Indra terdiam karena dirinya memang yang membuat Radea keguguran. ia juga tak tega karena orang yang di cintainya merasakan sakit karena kehilangan buah hatinya. tak terasa air mata Indra menetes. ia menyesal, andai saja dirinya tak mengejar Radea waktu itu mungkin Radea saat ini tak akan kehilangan buah hatinya.
"Ngapain lo nangis? " bentak Thariz saat melihat Indra meneteska air matanya.
"Gue emang salah. Maaf gue cuma mau ngejelasin tentang ke adaan gue ke Radea. ke orang yang gue cinta. dan gue nggak tau kalau Radea hamil.! "
Thariz yang mendengar penuturan Indra yang mencintai Radea kembali tersulut emosinya. bogeman mentah kembali mengenai wajah Indra. kali ini Cipto tak dapat menghentikan bogeman Thariz.
"dia istri gue! " Thariz menekankan kata istri pada ucapan nya agar Indra sadar atas ucapannya.
"Gue udah sering kasih loe kesempatan kenapa loe masih ngejar istri gue sih, seharusnya lo tu sadar bajingan istri lo sedang bunting. tiap hari bikin keributan di kantor gue. " Thariz sungguh di buat kesal dengan lelaki di hadapannya. ia lalu melayangkan tinjunya ke arah meja saking kesalnya. tangan Thariz berdarah terkena pecahan kaca dari meja.
Cipto yang sudah tak bisa melerai pertikaian itupun hanya diam menyaksikan. disini memang bagi Cipto Indra lah yang salah tapi ia juga tak membenarkan perilaku Thariz.
"Gue mohon lo jangan ganggu Radea lagi. " ucap Thariz untuk terakhir kalinya. ia masih punya akal sehat untuk berpikir tak membunuh Indra. ia lalu pergi begitu saja setelah mebuat keributan di rumah Indra.
Seperginya Thariz Cipto langsung memapah tubuh Indra ke dalam kamar dan mencari obat untuk luka Indra.
****
"Tangan kakak kenapa? " tanya Radea saat mengetahui tangan suaminya di balut perban.
"Hanya terjepit pintu sayang" kilah Thariz.
"Kak, Radea tau kakak bohong. sebelum pergi tadi kakak nerima telpon pulang-pulang tangan kakak di perban"
Rhariz hanya tersenyum membelai rambut sang istri. "Kakak nggak papa, kamu jangan banyak mikir ya biar kamu cepat pu…
Bosku Suamiku
Tigapuluh Enam
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments