bastian aj sampe2 lu gak kuliah ank milyarder ko y gak bisa ap2 aneh bnr peran utama nya di bikin goblok bgtt si
jesS Noisyanthie
bastian katanya jenius,tp sampe bab 62,masih biasa saja,mlh kelihatan clara yg jenius
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!