Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.
Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.
Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.
Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alen 10
Berakhir di perjalanan pulang dengan hati dongkol setengah mati, sementara Tranaka masih menggosok kepalanya yang tak sengaja terbentur atap mobil saat adegan yang tertangkap basah sang Dosen.
"Aku akan menyita mobil ini sampai mobilku keluar dari bengkel" ucap Tranaka.
"APA?!"
Belum selesai kesal mereda, masih juga di tambahi hal lain yang membuat Alensky murka.
"Mobilku masuk bengkel karena perbuatan mu, dan kamu harus bertanggung jawab" Tranaka kembali memperjelas alasannya.
"Ck, terus aku harus naik apa ke kampus?" Alensky menjawab dengan nada kesal.
"Berikan alamat rumahmu"
What the hell, ingin sekali Alensky mencekik laki-laki disampingnya ini hingga otaknya mati kekurangan oksigen sekalian saja, biar tidak membuat huru hara dalam hidupnya.
"Enggak!" Jawab Alensky
"Okey, kalau begitu terserah ke kampus kau mau naik apa" balas Tranaka.
"Kau ini, kenapa sih menganggu terus?, apa gak ada kerjaan lain?" Tanya Alensky dengan nada yang tak bersahabat sama sekali.
"Aku yang menganggu mu?, bukannya sebaliknya, kau yang menganggu ku!" Teriak Tranaka juga kesal sepertinya.
"Hanya masalah mobil?, iya nanti aku ganti satu milyar seperti keinginan mu, puas?"
"Bukan hanya masalah itu, kau juga kenapa iseng sekali menggoresnya sampai separah itu, memangnya apa salah mobilku, apa salah ku?!"
Rasanya percuma saja Alensky berdebat kali ini, akhirnya dia diam dan masa bodoh lah, setidaknya dia masih bisa berangkat ke Kampus tepat waktu, berakhir memberikan alamat Apartemen nya, dan sekarang menuju kesana.
"Aku akan menjemput mu besok pagi" ucap Tranaka setelah sampai di area Apartemen milik Alensky.
Datar sekali kata-katanya, padahal Alensky melihat banyak masalah disana, dan akhirnya ada anggukan di berikan dengan malas.
"Dengar apa yang aku katakan?" Sekali lagi Tranaka memastikan.
"Iya!" Seru Alensky akhirnya, namun kemudian merasa aneh saja kenapa Tranaka masih melihatnya.
"Ada apa lagi?" Tanya Alensky.
"Pakai jaket itu dengan benar, baju mu berantakan sekali, aku bisa melihat bagian dalam tubuh mu Alensky"
"Brengsek!"
Lalu Tranaka berlalu pergi dengan senyuman dan melajukan mobil Alensky cukup kencang.
"Dasar sialan!' teriak Alensky sebelum akhirnya memasuki kawasan Apartemen nya.
Belum juga rasa capek pikiran dan badan hilang, Alensky di kejutkan dengan kehadiran seseorang dengan wajah anehnya.
"OMA?!"
Seru Alensky saat membuka pintu apartemennya dan melihat wanita superhero itu sudah menunggunya.
"Baru datang dari kampus kan?" Sambutan dari sang Oma Alena.
"Hem, memangnya dari mana lagi?"
Oma Alena tersenyum senang, lalu kemudian menarik Alensky yang akan berlalu masuk ke dalam kamarnya, hingga akhirnya kini duduk dengan terpaksa di sebelah sang Oma.
"Ada apa lagi?" Tanya Alensky.
"Apa cucu ku ini sudah punya kekasih?"
Ya Tuhan seru sekalian alam, kenapa datang-datang yang di omongkan malah pasangan, emang benar-benar ngebet ini Oma kalau berurusan dengan per kembang biakan.
"Bukannya Oma ngasih waktu aku cukup lama, sampai lulus kuliah kan?, kecuali kak Sera, harus secepatnya, iya kan?"
"Memang benar sayang, tapi Oma juga tidak menolak jika kamu sudah bersiap mulai sekarang, punya kekasih misalnya, bagaimana?"
Alensky menggelengkan kepala, rasanya tenggorokannya makin kering saja, bukan haus lagi tapi sepertinya dehidrasi.
"Okey, baiklah, sepertinya Oma menemukan kandidatnya"
"Oh ya Tuhan Oma!, tolong deh, biar aku cari sendiri saja ya?!" Seru Alensky mulai cemas dan was-was.
"Ck, dengar dulu, dia laki-laki yang super keren, tampan menawan dan cool, sangat cocok dengan karakter mu yang kadang ugal-ugalan, bagaimana?" Oma bersemangat sekali
Sementara, Alensky mengerutkan keningnya, memang Oma punya stok laki-laki seperti yang di jelaskan tadi?, soalnya seperti sebelum-sebelumnya, selalu membawa kandidat yang aneh-aneh saja dan bukan tipenya.
"Siapa?" Tanya Alensky yang sepertinya penasaran kali ini.
"Emm, siapa ya?, Oma belum tau namanya"
"APA?!"
Alensky terkejut, lalu mencoba tetap tenang dengan menghela nafas panjang, makin hari sepertinya sah Oma makin terganggu pikirannya.
"Oma bertemu dengannya tadi, dan pasti akan Oma lacak sampai mendapatkannya, kamu tenang saja okey?"
"Hehh, terserah Oma lah, boleh aku ganti pakaian sekarang?" Ucap Alensky yang semakin nampak lelah pikiran.
*
*
Di sebuah Mansion yang cukup megah, laki-laki yang membawa sebuah mobil yang tak tak di kenali oleh keluarganya segera mendapatkan perhatian.
Tranaka turun perlahan dan melangkah untuk mendekati sang Daddy.
"Uang siapa lagi yang kamu hamburkan untuk membeli mobil ini?" Tanya laki-laki yang bernama TONI RUDOLF.
"Teman" jawab Tranaka setelah duduk disamping Daddy nya.
"Lalu mobil mu?"
"Di bengkel, ada yang perlu di benahi Dad"
"Rusak?"
"Hem" Tranaka mengangguk.
Tak lama seorang pelayan datang, membawakan minuman untuk Tranaka dan juga Tomi.
"Nanti malam kita akan bertemu dengan keluarga Mawardi, kali ini kamu harus ikut, karena perjodohan itu harus di perjelas, mereka sudah cukup bersabar menunggu keputusan mu Tranaka"
"Dad, aku masih kuliah, tidak bisakah hal itu kita bicarakan nanti saja?"
"Kalau Daddy sih tidak memaksa, tapi keluarga mereka menagih janji yang sudah terucap dari almarhum Oma dulu"
"Yakin mereka melakukan hal itu karena janji Oma?, bukankah ada hal lainnya?" Tranaka menghela nafas lalu meminum air dalam gelas sampai tandas.
"Naka, kamu tau aturannya, perjodohan ini bisa di gagalkan jika kamu sudah punya seseorang yang bisa di pastikan mau menjadi istrimu, dan sampai sekarang kamu tidak punya kan?"
"Dad, aku lelah, bisa aku ke dalam dulu?"
"Baiklah, tapi jangan lupa malam nanti kamu harus ada di acara makan malam itu, Daddy sudah tidak bisa membuat alasan lagi, sudah terlalu sering kamu mengingkari janji"
Tak ada jawaban, dan Tranaka akhirnya pergi menuju ke kamarnya, membuka pintu perlahan, lalu menghempaskan tubuhnya.
"Lagi-lagi tentang perjodohan, menyebalkan" gumam Tranaka lalu mengambil bantal dan menenggelamkan wajahnya disana.
Sebuah janji yang terjadi entah berapa puluh tahun yang lalu, tentang pastinya dia juga tidak tau, yang jelas setelah lulus sekolah menengah atas, hal itu segera di sampaikan padanya, dan hal itu juga yang membuat Tranaka terkadang malas untuk kembali ke Mansion nya, lebih memilih sebuah apartemen yang kebetulan di berikan oleh orang tuanya.
Seandainya pagi tadi tidak ada pesan yang dikirim oleh sang Daddy, mungkin Tranaka juga tidak akan ada di Mansion sore ini.
Seperti yang di bilang oleh Deddy nya, Tranaka kali ini tidak bisa berkelit lagi, memakai pakaian rapi dan datang di acara makan malam yang entah berapa kali dirinya absen dadakan.
Namun kali ini Tranaka akan mengatakan semua isi hatinya, dimana dirinya menentang perjodohannya, apalagi Tranaka tak ada hati sama sekali dengan sang wanita.
Sampai di Sebuah Restoran mewah yang sepertinya sudah di persiapkan oleh seseorang, Tranaka kini berjalan memasuki nya dengan sang Daddy yang nampak tersenyum bahagia.
Dan di sana, keluarga Mawardi sudah menyambutnya, siapa lagi kalau bukan sepasang suami istri Haris dan Intan Mawardi, dan tak lupa putri satu-satunya yang selalu di manja, Meriya Mawardi.
Duduk perlahan, kemudi makam malam di langsung kan, dan perbincangan serius mulai di tunjukkan.
"Karena Tranaka sudah ada di sini, sebaiknya kita segera mencari hari untuk pertunangannya, bagaimana?" Haris menodong begitu saja, tanpa menanyakan bagaimana petasan Tranaka.
"Baiklah, bagaimana Tranaka?" Tanya Tomi Rudolf sang Daddy.
"Maaf, kita tunggu sebentar lagi, ada yang ingin aku kenalkan pada kalian" jawaban yang tentu saja membuat semua orang disana terdiam penasaran.
Siapa kira-kira ya?, yuk komen untuk menebaknya, jangan lupa LIKE dan VOTE untuk Author semangat melanjutkan di bab berikutnya.