Kantor di kejutkan dengan kedatangan kakek winston. Terutama Hani yang saat ini sedang berhadapan dengan sang pemilik utama dari tempatnya bekerja.
Dengan berdiri membungkukan badan tanda penghormatan saat Winston memasuki ruang rapat.
Winston mengadakan pertemuan dadakan yang hanya di hadiri Sekertarisnya dan juga Hani sebagai perwakilan dari bosnya.
"Apa sudah ada kabar dari Aura?" Tanya winston dengan suara tegasnya, suara yang membuat semua orang langusng tunduk.
"Belum ada kabar terbaru dari bu Aura, Tuan." Jawab Hani dengan suara begetar.
Braaakk...
"Apa yang sebenarnya dia lakukan disana?" Tanya Winston kesal, karena Aura tak juga datang untuk melaporkan perkembangan kerja sama dengan Seteven.
Winston merasa Aura memang sengaja menyembunyikan project nya bersama Seteven. Karena Aura menyimpan rapat semua informasi, sekalipun itu kepada Haris juga petinggi di kantornya.
"Kamu benar tidak tahu apa yang di kerjakan bos kamu?" Tanya Haris penuh penekanan.
"Saya benar-benar tidak tahu, bu Aura tidak pernah mengatakan apapun." Jawab Hani cepat. keringat bercucuran dari keningnya seolah-olah sedang berlari maraton. Ternyata menyimapn sebuah rahasian besar tidak lah mudah.
Terlihat winston menghembuskan nafas kasar, kemudian mengambil sesuatu dan melemparkannya tepat di depan Hani.
Sebuah majalah terbuka lebar, menunjukan gambar Seteven bersama Aura, dengan nama yang berbeda.
Hani terkejut, dan segera mengambil untuk ia lihat lebih jelas lagi.
Karena Hani memang tidak mengenal dan belum pernah bertemu Seteven sehingga Hani tak mengenali siapa sebenarnya pasangan dalam gambar di majalah tersebut.
"Kamu tidak mengenalinya? sama sekali?" Tanya Haris, menatap tajam.
"Saya tidak tahu." Jawab Hani dengan jawaban yang sebenarnya, meskipun ada sedikit kemiripan wanita itu dengan bosnya namun Hani tak terlalu memikirkannya.
"Bukan kah wanita ini bu Aura." Desak Haris lagi.
"Hentikan." Ucap Winston membuat Sekertarisnya berhenti mempertanyakan tentang Aura kepada Hani.
"Saya…
AKU MEMILIH SETIA
SIDAK
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 193 Episodes
Comments