Edward yang dikenal sebagai playboy, dan selalu mempermainkan wanita dalam hidup nya mengatakan bahwa cinta nya telah mati saat orang yang mengkhianati nya telah tiada. Miranda yang selalu memperhatikan Edward dalam diam dan mencintai nya sejak dulu terus berusaha membuka hati Edward dan mendapatkan cinta setia dari si playboy itu, Apakah Mira bisa mendapatkan hati dan cinta dari Edward? Apa kah cinta Miranda bisa menumbuhkan hati Edward yang telah mati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Azizah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 10 - DESA
Semalaman Edward menunggu Mira pulang. Saat suara pintu Rumah terbuka, Edward berlari menuju arah suara pintu yang terbuka itu dan menghadang Mira untuk segera ke kamar nya.
"Mari kita menetap di Desa, tempat kelahiran mu, meski jarak nya tidak jauh, Ayo kita tinggal disana, kau juga pasti rindu dengan kerabat dan keluarga mu kan?" Ucap Edward dengan tiba - tiba.
"Apa maksudnya ini? dan juga kenapa kau ingin ke desa ku? Kau tidak suka kan dengan perdesaan?" Tanya Mira heran.
"Aku akan mulai menyukai nya, karena itu maaf kan aku, mari kita mencoba jadi suami dan istri yang sesungguhnya, Aku akan sangat baik kepada mu, Dan masalah malam itu, itu tidak sungguh terjadi, percayalah" Edward memohon kepada Mira dengan setulus hati.
"Kau bodoh ya?! Aku tidak mungkin menyetujui rencana gila mu!!" Mira meninggalkan Edward dan masuk ke kamar nya.
*********
Pagi hari.....
"Hey Mira! Mira! Mira! Mira?!"
Brakkkkk......Mira melempar buku nya ke arah pintu.
"Aku muak! Sampai kapan kau akan begini?!" Teriak Mira.
"Kau mengabaikan ku! Salah sendiri" Jawab Edward.
"Ini sudah lebih dari lima hari, dan kau terus saja membuat emosi ku naik!!!"
"Kalau begitu ayo kita ke desa"
"Sudah ku bilang kan tidak?! Kita sebentar lagi akan cerai!"
Edward memasang muka kesal dan berkata "Tidak ada perceraian!! Tidak akan!!"
Sudah lima hari lebih, Edward mengambil libur panjang dari pekerjaan nya dan yang pasti setiap saat Mira harus bertemu Edward yang selalu menggangu nya dan tidak berhenti merengek ke desa. Dari Kamar, ruang baca, ruang kerja, ruang tamu, ruang makan, bahkan kamar mandi selalu terdengar suara Edward yang merengek kepada nya. Hal itu membuat Mira sangat gila.
"Baiklah! Tapi hanya sebulan saja, minimal sampai gosip mu reda" Akhirnya Mira mengalah dan membiarkan Edward menang hanya untuk kali ini saja.
******
Esoknya.....Semua tetangga dan wanita Edward memandang dari kejauhan. Disana Mira dapat melihat mereka menggosipi Mira yang akan berlibur bersama Edward. Dalam waktu semalam, beritanya yang akan berlibur dengan Edward menjadi buah bibir di kota itu. Mobil mereka terus ditatap tajam daei kejauhan. Bahkan ketika Edward membantu Mira membawakan kopernya, semua mencibir dengan sangat keras akan hal itu.
"Wanita mu melihat kita" Ucap Mira.
"Aku tidak perduli" Edward langsung menyandarkan tubuh nya ke sisi Mira dan tertidur di pundak wanita itu.
Hangat.....tubuh mu sangat hangat Edward, seandainya saja hatimu bisa sehangat itu kepada ku.....
Untuk ke desa tempat kelahiran Mira, butuh waktu sekitar enam jam untuk sampai ke tujuan, meski dengan mobil sekalipun.
Sesampainya disana kedatangan keduanya telah disambut oleh keluarga besar Mira yang menantikan kunjungan pengantin baru itu. Syukurlah Keluarga Mira tidak ada yang tahu sama sekali tentang gosip di ibu kota.
"Ini sudah malam, kalian tidur lah di kamar Mira" Ucap paman Mira.
Keduanya segera membereskan diri untuk tidur karena hari sudah cukup malam. Dulu Mira dan ibu nya pernah tinggal disini menghabiskan masa kecilnya, saat itu ibu nya dan ayah nya sedang dalam perang dingin sehingga ibu Mira memilih pergi membawa Mira selama 2 tahun hingga akhirnya saat ayah Mira menjemput ibu nya disini, ibu nya telah meninggal karena sakit. Sejak saat itu Mira dibawa ayah nya ke Ibu kota namun ayah nya tidak terlalu merawat ia dengan baik karena kurang nya komunikasi dan kesibukan ayah nya.
Bahkan ketika pernikahan nya terjadi akibat gosip pun ayah nya tidak perduli, ia hidup sama saja dengan orang yang tak memiliki orang tua.
"Ini akan jadi malam pertama kita" Ucap Edward sambil berbisik di telinga Mira.
"Jangan mimpi!!" Mira menyodorkan bantal ke arah Edward.
"Kalau begitu, kecupan, satu kecupan saja" Edward memohon kepada istri nya.
"Baiklah, aku tahu kau tidak akan diam sampai keinginan mu terpenuhi"
Mira mengecup bibir Edward dengan pelan dan baring ke tempat tidur. Edward tidur di samping Mira, dan dilihatnya Mira telah terlelap dengan cepat.
Desa ini hangat, sama sepeti kau Mira....Aku tidak tahu perasaan apa yang ku punya untuk wanita ini, tapi aku tidak pernah bosan ada disisi nya, mungkin tidak buruk memiliki istri seperti ini....
Edward menatap lembut Mira yang sedang tidur. Edward tidak menyadari bahwa ia berdebar terhadap wanita itu, Edward mengagumi Mira yang sedang tidur tanpa ia sadari. Memuja keindahan dan kecantikan intens wanita di hadapannya itu. Nafas nya saat ia tidur mampu mengguncangkan hati nya.
Edward tidak pernah ingin jatuh cinta setelah apa yang Lily buat terhadap nya dulu. Ia telah kehilangan cinta sejak saat itu, Bahkan balas dendam nya terhadap keluarga Lily dan selingkuhan Lily telah berhasil Edward lakukan.
Namun wanita ini berbeda, kesalahan lah bahwa ia telah menyakiti wanita kecil ini, padahal Mira selalu tulus dan bersikap apa adanya terhadap nya. Sejak dulu hingga sekarang Mira selalu bersikap apa ada nya. Anak kecil yang ia lihat dulu kini menjadi wanita yang indah dan sangat kuat.
Tanpa Edward sadari, tangan nya memeluk erat Mira malam itu.
********
Pagi hari......
Mira dan Edward berkeliling ke sekeliling desa. Disana ada banyak sekali pemandangan indah yang dapat dilihat salah satunya adalah ladang gandum yang sangat indah pada musim ini.
"Indah ya, pagi - pagi begini" Ucap Mira.
Entah kenapa Mira bersikap sangat santai dan manis pagi ini, itulah yang ia pikirkan. Sejak sampai di desa, Mira terlihat sangat rileks. Sedangkan saat Mira berada di kota, Mira terlihat sangat seram dan selalu emosional hingga akhirnya mereka bertengkar. Mungkin hidup di desa sangat menyenangkan dari yang ia kira, itulah yang Edward pikir kan.
"Iya, sangat indah, seperti dirimu" Balas Edward.
Mira hanya menoleh sebentar dan tersenyum malu - malu. Edward menyukai momen yang ia lalui bersama Mira saat ini. Rasa rileks dan nyaman yang ia rasakan. Kebahagiaan dan ketenangan bercampur menjadi satu.
"Sore ini, kita akan melihat laut, paman bilang Keluarga ku sudah menyiapkan makan malam bersama di sana, Laut sore sangat indah lho, apalagi saat matahari terbenam" Mira terlihat bahagia ketika bercerita tentang kampung halaman dan daerah yang menurut nya indah itu.
"Seandainya kau bisa terus tersenyum begini untuk ku" Ucap Edward tiba - tiba.
"Itu tidak mungkin!!"
"Kenapa?!"
"Karena setiap melihat mu aku sangat kesal! Dan emosi ku selalu naik tanpa alasan!!" Mira terlihat sangat serius dengan ucapan nya.
"Kenapa?!"
"Pikirkan saja sendiri!!!" Jawab Mira.
*Karena kau itu tidak pernah mencintai ku tapi terus membuatku berharap....
-bersambung*-
di tunggu season selanjutnya ya thor
kirain spongebob 😂