Devia duduk di sofa di sebelah Skala yang tengah sibuk dengan ponselnya . Dia memperhatikan suaminya yang tengah memainkan ponselnya.
"Mas, " panggil Devia membuat Skala menoleh menatap istrinya.
"Kenapa? " tanya Skala meletakan ponselnya di meja dan duduk menghadap Devia.
"Aku mau kuliah lagi, boleh? " tanya Devia dengan wajah penuh harap. Skala mengangkat satu alisnya mendengar ucapan Devia.
"Kenapa harus kuliah? Nanti yang jaga si kembar siapa ,sayang " ujar Skala mencium pipi istrinya.
"Kan ada Azka, dia aja yang jagain si kembar . Aku pengen banget kuliah lagi" ujar Skala. Pria itu mengusap surai rambut panjang istrinya dengan lembut.
"Aku gak harap Azka bisa jaga anak kita, lebih baik kamu urusin si kembar . Aku masih sanggup dan sangat sanggup memberikan nafkah buat kamu. Bila kamu sudah lulus kuliah kamu gak boleh kerja , karna aku melarang " ujar Skala dengan tegas. Devia melengkungkan bibirnya kebawah mendapatkan penolakan dari Skala . Dia sangat merindukan saat-saat dia berkumpul dengan teman-temannya di kampus, walau dia tau sekarang tidak sebebas dulu karna sudah menikah dan memiliki anak.
"Kenapa diam? Kamu marah dengan keputusan aku? " tanya Skala melihat Devia hanya diam. Gadis berumur 21 tahun itu Menggelengkan kepalanya pelan dan bangkit dari tempat duduknya meninggalkan Skala yang menatap dirinya heran.
Devia masuk ke dalam kamar anaknya dan mendapati Albian menangis setelah mendapatkan pukulan dari Alvian.
"Alvian gak boleh gitu sama adeknya" tegur Devia mengangkat Albian yang terus menangis dalam gendongannya. Skala masuk kedalam kamar menyusul istrinya dan mendekati Devia.
"Bian kenapa sayang? " tanya Skala pada Devia sambil mengusap kepala anaknya yang mulai tenang dalam gendongan sang istri.
"Vian mukul Bian, anak satu ini suka banget bikin adeknya nangis " ujar Devia menatap Alvian, sedangkan bayi itu kembali memainkan mainan yang dia rebut dari saudara kembarnya. Skala hanya tersenyum dan menggendong Vian yang menatap datar Papahnya, bay…
Istriku Mahasiswiku
Balas dendam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 132 Episodes
Comments
Oktavia
kok kurang ajar adam ya
2024-01-14
0
Nurjanah
gak patut irfan terlalu muda kaya anak sma
2022-01-10
0
sahaqi
visual Irvan ga cocok harusnya yng agag dewasa
2022-01-04
0