Marco termenung sendiri tak jauh dari air mancur yang berada di halaman samping bangunan Casa de Luca. Ia berdiri dengan setengah membungkukan badan. Di tangannya ada sekaleng bir yang sesekali ia teguk, sambil memandang hamparan perkebunan yang telah diselimuti langit gelap. Satu hal yang kini begitu mengusik nuraninya, yaitu ketika ia harus teringat kembali pada peristiwa tragis yang telah menimpa sang ayah.
Kematian Antonio di Pulau Elba, telah mereka tutupi serapi mungkin dari dunia luar. Saat itu, Marco bahkan memakamkan jenazah sang ayah dengan diam-diam. Tak ada acara ceremonial ataupun ungkapan bela sungkawa dari para kerabat, sahabat, atau siapa pun untuk mendiang Antonio. Marco juga memakamkan jasad pria berjanggut tebal itu tanpa adanya seorang pastur yang memimpin doa.
Sedih, tentu saja. Sebagai seorang anak, ia merasa begitu terluka karena tak ada penghormatan terakhir bagi sang ayah. Namun, ia juga tak bisa berbuat banyak. Marco harus menitipkan hidupnya yang hanya sebatang kara kepada Organisasi de Luca, yang sebelum tragedi itu terjadi tak membuat pria berwajah kelimis tersebut tertarik untuk ikut berkecimpung di dalamnya.
“Kau sedang apa?” terdengar suara berat Matteo dari arah belakang.
Marco langsung mengalihkan perhatiannya kepada Matteo yang saat itu sudah berdiri tak jauh darinya. Pria penyuka balapan liar tersebut, tak segera menjawab. Ia kembali menatap hamparan perkebunan anggur yang luas. “Aku merasa bingung. Apa yang akan kita lakukan setelah ini? Jika memang kematian ayahku harus terbongkar ke publik, maka aku pasti akan melakukan pemakaman yang layak untuknya. Kalau begini ceritanya, aku merasa telah menjadi anak yang sangat berdosa terhadap orang tuanya,” ujar pria itu dengan raut penuh sesal.
“Aku sedang memikirkan hal itu. Detektif Ranieri rupanya jauh lebih cerdik dari dugaanku. Aku pikir dengan mengulur waktu, maka ia akan menyerah dalam menyelidiki kasus ini. Ah, sial! Seharusnya dulu aku tidak mengikuti permainan ayahmu…
Pesona Tuan De Luca
Manovra
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 238 Episodes
Comments
Danendra Faiz
smg cpt selesai masalahnyaa theoo
kan kasian miaaa
2022-04-27
1