☘️☘️☘️
Surya terdiam di kursi kayu yang sudah terlihat pudar warna catnya. Matanya memindai seisi ruang tamu, obat di tangan masih ia genggam, masih menunggu anak sulungnya mengambilkan air minum untuknya. Sementara istrinya–Miranti terlihat tidak ikhlas memijat bahunya. Mulut Miranti sedari tadi sibuk berceloteh tanpa jeda, mengungkit kesalahan yang begitu fatal karenanya.
Miana menunggu air mendidih dalam teko siul. Entah di dapat darimana beberapa perabotan yang berada di dapur ini. Bi Num hanya menjelaskan bahwa ada orang baik yang bersedia memberi pinjaman. Bersyukur sekali, Bi Num masih bersedia mengikuti keluarganya yang tengah di timpa musibah ini. Jika tidak ada Bi Num, pasti Miana akan kesusahan sendiri.
"Mbak Mia," panggil Bi Num. Ia membawa sepiring tempe lalu menyerahkan pada Miana. "Mau makan di mana? Di ruang tamu atau di sini saja? Bi Num takut, mama marah karena belum terbiasa dengan tempat seperti ini." Bi Num memindai ruang dapur dan ruang makan yang tidak bersekat.
Miana tersenyum getir, mengingat perkataan mama yang tidak ada habisnya mengungkit tempat yang ia sediakan ini jauh dari kata nyaman. Padahal ia hampir menghabiskan gajinya hanya untuk membayar rumah ini untuk satu bulan kedepan. "Coba, di bawa ke depan saja, Bi. Kita makan sama-sama di sana."
Bersama itu suara siul yang berdengung dari teko yang tengah mendidihkan air itu mengalihkan atensi Miana. Segera ia membuat teh hangat untuk papa.
Saat menata nasi dan lauk di meja tamu, Sisil datang dengan menghentakkan kakinya. "Kak, itu kenapa airnya mati, sih? Bikin bad mood aja. Sebelum di bayar tuh pastikan dulu, kelengkapan fasilitasnya, bisa nggak, sih!"
"Sil, pakai dulu air yang ada. Bi Num udah bilang kok sama yang punya. Besok juga di perbaiki. Saat seperti ini, baru terasa kan, bagaimana menghemat air."
"Kok jadi nyalahin aku sih!"
"Udah-udah. Stoop! Kalian ini kalau ketemu, pasti berantem aja kerjaannya!" Miranti menatap kesal pada Miana dan Sisil bergantian.
"Kamu lagi! Kenapa sih,…
Takdir Cinta Miana
TCM 27
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 101 Episodes
Comments
Miss Ayyyu_ptr
pengen nendang Sisil ni...
2022-06-27
0
miss©©©lee
sabarrr Miana, buah dari kesabaran akan indah nantinya
2022-06-19
0
Dini_Ra
Udah jatuh miskin tetep saja gak berubah tuh si Sisil😠
2022-06-19
0