"Nanti kita bahas lagi, Daddy antar ke sekolah ya," Brian mencoba mengalihkan pembicaraan
"Baik Dad. Bunda kita berangkat dulu."
"Iya hati-hati."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Sepanjang jalan, Brian tak berkata sedikitpun pada Ben. Axel heran kenapa Daddy nya berubah jadi pendiam sejak obrolan tadi di rumah pikirnya.
Tak lama, mobil sudah berhenti di depan sekolah.
"Daddy, hati-hati."
"Iya, kalian juga."
Saat Ben akan salam, Brian melajukan mobilnya kencang membuat Ben terkejut.
"Daddy, kenapa ya, Xel."
"Tahu, dari kita berangkat diem aja. Apa ada masalah di kantor ya."
"Mungkin, semoga cepat selesai."
"Amin. Udah, ayo masuk."
Ben masuk ke dalam ruang serba guna dan bersiap lomba cerdas. Axel dan juga temannya sudah duduk melihat kakaknya memenangkan lomba.
"Selamat pagi anak-anak, saya sebaai dewan juri lomba cerdas kali ini. Saya ingin semua tidak ada kecurangan. Dan ingat ya, kita siarkan secara live."
Prok
Prok
"Dan kita mulai ya, di harapkan diam."
Di kantor Baratawijaya, Brian dan asistennya Johan baru saja keluar dari ruang meeting. Dan mereka berpapasan dengan kliennya.
"Selamat pagi tuan Brian."
"Pagi tuan Roy."
"Saya sungguh kagum dengan bocah tampan di televisi itu, sungguh aku ingin kerjasama dengannya."
"Siapa gerangan itu, tuan Roy."
"Anda bisa lihat di televisi, saya jamin pasti tertarik."
"Oke, terimakasih tuan Roy."
Setelah kepergian kliennya, Brian masuk ke dalam ruangannya lalu menyalakan televisi. Dan saat televisi di nyalakan terlihat Ben sudah memegang piala dan di angkat teman-temannya.
"Ternyata Ben, Bri."
Brian terduduk lemas sambil berkata, "Haruskah aku merelakannya."
"Maksudmu apa, Bri?"
"Ben menang lomba, Jo. Artinya dia kan ke New york sekolahnya."
"Yang bener, keren."
"Tapi aku sungguh tak kuasa jika dia harus ke Newyork."
"Kenapa, Bri? Bukannya itu bagus, apalagi dia jenius."
"Aku masih ingin memantaunya, Jo."
"Ya kan kau bisa kesana, Bri. Berlebihan banget."
"Kau belum merasakan rasanya anak masih kecil harus berjauhan.…
Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Merelakan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 204 Episodes
Comments
Nora♡~
Wwawww... Ben... menang pertandingan... dan sebagai hadiah imbalannya dia di tawarkan ke New York.... dan tawaran ini hingga ke menara gading(Univarsiti,Univarsitas) namun Ben... menolak untuk masa ini kemungkinan dia masih kecil dan tidak ingin berjauhan dari Ayah Brain♥️Ayu dan Adik2nya... Brain merasa bahagia dengan penolakan Ben buat saat ini.... waaa...waaa... Mama Si Viona meminta Agar Jessi membatalkan pernikahannya...Amboooii... orang tua tak sedar diri se enaknya jer... membatalkannya.... dia Ada hak ke... benar2 tak tahu malu.... itu kesalahan dari Anaknya sendiri terima lah karmanya... lanjuut.
2022-10-23
0