Suasana belajar mandiri di pagi hari di kelas XI MIA 1 begitu damai. Para siswa sedang membaca buku pelajaran mereka, ada juga yang mengerjakan latihan soal dan berdiskusi dengan temannya.
"Guys, guys! Ada kabar buruk!" Joshua berteriak dan memukul - mukul meja guru dengan keras.
"Please deh, Jo. Lo pagi - pagi udah bikin ribut!" keluh siswi yang duduk di meja depan.
"Mana nih pawangnya? Bimo, dimana lo?"
Bimo yang baru masuk ke kelas, cemberut. "Gue bukan pawangnya!"
"Shh." Joshua mendesis. "Dengerin dulu lah. Penting ini menyangkut nama baik kelas kita."
"Awas aja lo ya kalau enggak penting."
Joshua mengabaikan ancaman teman sekelasnya dan berkata, "Gue dapat kabar, kita mau kedatangan siswa baru."
"Terus? Ini yang lo sebut penting?" sindir salah satu temannya.
"Masalahnya ini siswa punya nilai jelek di sekolah sebelumnya!"
Pernyataan Joshua membuat para siswa di ruang kelas merasa terkena guntur di pagi hari yang cerah.
"Apa?!"
"Kok dia bisa masuk kelas kita?"
"Bukannya dia harusnya di kelas 9!"
"Dia bisa mengancam kelas kita."
"Kita enggak boleh kalah dengan kelas XI MIA II."
"Kenapa enggak ke XI MIA II aja sih?"
"Yah, kelas kita jadi ganjil dong."
Siswa - siswa sudah tidak fokus lagi dengan belajarnya, mereka lebih memilih membahas hal penting ini. Di sekolah mereka, terdapat 16 kelas di tingkat kelas sebelas SMA. Ada sembilan kelas jurusan MIA (Matematika dan Ilmu Alam) dan tujuh kelas jurusan IIS (Ilmu - Ilmu Sosial).
Saat pertama mereka masuk sekolah ini, yaitu saat di duduk di kelas X, mereka telah menjalani serangkaian tes untuk menentukan jurusan mereka, MIA atau IIS. Setelah terbagi menjadi dua jurusan, mereka dites kembali dan ditempatkan di kelas sesuai dengan urutan ranking mereka dalam ujian. Ranking 1 - 30 menempati kelas X MIA I, ranking 31 - 60 menempati X MIA II.
Pembagian kelas ini bersifat sementara. Ketika naik ke kelas XI, mereka di ranking lagi dan kelas di sesuaikan kembali. Sehingga sebagian dari siswa kelas XI MIA I ini berasal dari kela…
Forever Young
BAB VI Siswa Baru
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 45 Episodes
Comments