Sudah dua minggu lamanya, Hilda tinggal di kampung terpencil itu. Ia makin bahagia karena hari ini ia akan mendapatkan gaji dari ia bekerja. Ia akan menabung sebagian uangnya untuk modal usaha meski orangtuanya ingin Hilda menerima uang pemberian tapi ia menolaknya. Hilda ingin membuktikan tanpa harta keluarganya ia mampu bertahan.
Pagi ini seperti biasanya, Hilda jogging bersama sang buah hati. Dari kejauhan ada sosok setiap hari melihat aktifitasnya. Siapa lagi kalau bukan Rayan, cowok tampan di sukai banyak perempuan di kampus lebih penasaran pada Hilda yang notabene sudah punya anak.
Rayan pun mendekati mereka yang sedang duduk ditaman, langkah kaki Rayan membuat Bisa dikenali oleh Hilda tanpa menoleh ia sudah tahu.
"Kenapa sih, ngikutin mulu."
"Dan kau selalu tahu, Kalah deh peramal. Denger ya nona, aku kan udah bilang pengen berteman denganmu," ucap dengan nada santai
"Huh, emang tuan muda tak punya temen perempuan sehingga harus berteman dengan ku."
"Maaf nona, aku punya banyak temen perempuan. Apalagi mereka suka ngejar aku. Tapi aku lebih sukanya kayak kamu jadi temanku," ucap percaya diri
"Idih, percaya diri sekali anda tuan muda. Udah sana pergi, nanti baby ku nangis. Denger celotehanmu tak bermutu"
Dan benar saja bayi cantik itu menangis keras, Hilda mebaa tajam ke arah Rayan. Rayan menahan taeanya karena benar membuat si bayi menangis.
Cup
Cup
"Sayang, ini ada Mami. Tenang ya," ucap Hilda sambil menenangkan putri kecilnya
Bayi itu masih saja menagis hingga Rayan inisiatif untuk menggendong bayi itu.
"Boleh aku menggendongnya," ucap Rayan seraya mengabìl alih gendongan
"Iya, awas aja kalau nggak diem."
Rayan menggendong bayi itu dan seketika nangisnya berhenti, Hilda ternganga melihatnya. Kenapa anaknya bisa diem padahal orang asing pikirnya.
Entah mengapa Rayan merasa dekat dan bahagia bisa menggendong bayi mungil itu, ia mengecup pipi dan kening bayi tersebut. Berlian nampak nyaman digendongan Rayan tak lama terlihat tidur, Rayan menaruh bayi itu …
Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Luluh
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 204 Episodes
Comments