Abigail mengetuk pintu ruangan Seteven, kemudian masuk dengan membawa sebuah undangan yang di tujukan untuk Tuannya.
Abigail berjalan dengan memainkan ujung rambutnya, mencari perhatian dari Tuannya yang semenjak kemunculan Aura, tak lagi mengunjunginya.
Dengan menyilangkan kaki duduk di meja samping kursi Seteven, memperlihatkan paha mulusnya. Kemudian Abigail menujukan undangan tepat di depan wajah Tuannya.
Seteven kemudian menoleh, melirik dengan tatapan tajam. "Simpan di meja." Ucapnya yang kemudian kembali fokus ke layar laptopnya, tanpa memperdulikan Abigail yang sedang menggodanya.
Sudut bibir Abigail bergetar, menahan kata-kata kesal yang tidak boleh terucap di depan Tuannya.
"Saya permisi dulu." Ucapnya kemudian pergi dengan menghentikan kaki menunjukan kekesalannya
Seteven melirik matanya melihat kartu undangan tergeletak di samping laptopnya. Ia kemudian mengambil dan membukanya.
Bukan hal baru baginya di undangan acara tersebut. Acara besar yang mengakui para pembisnis sukses. Siapa saja yang belum pernah menghadiri acara itu maka belum bisa di katakan pembisnis sukses.
Mengingat Aura masih harus beristirahat, dia menjadi bingung, karena dia sudah janji akan membawa istrinya untuk hadir di pesta nanti. Akhirnya Seteven berkonsultasi dengan dokter kandungan tanpa sepengetahuan Aura.
"Siapkan mobil, saya akan pulang sekarang." Perintah Seteven kepada bodyguardnya.
Setelah berkonsultasi, ternyata dokter miminta untuk Seteven datang dengan membawa Aura, dokter harus tahu kondisi Aura setelah istirahat total yang telah dijalaninya.
Sementara di rumah besar Seteven, Aura di beritahukan untuk bersiap-siap Karen Seteven akan datang dan mengajaknya pergi.
Tidak biasanya Seteven pulang di tengah pekerjaannya, dan itu membuat Aura heran, bahkan tak hanya Auar para pelayan yang sudah lama melayani Seteven lebih heran dengan sikap Tuannya yang berubah.
Suara langkah kaki terdengar, Aura menoleh kearah pintu kaca, menanti kedatangan Seteven. Entah mengapa Aura masih…
AKU MEMILIH SETIA
Kekurangan Diri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 193 Episodes
Comments