Indonesia
NovelToon NovelToon
Genius Keturunan Klan Phoenix

Genius Keturunan Klan Phoenix

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Fantasi / Anak Genius
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Riu Han melangkah keluar dari pintu teleportasi yang menghubungkan Alam Bawah ke Dunia Atas, namun terpisah dari dua sahabatnya, Genbu si Kura-kura Hitam dan Bai Wing si Harimau Putih, karena sistem pengiriman yang acak. Sendirian di hamparan bunga asing, ia bergegas menuju arah kepulan asap untuk mencari petunjuk.

Kedatangan Riu Han ternyata memancarkan Aura Giok Nirvana yang telah hilang selama dua puluh tahun, menarik perhatian dua penguasa di tempat itu — masing-masing mengutus orang kepercayaan mereka, Bai Mo dan Zi Lan, untuk mengawasi sosok yang membawa aura tersebut.

Sementara itu, Riu Han tiba di sebuah pondok kayu dan bertemu dengan Su Zan Si, seorang pemburu tunggal yang ternyata juga berasal dari Alam Bawah. Su Zan Si dengan ramah memberikan arahan serta penjelasan penting: mengapa kekuatan dan gerakan Riu Han terasa terbatas di sini, bagaimana energi tubuhnya akan menyesuaikan diri, serta gambaran luas tentang dunia ini yang terdiri dari Empat Wilayah dan puluhan alam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Jejak Masa Lalu dan Peta Perjalanan

Pria paruh baya yang masih tampan itu tersenyum lebar, bahagia tak mampu lagi disembunyikan. Ia bukan orang sembarangan — dialah Feng Si Zhang, Kaisar Penguasa Langit Utara, salah satu dari empat kekuatan tertinggi di Negeri Empat Wilayah. Namun Riu Lin sama sekali belum menyadari kedudukan kakek dan neneknya; baginya, mereka hanyalah kerabat ibunya yang ramah dan hangat.

"Baguslah, berarti pemuda itu juga cucuku," ucap Feng Si Zhang, suaranya bergema penuh kelegaan. "Sebenarnya, sejak merasakan aura Giok Nirvana itu, aku sudah mengutus Bai Mo — pengawalku yang paling setia — untuk menjaganya. Pesanku tegas: jangan ikut campur urusannya, kecuali nyawanya benar-benar terancam. Saat itu aku hanya ingin melindungi pemilik giok itu, siapa sangka... ternyata itu darah dagingku sendiri! Hahahaha!"

Tawanya memenuhi ruangan, membawa kehangatan yang tak pernah ada di istana itu selama dua puluh tahun terakhir.

"Riu Lin," lanjutnya, menatap cucunya dengan pandangan lembut, "kau dan temanmu bebas memilih tempat tinggal. Tinggallah di sini bersama nenekmu, atau di kediamanku. Jika kalian mau, aku pun bisa mengantar kalian ke Klan Feng — di sana tinggal leluhur kita, ayahku dan kakekku, yang pasti akan gembira menyambut keturunan baru."

Mata Riu Lin membelalak takjub. "Jadi... ayah dan kakek dari Kakekku masih hidup? Seberapa tua mereka?"

Tawa kembali pecah di ruangan itu. Keterbukaan sekaligus kepolosan gadis itu justru menjadi obat yang paling mujarab bagi hati yang selama ini tertutup kesedihan. Feng Si Zhang menepuk kepala cucunya pelan, merasa makin disayang, bukan terganggu. Sementara itu, di sudut lain istana, Fang Yun Ji tersenyum melihat pemandangan itu — kehadiran Riu Lin sungguh mengubah suasana yang dulu dingin menjadi penuh kehidupan.

 

Di tempat lain, jauh dari kemegahan istana itu, pagi yang cerah menyapa Kota Chengdu. Riu Han melangkah keluar dari penginapannya, berpakaian sederhana tanpa jubah kebesaran, namun tanda pengenal yang tersimpan di dadanya menjadikannya anggota resmi Persekutuan Alkemis Empat Wilayah. Sesampainya di gerbang utama gedung, ia mengeluarkan lencana itu. Penjaga yang tadinya menatapnya sekilas langsung mengubah sikap, memberi jalan dengan penuh hormat.

"Selamat datang, Tuan Master. Ada yang bisa kami bantu?" sapa seorang pelayan yang menyambutnya di lobi.

"Saya ingin menemui Master Dan Su," jawab Riu Han tenang.

Pelayan itu tersenyum ramah. "Silakan ikut saya, Tuan. Kantor beliau ada di lantai dua."

Sesampainya di depan pintu kayu yang tertulis nama, Riu Han mengetuk pelan.

"Masuk," suara terdengar dari dalam.

"Maaf mengganggu, tuan Dan Su," ucap Riu Han setelah pintu terbuka, memberi salam dengan sopan.

Dan Su, yang sedang memeriksa tumpukan catatan di mejanya, mendongak dan tersenyum lebar. "Aduh, Riu Han! Tak perlu begitu sopan. Panggil saja aku Kakak Dan Su, tanpa perlu panggilan yang kaku."

"Tapi tuan adalah alkemis tingkat lima, sedangkan aku baru tingkat empat..." Riu Han tersenyum canggung.

Dan Su tertawa pelan sambil berdiri dan mengajaknya duduk. "Jangan mengejekku. Di usia semuda ini sudah mencapai tingkat empat kelas atas — siapa yang tahu seberapa jauh kau akan melangkah? Aku sudah tiga puluh tahun baru sampai di sini, dan itu pun tingkat lima permulaan. Sementara itu, di ranah kultivasi, aku baru mencapai Dewa Besar tingkat sembilan. Bagi seorang alkemis yang lebih banyak menghabiskan waktu di depan tungku daripada di medan tempur, pencapaian itu sudah lumayan, namun dibandingkan denganmu..." Ia menggeleng sambil tersenyum.

"Jadi, pagi ini ada keperluan apa?" tanyanya beralih topik.

"Sebenarnya..." Riu Han menatapnya dengan tulus, "aku ingin mencari herbal sendiri. Seperti yang Kakak tahu, bahan-bahan langka jarang dijual bebas — klan besar biasanya menyimpannya, dan jika dilelang, harganya melambung tinggi. Mencari sendiri jauh lebih baik."

Dan Su mengangguk setuju. "Benar sekali. Aku paham maksudmu." Ia merogoh cincin ruangnya dan mengeluarkan selembar peta yang terbuat dari bahan kulit tipis namun kokoh, berwarna cokelat keemasan. "Ini peta lengkap Negeri Empat Wilayah. Tempat-tempat yang sering menjadi lokasi perburuan harta karun dan herbal langka sudah ditandai. Aku dapat dari seorang teman pemburu yang dulu memintaku meracik pil tingkat lima sebagai imbalan. Katanya, peta ini sudah diperbarui belum lama ini."

Riu Han menerima peta itu dengan mata berbinar. "Berapa harganya, Kakak?"

Dan Su tersenyum dan menepuk bahunya pelan. "Tidak ada harga. Anggap saja hadiah pertemanan kita."

"Kalau begitu terima kasih banyak, Kakak!" Riu Han menyimpannya dengan hati-hati ke dalam cincin ruangnya.

Ia sebenarnya memiliki banyak sumber informasi — Qin Siue dan Long Siu tentu tahu banyak tempat — namun peta yang diperbarui tetaplah yang paling dapat diandalkan. Waktu mengubah banyak hal, dan peta lama bisa menyesatkan.

Setelah berpamitan, Riu Han kembali ke penginapannya. Begitu masuk kamar, ia langsung mengeluarkan peta itu dan memeriksanya dengan saksama. Berbagai tanda tersebar di sana: hutan purba, lembah tersembunyi, pegunungan berkabut... namun satu nama membuatnya berhenti sejenak — Reruntuhan Perang Kuno.

Nama itu terdengar kuno, menyimpan kisah masa lalu yang kelam. Riu Han menarik napas pelan, lalu memejamkan mata sejenak. Ia memutuskan untuk masuk ke dalam Cincin Ruang.

"Long Siu, ada yang ingin kutanyakan," panggilnya begitu tiba di halaman rumah batu.

Long Siu muncul tak lama kemudian, wajahnya masih tampak mengantuk. "Ada apa, Riu Han?"

"Apakah engkau mengetahui tempat bernama Reruntuhan Perang Kuno?" tanyanya langsung.

Long Siu mengangguk pelan, pandangannya beralih ke arah langit di dalam cincin itu. "Tentu saja. Dulu, ribuan tahun yang lalu, tempat itu adalah kediaman sebuah sekte yang sangat besar dan perkasa. Namun pecahlah perang dahsyat — dua orang ahli puncak beserta pengikut mereka bertempur di sana. Pertarungan itu begitu hebat hingga menghancurkan gunung, membelah sungai, dan mengubah wajah alam itu sepenuhnya. Kedua pihak binasa, dan sejak saat itu tempat itu ditinggalkan."

Ia berhenti sejenak, lalu melanjutkan dengan nada yang lebih rendah.

"Sekarang, reruntuhan itu sering dijadikan tempat penyelesaian perselisihan antar klan — di bagian luarnya saja. Hanya sedikit yang berani masuk lebih dalam. Konon, di kedalaman tempat itu tersimpan banyak rahasia, dan bahkan ahli tingkat tinggi pun pernah hilang tanpa jejak di sana."

"Selain itu," tambahnya, "di dalamnya masih tinggal keturunan orang-orang yang terselamatkan dari perang itu — mereka hidup terpisah, menjaga warisan leluhur mereka. Tempat itu tidak seluas Langit Utara, namun jauh lebih luas daripada seluruh Daratan Bawah tempat kau berasal. Herbal kuno dan harta peninggalan masa lalu masih banyak tersimpan di sana."

Riu Han mendengarkan dengan saksama. Semakin ia mendengar, semakin ia merasa tempat itu layak dikunjungi.

"Terima kasih, Long Siu," ucapnya tulus.

Ia pun keluar kembali ke kamarnya. Malam itu ia tidak pergi ke mana-mana. Sebaliknya, ia berjalan ke gedung alkemis sekali lagi, bukan untuk mencari bahan, melainkan untuk mengurus surat izin perjalanan. Sebagai anggota resmi Persekutuan Alkemis, ia wajib melapor jika hendak meninggalkan kota — namun izin itu sekaligus menjadi perlindungan: di mana pun ia berada, organisasi akan mengakui statusnya dan memberikan bantuan jika diperlukan.

Setelah urusan selesai, Riu Han kembali ke penginapan. Ia duduk di tepi tempat tidur, menatap peta yang terbentang di atas meja. Reruntuhan Perang Kuno — tempat yang menyimpan sisa kejayaan sekte kuno, harta yang tak terhitung jumlahnya, dan bahaya yang bahkan membuat para ahli ragu untuk mendekatinya.

Namun justru di tempat yang penuh bahaya itulah herbal paling langka tumbuh.

"Besok pagi," gumamnya pelan pada diri sendiri. "Besok pagi aku berangkat."

Ia melipat peta, menyimpannya rapi, lalu bersiap untuk beristirahat. Di kejauhan, langit malam Kota Chengdu tampak tenang, namun di dalam hatinya, Riu Han merasakan getaran samar — seakan takdir sedang menuntunnya melangkah menuju sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar mencari tanaman obat.

1
Annisa Lupiyanah
keren👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ceritanya makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍👍
Lanjut Up Thor..
𝕸𝕬𝕾𝕿𝕰𝕽𝕾 𝕷𝕰𝕰, 𝕬𝕸𝕶
Luar Biasa, Mantap
sibaweh abduh
cerita yang sangat baik thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor..
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Alur Ceritanya bagus dan menarik untuk dibaca, Mantap 👍👍
Bg Byl
Cerita yg menarik dg alur yg mengalir baik dan tata bahasa yg bagus. keren 👍❤️
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Tetap semangat Thor 💪💪
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Petualangan Riu Han makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Mantap 👍
syarif ibrahim
makin sakti nih.... 👍
syarif ibrahim
akhirnya.... terobati sudah kerinduan selama 20 tahun.... 👍
syarif ibrahim
kaget... ternyata sudah habis ceritanya..... up lagi Thor....... 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Ceritanya makin mantap 👍
༄𝐇⃟⃝ᵧꕥ⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐
Lanjut Up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!